Wednesday, April 23, 2008 0 komentar

VanDa Belajar Ice Skating

Sabtu tgl. 19 Maret 2008.

Kami mengajak anak-anak jalan ke Mall Taman Anggrek, tujuannya semula adalah untuk bertransaksi di beberapa Bank yang buka di hari Sabtu- Minggu di Mall tsb.

Transaksi selesai, kami sarapan di Mc D. Hehehe ternyata kami semua belum sarapan .

Setelah selesai makan, kami keliling-keliling hingga lantai 3. Melihat arena Sky Ring, Vania & Rifda merengek ingin belajar Ice skating. Saya setuju saja, karena sebagai Mama yang baik , hehehe, saya ingin memberikan berbagai pengalaman bermain dalam masa kecil mereka.

Karena ini merupakan kali pertama Vania & Rifda berseluncur mereka harus didampingi pelatih, sayangnya semua jadwal pelatih sudah penuh hari itu. Saya tidak ingin mengecewakan anak-anak maka mereka saya daftarkan untuk short course pada hari Minggu tgl.20 Maret 2008 dapet jadwal yang Jam 13.30

Jadi Hari Minggu kami kembali ke Mall Taman Anggrek. Biaya short course Rp.90.000 sudah termasuk tiket masuk dan instrukstur selama 30 menit.
Memperhatikan mereka jatuh-bangun tertatih-tatih belajar berjalan dengan menggunakan sepatu seluncur mengingatkan saya pada saat mereka masih belajar jalan.
Cemas juga melihat mereka terjatuh dan tergelincir berkali-kali, khawatir terluka atau terkilir. Tapi mereka tatap gigih terus berlatih sampai akhirnya berhasil menguasai keseimbangan tubuhnya dan sukses meluncur kesana- kemari.






Pelajaran yang saya dapat dari mereka hari itu, jangan lelah untuk terus berusaha meskipun terjatuh berkali-kali. Karena ketika akhirnya kita berhasil, akan terbayar segala jerih payah kita.



0 komentar

Tidak Akan Miskin Bagi yang Bersedekah

Assalamu'alaikum wr wb.

Kalimat diatas sangat saya yakini kebenarannya. Pada saat kita bersedekah sebenarnya bukanlah harta kita yang dikurangi. Yang kita keluarkan sebenarnya adalah titipan Allah melalui tangan kita.

Pengalaman saya pribadi seperti ini, ketika saya bersepakat dengan Papa dan Mas Untung untuk membawa Pipiet ke Dokter untuk Check Pendahuluan Pada 17 Maret 2008, tiba-tiba ada sebuah telepon masuk ke HP saya. Orang ini , Pak Hanan, sebelumnya tidak pernah membeli Chemical dari kami, dan saat itu sangat perlu Biocide yang akan diaplikasikan hari itu juga di Unit RO milik perusahaannya. Beliau bersedia mentransfer pembayarannya saat itu juga.

Sorenya, kami membawa Pipiet ke Dokter Obgyn, melewati beberapa macam test Lab. Dan ternyata biaya yang kami keluarkan ,tanpa kami duga, adalah sebesar keuntungan yang kami peroleh dari hasil penjualan Biocide tsb.
Mungkin kebanyakan orang berpendapat mestinya keuntungan tsb masuk ke kas perusahaan. Memang benar masuk ke kas perusahaan dan kami keluarkan sebagai Pos Social Responsibilities sebesar 2.5% dari Net Profit. Agar usaha kami ini menjadi berkah.

Bukan hanya itu saja, untuk menutupi biaya operasi Pipiet 2 minggu kemudian, ada saja rezeki dari Allah yang dititipkan kepada kami sehingga operasi berjalan lancar dan Pipiet sekarang sudah pulang dalam kondisi sehat.

Selain itu Allah memberikan kami bonus US$ 84.804 dalam bentuk PO. Yah, memang keuntungannya belum ditangan, tapi setidak-tidaknya bisa jadi cadangan devisa kami. Hehehe.

Semoga apa yang saya dan Papa lakukan ini bisa menjadi berkah bagi usaha kami, menjadi bekal di akhirat dan menjadi pembelajaran bagi anak-anak kami.

Wassalamu'alaikum.
Monday, April 14, 2008 0 komentar

Pipiet Di Operasi

Sudah sejak beberapa bulan lalu saya mendengar dari Sri dan Ika kalau Pipiet, Istri Mas Untung yang guru ngaji Ibu, menderita tumor di perutnya.

Hati tersentuh juga karena sebagai guru ngaji (Mubaligh) pendapatan Mas Untung ngga seberapa, mungkin hanya pas untuk makan. Saya sempat melontarkan kepada ibu bahwa jika ada rezeki saya ingin membantu biaya operasi Pipiet.

Dan ketika saya selesai Presentasi di Pusri Palembang 13 Maret 2008, tiba-tiba hati saya tergerak untuk menghubungi Pipiet via telepon untuk menanyakan kabarnya.

Singkat kata Tgl. 17-Maret 2008, hari Senin sore, saya dan Papa menjemput Mas Untung dan Pipiet untuk check up ke Dr. ObGyn di RSB Annisa Tangerang.
Hasil pemeriksaan tumornya diperkirakan tumor jinak, karena perbandingan dengan terakhir kali check up tahun lalu, terjadi pertambahan besar yang tidak ekstrim.
Lalu malam itu dilanjutkan dengan berbagai macam rontgen dan pemeriksaan Lab. kali dilakukan di RSB Sari Asih, berhubung RSB Annisa fasilitas lab nya tidak lengkap.

Tapi setelah mempertimbangkan beberapa hal, terutama masalah biaya, akhirnya operasi pengangkatan tumor di laksanakn di RSB Juwita Bekasi Barat, pada hari Rabu 9 April 2008 jam 15.00 dan operasi selesai pada jam 17.lewat.

Dan Syukur Alhamdulillah hari Minggu tgl. 13 April kemarin Pipiet sudah diizinkan pulang oleh dokter yang merawat.
0 komentar

KopDar I Teruci Chapter Tangerang

Assalamu'alaikum

Kemarin, Tgl 13 April 2008, Papa VanDa, yang merupakan Kumandan Tangerang (KuTang hehe..istilah itu aku yang pertama nungulin) mengadakan KopDar I chapter Tangerang di RM Pecel Madiun di Jl. Ciater Barat Raya Rawabuntu - BSD Serpong.
Karena yang akan hadir sekitar +/- 20 org, paginya aku dan VanDa sengaja kesana dulu buat reservasi tempat, tapi ngga dapet, udah full book katanya.
Tapi karena sudah direncanakan dan dipublikasi di forum Teruci sejak beberapa hari sebelumya, dan ngga mungkin diubah di last minutes. The show must go on. So siang itu kami nekat aja meluncur kesana.

Seperti dugaan kami, semua meja terisi dan cari parkir aja susah. Terpaksa aku dan Pak Guru (salah seorg Terucier senior) berkeliling mencari meja. Dan begitu kulihat ada salah satu grup yang semua anggotanya sudah selesai makan dengan "muka badak" aku tungguin mereka "angkat kaki" hehe...
Untung Terucier yang datang baru Pak Guru , jadi ngga ketahuan kalau tempat belum dibooking.

Karena hari itu acara KopDar yang Gratisan -maksudnya Papa VanDa yang traktir- Teruciers pada pasrah aja mau di "kasih makan apa"

So saya order:
Nasi Pecel : 25
Ayam Goreng : 6
Sate Telor Puyuh : 3
Pepes Tahu : 6
Es Dawet Madiun : 22
Es Jeruk : 6
Teh Tawar : 17
Aqua Botol : 5

Dengan makanan segitu banyak saya kena charge Rp. 533.000,- (Untunglah masih dibawah budget saya yang 1 jt)

Beberapa Teruciers memuji memang Pecel-nya top banget, bumbu kacangnya mantap, di-uleg halus, rasa asin manisnya pas katanya. Rempeyeknya juga enak sekali, tipis dan kriuk-kriuk.
Dawetnya juga enak, gurih dan manisnya pas, pokoknya semua makan dengan rasa puas deh.

Selesai makan baru deh pada ngomongin soal Teruci Chap Tang. Sesuai kesepakatan diputuskan:
1. Dipilih Bendahara Chap Tang : Rudi Solang
2. KopDar 1x sebulan
3. Iuran bulanan Rp. 20.000/bln
4. Diadakan arisan (masih optional)

Oya, ini beberapa foto-fotonya
Jalan Masuk
Taman yang Asri Pecel +Dawet yang Enak

Teruciers Chap Tang







 
;