Jalan ke Situ Gunung - Cisaat

by - Friday, August 08, 2008

Minggu 3 Agustus 2008

Sudah lama sebenarnya saya ingin jalan ke Situ Gunung, karena terakhir kali kesana waktu perpisahan SMP tahun 1989...wah berarti 19 tahun lalu.

Sedikit memaksa Papa akhirnya mobil melaju juga ke Sukabumi. Perjalanan Jakarta - Cisaat, alhamdulillah, lancar. Hanya menemui kemacetan dititik-titik pasar terutama pasar Cikaretek yang panjang kemacetan sampai 1 Km.

Dan...mulailah Papa ngomel...yang jalannya jauhlah...yang tempatnya gak jelas. Saya diem aja anggap aja bagian dari perjalanan.

Setelah 3 jam perjalanan akhirnya sampai juga di lokasi. Di gerbang masuk dikenakan tarif masuk Rp. 6.500/org dewasa (VanDa gak dihitung tuh) dan Rp. 3.000 buat tiket mobil... (padahal di papan pengumuman tarif mobil tidak dicantumkan)
Kami makan siang dulu, setelah itu kami menuju ke Danau. Mobil bisa masuk hanya sampai pos II lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jaraknya kurang lebih 1 KM. Jarak yang lumayan mengingat Vania dan Rifda termasuk anak2 yang jarang jalan kaki dengan jarak diatas 500 M :))

Jalan dari pintu gerbang (Pos I) ke arah danau
Papa dan VanDa jalan kaki ke danau


Pemandangan Danau

Setelah puas motret-motret di danau, kami kembali ke Pos I. Kali ini kami berniat untuk melihat air Terjun Curug Sawer. Karena kami kira perjalanan akan berat buat anak-anak kalau kami berjalan kaki ke air terjun maka kami memutuskan naik ojeg , ongkosnya Rp. 25.000/ojeg PP.
Dan dimulailah perjalanan yang mendebarkan. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak berbatuyang mungkin lebarnya cuma 1 meter, bahu kanan mepet ke tebing disebelah kiri jurang menganga...


Saya sempet minta berenti di tengah jalan akibat ketakutan kalo saja sampai slip batu , aduhhh bisa tamat riwayat nih. Setelah menimbang kalaupun balik harus jalan kaki yang lumayan jauhhh akhirnya perjalanan dilanjutkan.
Alhamdulillah setelah meliuk-liuk selama lebih dari 30 menit sampai juga kami di pangkalan ojeg yang merupakan batas jalus "cross country ini"
Pangkalan Ojeg di tengah hutan

Selanjutnya jalan kaki kembali, karena jalannya menurun jadi tidak terlalu merasa berat. Kembali lagi jantung berdebar-debar ketika harus melewati jembatan "penghubung dunia peradaban dan kesunyian hutan"

Jembatan ini terbuat dari 2 batang pohon kelapa dan potongan kayu2 yang mulai lapuk dan patah-patah. Kebayangkan kalo kepleset bisa terjun bebas kesungai dan kebentur batu2 gunung. Ihh

Inilah Air Terjun Curug Sawer :






Tapi biar ditengah hutan, kita ngga perlu takut kelaparan dan kehausan karena ada pedagang asongan :))


Oiya, ini koordinat SItu Gunung di GPS papa. Hehehe
Jam 18.00 kami meninggalkan kawasan Situ Gunung. Dan sampailah dengan selamat pada pukul 21.30 lewat, dirumah.

You May Also Like

2 komentar

  1. wah besok kita mau berangkat kesna pas libur lebaran. tanx bwt infonya

    ReplyDelete
  2. duh jadi ngiler deh ngeliat tuh photo's, apalagi pas liat tuh pedangan asongan! itu tukang baso yak? hmmmm... jiwa pendaki ogut jadi kegugah nih, jadi pengen balik ke indo :(

    ReplyDelete