Saturday, November 27, 2010 0 komentar

Kata-kata Setajam Silet

Membaca artikel yang di posting Pak Ipan "Ayah, Maafkan Aku" membuat saya "tersinggung". Meskipun jarang terjadi, jujur saja, akibat emosi kadang membuat saya tega melayangkan cubitan ke paha si Kecil. Meskipun selalu menyesal jika kemudian mendengar tangisan kesakitannya.

Namun, kesakitan akibat cubitan mungkin tidak membekas lama. Tapi terluka akibat kata-kata yang tajam lebih meembekas hati.

Sampai sekarang saya masih ingat dengan jelas, bagaimana malu dan sedihnya hati saya ketika suatu sore saya menghidangkan kopi untuk Ayah ,namun kopi tersebut segera dibuang Ibu karena kopi yang saya hidangkan adalah kopi hangat.

Saya - yang saat itu kelas 3 SD- merasa sangat senang karena Ayah yang seorang pelaut hari itu pulang. Melihat beliau sudah bangun dari istirahat sore harinya, saya buru-buru membuat kopi. Setelah menyeduh kopi dengan air panas, dengan harapan agar kopi tersebut bisa segera diminum Ayah, saya menambahkan air dingin sehingga yang saya hidangkan adalah kopi hangat.
Melihat kopi yang saya hidangkan tidak mengepulkan asap, Ibu bertanya;
"Ngga ada air panas?"
"Ada Bu, tapi udah dicampur air dingin, biar bisa cepet diminum"
Saat itu saya mengharapkan mendapat pujian - minimal senyuman- atas "kecerdasan" saya menghidangkan kopi hangat
Namun, gelas kopi segera dibawa Ibu ke wastafel dan Beliau membuang isinya sambil ngomel
"Bodoh! Bikin kopi tuh pake air panas aja"

Hati saya langsung berdarah.

Jangan salah, Ibu saya bukan yang orang cerewet seperti saya. Beliau santun, ramah dan menjaga perkataannya. Namun, justru karena sangat jarang melontarkan kata-kata yang menyakitkan, sekali Beliau "terselip lidah", saya masih mengingatnya berpuluh-puluh tahun kemudian.

Dan celakanya, kesalahan yang sama saya lakukan juga terhadap anak kedua saya beberapa minggu yang lalu. Karena dia melakukan sebuah kesalahan kecil, saya memarahinya dengan melontarkan sebuah perkataan yang menyakitkan hatinya.
Saat saya menangkap ekspresi terlukanya, duh , penyesalan saya melebihi penyesalan jika saya mencubit pahanya.
Untuk menghapus penyesalan itu, saya berulang-ulang minta maaf kepadanya.
Sambil berharap semoga saja sepotong kalimat amarah saya tersebut tidak akan melukai hatinya bertahun-tahun kemudian.


Wassalam,

Rinny
Monday, October 25, 2010 0 komentar

8 Alasan Mengapa Bisnis Baru Gagal di 5 Tahun Pertama?

Artikel ini sebagian diambil dari artikel yang ditulis oleh : Colin Dowie (lalu terjemahkan secara bebas banget ) dan sedikit ditambahi disana –sini oleh saya.

8 Alasan Mengapa Bisnis Baru Gagal di 5 Tahun Pertama?


Apakah anda tahu, 50% bisnis baru akan gagal dalam 5 tahun pertama? Bahkan saat ini, 70% bisnis baru akan mengalami berbagai hambatan dalam 10 tahun pertamanya.

Penyebab kegagalan tersebut antara lain:

1. Kurangnya Pengalaman
2. Menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi
3. Lokasi usaha yang tidak tepat
4. Manajemen yang buruk
5. Investasi lebih besar daripada aktiva tetap
6. Manajemen kredit yang buruk
7. Tidak cukup modal
8. Pertumbuhan perusahaan tidak seperti yang diharapkan

Jika anda menemui salah satu kesalahan diatas dalam bisnis anda, ada kemungkinan bisnis anda masih akan dapat bertahan. Tapi jika anda menemui lebih dari 2 atau 3 masalah diatas, anda harus segera bergerak cepat untuk memperbaikinya. Agar usaha anda terhindar dari kebangkrutan.

Untuk menghindari kesalahan pemilihan lokasi usaha (Poin no.3 ), Investasi produk (Poin No. 5 dan 6) serta kurangnya modal ( Poin No.7 ) tidak mengherankan jika saat ini banyak orang beralih ke “Bisnis Online”. Hanya dengan jaringan internet (pilih yang bagus) serta sebuah komputer, anda dapat menjalankan bisnis anda dari manapun. Tanpa perlu dipusingkan oleh fisik stok barang, cukup hanya dengan informasi produk yang detail disertai gambar yang jelas, anda sudah dapat menjalankan bisnis anda.

Untuk mengekang keinginan belanja serta kesalahan poin no.2, 4, 5, 6, dan 8, pergunakan software akuntansi yang sederhana namun dapat memenuhi kebutuhan pembukuan anda. Akan lebih baik lagi, jika anda bisa memperoleh seorang -atau beberapa orang- mentor yang dapat membimbing dan menjadi konsultan bagi perkembangan bisnis tsb.

Selamat Berjuang!!!


Rinny Ermiyanti Yasin
Wednesday, June 23, 2010 0 komentar

Jualan? Gampang Koq

Jualan? Gampang Koq!


Karena pengalaman kerjanya melulu di lingkup ruang laboratorium, ketika memutuskan akan membangun usaha secara mandiri, belum – belum suami saya sudah mengultimatum, “ Pokoknya saya tahunya di produksi, pemasaran urusan kamu”.
Weks!

Tapi, apa yang terjadi sekarang, saya bisa leha-leha berbulan-bulan “mendem” di rumah, mengurus bayi. Dan hanya mengunjungi kantor atau customer jika ada masalah UUD (ujung-ujungnya duit).Karena untuk pengendalian urusan yang satu itu saya masih enggan lengser dari jabatan saya. Hehehe

“Berjualan” bukan lagi hal yang menakutkan baginya. Saya sengaja menambahkan tanda petik pada kata jualan. Karena aktifitas “jualan” bukan hanya sekedar memindahkan barang dari gudang kami ke gudang customer. Disitu ada kegiatan perencanaan, promosi, pelayanan, transportasi dan administrasi.

Tapi kali ini saya membatasi tulisan ini pada bidang PROMOSI dulu.

Ketika masih menjadi karyawan, oleh perusahaan saya sering kali di ikutkan seminar mengenai Salesmanship, Marketing Strategy dan berbagai judul seminar yang berhubungan dengan jualan, kadangkala waktunya berhari-hari. (Saya sih senang-senang saja, karena selain punya alasan ngga ‘ngantor, saya bisa ikut program perbaikan gizi. Maklum anak kos). Padahal sering kali materinya itu-itu aja, dan jika topiknya promosi inti nya;

1. Pikat (calon) Customer
2. Kuasai Customer.

Proses jual beli 80% lebih melibatkan perasaan. Mungkin jika secara “teknis” produk anda sesuai dengan kebutuhan calon customer, namun bisa saja proses jual beli tersebut tidak akan terjadi (atau hanya terjadi 1x saja) karena calon customer tersebut “ngga sreg” dengan si-penjual

Anggaplah anda memiliki usaha kue brownies. Skalanya masih kecil-kecilan, masih jualan door to- door.
Ketika mengenalkan produk anda ke calon pembeli, anda harus bisa memikatnya.
Caranya :
1. Pastikan sebelum berjualan anda sudah mandi .Penampilan harus bersih dan segar. Serius loh! Saya pernah ditawari oleh penjual kue , meskipun terlihat dagangannya menggiurkan tapi karena pedagangnya bau saya langsung ilfil. Ngga dua kali deh saya beli kue sama dia.

2. Packing kue harus rapi dan bersih. Ketika anda menyodorkan barang dagangan ke calon pembeli, anda akan lebih pede menjualnya jika packingnya terlihat ok. Pembelipun merasa yakin bahwa anda menganggap produk anda sebuah benda berharga dengan kemasan yang tidak asal-asalan.

3. Bicaralah dengan bahasa yang santun dan jelas. Dan jika saat itu calon pembeli menolak, tetaplah bicara dgn santun. Karena mungkin lain kali ia mau membeli (Mungkin saat itu ia tidak yakin atau tidak butuh dengan produk anda, atau mungkin sedang tidak punya uang lebih lagi..hehehe).

4. Siapkan tester. Bagaimana mungkin anda bisa mengatakan brownies jualan anda maknyus jika ia tidak merasakan seperti apa maknyusnya brownies tsb.

5. Dibeli atau tidak barang dagangan anda, tinggalkan kartu nama atau brosur. Siapa tahu besok atau lusa calon pembeli tersebut tiba-tiba terkenang-kenang kelezatan brownis anda atau mempunyai acara mendadak. Rezeki dari Allah siapa yang bisa menduga’kan?

6. Saat ini banyak sekali media yang menyediakan halaman khusus UKM. Kirim profile usaha anda ke berbagai media. Ceritakan sejarah usaha anda lengkap jatuh bangunnya. Promosi dengan cara seperti ini lebih menarik minat calon customer dibandingkan dengan iklan. Sudah “bawaan lahir” orang mau tahu segala sesuatu tentang orang lainnya.

Lalu ketika anda berhasil memikat Calon Customer sehingga levelnya naik menjadi Customer, maka anda harus berusaha menguasainya.
1. Ingatlah baik-baik nama customer anda. Tidak ada alasan bahwa Bu Rinny tuh mirip ama Bu Ermiyanti, lah wong orangnya sama. Jika anda melewati rumah ataupun bertemu dimana saja sapa customer anda biarpun saat itu ia tidak berminat membeli dagangan anda.

2. Sudah “dari sono”nya orang senang bercerita tentang dirinya. Tanyalah kabar anaknya, atau ibunya. (Jika anda penjual wanita jangan sering-sering tanya kabar suami customer anda. Begitupun sebaliknya. Hehe he untuk customer yang punya sifat cemburuan bisa bahaya.)

3. Jika customer tidak keberatan , anda bisa mencatat data tentang dirinya. Kirimkan ucapan selamat (bisa dalam bentuk SMS) serta berikan special discount jika ia berulang tahun, misalnya.
4. Tanyakan pendapatnya tentang produk anda. Minta masukan dan terima kritik dengan lapang dada. Lakukan perbaikan atau inovasi lainnya (misalnya tambah varian brownies rasa blueberry) dari masukan tersebut. Teruslah berinovasi, Jangan pernah puas.

Wassalam,

Rinny
Monday, May 3, 2010 0 komentar

Jangan (dulu) Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit

Yes! Alhamdulillah. Masih diberi umur pagi ini.
Bagaimana kabar rekan-rekan hari ini?

Rekan-rekan, apakah anda masih ingat cita-cita anda sewaktu kecil dulu?
Seingat saya, saya punya banyak sekali cita-cita dimasa kecil. Dan selalu berubah-ubah.
Pernah, saya bercita-cita menjadi seorang Insinyur pertanian, ketika di kelas Pak Guru menerangkan bahwa bapak presiden saat itu mencanangkan gerakan swasembada beras sebagai bagian REPELITA-nya. Dalam pikiran saya saat itu, saya akan bangga jika bisa berperan serta dalam program REPELITA tersebut. Wuih, berat ya.
Saya juga pernah bercita-cita menjadi guru, saat saya terkagum-kagum dengan guru saya yang berpengetahuan luas.
Lalu,cita-cita saya yang lain adalah menjadi Astronout , pilot persawat tempur, bahkan saya pernah bercita-cita menjadi seorang princess dikarenakan saya menonton di televisi betapa menakjubkan pesta pernikahan Princess Diana yang begitu agung dan mewah. Wah…wah…wah.

Namun sayang, semua cita-cita saya tersebut tidak ada yang terealisasi. Tidak menjadi kenyataan,.
Bagaimana dengan anda? Apakah cita-cita masa kecil anda menjadi kenyataan?
Atau “nasibnya “ sama saja dengan cita-cita saya saya.?.
Mungkin dikarenakan ketika itu kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit.

Ketika suatu saat saya menyadari, saya tidak akan pernah mencapai cita-cita saya yang saya gantungkan setinggi langit . Maka saya mengubahnya.

Saya meraih berbagai hal yang telah saya capai sekarang, yang pada awalnya sebagai cita-cita saya , karena saya tidak menggantungkannya di langit.
Saya berhasil menjadi chemist, karena ketika saya masuk jurusan kimia, saya gantungkan cita-cita saya di kelas-kelas teori dan ruang-ruang praktikum. Lalu saya menetapkan diri bahwa saya menolak menjadi mahasiswa kesayangan, hingga akhirnya saya bisa menggapai cita-cita ini.
Menjadi istri juga bagian cita-cita saya. Saya menggantungkannya kepada seorang lelaki, saat saya ditakdirkan bertemu lelaki “ini” - diantara jutaan lelaki didunia-, dan “dia” berani menjatuhi saya cinta.
Kemudian saya bercita-cita menjadi seorang ibu,. Tapi kali ini saya tidak akan membahasnya. Karena pasti akan kena “gunting sensor “ moderator.

Dalam tiap tahapan hidup saya kemudian, seiring perjalanan waktu, saya terus bercita-cita.
Namun, sekali lagi, saya tidak menggantungkannya di langit.

Saya mengibaratkan jika saya bercita-cita mendaki gunung. Saya tidak akan berani langsung bercita-cita mendaki Mount Everest.
Yang pertama saya akan lakukan adalah ke (toko) Gunung Agung, untuk mencari literatur tentang gunung. Saya juga akan melatih ketahanan fisik lebih dulu.

Setelah memiliki pengetahuan dan daya dukung, Cita-cita pendakian pertama adalah mendaki Gunung Salak Untuk mencapai capai cita-cita ini, mungkin saya memerlukan 2-3 kali menelusuri punggung gunung sebelum akhirnya bisa tiba dipuncaknya. Dengan demikian, tercapailah cita-cita saya pada tahapan ini.
Lalu, dengan semakin meningkat pengetahuan saya tentang pendakian dan fisik saya mendukung terhadap situasi gunung, maka cita-cita pendakian berikutnya meningkat ke Gunung Gede, lalu ke Gunung Merapi kemudian ke Puncak Carstenz Pyramid, dan seterusnya.

Dengan kata lain, kita bisa bercita-cita apa saja, namun letakkanlah cita-cita itu pada tempat yang memungkinkan untuk kita raih , sekalipun dibutuhkan kerja sangat keras untuk meraihnya.

Jadi, jangan (dulu) gantungkan cita-citamu setinggi langit.
Karena, jika tidak kokoh, bisa saja cita-cita itu akan diterbangkan angin atau terhapus oleh hujan
Jangan (dulu) gantungkan cita-citamu dilangit.
Karena ,jika tidak mengenalnya, langit itu begitu luas dan tak terpetakan. Sehingga bisa jadi anda lupa bagian langit mana tempat anda menggantungkan cita-cita anda.


Salam,

Rinny Ermiyanti Yasin
Thursday, April 29, 2010 0 komentar

MENDIRIKAN BISNIS RETAIL

Pada saat anda memutuskan untuk mendirikan bisnis ritel ada 5 (lima) elememen penting yang harus di pahami, 5 elemen tersebut adalah :
Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
Store Design, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Dalam tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).
Store Design merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah, saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta “Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi harganya murah”
Jawaban dari semua peserta adalah lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya murah.
Store Design dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk kepuasan pelanggan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat desain toko :
· Berbeda – Unik
· Menggunakan tema
· Ada Hiasan gambar atau symbol
· Pajangan yang Menarik
· Warna Gedung/Toko Menarik

Untuk dapat mewujutkan hal-hal tersebut diatas, ada 5 ( lima ) langkah yang dapat dilakukan agar desain toko Anda menarik :

1. Store Front
2. Lay Out
3. Image
4. Trend.
5. Budget.

1. Store Front.
Desain eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya , struktur maupun warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang sekarang ada.

2. Lay Out.
Lay Out (Denah) toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller, frezer, produk dan jalur lalu lintas orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)
Penempatan Meja kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen) di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.

3. Image.
Image (Gambar atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik, berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat diperoleh dari : tema desain toko, papan nama, bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam toko.
Hal ini dibuat bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan toko dan Neon Box menempel di bangunan bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik karena tidak terlihat dinding kosong (Plain)

4. Trend
Trend yang saya maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.

5. Budget
Budget (Anggaran Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya tidak sesuai dengan target market Anda.

Salam Sukses,

ISWARIN RETAILMAN
0 komentar

PROMOSI ALA SONY (…tanpa Ericksson)

Sabtu siang menjelang sore , tiba-tiba saja saya ingin bikin kolak biji salak. Tapi mau berangkat ke pasar, koq ya malas banget, masih panas terik. Lalu saya jalan ke mushalla, biasanya ada 1-2 tukang sayur (dan tukang-tukang lainnya ) ‘ngadem di terasnya.
Benar dugaan saya, disana ada Sony, salah satu tukang sayur langganan yang punya nama asli Sunarto. Dia bisa dapat “nickname” Sony gara-gara “para Mbak” ( PRT maksudnya,) sering teriak dari teras rumah masing-masing, “Lombok’e sewu maning,Son.”

Melihat saya menghampiri gerobak dorongnya, Sony menyapa,
“Eh Ibu, pasti mau beli sayur’kan?”
“ Yaiyalah, udah jelas aku ‘nyamperin gerobak kamu, Son. Masa iya aku mau beli semen”
“ Boleh Bu kalau mau beli semen. Tapi nanti, kalau saya udah punya toko material yah..” si Soni ‘nyengir ketahuan basa-basinya ngga laku.
“Son, kamu masih punya ubi ngga? Aku mau bikin kolak biji salak nih”
“Wuih, si Ibu udah sakti ya sekarang. Bisa makan biji salak”

Lalu sambil melayani barang pesanan saya, si Sony curhat,
“Bu, koq ibu-ibu komplek sekarang pelit ya. Udah kalo ‘beli nawarnya sadis, padahal belinya dikit-dikit doang”
“Abis, harga barang jualan kamu mahal-mahal sih sekarang.”
“Gimana lagi Bu. Dari sononya udah mahal.”
“Makanya Bu, tadi nih, waktu saya leyeh-leyeh di Mushalla, saya lagi bikin konsep promosi”
Hah? Konsep Promosi?
“Nih,Bu, saya bacain ya. Saya mau minta pendapat Ibu.” Lalu Soni merogoh-rogoh tas pinggangnya –tempat dia menyimpan uang. Dikeluarkannya selembar kertas.
“Dapatkan GRATIS selama Masa PROMOSI. Beli 1 kilo daging gratis 1 bungkus mecin . Beli 10 kilo daging gratis biaya antar. Beli 100 kilo daging gratis ongkos kirim undangan dilingkungan Komplek”
“Loh koq, apa hubungannya ,Son?”
“Iya dong Bu. Kalo orang beli daging 100 kg pasti buat selametan. Ngga mungkin dimakan sendiri”
Saya salut dengan nalarnya. Hehehe.
“Terus ada lagi nih, Bu.” Dibaliknya kertas coret-coretan konsep promosinya
“Belanja Rp. 100.000 gratis jasa titipan pembayaran iuran RT, Iuran sampah serta Arisan RT”
Melihat saya bengong, Sony menyambung ucapannya,
“Saya ’kan tiap hari mampir dirumah Pak RT sama rumah Pak Maman, bendahara RT, Jadi daripada ibu-ibu repot jalan kesana, belum tentu juga ketemu orangnya, uang iurannya bisa dititip saja ke saya. Nanti saya sampein”.
“Masa sih ibu-ibu sini ngga percaya sama saya. Saya kan sudah dagang disini lebih dari 5 tahun. Lagian kalau saya ngga amanah, disini’kan tempat saya cari makan. Iya’kan Bu?”
“Terakhir nih, Bu. Belanja minimal Rp. 300.000 gratis jasa penyusunan menu mingguan”
“Hah? Menu apa Son?” saya benar-benar ngga kebayang dengan maksud promosinya kali ini.
“Yah, Menu makan lah Bu. Dari harsil survey saya nih. Rata-rata budget harian belanja lauk-pauk ibu-ibu di komplek ini tuh Rp. 50.000,- berarti seminggu Rp. 350.000 “
“Jadi kalau belanja sekaligus Rp. 300.000 berdasarkan daftar susunan menu yang saya buat nanti, ibu-ibu malah hemat sebesar Rp. 50.000. Lumayan’ kan Bu “
Saya mengangguk-angguk kagum dengan ide promosinya.
“ Nih, Bu , belanjaannya. Semuanya Rp.30.000. Tapi saya mau minta tolong satu lagi nih. “
“Apaan sih, Son. Buruan ya . Ampir ashar nih”
‘Tolong potoin saya dan gerobaknya ya ,Bu. Buat aplot di pesbuk. Nih, pake kamera hape saya”
“Weleh, punya pesbuk juga?
“Hari gini ngga punya pesbuk? Apa kata dunia.” Sony meniru gaya iklan di tv
“ Nanti saya add ibu juga deh. Saya udah fren sama Bu Toni, Bu Bambang, banyak deh. Ibu kemana aja sih..?”
“Ibu saya poto juga deh. Pura-puranya lagi belanja ya, Bu”
“Halah, emang saya lagi belanja. Loh koq ‘motonya dari belakang?”
“Bu, yang mau saya promosi-in kan barang dagangan saya. Bukannya Ibu, si Ibu mah udah laku ”
“Halah. Gayamu Son. Kalau tau gitu aku emoh. Wis, sini belanjaanku.”
Akupun meninggalkan Sony dengan gerobaknya sambil geleng-geleng kepala.

Saturday, April 24, 2010 1 komentar

Mang Ratno Yang Keren

Cerita ini terjadi beberapa hari lalu ketika saya mengunjungi Mbah saya di Tanjung Priok . (Jangan salah, bukan Mbah Priok yang tinggal makamnya, Mbah saya ini masih sehat wal’afiat)
Karena lokasi rumah si Mbah di gang kecil yang hanya muat untuk 1 mobil lewat, daripada nanti kerepotan memaju-mundurkan mobil jika ada mobil lain, saya memilih untuk parkir di ujung gang.

Tiba-tiba ada sebuah mobil SUV yang parkir didepan mobil saya , pengemudinya turun menghampiri.
“Assalamu’alaikum, Neng Geulis”
“Wa’alaikumsalam” hhmm… jujur juga nih Bapak.
“Repot amat Neng Geulis, ini anak-anaknya ya? Wah, sudah tiga ya. Sini Mamang Bantu. Mau ke rumah Mbah yah”
“Iya , Pak” Otak saya langsung googling isi memorinya. Tapi nyaris sampai didepan rumah Mbah saya belum juga menemukan jawaban akan identitas si Bapak.
“Neng, nanti jangan pulang dulu ya, Mamang nanti balik lagi sama Bibi”

Singkat cerita, tidak sampai satu jam Bapak tadi kembali ke rumah Mbah dengan istrinya. Ternyata Mbah saya sangat mengenal mereka.
“Ini si Ratno, Rin, Kamu ingat ngga? Yang dulu jualan bubur ayam di ujung gang “

Hah, Mang Ratno? Yang dulu bubur ayamnya sering saya utangin kalau pas Ibu kelupaan ngasih uang saku.?
Wow, jualan bubur ayam sekarang bisa punya SUV.

“Itu sih cuman salah satu mobilnya Rin, kontrakannya juga banyak” Mbah saya mengacungkan jempol keriputnya.

Berdasarkan hasil investigasi saya yang mendalam, (halah!), akhirnya terbongkar juga kisah suksesnya.
“Mamang puyeng,Neng. Waktu itu anak mau empat. Kalau Mamang cuman jualan bubur begitu aja, mana cukup. Belum lagi kalau ada yang ngutangin”

Saya tersinggung berat. Tapi karena saya lagi mau belajar dari beliau, maka saya tepis rasa tersinggung saya. Hehehe.

“Tapi kalo Mamang ngga jualan bubur, bagaimana lagi, bisanya cuman itu doang.”
“Mamang mikir keras, sampai bermalam-malam susah tidur loh. Mamang pikir kalo cuman punya satu warung , hasilnya yah, segitu saja. Cuman cukup buat makan. Itu juga sudah Alhamdulillah, sih”
“Akhirnya, Mamang ‘manggil ponakan dari kampung. Mamang ajarin dagang. Mamang yang buatin buburnya, cariin tempatnya. Dia yang jualan. Daripada dia juga ‘nganggur di kampung.”
“Eh, Alhamdulillah, ternyata dagangan dia laku juga. Terus , besok-besoknya, dia ‘ngajak sodara-sodaranya yang lain dagang bubur juga”
“Alhamdulillah, sekarang Mamang ‘ngasuh 40 orang tukang bubur”

WHAT? Empat puluh?

“Omset sehari berapa sih Mang? “ Saya jadi tergoda mau tahu penghasilan seorang tukang bubur
“ Omset siapa? Mamang? Rahasia ah Neng. Nanti dikira sombong” si Mamang ‘ngeles.
“Bukan, Omset satu warungnya Mang” Saya keukeuh mau mengorek penghasilannya.
“ Tergantung rezeki dari Allah, Neng. Tapi kira-kira aja ya, kalau ngga ada halangan, kalau lagi laris nih Neng, satu gerobak bisa jualan 100 mangkok, harganya permangkoknya Rp. 5000.”

Hhmmm, lumayan, Rp. 500.000 perhari. Tapi , nanti dulu, si Mamang punya 40 gerobak. Woooww.. Rp. 500.000 x 40 = Rp. 20.000.000/hari ?
Gubrax!!!

“Itu, 40 gerobak jualan dimana aja Mang?”
“ Di deket-sini aja Neng, seputaran Tanjung Priok. Lah, Mamang cuman ‘apal jalan-jalan di sini.”
“Punya 40 gerobak dalam waktu berapa lama tuh Mang?” saya makin penasaran.
“Yah ,lama Neng, lebih 10 tahun, Pelan-pelan aja nambahnya. Kalau yang ‘megang sebelumnya udah bisa dipercaya, baru di lepas. Baru Mamang nambah anak asuh lagi.”
“Mereka beli buburnya sama Mamang ,gitu?”
“Iya, Mereka kan udah capek jualan seharian. Jadi Mamang sama Bibi yang masakin semua bahannya, Mamang yang bayar orang buat bersihin gerobak-gerobaknya, jadi tiap abis subuh, mereka tinggal jualan.”
“Terus bagiannya gimana Mang?”
“Si Neng nanya terus kayak wartawan ah..”
“Yah, Kan saya mau belajar juga dari Mamang. Ya udah kalo ngga mau ngasih tau juga ngga apa-apa”
“Si Neng masih kayak dulu aja, suka ‘ngambekan. Gini Neng, Mereka kan udah capek jualan. Jadi Mamang mah ngga mau serakah. Hasil jualan Mamang bagi 3. Sepertiga buat Mamang. Sisanya buat yang ‘dagang”

Hhmm, 20.juta x 1/3 = 6,6 juta lebih/hari . Masih lumayan…

“Terus kontrakannya berapa pintu Mang?”
“ Kontrakan itu kan awalnya buat tempat yang dagang bubur, jadi Mamang mulai sepetak demi sepetak. Lama-lama …yah lumayan juga”
“Tiga puluh pintu lebih kali, Rin” Mbah saya yang dari tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara juga.
“Iya, Alhamdulillah, Mamang sewain Rp.350.000 sebulan” si Mamang ‘nyengir bangga.
Kalkulator di otak saya jalan lagi ,berhitung penghasilan si Mamang.
Rp. 10.500.000/bulan dari kontrakan. Hmmm…

“Bayar pajak dong Mang” iseng saya ‘nyentil si Mamang
“Iya, tiap bulan ada orang pajak dateng. Bantuin Mamang itung pajak. Mamang mah pasrah aja. Namanya juga orang bodoh, jadi ‘ngikut aja daripada di penjara”
“Zakat nya Mang?”
“Yaelah si Neng, itu mah pasti. InsyaAllah Mamang istiqomah bayar Zakat. Kan semua ini hanya titipan Neng.”
“Tapi Mamang kan juga sudah kerja keras” saya menyemangati
“Iya, tapi kalau Allah ngga berkehendak, ngga ngasih jalan. Yah,mungkin Mamang selamanya jualan bubur di ujung gang Neng.”

Setelah lebih dari satu jam ngobrol ngalor ngidul bernostalgia,
“Neng, Mamang pamit dulu yah, berapa nomor hapenya Neng? Nanti Mamang miskol ya, dicatet ya Neng nama Mamang. Mang Ratno si Tukang Bubur ,gitu. Biar ngga lupa lagi” Mang Ratno memencet tombol-tombol di Blackberrynya. Aku hanya nyengir melihat tingkahnya.

“Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Ati-ati dijalan kalo pulang nanti ya Neng.”
“Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh”

Mang Ratno, si tukang bubur yang aku suka utangin dimasa kecil dulu, dengan kaca mata hitam bertengger keren dihidung. melenggang penuh percaya diri kearah SUV-nya .
Duh kerennya.
Friday, April 23, 2010 0 komentar

Bahasa Tubuh = Omzet (1)

Bahasa Tubuh = Omzet


Ketika anda berjalan di lorong-lorong toko di sebuah pusat grosir , yang saat ini menjamur di berbagai kota besar di Indonesia, anda akan di sapa oleh para pramuniaga’
“ Cari apa Kak? Masuk saja dulu. Ada ukurannya koq”
Begitupun, Ketika anda pindah ke lorong lain, sapaan yang di dapat sama saja.
Mungkin dengan sedikit variasi,
“Cari apa Kak? Lihat-lihat saja dulu. Ada barang baru nih.”

Adakah yang salah dengan kalimat sapaan tersebut?
Tidak ada, tentu saja.
Kalimat tersebut berisi pertanyaan akan kebutuhan calon konsumen, undangan untuk masuk ke dalam toko serta menjelaskan bahwa produk yang didisplay hanya contoh produk sehingga masih dimungkinkan untuk mendapatkankan barang sesuai kebutuhan calon konsumen.
Mengenai panggilan “Kakak” yang digeneralisir, meskipun anda mungkin lebih muda, seumuran, atau jauh lebih tua dari si Pramuniaga, masih bisa di maklumi. Mengingat banyak juga para perempuan yang risih di panggil “ Tante” ( kapan aku kawin dengan Oom- mu?), Mbak (emangnya aku orang Jawa? – Maaf, tidak bermaksud SARA) atau Ibu ( ya ampun, setua itukah diriku?? )

Namun, jika anda punya sedikit waktu untuk melipir ke sudut dan memperhatikan tingkah polah para pramuniaga tersebut, anda akan mendapati kata-kata yang di ucapkan sama persis, berulang-ulang, tanpa intonasi, tanpa memandang lawan bicara .
Buat telinga saya , mendengar sapaan mereka seperti mendengar kaset rekaman.

Bayangkan, saat anda melewati lorong-lorong toko sambil mengobrol dengan teman berbelanja anda, akankah anda menoleh kedalam toko si pramuniaga karena tertarik oleh sapaannya tersebut?

Ketika soft – opening “Jasmine’s Corner “ ( sambil numpang promosi nih), karena dikejar deadline beberapa hari lagi akan melahirkan, saya belum sempat memberikan pelatihan Selling Skill kepada Pramuniaga kami.
Namun, saya diam-diam mengamati mereka ketika melayani (calon) pembeli.

Kesimpulan saya adalah BAHASA TUBUH sangat mempengaruhi dalam closing sebuah penjualan.

1. Ucapkan salam / sapaan dengan tegas, ramah , tulus dan langsung menatap mata calon customer anda

2. Mungkin anda terlihat sabar dalam melayani , tapi ketika anda “kepergok” sedang menarik napas panjang di sela berbagai macam pertanyaan Customer, menandakan bahwa anda kewalahan dalam menghadapinya. Dapat menyebabkan customer malas bertanya lebih lanjut mengenai produk anda.

3. Anda terlihat mendengarkan dan memperhatikan pertanyaan/ komplain dari customer, namun saat sedetik anda terlihat menarik sebelah ujung bibir ke atas (biasanya sebelah kiri), menunjukkan anda tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh customer anda.

4. Untuk meyakinkan customer akan isi ucapan anda, beri penekanan intonasi (jangan berlebihan) , anggukan kepala dan kedipkan mata (cukup setengah detik, dan jangan sebelah mata yaa..) pada bagian kalimat yang akan anda tekankan.

5. Bila anda tidak mengizinkan customer melakukan sesuatu, ucapkan dengan ramah, tegas dan dengan alasan yang kuat.
Misalnya, “ Maaf Bu, kaos ini tidak dapat dicoba karena bahannya mudah melar. Mungkin Ibu bisa mencoba baju yang ini. Ukurannya sama koq, Bu “. Akan lebih baik hasilnya, dibanding anda mengizinkan customer mencoba kaus tersebut , namun anda menunjukkan mimik terpaksa dengan bibir terkatup rapat.

6. Jawablah pertanyaan dari Customer dengan segera, jelas , dan yakin. Jawaban yang bernada mengambang akan menyebabkan customer merasa anda tidak menguasai produk atau berbohong.

7 . Jangan mau terpancing dengan “hasutan” customer terhadap barang / harga dari “ toko sebelah”. Counter kalimat hasutan tsb dengan ramah, dan yakinkan bahwa barang yang kita jual adalah barang yang bermutu baik dengan harga yang reasonable

8. Jangan sekali-sekali menjelek-jelekan kompetitor.


Lalu apa hubungan 8 poin diatas dengan Omzet?
Hehehe, coba anda lakukan dulu 8 poin tersebut dalam melayani Customer anda, lalu lihat apa yang terjadi (Mario Teguh Mode)

Sementara, sharing saya kali ini sampai disini dulu. Lain kali dibahas lebih lanjut, InsyaAllah.


Rinny Ermiyanti
Friday, March 5, 2010 0 komentar

Pusing Mencari Investor? Make It Simple!

Semalam saat menikmati santap malam yang sudah sangat telat , nyaris pukul 22.00WIB, YM saya di buzz oleh seorang rekan.

"Mbak, kasih masukan dong, bagaimana caranya mendapat modal 20 juta, untuk membuka laundry kiloan?"

Wekss!!! Pinjaman 20 juta? saya juga mau...

Tapi nanti dulu, saya habiskan makan malam saya dulu.

Sayangnya, setelah selesai makan, Jasmine malah merengek,minta ditemani tidur, sehingga saya belum sempat menjawab pertanyaan Mas A.

Jadilah baru saya dapat inspirasi siang ini,...:D

Oke, kita sebut rekan saya tsb Mas A.

Mas A ini asset zero, liability segunung. Kemungkinan meminjam dari sanak saudara nihil. Namun, sebelum memutuskan apa yang terbaik bagi Mas A, kita coba cermati apa yang bisa dijadikan sumber modal Rp. 20 juta tsb.

1. Menjual Asset
Eh, tapi kata Mas A dia ngga punya asset...so, we go to next option

2. Pinjaman dari Bank

Karena Mas A tidak memiliki asset yang bisa diagunkan , kemungkinan pinjam dari bank melalui Program KTA.
Dengan pinjaman 20 juta, kira-kira cicilan perbulan adalah 1,2 juta - 1,3 juta perbulan selama 2 tahun.
Sanggupkah Mas A mencicil sebesar nilai tsb pada bulan-bulan awal bisnisnya?

Saya pribadi, menghindari dan sangat tidak menyarankan modal usaha dari pinjaman bank.
Karena disaat pikiran dan daya upaya kita seharusnya terfokus pada menjalankan kemajuan usaha, belum-belum akan terpecah konsentrasinya memikirkan keharusan membayar cicilan. ( Mengingat waktu sebulan berlalu dengan sangat cepat)
Belum lagi pusing menghadapi teror ,jika terlambat membayar cicilan.

3. Menarik investor.

Dengan perjanjian sebelumnya, investor dapat mengambil keuntungan dibelakang , jika usaha telah menghasilkan laba.
Hanya saja, agak sulit mencari investor seperti ini. Karena kebanyakan investor mau menanamkan modal hanya pada usaha yang telah melalui error phase nya. Alias usaha yang sudah berjalan.
(Lihat saja syarat kredit dari bank, salah satunya adalah usaha yg sudah berjalan min. 2 tahun)

4. Opsi ke - 4, belum kepikiran...hehehe

Opsi yang lain, yang sejenak keluar dari konteks adalah melupakan sejenak keinginan memulai usaha yang mengharuskan keluar modal 20 juta.
Alias, memulai usaha yang nyaris tanpa modal saja.
Menurut si Mas A, istrinya pandai memasak dan menjadi guru les private.
Nah, kemampuan istrinya tsb adalah suatu modal awal 'kan?

Kenapa juga si Mas A ngga memulai usaha catering , misalnya. Kecil-kecilan saja. Catering untuk teman² dan murid² di tempat mengajar les, misalnya.

Atau Mas A bisa juga menjadi koordinator les private. Mas A yang mencarikan murid yang ingin les private, (dengan menyebar brosur, leaflet dsb) untuk istri dan teman-teman istrinya sesama guru private dan menyediakan tempat les, (Sekalipun masih rumah kontrak -petakan, bisa juga koq di fungsikan sebagai tempat les untuk anak² tetangga)
Untuk jasanya mencarikan murid , pengganti biaya cetak brosur, menyediakan tempat, mas A bisa memotong 5 % - 10% , misalnya, setiap bulannya dari uang les.
(Hal inilah yang dilakukan Pak Purdi E Chandra, dari Primagama. Beliau mengkoordinir tenaga pengajar les dan mendirikan tempat kursus kecil-kecilan, pada awalnya)

Jika nanti, 1 - 2 tahun kedepan, usaha darurat yang dijalankan -nyaris- tanpa modal ini sudah menghasilkan keuntungan dan memungkinkan Mas A untuk memulai bisnis laundry kiloannya(masih ingat'kan?, yang membutuhkan modal 20 juta tsb), silakan dijalankan.
Tanpa perlu pusing mencari investor lagi.

Make it simple, Mas A.
Yang penting sekarang, AYO, ACTION!!!



Salam Semangat

Rinny
0 komentar

Mengemis, karena Kemiskinan atau "Hobi" ?



Karena Jasmine demam, maka 2 malam aku nyaris tidak tidur. Rencananya setelah ritual melepas Vania - Rifda berangkat sekolah, aku mau membayar utang tidur. Kepala sudah keliyengan, serasa diatas ombak...(lagi naik kapal dongg...:D ). Baru saja merebahkan badan, tiba-tiba...
"Assalamu'alaikum, Ibu nya ada ngga? "
Aduh, tamu siapa lagi nih....
Terdengar suara Ema menjawab, "Ibu sedang istirahat , abis semalam begadang, anaknya sakit"
"Tolong dong, penting sekali, bilangin ya ibunya Novitasari datang" si Tamu terdengar memaksa.

Kamar tidurku yang terletak didepan, sangat jelas mendengar percakapan Ema vs "Ibu-nya Novitasari". Mau ngga mau saya harus bangun menghadapi Sang Tamu.

"Ibunya Novita Sari" (dia sendiri ngga pernah mau jawab kalau ditanya namanya) kemudian mengeluh panjang lebar, yang intinya meminta bantuan untuk biaya sekolah anaknya sebesar Rp. 150.000,-

Setelah dia pulang, saya telepon ke sekolah Novita sari (si Ibu pernah menjelaskan bahwa anaknya sekolah di X,maka saya cari no telp sekolahnya via 108). untuk mencari informasi mengenai anak tsb.
Pegawai administrasi SMK X menyatakan bahwa memang ada seorang anak bernama Novitasari. Anak yatim dari keluarga tidak mampu. Namun semua biaya sekolah dan kegiatan sekolah sudah ada donatur yang tiap bulan menyantuninya.
Terus, apakah sekarang anak tsb sedang PKL yang mengharuskan membeli seragam dan sepatu hingga Rp. 150.000 ?
Jawaban dari pegawai SMK X tsb ternyata, untuk PKL siswanya hanya cukup memakai baju seragam biasa. (Saya jadi ingat, dulu saya juga PKL hanya memakai baju seragam sekolah juga).
Lalu, uang Rp. 150.000 buat apa dong?
"Mungkin buat biaya makan sehari-hari 'kali Bu" Jawab Pegawai SMK X.

Saya kecewa berat. Saya merasa dibohongi.

Dan ini bukan kali pertama dia datang kepada saya, sudah berkali-kali. Dan karena dia selalu mengatas namakan kebutuhan anaknya yang sekolah, saya usahakan untuk memberi sumbangan ,meskipun karena keterbatasan dana tunai saya saat itu saya kadang tidak memberi sesuai "proposal" si Ibu yang selalu ratusan ribu rupiah.

Disisi lain, ada seorang Ibu (sebut saja Ibu B) yang setiap hari berkeliling berjalan berkilo-kilo meter ,bersama anak gadisnya, menjajakan telur ayam dan rempeyek.
Suatu hari, karena tidak ada uang dengan nominal yang lebih kecil, saya membayar lebih Rp. 5000,-. Keesokannya si Ibu B datang kembali ke rumah mengembalikan kelebihan uang tsb. Saat itulah dia bercerita, bahwa dia juga seorang janda dengan 4 orang anak yang masih sekolah. Salah satunya adalah anak gadisnya yang selalu ikut berjualan dengannya.

Bunda saya juga, ketika Bapak saya meninggal, kami 7 bersaudara semua masih bersekolah. Namun, tidak pernah terbersit sedikitpun dibenak Bunda untuk mengemis. (Kalaupun terpaksa berhutang ke sanak saudara, tetap diusahakan membayar sampai rupiah terakhir.)
Bunda dengan segala daya upayanya bekerja keras, segala macam profesi dicobanya, dari pedagang kelontong sampai makelar TKI, demi mendapatkan uang untuk menghidupi anak-anaknya.

Jadi, apakah kemiskinan bisa dijadikan alasan untuk mengemis?
0 komentar

KEDONDONG ATAU DUREN ???


Financial Planning:
Ditulis Oleh Freddy P
========


Saya memakai Kedondong untuk istilah Berondong (bujang) dan Duren untuk Duda , -Keren atau tidak, itu urusan Anda-.
Mana yang lebih baik? Menikah dengan Kedondong atau dengan Duren?
Tidak ada jawaban yang benar untuk segala kondisi, sehingga harus Anda pelajari dan kaji lebih dalam, dan setelah itu baru dapat Anda tentukan mana yang terbaik bagi Anda.
Saya tidak akan membahas dari sudut kesehatan, kekuatan dan stamina sex; atau pengalaman hidup atau tidak.
Saya hanya akan mengupas dari sudut keuangan, sesuai dengan profesi saya sebagai Financial Planner.
Mari kita mulai untuk mengkajinya:

1. Kedondong A (usia di bawah 30 tahun)
Biasanya baru mulai menata karir, sehingga belum memiliki aset (kecuali dia anak konglomerat) .
Bila Anda seorang perawan yang "ber-orientasi Asset", maka tipe Kedondong A, bukanlah sasaran target Anda.
Secara Financial Character  dan Attitude, Kedondong A ini belum matang, namun masih bisa dibentuk. Kedondong A, sangat sesuai dengan "Pepaya A" (Perawan ingin Kayadi bawah usia 30 tahun).
Bangunlah bersama dari awal, jauh lebih nikmat.

2. Kedondong B (usia 30 - 40 tahun)
Karir sudah nampak cerah (atau sebaliknya),dan sudah memiliki Asset (walau belum banyak).
Dalam rentang usia 30 - 40 tahun ini, sudah terlihat apakah karir Kedondong B ini akan meningkat atau mendatar saja sepanjang Zaman.
Dia sudah mulai menabung dan memiliki beberapa asset sebagai akumulasi selama 5 - 10 tahun terakhir dia bekerja, atau malah sebaliknyadia juga belum memiliki asset apapun dan bahkan menabung Liability segunung.
Sehingga Kedondong B terbagi 2 golongan yaitu:
- Kedondong B+ (artinya Kedondong Bright)
- Kedondong B- (artinya Kedondong Bloon)
Hati2lah Pepaya tipe B, karena bila Anda salah memilih maka Anda akan mendapatkan Kedondong Bloon.
WASPADALAH!! !


3. Kedondong C (usia 40 - 50 tahun)
Kedondong tipe C ini, sudah matang dalam emosi dan karir,serta mapan dalam ekonomi dan keuangan.
Dia sudah memiliki asset yang memadai sebagai bekal masa depan,rencana sudah tertata sejak awal, dan terus menggalang dana.
Dia sudah memiliki "Platform" & "requirement" cukup tinggiakan perawan macam apa yang dia inginkan.
Kedondong C akan menyukai Perempuan B (Bright) atau Perempuan C (Cantik).
Kedondong C inipun ada 2 jenis, seperti Kedondong B, yaitu:
- Kedondong C+ (Kedondong Carrat) 24 karat seperti Logam Mulia.
- Kedondong C- (Kedondong Culun), masih bloon aja dari dulu.


------------ ---
Kelebihan:
Kedondong A, B dan C: tidak memiliki liability atas keluarga lama dari istri pertama atau ke dua atau ke tiga dan seterusnya.
Namanya aja bujang (kalo anak asuh mungkin dia miliki, tapi bukan istri asuh)
------------ ---

4. Duren A (Duda Keren atau tidak keren terserah elo aja)
usia dibawah 30 tahun:
Tidak memiliki tanggungan istri, karena istri meninggal dan tidak memiliki anak.
Duren A dibagi 2 juga:
- Duren A+ (memiliki pekerjaan mapan & asset nil)
- Duren A- (pengangguran dan banyak hutang)

Ayo, mau pilih yang mana?
Bisa memilih yang baik 'kan, seperti kala Anda milih buah atau sayur?

5. Duren B (usia 30 - 40 tahun)

Duren B ini bercerai dengan istri-nya, namun tidak memiliki anak. D
Duren ini masih menafkahi istrinya, selama menjanda.
Duren B dibagi 2 juga:
- Duren B+ (memiliki jabatan/posisi tinggi & asset cukup)
- Duren B- (pekerjaan seadanya & asset nil)

6. Duren C (usia 40 - 50 tahun)
Duren C ini bercerai dengan istrinya dan memiliki anak-anak dari istri terdahulu.
Dia memiliki tanggungan yang segunung, harus menafkahi istri dan anak-anaknya, termasuk biaya pendi-dikan hingga Sarjana (S1).
Duren C ini dibagi beberapa:
- Duren C+ (jabatan puncak, gaji masih cukup bayar tanggungankeluarga lama + keluarga baru, asset memadai)
- Duren C nol (jabatan puncak, gaji ngepas dan cenderung kuranguntuk membayar dua keluarga yang menjadi tanggungannya, assettidak ada)
- Duren C- (jabatan pas-pasan, gaji tidak cukup untuk membayar2 keluarga, asset nil)
Mestinya Duda C ini, sebelum memutuskan untuk "membuka cabang"ataupun "kantor perwakilan" harus menghitung dahulu "Cash Flow"serta "Asset & Liability"-nya.

Jangan sampai berani buka cabang, kemudian Kantor Pusat malah tutup.
Berani berbuat, berani bertanggung jawab, itu namanya LELAKI SEJATI.
Yang lain, pasti "Lelaki Hidung ...." (silahkan teruskan sendiri).

------------ ---

So bagi Anda kaum PEPAYA, silahkan pelajari "Risk Profile"dari masing-masing Kedondong atau Duren yang ingin Anda pilih.
Anda harus hati-hati, kadang dari luar terlihat "Ranum" dan"Matang", tetapi sebenarnya menyimpan buah "Asam" atau "Busuk".
Jangan salah pilih, jangan sampai Anda menyesal.
Sekali Anda melangkah, kemudian gagal, maka Anda akan menjadi"JAMBU" A atau B atau C (Janda Kelambu), dan bukan "Pepaya" lagi.

------------ --

Semoga bermanfaat.




Thursday, March 4, 2010 0 komentar

Peluang Usaha

Ini adalah tulisan saya , beberapa tahun lalu di sebuah milis , sekarang saya pungut kembali dari blog orang :


PELUANG USAHA

Peluang usaha? Sangat banyak mas,
misalnya jualan teh botol yang dipinggir jalan itu.....
Anda tahu berapa harga grosir teh botol? sekitar 1200-1500/ botol. di Jakarta kita jual 2500/botol

Gerobak anda bisa pinjam dari Teh Sosro/ Coca-cola (cuman memang pakai uang jaminan dan ikatan kontrak tidak boleh jualan produk kompetitor, kalo mau jual produk kompetitor pake penyimpanan lain.. (ehm..apa yah namanya itu loh kotak tempat taruh teh botol + batu es).

Yah, yang jualan jangan anda dong...masa orang kantoran jualan teh botol. Rekrut Anak2 putus sekolah. (Pastikan anda tahu keluarga mereka, jadi mereka gak berani macam-macam, bawa kabur uang hasil dagangan ,misalnya). Beri mereka gaji misalnya 1 juta/bulan

Hitungan kasar modal harian begini, katakanlah dalam 1 hari laku 100 botol
100x1500 x30 hari = 4.500.000
Gaji = 1.000.000
Bayar uang keamanan = 60.000 (biasanya diminta uang jatah preman sekitar 1000-2000/hari) Total modal harian = 5.560.000/ bulan

Jualan = 100x 2500x30 = 7.500.000/ bulan
Untung = 1.940.000/ bulan.....

Yah, jangan jualan 1 gerobak dong....susah cepet kayanya....gimana kalo 10...20...30. .. gerobak?


Salam Semangant


Rinny
0 komentar

Kepepet, Sebuah Kekuatan yang Ajaib

Tulisan saya di sebuah milis, malah saya temukan kembali di Blog orang....ckckck...

Selamat Pagi,

Saya baru aja selesai baca buku The Power of Kepepet, (maaf bukan mau promosi, saya juga gak ada hubungan dengan penulis atau penerbit) , apa yang terkandung dalam buku tsb beberapa kali memang saya alami. Bahwa kita menjadi lebih kreatip jika kita sedang dalam kondisi kepepet.

Saya sering kali ngobrol dengan suami ; saya ada ide mau bikin usaha X, yang saya perlukan ini...ini... ini..., modal kurang lebih segini, bla...bla... bla.... Suami manggut-manggut aja (soalnya kalo dia cuman diam pasti saya langsung kesel ;koq gak perhatiin saya ngomong sih! ...hehe), paling2 komentarnya "ya...saya dukung, di kerjain aja..."
Tapi, sampai lewat setahun ide2 saya tersebut gak terlaksana alias OMDO. Cuman sekedar ide.

Namun, ketika dollar semakin melambung dan tidak menentu (karena bahan baku kimia saya beli dengan US$) sedangkan seringkali saya jual dalam rupiah, omset menurun karena customer menekan pengeluaran, sementara saya tetap harus bayar overhead kantor (saya berusaha keras tidak sampai sampai mem PHK karyawan), saya mulai kepepet. Saya harus menghasilkan uang dari sumber yang lain.

Ide memulai usaha yang saya sebut diatas, lalu mulai saya jalankan. Saya cari modalnya dengan memanfaatkan apa yang saya punya ,
saya menggadaikan perhiasan saya untuk membayar barang-barang yang harus saya beli tunai sedangkan barang2 yang saya bisa beli di hypermarket. ..ya saya beli di hypermarket, karena biarpun harganya lebih mahal daripada beli di pusat grosir misalnya, tapikan saya bisa bayar make kartu kredit alias saya bayar belakangan.

Emang usaha apa sih? hehehe cuman usaha warung mie rebus dan roti bakar koq disebelah pabrik saya. Yang kelola adik saya yang baru aja selesai kuliahnya.
Loh koq selesai dikuliahin malah cuman buka warung mie rebus, kenapa ngga direkrut jadi karyawan saya saja? Nah adik saya ini yang jenisnya belagu. Sok mau mandiri. Tapi setahun lulus gak juga dapat kerja, akhirnya saya kasih share saham diwarung mie rebus ini aja.Emang berapa sih hasil dari jualan mie rebus/goreng, kopi, roti bakar? Yah sebulan sih paling 1-2 juta untung bersihnya yang saya terima. Tapi kalo outletnya 10 kan lumayan buat nambahin uang belanja.

Jadi buatlah diri anda kepepet.

Tetap semangat!!!



Rinny E
0 komentar

Siapkah Jika Bangkrut

Postingan lama saya di milis IYE...di copy paste lagi kesini :

9 November 2009

Selamat Pagi,
Salam semangat....

Semalam, suami saya sharing kondisi bisnisnya, dimana ada beberapa container "dagangannya" rusak karena kapal yang membawanya karam akibat badai di Philipina beberapa waktu lalu. Dan beberapa hari lagi akan tiba saatnya perusahaan harus membayar supplier sedangkan dana yang ada saat ini tidak mencukupi.

Lalu terucap pertanyaannya " Siap ngga kalo kita bangkrut?"
Maksud bangkrut disini adalah kami terpaksa harus menjual rumah, kendaraan, dan menjual aset-aset perusahaan untuk membayari hutang-hutang.
Untuk menenangkan suami, saya menjawab dengan (sok) tegar " Dulu kita ngga punya apa-apa, dari pada malu ngga bisa bayar hutang, lakukan yang terbaik menurut Ayah." Padahal didalam hati sedih sekali

Ketika kemudian suami saya pulas tertidur.Saya langsung beraksi, menyalakan laptopnya,(maaf ya Yah, abis penasaran banget ) membaca semua laporan keuangan (terima kasih untuk Mbah Google, saya bisa tanya istilah-istilah yang ngga saya 'ngerti ), lalu mulai "berhitung".
Dari hasil perhitungan "kasar" saya, jumlah nominal dana "cash" memang tidak mencukupi untuk membayar hutang-hutang, duh...ikutan pusing juga saya.

Eh 'ndilalah, saya lihat di YM, ada seorang teman saya yang kebetulan kacab sebuah bank masih online ( mungkin dia seperti Saykozi yang online terus ), maka saya"paksa" rekan tsb chatting dengan saya.
Saya ceritakan problem kami yang butuh dana segar, lalu mulailah terbentang jalan keluarnya ,dengan mengagunkan aset-aset perusahaan (bangunan kantor, kendaraan, mesin-mesin) dan refunding beberapa kredit yang setengah jalan.

Jujur saja, suami saya selama ini rada "alergi" berhutang dengan bank (kecuali kredit kendaraan). Alasannya ribet. Dalam menjalankan proyek-proyek yang besar, suami saya lebih senang bekerja sama dengan rekan- rekannya dan sharing profit.

Namun, pertanyaan suami semalam masih membayang, "Siapkah kami jika sewaktu-waktu bangkrut, terpaksa harus menjual rumah, mobil, memulai usaha dari bawah alias kembali ke titik Nol?"

Karena kali ini saya yang menanyakan kepada diri saya sendiri saya harus jujur menjawab. Dan jawaban jujur saya adalah " TIDAK!!!"
Saya kadung seneng dengan fasilitas naik mobil adem dan disopiri kemana-mana. Punya rumah nyaman buat pulang. Mampu mensekolahkan anak disekolah yang jauh lebih baik daripada sekolah saya dulu, jika sewaktu-waktu anak├ó€™ batuk-pilek saya sanggup membawa berobat kedokter, dan punya uang didompet buat jajan bakso kapan saja saya kepingin.

Namun, jika "peristiwa" bangkrut itu harus terjadi juga, bagaimana dong ? Yahh...namanya juga manusia yang cuma dititipi SANG MAHA PEMBERI, suka ngga suka, mau ngga mau, yah harus tawakal. Tapi mulai detik ini saya KUDU HARUS ambil ancang ancang.Bersiap-siap.

Caranya :
1. Asuransi : Ambil sebanyak mungkin asuransi. Asuransi rumah, mobil, kesehatan, pendidikan, pensiun, dsb, dll --------> (done)
2. Tabungan : Mohon maaf , saya kurang "percaya" dengan nilai uang kartal. Saya lebih suka jika saya menabung emas. ---------> -wah masih sangat sedikit nih , soalnya saya masih kebanyakan "jajan"nya.
3. Membeli aset : Tanah, rumah, apartemen, ruko : Sambil dikontrakan bisa diagunkan jika sewaktu-waltu butuh uang.---------> baru punya sesuai yang dibutuhkan, belum sampai ada yang dikontrakkan ..:D
4. Kata pepatah lama "Jangan menaruh semua telur pada keranjang yang sama". Karena kalo keranjang tersebut jatuh, bisa jadi, semua telur pecah. Alias harus punya bisnis lain. --------------> Sedang dilakukan dengan mulai menjalankan 2 toko distro dan sebuah warung makan.
5. Jalin Networking : Jangan lupakan teman lama, cari teman baru. Jaga silaturrahmi meskipun saat ini kita sedang tidak butuh bantuan.
6.Jangan malu bertanya dan terus belajar
7 Sedekah dan Zakat ---- Ini penting

Nah, demikian sedikit curhat pagi saya. Dengan curhat ini saya lebih "plong". Dan sekarang saya mau siap-siap ke Bank untuk aplikasi kredit.

Selamat Pagi.....

Oya, btw, Siapkah jika anda bangkrut???
 
;