Friday, March 5, 2010

Pusing Mencari Investor? Make It Simple!

Semalam saat menikmati santap malam yang sudah sangat telat , nyaris pukul 22.00WIB, YM saya di buzz oleh seorang rekan.

"Mbak, kasih masukan dong, bagaimana caranya mendapat modal 20 juta, untuk membuka laundry kiloan?"

Wekss!!! Pinjaman 20 juta? saya juga mau...

Tapi nanti dulu, saya habiskan makan malam saya dulu.

Sayangnya, setelah selesai makan, Jasmine malah merengek,minta ditemani tidur, sehingga saya belum sempat menjawab pertanyaan Mas A.

Jadilah baru saya dapat inspirasi siang ini,...:D

Oke, kita sebut rekan saya tsb Mas A.

Mas A ini asset zero, liability segunung. Kemungkinan meminjam dari sanak saudara nihil. Namun, sebelum memutuskan apa yang terbaik bagi Mas A, kita coba cermati apa yang bisa dijadikan sumber modal Rp. 20 juta tsb.

1. Menjual Asset
Eh, tapi kata Mas A dia ngga punya asset...so, we go to next option

2. Pinjaman dari Bank

Karena Mas A tidak memiliki asset yang bisa diagunkan , kemungkinan pinjam dari bank melalui Program KTA.
Dengan pinjaman 20 juta, kira-kira cicilan perbulan adalah 1,2 juta - 1,3 juta perbulan selama 2 tahun.
Sanggupkah Mas A mencicil sebesar nilai tsb pada bulan-bulan awal bisnisnya?

Saya pribadi, menghindari dan sangat tidak menyarankan modal usaha dari pinjaman bank.
Karena disaat pikiran dan daya upaya kita seharusnya terfokus pada menjalankan kemajuan usaha, belum-belum akan terpecah konsentrasinya memikirkan keharusan membayar cicilan. ( Mengingat waktu sebulan berlalu dengan sangat cepat)
Belum lagi pusing menghadapi teror ,jika terlambat membayar cicilan.

3. Menarik investor.

Dengan perjanjian sebelumnya, investor dapat mengambil keuntungan dibelakang , jika usaha telah menghasilkan laba.
Hanya saja, agak sulit mencari investor seperti ini. Karena kebanyakan investor mau menanamkan modal hanya pada usaha yang telah melalui error phase nya. Alias usaha yang sudah berjalan.
(Lihat saja syarat kredit dari bank, salah satunya adalah usaha yg sudah berjalan min. 2 tahun)

4. Opsi ke - 4, belum kepikiran...hehehe

Opsi yang lain, yang sejenak keluar dari konteks adalah melupakan sejenak keinginan memulai usaha yang mengharuskan keluar modal 20 juta.
Alias, memulai usaha yang nyaris tanpa modal saja.
Menurut si Mas A, istrinya pandai memasak dan menjadi guru les private.
Nah, kemampuan istrinya tsb adalah suatu modal awal 'kan?

Kenapa juga si Mas A ngga memulai usaha catering , misalnya. Kecil-kecilan saja. Catering untuk teman² dan murid² di tempat mengajar les, misalnya.

Atau Mas A bisa juga menjadi koordinator les private. Mas A yang mencarikan murid yang ingin les private, (dengan menyebar brosur, leaflet dsb) untuk istri dan teman-teman istrinya sesama guru private dan menyediakan tempat les, (Sekalipun masih rumah kontrak -petakan, bisa juga koq di fungsikan sebagai tempat les untuk anak² tetangga)
Untuk jasanya mencarikan murid , pengganti biaya cetak brosur, menyediakan tempat, mas A bisa memotong 5 % - 10% , misalnya, setiap bulannya dari uang les.
(Hal inilah yang dilakukan Pak Purdi E Chandra, dari Primagama. Beliau mengkoordinir tenaga pengajar les dan mendirikan tempat kursus kecil-kecilan, pada awalnya)

Jika nanti, 1 - 2 tahun kedepan, usaha darurat yang dijalankan -nyaris- tanpa modal ini sudah menghasilkan keuntungan dan memungkinkan Mas A untuk memulai bisnis laundry kiloannya(masih ingat'kan?, yang membutuhkan modal 20 juta tsb), silakan dijalankan.
Tanpa perlu pusing mencari investor lagi.

Make it simple, Mas A.
Yang penting sekarang, AYO, ACTION!!!



Salam Semangat

Rinny

0 komentar:

Post a Comment

 
;