Sunday, August 31, 2008 2 komentar

Jalan-Jalan ke Malaysia

Assalamu'alaikum Wr Wb...

Sudah lebih dari 3 bulan gak pernah posting, Cerita trip ke Malaysia ini juga sebenarnya cerita "basi" secara perjalanan ini udah terjadi sejak Agustus 2008 (sekarang petengahan November....Hmmm)
Mejeng di Bandara KLIA - Kuala Lumpur


Dari KLIA naik kerete shuttle ke KLCC, perjalanan gak sampai 5 menit dan gratis.


Penerbangan kami lanjutkan ke Kuantan , KL-Kuantan +/- 45 menit.

Di Kuantan kami nginep 1 malam di Duta Resort. Meskipun namanya resort...tapi fasilitas hotel gak aku rekomendasikan deh. Lah wong air minum aja gak dikasih koq, suruh masak sendiri dan ambil airnya dari....kran wastafel kamar mandi! Jangan bayangin wastafel dihotel berbintang yang kinclong ya, kamar mandinya aja masih bagus kamar mandi kami dirumah koq. Belum lagi debu dikarpet yang kayaknya lebih dari sebulan gak divakum, menu sarapan yang ala kadarnya. Pokoknya dengan MR 300/malam (waktu itu kurs Rp. 3.250/RM) gak worthed lah.

Tapi, pemandangan laut nya bagus banget, bersih.
Pantai di Kuantan yang bersih dan sepi


Keesokan harinya kami kembali ke KL naik Bis Transnasional, ongkosnya cuma RM 18. Lama perjalanan sekitar 4 jam. Turun di terminal Puduraya- KL hari sudah malam, mana hujan lebat lagi, susah nyari taxi, rebutan ama orang2 yang baru pulang kerja. Setelah nunggu lebih dari 1 jam di halte akhirnya dapet juga taxi ke hotel Concorde kena charge RM 20.


Besoknya kami keliling kota KL ama shopping kecil-kecilan buat beli oleh-oleh di Petailing Street ,pulangnya kami naik taxi ke KLIA ( kena charge RM 70) karena mau tukar tiket ke tgl 30 Agustus 2008, dipercepat 3 hari dari rencana semula.


Lorong Petailing Street yg mirip PS. Baru
Balik dari KLIA kami coba naik kereta KLIA Express ke KL Sentral. Dengan ongkos RM 35/org lama perjalanan cuma 28 menit. KL Sentral - Bukit Nanas kami naik naik monorail. Kalau hitungan secara matematis sih enakan dan sedikit lebih ekonomis naik taxi, Kena Charge RM 70 udah langsung nyampe depan hotel gak pake jalan2 kaki lagi. Tapi namanya juga lagi "pusing-pusing"

Pemandangan di Monorail dari KL Sentral - Bukit Nanas


Hari ke-2 di KL kami jalan-jalan ke Menara Petronas, karena letaknya dibelakang hotel maka kami cukup jalan kaki saja.
Eh, ditengah jalan kami ditegur turis yang nanya arah ke Genting Highland. Mereka maunya naik masstrans aja. Ih boro-boro kami tau, lah wong kami kemana-mana kami naik taxi koq. Tapi kami jadi kepingin juga ke Genting Highland.



Setelah puas berfoto-foto di Menara Petronas kami balik lagi ke Hotel secara lebih mudah panggil taxi dari hotel. Taxi yang kami dapet disopiri oleh orang keturunan India ( atau Pakistan ya??? yah pokoknya orang Hindustan gitulah), Si Sopir cerewet banget. Belum lagi dosq juga sibuk menelpon dan menerima telpon dari temen2nya.

Baru aja keluar dari KL, si Sopir dapet telpon dari langganannya orang Arab ( dosq yang cerita koq), pasti dosq pikir bakalan dapet tip lebih banyakan dari si Arab nanti dibanding dari kami. Dengan gaya merayu-rayu si sopir menawari kami mampir ke Batu Cave (kebetulan kami melewati lokasi tsb nanti) dan memberi kami waktu extra 15 menit buat jalan2 disitu.


Di Batu Cave


Sebenarnya belum puas sih keliling Batu Cave, tapi karena sudah lebih dari 15 menit kami kembali ke tempat parkir, tapi koq taxi yang kami naikin tadi udah gak ada....waduh gimana nih. Tiba-tiba kami didekati ama Supir taxi India lainnya....

" Indonesia ? Jakarta? Genting Highland? Please follow me, sir"
Dia cerita kalo dia yang disuruh temennya buat ngegantiin nganter ke Genting . Halah!! Aku tegasin aja pokoknya perjanjian kami bayar RM 90 sesuai perjanjian awal.

Setelah perjalanan 1 Jam, kami akhirnya sampai juga di Genting Highland.





(To be Continue...)
Friday, August 8, 2008 2 komentar

Jalan ke Situ Gunung - Cisaat

Minggu 3 Agustus 2008

Sudah lama sebenarnya saya ingin jalan ke Situ Gunung, karena terakhir kali kesana waktu perpisahan SMP tahun 1989...wah berarti 19 tahun lalu.
Sedikit memaksa Papa akhirnya mobil melaju juga ke Sukabumi. Perjalanan Jakarta - Cisaat, alhamdulillah, lancar. Hanya menemui kemacetan dititik-titik pasar terutama pasar Cikaretek yang panjang kemacetan sampai 1 Km.

Dan...mulailah Papa ngomel...yang jalannya jauhlah...yang tempatnya gak jelas. Saya diem aja anggap aja bagian dari perjalanan.

Setelah 3 jam perjalanan akhirnya sampai juga di lokasi. Di gerbang masuk dikenakan tarif masuk Rp. 6.500/org dewasa (VanDa gak dihitung tuh) dan Rp. 3.000 buat tiket mobil... (padahal di papan pengumuman tarif mobil tidak dicantumkan)
Kami makan siang dulu, setelah itu kami menuju ke Danau. Mobil bisa masuk hanya sampai pos II lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jaraknya kurang lebih 1 KM. Jarak yang lumayan mengingat Vania dan Rifda termasuk anak2 yang jarang jalan kaki dengan jarak diatas 500 M :))

Jalan dari pintu gerbang (Pos I) ke arah danau
Papa dan VanDa jalan kaki ke danau


Pemandangan Danau

Setelah puas motret-motret di danau, kami kembali ke Pos I. Kali ini kami berniat untuk melihat air Terjun Curug Sawer. Karena kami kira perjalanan akan berat buat anak-anak kalau kami berjalan kaki ke air terjun maka kami memutuskan naik ojeg , ongkosnya Rp. 25.000/ojeg PP.
Dan dimulailah perjalanan yang mendebarkan. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak berbatuyang mungkin lebarnya cuma 1 meter, bahu kanan mepet ke tebing disebelah kiri jurang menganga...


Saya sempet minta berenti di tengah jalan akibat ketakutan kalo saja sampai slip batu , aduhhh bisa tamat riwayat nih. Setelah menimbang kalaupun balik harus jalan kaki yang lumayan jauhhh akhirnya perjalanan dilanjutkan.
Alhamdulillah setelah meliuk-liuk selama lebih dari 30 menit sampai juga kami di pangkalan ojeg yang merupakan batas jalus "cross country ini"
Pangkalan Ojeg di tengah hutan

Selanjutnya jalan kaki kembali, karena jalannya menurun jadi tidak terlalu merasa berat. Kembali lagi jantung berdebar-debar ketika harus melewati jembatan "penghubung dunia peradaban dan kesunyian hutan"

Jembatan ini terbuat dari 2 batang pohon kelapa dan potongan kayu2 yang mulai lapuk dan patah-patah. Kebayangkan kalo kepleset bisa terjun bebas kesungai dan kebentur batu2 gunung. Ihh

Inilah Air Terjun Curug Sawer :






Tapi biar ditengah hutan, kita ngga perlu takut kelaparan dan kehausan karena ada pedagang asongan :))


Oiya, ini koordinat SItu Gunung di GPS papa. Hehehe
Jam 18.00 kami meninggalkan kawasan Situ Gunung. Dan sampailah dengan selamat pada pukul 21.30 lewat, dirumah.
 
;