Monday, December 29, 2008 1 komentar

Incoming....: "Fairuzzahrah" (+ Hasil USG 4 Dimensi)

Alhamdulillah, setelah lepas spiral 2 tahunan akhirnya aku hamil lagi.

  • 8 Oktober 2008, dengan ditemani Papa - setelah sebelumnya 3 hari bertururt-turut cek pakai test kit, dan hasilnya positip hamil- aku periksa ke Obgyn di RS Siloam. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan Dr.Stephen aku memang dipastikan hamil 6 Minggu.

  • 8 November 2008, kali ini Vania dan Rifda juga menemani aku kontrol ke Obgyn, mereka excited dan suprised melihat gambar hasil USG dari monitor

  • 6 Desember 2008, kontrol ke-3, Alhamdulillah perkembangan janin di kandunganku baik-baik saja.
Dengan pertimbangan agar si kembar bisa terus ikut memantau perkembangan calon adik mereka maka aku putuskan kontrol ke Obgyn dihari Sabtu saja, sambil mempersiapkan mental mereka - terutama Rifda- agar semakin aware bahwa sebentar lagi menjadi kakak.
  • 24 Desember 2008, hamil 17 minggu, aku ke klinik USG di depan mall SMS, karena dapet info dari hasil browsing bahwa USG 4D disana jauh lebih murah dari tarif USG di RS Siloam. Dari hasil pemeriksaan,Alhamdulillah, syaraf, jantung, organ-organ dalamnya , hidung, bibir,mata, serta jari jemarinya sampai saat ini normal semuanya. Dan kemungkinan besarnya bayinya LELAKI.

Inilah hasil USG 4D dede Fay:


Inginnya sih upload video hasil USGnya juga, tapi lammmaaa bener uploadnya.
Sunday, August 31, 2008 2 komentar

Jalan-Jalan ke Malaysia

Assalamu'alaikum Wr Wb...

Sudah lebih dari 3 bulan gak pernah posting, Cerita trip ke Malaysia ini juga sebenarnya cerita "basi" secara perjalanan ini udah terjadi sejak Agustus 2008 (sekarang petengahan November....Hmmm)
Mejeng di Bandara KLIA - Kuala Lumpur


Dari KLIA naik kerete shuttle ke KLCC, perjalanan gak sampai 5 menit dan gratis.


Penerbangan kami lanjutkan ke Kuantan , KL-Kuantan +/- 45 menit.

Di Kuantan kami nginep 1 malam di Duta Resort. Meskipun namanya resort...tapi fasilitas hotel gak aku rekomendasikan deh. Lah wong air minum aja gak dikasih koq, suruh masak sendiri dan ambil airnya dari....kran wastafel kamar mandi! Jangan bayangin wastafel dihotel berbintang yang kinclong ya, kamar mandinya aja masih bagus kamar mandi kami dirumah koq. Belum lagi debu dikarpet yang kayaknya lebih dari sebulan gak divakum, menu sarapan yang ala kadarnya. Pokoknya dengan MR 300/malam (waktu itu kurs Rp. 3.250/RM) gak worthed lah.

Tapi, pemandangan laut nya bagus banget, bersih.
Pantai di Kuantan yang bersih dan sepi


Keesokan harinya kami kembali ke KL naik Bis Transnasional, ongkosnya cuma RM 18. Lama perjalanan sekitar 4 jam. Turun di terminal Puduraya- KL hari sudah malam, mana hujan lebat lagi, susah nyari taxi, rebutan ama orang2 yang baru pulang kerja. Setelah nunggu lebih dari 1 jam di halte akhirnya dapet juga taxi ke hotel Concorde kena charge RM 20.


Besoknya kami keliling kota KL ama shopping kecil-kecilan buat beli oleh-oleh di Petailing Street ,pulangnya kami naik taxi ke KLIA ( kena charge RM 70) karena mau tukar tiket ke tgl 30 Agustus 2008, dipercepat 3 hari dari rencana semula.


Lorong Petailing Street yg mirip PS. Baru
Balik dari KLIA kami coba naik kereta KLIA Express ke KL Sentral. Dengan ongkos RM 35/org lama perjalanan cuma 28 menit. KL Sentral - Bukit Nanas kami naik naik monorail. Kalau hitungan secara matematis sih enakan dan sedikit lebih ekonomis naik taxi, Kena Charge RM 70 udah langsung nyampe depan hotel gak pake jalan2 kaki lagi. Tapi namanya juga lagi "pusing-pusing"

Pemandangan di Monorail dari KL Sentral - Bukit Nanas


Hari ke-2 di KL kami jalan-jalan ke Menara Petronas, karena letaknya dibelakang hotel maka kami cukup jalan kaki saja.
Eh, ditengah jalan kami ditegur turis yang nanya arah ke Genting Highland. Mereka maunya naik masstrans aja. Ih boro-boro kami tau, lah wong kami kemana-mana kami naik taxi koq. Tapi kami jadi kepingin juga ke Genting Highland.



Setelah puas berfoto-foto di Menara Petronas kami balik lagi ke Hotel secara lebih mudah panggil taxi dari hotel. Taxi yang kami dapet disopiri oleh orang keturunan India ( atau Pakistan ya??? yah pokoknya orang Hindustan gitulah), Si Sopir cerewet banget. Belum lagi dosq juga sibuk menelpon dan menerima telpon dari temen2nya.

Baru aja keluar dari KL, si Sopir dapet telpon dari langganannya orang Arab ( dosq yang cerita koq), pasti dosq pikir bakalan dapet tip lebih banyakan dari si Arab nanti dibanding dari kami. Dengan gaya merayu-rayu si sopir menawari kami mampir ke Batu Cave (kebetulan kami melewati lokasi tsb nanti) dan memberi kami waktu extra 15 menit buat jalan2 disitu.


Di Batu Cave


Sebenarnya belum puas sih keliling Batu Cave, tapi karena sudah lebih dari 15 menit kami kembali ke tempat parkir, tapi koq taxi yang kami naikin tadi udah gak ada....waduh gimana nih. Tiba-tiba kami didekati ama Supir taxi India lainnya....

" Indonesia ? Jakarta? Genting Highland? Please follow me, sir"
Dia cerita kalo dia yang disuruh temennya buat ngegantiin nganter ke Genting . Halah!! Aku tegasin aja pokoknya perjanjian kami bayar RM 90 sesuai perjanjian awal.

Setelah perjalanan 1 Jam, kami akhirnya sampai juga di Genting Highland.





(To be Continue...)
Friday, August 8, 2008 2 komentar

Jalan ke Situ Gunung - Cisaat

Minggu 3 Agustus 2008

Sudah lama sebenarnya saya ingin jalan ke Situ Gunung, karena terakhir kali kesana waktu perpisahan SMP tahun 1989...wah berarti 19 tahun lalu.
Sedikit memaksa Papa akhirnya mobil melaju juga ke Sukabumi. Perjalanan Jakarta - Cisaat, alhamdulillah, lancar. Hanya menemui kemacetan dititik-titik pasar terutama pasar Cikaretek yang panjang kemacetan sampai 1 Km.

Dan...mulailah Papa ngomel...yang jalannya jauhlah...yang tempatnya gak jelas. Saya diem aja anggap aja bagian dari perjalanan.

Setelah 3 jam perjalanan akhirnya sampai juga di lokasi. Di gerbang masuk dikenakan tarif masuk Rp. 6.500/org dewasa (VanDa gak dihitung tuh) dan Rp. 3.000 buat tiket mobil... (padahal di papan pengumuman tarif mobil tidak dicantumkan)
Kami makan siang dulu, setelah itu kami menuju ke Danau. Mobil bisa masuk hanya sampai pos II lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jaraknya kurang lebih 1 KM. Jarak yang lumayan mengingat Vania dan Rifda termasuk anak2 yang jarang jalan kaki dengan jarak diatas 500 M :))

Jalan dari pintu gerbang (Pos I) ke arah danau
Papa dan VanDa jalan kaki ke danau


Pemandangan Danau

Setelah puas motret-motret di danau, kami kembali ke Pos I. Kali ini kami berniat untuk melihat air Terjun Curug Sawer. Karena kami kira perjalanan akan berat buat anak-anak kalau kami berjalan kaki ke air terjun maka kami memutuskan naik ojeg , ongkosnya Rp. 25.000/ojeg PP.
Dan dimulailah perjalanan yang mendebarkan. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak berbatuyang mungkin lebarnya cuma 1 meter, bahu kanan mepet ke tebing disebelah kiri jurang menganga...


Saya sempet minta berenti di tengah jalan akibat ketakutan kalo saja sampai slip batu , aduhhh bisa tamat riwayat nih. Setelah menimbang kalaupun balik harus jalan kaki yang lumayan jauhhh akhirnya perjalanan dilanjutkan.
Alhamdulillah setelah meliuk-liuk selama lebih dari 30 menit sampai juga kami di pangkalan ojeg yang merupakan batas jalus "cross country ini"
Pangkalan Ojeg di tengah hutan

Selanjutnya jalan kaki kembali, karena jalannya menurun jadi tidak terlalu merasa berat. Kembali lagi jantung berdebar-debar ketika harus melewati jembatan "penghubung dunia peradaban dan kesunyian hutan"

Jembatan ini terbuat dari 2 batang pohon kelapa dan potongan kayu2 yang mulai lapuk dan patah-patah. Kebayangkan kalo kepleset bisa terjun bebas kesungai dan kebentur batu2 gunung. Ihh

Inilah Air Terjun Curug Sawer :






Tapi biar ditengah hutan, kita ngga perlu takut kelaparan dan kehausan karena ada pedagang asongan :))


Oiya, ini koordinat SItu Gunung di GPS papa. Hehehe
Jam 18.00 kami meninggalkan kawasan Situ Gunung. Dan sampailah dengan selamat pada pukul 21.30 lewat, dirumah.
Saturday, July 19, 2008 0 komentar

Bakti Sosial "Man 'n Machine" TeRuCI

Postingan telat lagi....

Waktu cepat berlalu gak terasa udah hampir seminggu sejak acara Bakti Sosial "Man 'n Machine" tgl. 13 Juli 2008 lalu

Alhamdulillah, acara cukup terbilang sukses. Sebagai EO saya bisa menarik napas lega.
Aku lagi donor darah nih yang ke 7x


















0 komentar

Sarapan Pancake

Hmm..pagi2 siap bikin pancake as papa request neh yang katanya kangen masakan istrinya.
dan wolla...pagi ini kami sarapan pancake...
Pancake
sumber : Majalah Santap

Bahan :

Dalam mangkuk campur:
250 ml buttermilk
165 gr tepung terigu serbaguna
2 sdm gula pasir
2 sdt baking powder
1/4 sdt garam

Tambahkan :
2 sdm mentega cair
1 btr telur, kocok lepas

- Campurkan bahan2 dlm mangkuk sambil diaduk dng whisk sampai tercampur rata.
- Tuang mentega dan telur kedalam adonan, aduk rata, diamkan selama 15 menit sebelum dimasak.
- Panaskan wajan teflon kecil, olesi sedikit mentega, tuang adonan kira2 1~2 sendok sayur.
- Biarkan pancake sampai mengeluarkan gelembung2 kecil dan permukaannya kering
- Balik dan masak sampai kecoklatan , angkat.
- Pancake bisa disajikan dengan :
* syrup maple/syrup strawberry / syrup coklat / madu
* Tambahkan potongan buah segar, seperti strawberry, kiwi atau buah kalengan
* Beberapa scoope ice cream

Tips :

- Jika pancake kurang tebal, tambahkan 1-2 sdm tepung terigu.
- Jika terlalu tebal, tambahkan 1-2 sdm susu/ air.
- Buttermilk dapat diperoleh di SPM besar, seperti Ranchmarket dijual dalam kemasan tetrapak 500ml keluaran Pauls. Bila buttermilk sukar diperoleh, coba buat sendiri dengan bahan berikut :
* 250 ml susu cair
* 1/2 sdm vinegar (cuka makan)
diamkan selama 10 menit sampai susu menggumpal
Sunday, June 1, 2008 0 komentar

Sabar dan Tawakal vs Pasif ???

Minggu, 1 Juni 2008 Jam 10.00 WIB

Telepon dirumah berdering, ternyata dari Mbak Dar - salah seorang mubalighah yang pernah magang dirumah ortu dan akhirnya dikawinkan dengan salah satu sepupu Bapakku-, dia sering "just say hello" dengan ibuku, saling bertukar kabar dan cerita2 ringan.

Mbak Dar adalah salah satu dari sedikit manusia yang memiliki kadar kesabaran dan sifat 'nerimo yang nyaris sempurna. Selama 25 tahun lebih pernikahannya, mereka tinggal dari satu kontrakan ke kontrakan lain tanpa sedikitpun mengeluh. Bahkan 5 tahun terakhir mereka tinggal di bedeng ukuran 2x3 M , tanpa penerangan listrik, tanpa sumber air bersih, juga tanpa kamarmandi+WC memadai.

Tapi mereka menjalaninya tanpa pernah mengeluh, selalu tersenyum dan bersyukur.

Tapi ada satu hal yang mengganjal hatiku menyangkut kesabaran dan sifat "nrimo mereka;

Suatu hari di Bulan Desember tahun 2007 yang lalu, setelah mendengar tentang kondisi keluarga Mbak Dar yang tinggal di bedeng tanpa pintu dan hampir kegusur (semua tetangganya sudah tergusur), saya datang ke sana untuk melihat keadaannya dan barangkali saja ada yang bisa saya bantu.

Pertama yang terlintas dibenak saya adalah saya harus membantu mereka untuk tinggal dirumah yang lebih layak. Setelah menjelaskan panjang lebar niat saya tersebut, sambil saya berkali-kali minta maaf jika saya sampai menyinggung perasaan dan harga diri mereka, saya ajak mereka mencari rumah kontrakkan.

Namun niat baik saya tersebut ditolak dengan alasan "pakewuh" dan ngga mau memberatkan saya. Lah, koq memberatkan, yang 'nawarin bantuan'kan saya.

Kemudian, saya pikir mungkin mereka merasa tidak bebas, risih atau canggung jika pergi mencari kontrakkan bersama saya. Akhirnya saya serahkan bantuan saya sebesar Rp. 5 juta yang pemanfaatannya saya serahkan saja kepada mereka. Namun saya katakan saya akan lebih senang jika uang tersebut mereka jadikan modal usaha.

Karena jika mereka memiliki mata pencarian dengan berjualan, maka mereka akan menghasilkan sumber uang yang akan mencukupi kebutuhan mereka.

Namun, dari cerita yang saya peroleh dari Ibu setelah bertukar kabar dengan Mbak Dar pagi ini, sangat mengecewakan saya. Ternyata mereka tidak menggunakan kesempatan yang ada ,untuk memperbaiki nasib mereka.
Uang yang saya berikan habis untuk biaya makan...meskipun mereka habiskan dalam waktu yang cukup lama, 5 bulan lebih, dibandingkan jika uang dalam jumlah yang sama ada ditangan saya :)).

Uang tersebut tidak mereka gunakan untuk membayar kontrakkan rumah, atau untuk modal berjualan. Hanya dipakai sedikit demi untuk beli lauk pauk.

Ah, andaikan mereka mau "bertaruh" sedikit, membelanjakan uang tersebut dalam jumlah yang lebih banyak , untuk dibelikan bahan dagangan, tentu mereka akan mendapat untung yang bisa dipakai membeli lauk - pauk untuk makan.
Seandainya jika hari ini tidak ada untung, mungkin esok, atau esoknya lagi...saya yakin Allah akan memberikan rezeki jika kita mau berusaha.

Bukankah Allah membukakan 99 pintu rezeki bagi pedagang?

Yah...sudahlah, yang penting saya kembali meluruskan hati, tidak boleh menyesali apa yang sudah saya sedekahkan.
Semoga Allah mengampuni dosaku dan memberiku rezeki yang bermanfaat sebagai gantinya.
Amiiin....


0 komentar

DHA Sulit Diserap Bayi, Jangan Terpengaruh Iklan Susu

JAKARTA (MEDIA) : Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.

Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu hamil.

"Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta.
Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb. tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi.

Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.
Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi.

"Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi", ujarnya.
Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat".

Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang.
Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.


Menyesatkan


Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini mengakui, semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat.

"Orang beranggapan konsumsi makanan sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak penting, namun bukan segala-galanya", tegasnya lagi.
Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.

Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya.

Dokter Soebagyo Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa.

Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya.

"Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur", ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.

Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit.


"Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda".
1 komentar

Antibiotik & Kekebalan Tubuh pada Anak

Kompas Minggu, 10 April 2005

ULASAN mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, "kampanye" memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung kerap menjadi obyek "ceruk pasar" dari berbagai produk antibiotik yang diresepkan dokter.
Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap menunjukkan sikap ketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis- segan banyak bertanya kepada dokter, dan memilih manggut-manggut saja jika diberi obat apa pun oleh dokter.

"Sebenarnya kan lucu jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita bayar. Terlebih yang kita bayar itu untuk dikonsumsi oleh anak kita yang merupakan amanat Tuhan. Ketidaktahuan ini sering kali dibiarkan oleh kalangan medis, malah kerap dimanfaatkan," ujar dr Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed, yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis, termasuk melalui milis (mailing list).

Seperti dipaparkan Purnamawati, antibiotik berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan). Dengan demikian, antibiotik merupakan suatu zat yang bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup, yaitu mikro-organisme (jasad renik) seperti bakteri, parasit, atau jamur.

Antibiotik tidak dapat membunuh virus sebab virus memang bukan "barang" hidup. Ia tidak dapat berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel pejamu, misalnya sel tubuh manusia, untuk berkembang biak.

Sementara masih kerap terjadi, dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, pilek.antibiotik yang dianggap sebagai "obat dewa".
Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir. Padahal, antibiotik tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.

"Orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan harusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik?Bukankah penyebabnya virus? Tanyakan itu kepada dokter," kata Purnamawati tegas.
Namun, kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis, sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu.
Jika tidak diberi antibiotik, hal itu akan memberi peluang virus dan kuman lain menyerang.

Mengenai hal itu, Purnamawati menanggapi, "Sejak lahir kita sudah dibekali dengan sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38,5 derajat Celsius.
Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. Flu akan sembuh dengan sendirinya, antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan)."

Hal senada juga secara tegas dikatakan farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah, SpFk. "Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya, lalusakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan sakit lagi. Terus begitu, dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit," ujar Iwan.

PURNAMAWATI menggarisbawahi, antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri.Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat amoeba hystolytica.
Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten.

"Perlu diingat juga, untuk radang tenggorokan pada bayi, penelitian membuktikan 80-90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus, jadi tidak perlu antibiotik. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun, bahkan jarang hingga di bawah empat tahun," kata Purnamawati.

Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik, ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, kelopak mata, hingga gangguan napas.

"Berbagai penelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang," kata Purnamawati tandas.

Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, sulfonamid.

Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis. Sementara antibiotik golonganaminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri, pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic).
Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus, pneumonia, apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata), serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.

Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama.

"Bahkan pada operasi besar seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja," ujar Iwan.

Purnamawati menganjurkan, para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter, dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus.

Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi masalah besar kesehatan masyarakat.
Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan menjadi bumerang.

"Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan," tutur Iwan.

0 komentar

Enterobacter Sakazakii

1. Apakah Enterobacter sakazakii? Penyakit apa yang dapat diakibatkan oleh bakteri ini?

Enterobacter sakazakii adalah bakteri yang termasuk ke dalam keluarga Enterobacteriaceae, yang terdiri dari spesies bakteri pada usus manusia dan binatang dan lingkungan.

Mikroorganisme ini terlibat dalam kejadian luar biasa (KLB) radang selaput otak (meningitis) atau radang usus (enteritis) terutama pada bayi.
Pada beberapa KLB dilporkan 20->50% bayi yang menderita penyakit ini meninggal. Pada bayi yang dapat sembuh, komplikasi dapat berupa kelinan saraf (neurologis). Keluaran pada orang dewasa akibat penyakit ini lebih ringan.

2. Darimana bakteri ini datang? Apakah juga terdapat di usus manusia?

Asal dari Enterobacter sakazakii tidak diketahui dengan jelas. Bakteri ini dapat dideteksi di usus manusia sehat, kemungkinan sebagai flora sementara. Bakteri ini juga ditemukan di usus hewan dan lingkungan.

3. Bagaimana susu formula bayi terkontaminasi dengan Enterobacter sakazakii? Apakah makanan lainnya dapat terkontaminasi?

Terdapat tiga rute Enterobacter sakazakii dapat memasuki susu formula bayi :
a. melalui bahan dasar mentah yang digunakan dalam produksi formula
b. melalui kontaminasi formula atau bahan kandungan kering lainnya setelah pasteurisasi; dan
c. melalui kontaminasi formula saat dibuat/diracik oleh konsumen sebelum pemberian susuEnterobacter sakazakii telah ditemukan pada tipe makanan lainnya, tetapi hanya pada susu bubuk formula bayi yang berhubungan dengan KLB penyakit.

4. Siapakah kelompok yang berisiko?

Enterobacter sakazakii menyebabkan penyakit pada setiap kelompok umur. Kelompok yang paling berisiko adalah bayi ( anak kurang dari satu tahun).
Bayi yang paling berisiko adalah neonatus (bayi berusi 28 hari pertama), terutama bayi prematur, berat lahir rendah atau bayi dengan gangguan kekebalan tubuh. Bayi dengan ibu HIV positif juga berisiko.

5. Bagaimana risiko ini dapat diminimalkan?

Penyedia pelayanan kapanpun dimungkinkan sebaiknya menggunakan formula cair steril atau formula bayi bubuk dengan langkah dekontaminasi (seperti menyiapkan dengan air panas atau memanaskan formula yang telah disiapkan)Pengurangan waktu pemegangan ( waktu antara penyiapan formula dan konsumsi) dan pemberian minum (feeding time) dapat menurunkan risiko infeksi pada bayi.

6. Apakah terdapat perbedaan jumlah Enterobacter sakazakii pada formula bayi tergantung produsennya?Sampai saat ini belum terdapat data

7. apakah risiko ini sama di setiap daerah dan negara?

Terdapat beberapa laporan kasus infeksi Enterobacter sakazakii akibat kontaminasi formula bayi di beberapa negara berkembang. Terdapat kemungkinan tidak terlapornya keadaan ini pada semua negara.

Ketiadaan laporan mungkin disebabkan kesadaran yang kurang dibandingkan tidak adanya penyakit. Formula bayi digunakan secara luas, maka adanay Enterobacter sakazakii pada formula bayi dan potensinya menimbulkan penyakit dapat menyebabkan masalah kesehatan yang bermakana pada banyak negara.

8. Apakah bakteri lain dalam formula bayi dapat menyebabkan masalah atau hanya Enterobacter sakazakii?

Codex standar tidak memperbolehkan patogen (makhluk yang dapat menyebabkan penyakit) seperti Salmonella pada formula bubuk bayi.
Codex terbaru untuk Salmonella adalah ketiadaan Salmonella pada 60 sampel tiap 25 gram.

9. Apakah risiko ini dapat dihindarkan jika bayi disusui daripada diberikan formula bayi?

Menyusui memberikan keuntungan di segala bidang. WHO merekomendasikan bayi harus mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan menyusui dilanjutkan bersamaan degnan pemberian makanan tambahan sampai usia 2 tahun atau lebih.
Bayi yang tidak disusui atau tidak sepenuhnya dususui memiliki risiko lebih tinggi untuk kesakitan dan kematian akibat penyakit diare.

10. Seberapa besar masalah ini?Besarnya masalah ini tidak diketahui karena kurangnya pemantauan dan sistem pelaporan untuk Enterobacter sakazakii pada banyak negara.
Angka kematian Enterobacter sakazakii dilaporkan 20% sampai >50%. Efek jangka panjang gangguan saraf dapat diakibatkan infeksi ini terutama pada kasus radang selaput otak dan radang otak.
Saturday, May 31, 2008 0 komentar

Aku lihat ke sekelilingku, Maka aku bersyukur. Part I

Melihat Ramadhani, pasien gizi buruk berusia 3 tahun dengan BB 5 kg, membuat saya bersyukur atas rahmat Allah kepada kedua anak kembarku,Vania&Rifda

Lihat saja, mereka begitu sehat, cerdas dan canttik'kan?
Maka nikmat Allah yang mana yang tidak aku syukuri?
0 komentar

Nikmat Allah Mana Lagikah yang Engkau Dustakan?

Allahuakbar,
Setiap pagi aku membaca surat Ar-rahman selalu 'merinding".
Takkan pernah aku ingkari nikmat Allah kepadaku.
-Tubuh sehat dan panca Indra yang sempurna
-Tidak pernah kelaparan
-Punya rumah yang damai
-Punya suami yang mencintaiku, dan sampai saat ini hanya aku.
-Punya anak-anak yang sempurna, sehat jasmani dan rohani, cerdas & cantik
-Punya orang tua yang melimpahiku dengan kasih sayang, sejak aku bayi hingga kini.
-Tidak pernah kekurangan materi.
-Punya.....
apa lagi yang tidak aku punya?

Allah memberikan segala hal yang aku butuhkan dalam hidupku. Tidak kurang tidak lebih.

Maka aku akan mendustakan nikmat Allah jika aku tidak mau membagi sedikit saja nikmatNya ini kepada manusia lain yang kurang beruntung.
0 komentar

Ramadhani, Balita Gizi Buruk. Karena Miskin atau Ortu tak Acuh?

Ini adalah postingan telat. Sebenarnya sudah sempet lupa, tapi waktu beres2 isi tas pagi ini, eh ketemu kwitansi pembayaran biaya rawat inap dari RS.Qadr, jadi ingat cerita ini

Rabu tgl.21 Mai 2008 jam 09.00 saya mengantar Dina ke UGD RS Qadr karena diare dan muntah-muntah sejak hari Minggu. Karena setiap makanan dan minuman yang masuk dimuntahkan kembali ,akhirnya dia jadi dehidrasi .

Selain Dina, pagi itu juga ada 3 orang pasien lainnya, salah satunya seorang anak yang kurus dan ringkih yang menderita kejang2. Dari pembicaraan antara dokter dengan ibu anak itu tersirat kalau si anak menderita gizi buruk, karena di usianya yang 3 tahun beratnya hanya 5 Kg (!!!).

Hasil diagnosa dokter anak tsb menderita Cerebral Palsy dan gizi buruk, sehingga harus dirawat di rumah sakit terutama untuk mengatasi kejang2 sehingga kerusakan pada syarafnya tidak semakin memburuk.

Namun karena tidak mempunyai biaya berobat yang mereka khawatirkan akan berjuta-juta maka keluarganya tidak bersedia anak tsb dirawat di RS. Bahkan ketika mereka diharuskan membayar sebesar Rp. 500 ribu sekian - untuk pembayaran biaya UGD dan pemeriksaan lab, mereka hanya mampu membayar 120.000 karena hanya itu sisa uang mereka.

Bismillahirahmanirrahim.
Dengan tujuan untuk mencari ridha Allah, saya membantu mereka membayari biaya pengobatan di UGD sekaligus uang muka untuk perawatan dibangsal anak.

Alhamdulillah 4 hari kemudian kondisi anak tersebut, Ramadhani, mulai membaik.
Kejang2 hilang dan ada peningkatan nafsu makan.
Akhirnya Sabtu sore Ramadhani diizinkan pulang.

Keesokan paginya, Minggu 25 Mai 2008 jam 8 pagi, Itoh, ibu Ramadani, menelpon ke rumah untuk mengucapkan terima kasih dan menyampaikan keluhan sepanjang kereta api :((
Yang dia ngga punya kerjaan lah , yang bapak Ramadhani yang tidak bertanggung jawab, yah pokoknya mengeluhkan hidupnya yang susah. Malah dia menyesalkan kelahiran Ramadhani dan ingin anaknya segera mati saja.

Astaghfirullah.
Saya sampai speechless. Simpati saya terhadapnya langsung menguap.
Sebagai manusia biasa, pikiran2 negatip langsung memenuhi benak saya.
Melihat tubuh Itoh yang padat gemuk berisi , asumsi saya setiap hari dia bisa makan sepiring nasi dengan kenyang. Namun dia membiarkan anaknya kelaparan atau tidak mengusahakan memberikan yang terbaik yang bisa dia berikan dan lakukan untuk anaknya.

Telepon Itoh di hari Minggu itu tidak hanya sekali, melainkan lebih dari 4x. Namun karena hari itu saya sedang keluar rumah dengan papa sampai lewat jam 9 malam, maka dia tidak sempat bicara langsung dengan saya.
Namun info dari Sri maupun Mae, Itoh mengeluhkan anaknya yang sakit dan minta supaya anaknya dibawa lagi ke rumah sakit.
Jam 11 malam, Itoh kembali menelpon ke rumah, Mae yang mengangkat teleponnya " Ibu sudah tidur" katanya
Jam 01.30 Senin, telepon kembali berdering, kali ini dari ayahnya Itoh. Beliau bilang cucunya masih sakit dan menangis terus dan minta cucunya saya bawa ke rumah sakit.
Ya ampun....rumahnya di ujung Parung. Bagaimana mungkin saya harus menjemput anak itu kesana dan membawanya ke rumah sakit tengah malam begini?

Ketika Ramadhani keluar dari RS.Qadr ada sisa uang muka perawatan lebih Rp. 400.000 yang saya izinkan diambilnya. Saya pikir sejumlah uang yang saya sudah setorkan ke kasir RS Qadr sudah saya infakkan dan tidak akan saya ambil kembali. Toh mereka bisa menggunakan uang tersebut untuk ongkos mengantar anaknya ke RS.

" Ibu'kan sudah berjanji akan mengobati cucu saya sampai sembuh" kata-kata kakeknya Ramadhani membuat saya naik darah.
"Loh, saya ngga berjanji apa-apa Pak. Kemarin saya bilang biaya perawatan di RS biar saya yang bayar. Maksudnya ya biaya yang di RS Qadr itu saja.
"Dan emangnya saya tuhan. Cucu Bapak kan sakitnya sudah tahunan, dari lahirkan? Bagaimana mungkin saya menyembuhkannya? Saya membantu semampu saya,Pak. Dan mohon maaf, karena uang saya ngga banyak jadi saya hanya bisa membantu sampai disini saja."
" Terus, kapan Ibu ke rumah saya." lanjutnya
" Buat apa Pak saya kerumah Bapak?"
" Yah, mungkin Ibu mau ngasih kami sumbangan, saya'kan orang miskin Bu, lagian Ibu juga sudah punya alamat saya."
Ya Allah, ditengah malam itu kesabaranku di uji.
"Pak,saya ngga wajib datang ke rumah Bapak yang di Parung sana, disekitar saya juga banyak orang gak mampu, saya lebih wajib menyantuni yang lebih dekat dahulu."
"Pak, saya mohon maaf, saya ngga bisa membantu bapak lebih dari ini. "

Begitulah, saya hanya mencoba menata hati kembali. Apa yang saya lakukan di tengah malam itu mungkin salah. Saya telah mengecewakan harapan Hamba Allah.
Tapi, sebagai manusia biasa, saya ingin Itoh dan keluarganya berusaha lebih maksimal bagi anaknya. Mengapa harus menunggu bantuan dari orang lain , tidak berupaya sendiri dahulu.
Semoga Allah memaafkan dan mengampuni saya. Dan semoga Allah tidak menghapus pahala saya pada saat awal niat saya membantu mereka.
Saturday, May 10, 2008 0 komentar

Resensi Film -----> Naga Bonar

Film yang disutradarai M.T Risyaf pada tahun 1987 ini di remake oleh Deddy Mizwar dengan judul sama dan sebagian besar aktris pendukung yang sama juga.Film yang ini menggunakan teknik mixing antara film versi jadulnya dengan versi sekarang, terutama untuk scene beberapa pemain yang sudah almarhum, seperti Emak (Roldiah Matulessy)

Dengan setting tahun 1945, dimana pada saat itu pasukan Jepang telah mundur dan tentara Belanda kembali berusaha masuk ke Indonesia. Dikisahkanlah kehidupan Nagabonar (Deddy Mizwar), si tukang copet ulung , dan sahabat setianya Bujang (Afrizal Anoda). Saking setianya, setiap kali Nagabonar tertangkap dan masuk penjara, si Bujang ikutan masuk penjara meskipun nggak ikut nyopet. Katanya sih biar bisa makan teratur dengan gratis.Sekeluarnya mereka dari penjara, mereka mendengar dari Bang Pohan (Piet Pagau) bahwa Indonesia sudah merdeka, lalu Belanda berusaha merebut negeri ini kembali, Naga dan teman2nya ikut angkat senjata untuk melawan Belanda. Naga bahkan akhirnya memimpin pasukan sendiri dan melakukan perang gerilya melawan Belanda.Hingga satu saat Nagabonar dan pasukannya mendapat perintah mundur dari Bang Pohan. Tidak lagi menyerang Belanda karena perjanjian gencatan senjata telah disepakati. Maka mereka pun mundur dan menetap di satu tempat untuk beberapa saat. Dalam rombongan mereka termasuk juga Emaknya Nagabonar (Roldiah Matulessy) yang tetap menganggap Naga bekerja sebagai pencopet, lalu ada juga seorang ‘tawanan’ Kirana (Nurul Arifin) putri dokter Zulmi (Kaharuddin Syah) yang dituduh antek Belanda.Belanda mengajak Nagabonar merundingkan garis demarkasi. Sebelum perundingan, demi harga diri, Nagabonar dan teman2nya memutuskan untuk memberikan pangkat kemiliteran kepada diri mereka masing2. Atas usulan Lukman (Wawan Wanisar) yang paling terpelajar, Nagabonar menjadi jendral, Murad (Mustafa) dapat kolonel, Jono letnan kolonel, Lukman sendiri menjadi mayor. Lukman yang rada sentimen sama Bujang hanya memberikan pangkat kopral untuk Bujang. Bujang pun protes keras. Tapi Nagabonar tak mampu memprotes keputusan Lukman karena tahu ia tak akan bisa mendebat Lukman.Dalam perundingan dengan Belanda, Nagabonar tidak mau menunjukkan lokasi pasukannya karena ia tahu akal licik Belanda. Yang terjadi malah Naga sempat2nya mencopet jam tangan si mayor Belanda yang kemudian ia hadiahkan untuk Bujang. Agar Bujang terhibur : meskipun pangkatnya cuma kopral tapi jam tangannya Mayor.Nagabonar diam-diam naksir Kirana. Dengan bantuan Bujang ia berusaha mendekati Kirana. Mariam, pencopet lain yang juga punya pasukan, ternyata juga naksir Kirana. Mariam dan pasukannya datang ke tempat Naga, bersenjata lengkap, meminta Kirana. Naga mengajaknya bertanding catur untuk menentukan siapa yang berhak atas Kirana. Dengan sedikit curang, Naga menang, Mariam nggak terima. Tembak-menembak antar teman pun terjadi. Mariam tertembak kakinya dan menyerah, merelakan Kirana untuk Nagabonar.Naga terserempet peluru di lengannya. Kirana yang anak dokter merawat luka Naga. Dan mulailah benih2 kasih bertebaran.Sementara itu si Bujang merasa sangat kesal sama Lukman, karena dia dianggap bawahan yang disuruh2 melulu oleh Lukman. Bujang bertekad untuk membuktikan siapa yang lebih hebat. Hingga satu pagi Naga kehilangan satu set seragamnya lengkap dengan tanda pangkat, tongkat, dan topi bulunya. Murad melaporkan bahwa Bujang pada waktu subuh telah nekat membawa pasukan untuk menyerang Belanda.Dan siang harinya… pasukan itu kembali dengan membawa si Bujang yang telah terkulai tak bernyawa di atas kuda. Bujang mengenakan seragam dan semua atribut milik Nagabonar. Nagabonar tak mampu berkata apa-apa. Dia lari pulang, menangis dan meneriakkan nama Bujang berulang-ulang. Saat penguburan Bujang, Naga mengenakan seragamnya yang berlumuran darah si Bujang. Dalam kesedihan kehilangan Bujang teman baiknya, Naga mengunjungi Kirana lagi. Naga curhat ke Kirana kalau ia merasa kesepian dan sendirian. Kirana menghiburnya dengan mengatakan kalau Naga tidak sendirian. “Masih ada aku…”, kata Kirana… Besoknya Naga meminta emaknya untuk melamar Kirana. Tapi emaknya malah menasehati Kirana agar tidak percaya sama kata2 Naga….Belanda akhirnya melanggar sendiri perjanjian gencatan senjata. Naga pun segera menyiapkan pasukan untuk kembali menyerang Belanda. Kirana bilang kalau dia ingin ikut bertempur di garis depan bersama Naga. Nagabonarpun menyetujui, dan memberi Kirana pangkat Permaisuri!

Comment gw :

1. Very-very recommended...secara lucu banget neh film. Sampe Mei ini kayaknya baru 1 film Indonesia ini yg gw rekomen.
2. Tempelan antara film Jadulnya dan Film versi sekarang alus banget meskipun tetep aja ada "cacat"nya. Yang gw liat jelas sih pada saat Emak ngobrol ama Kirana soal lamaran Naga, keliatan kalo arah muka emak dan Kirana ngga segaris.
3. Koq ada adegan cowok mandi telanjang seh... keliatan jelas banget. Emang perlu? Kenapa ngga diilangin aja ya?
4. Kekuatan film ini , selain dari dialog2 yang lucu, tentu saja dari akting pendukungnya yang TOB (Secara Deddy Mizwar, Wawan Wanisar, Piet Pagau ama Afrizal Anoda yang emang besar di teater)
5. Tentu saja yang patut dipuji juga adalah Make Up Artisnya, meskipun keliatan beda "umur muka" pemain2 pada film Jadulnya dan versi sekarang, tapi tetep keliatan jauh lebih muda dari aslinya.
0 komentar

Resensi Film ---> Forbidden Kingdom

Tadinya gw pikir filmnya kayak film Jet Li yg Judulnya Heroes, dari alur cerita, teknik pengambilan gambar, & seni bela diri yg artistik.Ide ceritanya ga beda jauh ama LOTR (Lord Of the Ring karya JRR Tolkien), yg intinya harus mengembalikan barang pusaka , yang kali ini berupa Tongkat milik Sun Wukong (Jet Li), dalam perjalanannya ditemani oleh Drunken Master (Jacky Chan) dan si Silent Monk (Jet Li), dan Sparrow "yg bening" namun perannya ga jelas2 amat. (Berhubung ini film buatan Hollywood, harus ada tempelan lawan jenis)Yg gw acungin jempol dari film ini adalah detail dr gambar, dimana mulai dari perlengkapan perang & baju perang pasukan Jade War Lord, istana si Jade war lord, sampai dengan detail tongkat Sun Wukong. Setting & teknik pengambilan gambar juga bagus meski ngga sebagus Crouching Tiger And Hidden Dragonnya Ang LeeCuman sangat disayangkan saat adegan berantem antara Jet Li & Jacky Chan, kok kayaknya "chemistry"nya ada yang kurang gitu loh.Gua juga lebih merasa kalo ini "film-nya" Jacky Chan yang kocak dibanding film serius ala Jet Li.Btw, film ini emang di tunggu sih, secara kapan lagi ada 2 tokoh kung fu dalam 1 film.
0 komentar

Resensi Film ---- Iron Mask

Setelah Batman, Superman dan ...man -.. man lainya, sekarang giliran Iron Man yang merupakan salah satu tokoh superhero komik karya Stan Lee terbitan Marvel diangkat ke layar lebar oleh Paramount Pictures.
Film ini disutradarai Jon Favreau dan diperankan oleh :Robert Downey Jr. ... Tony Stark / Iron ManTerrence Howard ... Jim RhodesGwyneth Paltrow ... Virginia 'Pepper' PottsJeff Bridges ... Obadiah Stane / Iron MongerSamuel L. Jackson ... Nick FuryLeslie Bibb ... Christine EverhartClark Gregg ... Agent Phil Coulson
Tony Stark adalah seorang super jenius sekaligus seorang bilyuner flamboyan pemilik Stark Industries, pabrik pembuat "mesin pembunuh" yang merupakan pemasok utama untuk persenjataan militer AS dan sekutunya.
Dalam perjalanan pulang seusai "presentasi dan demo" produk terbaru, rombongan Tony Stark dihadang oleh pasukan militan musuh ( yang lagi-lagi digambarkan sebagai bangsa "Arab"!!! :smash:). Dalam masa penahanannya ia dipaksa untuk membuat rudal (namanya lupa!). Menyadari nyawanya terancam , dengan suplai seadanya, sang super jenius menciptakan sebuah baju baja dan menggunakannya sebagai sarana untuk melarikan diri.
Setelah berhasil pulang dengan selamat, ia menyempurnakan prototipe baju baja tsb, kali ini dengan tujuan untuk menyelamatkan dunia.

Opini gw:
1. Film ini gw rekomendasikan untuk ditonton
2. Sang super hero tidak digambarkan sbg sosok sempurna. Tony Stark adalah lelaki "biasa" yang mata keranjang, sekalipun populer tapi kesepian. Namun ia fokus pada tujuan.
3. Dengan kejeniusannya ia mampu membuat sesuatu yang tidak biasa, namun tetap melalui tahapan Trial and Error
4. Meskipun "Manusia Biasa" sebagai super hero Tony Stark punya cadangan nyawa yang ngga ada habisnya.
5.. Musuh utama Tony ternyata adalah rekan kerja yang sekaligus sahabat ayahnya. Kesimpulan :Orang terdekat dapat menjadi musuh terbesar anda. Jadi hati2 dgn org disebelahmu
6. Kenapa ya teroris selalu dilambangkan dengan suku bangsa "Arab"?

Tony Stark yang Flamboyan




Thursday, May 1, 2008 0 komentar

Kuliah Lagi

Keinginan dan impian saya untuk kuliah lagi akhirnya mulai terlaksana. Ibaratnya seperti impian yang terpendam.
Saya dan Papa kali ini mengambil jurusan Teknik Perminyakan di Migas Balongan.
Hari Jum'at siang, 25 April 2008, kami berangkat menuju ke Indramayu. Kuliah akan dimulai keesokan harinya, Sabtu 26 April 2008. Jadwal kuliahnya benar-benar penuh dimulai pukul 10.00 baru selesai pukul 21.00 malam. Besoknya, Minggu 27 April 2008, kuliah dimulai kembali pukul 07.30 sampai 15.30. Bayangkan digenjot begitu.

Tapi demi ilmu dan cita-cita, dibutuhkan ketekunan dan pengorbanan.

Semoga tidak ada halangan sehingga tidak berhenti ditengah jalan.
Wednesday, April 23, 2008 0 komentar

VanDa Belajar Ice Skating

Sabtu tgl. 19 Maret 2008.

Kami mengajak anak-anak jalan ke Mall Taman Anggrek, tujuannya semula adalah untuk bertransaksi di beberapa Bank yang buka di hari Sabtu- Minggu di Mall tsb.

Transaksi selesai, kami sarapan di Mc D. Hehehe ternyata kami semua belum sarapan .

Setelah selesai makan, kami keliling-keliling hingga lantai 3. Melihat arena Sky Ring, Vania & Rifda merengek ingin belajar Ice skating. Saya setuju saja, karena sebagai Mama yang baik , hehehe, saya ingin memberikan berbagai pengalaman bermain dalam masa kecil mereka.

Karena ini merupakan kali pertama Vania & Rifda berseluncur mereka harus didampingi pelatih, sayangnya semua jadwal pelatih sudah penuh hari itu. Saya tidak ingin mengecewakan anak-anak maka mereka saya daftarkan untuk short course pada hari Minggu tgl.20 Maret 2008 dapet jadwal yang Jam 13.30

Jadi Hari Minggu kami kembali ke Mall Taman Anggrek. Biaya short course Rp.90.000 sudah termasuk tiket masuk dan instrukstur selama 30 menit.
Memperhatikan mereka jatuh-bangun tertatih-tatih belajar berjalan dengan menggunakan sepatu seluncur mengingatkan saya pada saat mereka masih belajar jalan.
Cemas juga melihat mereka terjatuh dan tergelincir berkali-kali, khawatir terluka atau terkilir. Tapi mereka tatap gigih terus berlatih sampai akhirnya berhasil menguasai keseimbangan tubuhnya dan sukses meluncur kesana- kemari.






Pelajaran yang saya dapat dari mereka hari itu, jangan lelah untuk terus berusaha meskipun terjatuh berkali-kali. Karena ketika akhirnya kita berhasil, akan terbayar segala jerih payah kita.



 
;