Tuesday, August 28, 2012 0 komentar

Sholat Sunah "Minta Tempat" di Masjidil Haram


Menjalankan ibadah Umrah dan beri’tikaf selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan nampaknya menjadi pilihan waktu terfavorit para pencari Berkah Illahi.  Walhasil berbondong-bondonglah ratusan ribu umat muslim dari berbagai belahan dunia memadati Masjidil Haram, karena pahala yang Insya Allah akan didapat begitu besar seperti yang tertulis dalam salah satu HR. Bukhari-Muslim “Rasulallah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:Pahala umrah dibulan Ramadhan sama seperti pahala ibadah Haji” dan dalam hadist lain tertulis ” Rasullallah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Pahala Umrah di bulan Ramadhan sama seperti menunaikan haji bersamaku” . Muslim mana yang tidak tergiur dengan pahala sebesar ini?

Sekalipun kapasitas Masjidil Haram terus diperluas,bahkan kini bisa menampung hingga lebih dari 1.1juta orang, namun tetap saja akan terjadi desak-desakan ketika menjelang saat-saat shalat. Berbagai macam trik dilakukan para jemaah umrah untuk mendapat tempat didalam barisan shaf , salah satunya pura-pura numpang shalat sunah.

“Hajjah..hajjah..ushalli..raka’atain” kata tukang ‘nyempil ini sambil mengacungkan 2 jarinya. 
Saat shalat sunah tersebut telah selesai bukan berarti mereka akan rela langsung berdiri dan mengembalikan lahan tersebut kepada kita , shalat 2 rakaat tersebut akan disambung dengan berdzikir, baca al-qur’an atau  ngobrol  hingga masuk waktu shalat berikutnya dan berikutnya tiba. (Biasanya mereka datang sebelum ashar dan akan pulang  ba’da isha).
Trik ini tetap dipakai sekalipun ketika mereka minta tempat untuk shalat sunah pada saat ba’da ashar atau sebelum Maghrib  . Ketika di protes tidak boleh sholat sunah pada saat-saat tersebut,
“Tahiyatul masjid” katanya beralasan. Wallahu’alam.
Trik lain adalah pura-pura sakit kaki. Dengan gaya memelas sambil mijit-mijit kakinya, mereka sering memaksa masuk didalam shaf. Sehingga tak jarang saya dan rekan di sebelah yang sedang nyaman tadarus sambil bersila terpaksa menselonjorkan kaki sambil mengerutkan badan kami sekecil mungkin. Mengingat para tukang nyempil biasanya adalah ibu-ibu dari Turki, Jordania atau negara Arab lain yang punya postur XXXL.



Yang lebih parah adalah ketika malam 27 Ramadhan, dimana puncak dari kegiatan i’thikaf di masjidil Haram. (kabarnya dihadiri oleh Raja dan keluarga kerajaan Arab Saudi).  Sejak sebelum Ashar jamaah sudah sangat padat, seluruh bagian masjid terisi manusia bahkan dibawah-bawah eskalator dan di undakan-undakan tangga (bahkan saat Tarawih jamaah meluber hingga ke terminal Saptco) , sangat sulit mencari tempat lowong untuk shalat. Trik yang dilakukan oleh Ibu-ibu tersebut adalah shalat dengan membawa kursi kecil,jadi mereka melakukan shalat dengan duduk dikursi tersebut. Bisa dimaklumi, karena mengingat postur tubuh mereka yang bessarr akan sulit bagi mereka untuk dapat tempat didalam shaf. Daann…kursi-kursi tersebut diletakkan diantara 2 shaf. Saya yang berada dibelakang kursi harus legowo dengan hati-hati mengatur posisi kepala tiap akan sujud dan bangun dari sujud  agar tidak terbentur kursi.

Sabaarr…sabaaarrr…
0 komentar

Umrah Ala Backpacker



 

Gara-gara membaca sebuah tabloid wanita yang membahas tentang Jalan-jalan Hemat , saya dan suami jadi tergerak untuk  mencoba melaksanakan Umrah pada 10 hari akhir Ramadhan tahun ini  dengan ‘cara’ lain, alias tidak dengan cara biasa yang melalui KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji/Umrah), melainkan dengan ala backpacker.
Setelah googling dan browsing mencari informasi tentang cara  apply Visa, tiket, penginapan  dan sebagainya, ternyata yang kesulitan pertama adalah mencari tiket pesawat . Berdasarkan informasi dari berbagai maskapai yang dihubungi , tiket tujuan Jeddah dan Medinah pada bulan Ramadhan sudah habis di booking oleh BPIH. Terutama BPIH yang besar-besar, konon membooking hingga ratusan seat sekaligus.
Kesulitan berikutnya adalah Visa, karena ternyata Visa Umrah hanya bisa di apply melalui BPIH tertentu, dan hanya sekitar 100-an BPIH yang diberi Previlege sebagai operator Visa. Apabila bermaksud mengurus perorangan, prosedurnya lebih rumit dan ada beberapa berkas yang harus dilampirkan, seperti undangan dan surat jaminan dari Penduduk Arab Saudi dll. Jika tanpa surat-surat tersebut nyaris mustahil mendapatkan visa umrah.
Berdasarkan informasi dari sebuah milis backpacker akhirnya kami mengajukan permohonan Visa dan Booking tiket pesawat via sebuah BPIH, dengan membayar sejumlah  fee.  Dan alhamdulillah , melalui BPIH tersebut ternyata kami mendapat teman seperjalanan sebanyak 28 orang.
Pada tanggal 4 Agustus 2012 kami berangkat dengan pesawat Batavia Airline langsung dari Jakarta menuju Jeddah. Dan pulang kembali pada tanggal 25 Agustus dengan  Pesawat Saudi Airlines melalui Singapore.
Banyak cerita menakjubkan selama perjalanan umrah kali ini yang Insyaa Allah justru menjadi pengalaman hidup yang tak terlupakan.
*Bersambung, nunggu bocah-bocah kalem bin tenang*




Friday, August 3, 2012 0 komentar

Ber'safar' di bulan Ramadhan, Tetap Puasa atau Tidak Yah?

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Seorang yang sedang melakukan safar (perjalanan) diizinkan utk tidak berpuasa pada hari tsb, berdasarkan firman Allah ta’ala :,
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Yang artinya : “Dan barang siapa yang sakit atau dlm perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al-Baqarah: 185)


Namun, utk menimbang mana yang lebih afdhal, apakah berbuka atau tetap berpuasa, maka dapat dilihat kepada alasan, yaitu: Apabila perjalanan tersebut membuatnya lemah dlm menjalankan puasa dan menghalangi dirinya utk berbuat kebaikan, maka ketika itu tidak berpuasa adalah lebih baik baginya. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat sekelompok orang yang sedang melakukan perjalanan, berdesakan & seseorang sedang diteduhi karena dia sedang berpuasa,
لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ
“Bukan termasuk kebaikan (baginya), berpuasa dlm perjalanan.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari dlm Shahih-nya (no. 1946) & Muslim dlm Shahih-nya (no. 1115), dari Jabir radhiyallahu 'anhu]
Monday, July 30, 2012 0 komentar

Berguru Pada Imam Youtubi Al-Gugeli...

.
-----------------------------------


Hari Sabtu tanggal 28 Juli 2012 kemarin saya melakukan manasik . Diantara peserta manasik ada seorang Bapak yang terlihat “menonjol” karena ia sering sekali menyela pembicaraan dan penjelasan dari Ustadz Pembimbing.
” Saya baca di sebuah website ,Sunahnya jika pertama kali melihat Ka’bah membaca do’a begini…”  lalu iapun membaca do’a dengan fasihnya, menyela pembicaraa Ustadz ketika menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan ketika baru tiba di Mekkah. Atau,
“Cara memakai baju ihram begini, saya lihat contohnya di You Tube” Bapak tersebut lalu mencontohkan cara memakai baju Ihram dengan benar.

Apa yang dilakukan Bapak tersebut adalah contoh dari memanfaatkan kecanggihan teknologi  dan kemudahan mendapat dan mempelajari ilmu apapun, yang ingin kita ketahui, dari internet.  Jujur, saya pun sering melakukan hal yang sama. Mencari informasi dengan cara googling, atau bila membutuhkan peragaan visual saya akan mencari di You Tube.

Namun, jika menyangkut ilmu agama, mendapat pengetahuan hadist atau tata cara ibadah lewat hasil googling ada faktor risiko. Apabila website yang menyajikan informasi yang kita butuhkan adalah website yang “menghalalkan” bid’ah, kurofat bahkan tidak sedikit ada website-website yang berisi ilmu syirik yang dibalut informasi keagamaan. Contoh do’a-do’a memohon kekayaan dan  pengasih yang ditambahi permintaan terhadap khodam dsb.

Era Informasi tidak bisa kita bendung, malah sebaiknya kita ikut berenang didalamnya. Namun, agar selamat mengarungi lautan kehidupan ini, alangkah bijak jika kita memilih guru berenang yang mumpuni. Yang jelas memahami do and don’t -nya ilmu tersebut.

Sekalipun segala macam informasi keagamaan sudah tersedia di dunia maya. Tetaplah belajar pada guru-guru didunia nyata. Karena amalan yang kita lakukan harus jelas hukum, tata cara atau hadis harus jelas sanadnya,  agar tidak tertolak dan menjadi amalan yang sia-sia bahkan bisa jadi  malah mendatangkan dosa.

Yuk, tetap rajin datangi Taklim.

Salam,

Rinny
0 komentar

Baab Seven




Ini cerita di bulan Maret lalu ketika saya mengunjungi Kairo sebagai utusan dari Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)  untuk mengikuti ajang pameran di  "Cairo International Fair" . Saya berangkat bersama suami (yang mewakili perusahaan kami sendiri) dan Safira, anak bungsu kami yang masih berusia 1 tahun.

Alhamdulillah, sebelum dan selama acara berlangsung kami mendapat banyak bantuan dari para staf KBRI di Kairo dan dari rekan-rekan pengurus dan anggota KPMI cabang Mesir.

Hari ketujuh pameran kondisi anak saya agak drop, sejak malam badannya mulai panas,  sehingga hari itu saya memutuskan tidak ikut menjaga stand pameran.  Namun sayangnya dihari yang sama suami dan Mas Amran (Ketua "panitia" kami) juga harus ke Sabuga untuk mengunjungi salah satu calon buyer , teman petugas pameran lainnya pun nampaknya masih tepar kelelahan, dikarenakan sejak hari pertama, setelah tutup pameran kami masih melanjutkan diskusi tentang berbagai hal hingga lewat tengah malam.
Melihat stand kami masih tutup, petugas KBRI-pun menelpon. Protes. Mendapat teguran tersebut maka saya segera siap-siap berangkat ke lokasi pameran. Dengan membungkus rapat anak saya yang sedang demam, di tengah dinginnya udara awal musim semi Kairo, saya keluar apartemen mencari-cari taxks.  Dan...kecemasan sayapun terbukti.

Saat menutup telepon dari petugas KBRI , saya sudah cemas. Bagaimana cara saya mencapai lokasi pameran? Nama jalannya pun saya tidak tahu. Ditambah cerita teman-teman peserta pameran lain, bahwa sopir taksi di Kairo sangat jarang yang menguasai bahasa Inggris. Meskipun saya coba berkomunikasi dengan bahasa Inggris paling sederhana sekalipun.
"Do you know Cairo International Fair ?  I will go there."  atau,
"I will go to  exhibition hall, do you know the place?” seluruh sopir dari 8 taxi yang saya berhentikan menggelengkan kepala, lantas langsung cabut dengan cueknya. Meninggalkan saya yang terbengong-bengong dipinggir jalan. Deg-degan dan suhu udara yang 10 derajat celcius membuatsaya kian gemetaran. 

Saya berpikir keras mencoba mengingat-ingat apa yang Mas Amran katakan kepada sopir taxi ketika menunjukkan lokasi pameran. Namun sayangnya tidak ada kalimat yang saya ingat. Hanya ada dua kata yang saya ingat " Ma'rod" dan "Ala-tuul". Maklum, bahasa Arab saya minus.
Ok , saya coba menggunakan kata tersebut.

Sayapun memberhentikan taxi berikutnya.”Assalamu’alaikum, Do you know Ma’rod? “ Tanya saya harap-harap cemas. Si Sopirpun mengangguk. Alhamdulillah. Saya buru-buru masuk ke dalam taxi.
Ketika, sudah sampai di sekitar lokasi pameran (Kurang lebih seluar Gelora Bung Karno – Jakarta) si sopir mengatakan sesuatu yang saya tafsirkan menanyakan saya akan turun dimana.
Ala tuul.” Saya bilang. Tapi si Sopir menggeleng keras.
”La!! La!! La ala tuul!!” katanya sambil menunjuk ke depan. Ada tank-tank tentara didepan. Disepanjang pagar area pameran . Waktu itu sedang persiapan pemilihan presiden Mesir.
Sayapun gak yakin jadinya dengan kata Ala tuul ini.  “ Left. Left.” Sayapun menunjuk ke arah kiri. Si sopir ‘ngomel-ngomel . Lalu, Syuuuttt…ia tiba-tiba membelokkan setirnya kekiri. Ketika saya tanya Mas Amran arti kata‘ala tuul ini adalah jalan lurus.  Hehehe…yah iyalah gak mungkin jalan lurus, emangnya mau nabrak tank-tank tentara itu. Pantas saja Pak Sopir ngomel-ngomel.

Lalu Pak Sopir kembali mengatakan sesuatu, sambil menunjuk deretan pintu masuk ke arena pameran. Saya ingat Mas Amran pernah bilang pintu masuk terdekat dari stand kami adalah Pintu Tujuh.  Nah loh ,bagaimana cara menjelaskan Pintu Tujuh dalam bahasa Arab ke Pak Sopir, karena saya berkali-kali mengatakan “Gate Number Seven” dia ngga mengerti juga.
Saya ingat Pintu dalam bahasa Arab itu Baab. Lah, Kalau Tujuh itu apa yah? Saya pun mengulang lagi hapalan lagu belajar angka dalam bahasa Arab yang diajarkan di TK anak saya.
Wahidun Satu
Isnaini dua
Salasatun tiga
Arba’atun empat
Tapi Pak Sopir sudah tidak sabar, karena mobil terus melaju hamper sampai keujung arena.
Baab Seven, stop. Ok?” Mudah-mudahan dia mengerti.
“Seven? Ok!” Katanya.
Dan sampailah saya di arena pameran dengan selamat . Alhamdulillah

Wasalam,

Rinny

Thursday, July 12, 2012 0 komentar

Jokowi Menang Bukan Karena PDIP







Membaca berita disalah satu koran online ini, yang menyatakan Jokowi memenangkan Pilkada Jakarta kemarin karena diusung partai PDIP .Lalu mereka mengklaim bahwa kemenangan yang diraih merupakan hasil kerja partai tersebut.


Sebagai emak-emak  yang prioritas perhatiaannya adalah keluarga dan dapur, namun saya masih juga menyempatkan 'nguping pendapat masyarakat sekitar , membaca dan nonton berita (meski kebanyakan isinya menyesuaikan maunya majikan pemilik stasiun TV) akhirnya saya menyimpulkan bahwa masyarakat menginginkan perubahan dan sudah muak dengan kondisi politik sekarang.

Lalu, dengan kehadiran Jokowi (dan Dahlan Iskan, ups ...OOT) seolah masyarakat mendapat angin segar dan mimpi baru untuk menuju perubahan.



Kembali ke soal partai politik. Saya termasuk masyarakat yang kecewa ketika mendengar dan membaca Jokowi dan Ahok menggunakan Parpol sebagai kendaraannya berkampanye, karena saya sangat yakin meskipun seandainya mereka  memutuskan menjadi calon independen, maka kemenangan bukan mustahil akan mereka raih. 

Karena masyarakat Jakarta memilih berdasarkan penilaian akan ketokohan 2 manusia ini. Karena masyarakat Jakarta memiliki harapan akan terjadinya perubahan, dan harapan tersebut disandarkan pada pencalonan mereka sebagai pimpinan tertinggi Ibukota ini.
Selamat kepada Jokowi dan Ahok  atas keberhasilannya menjadi finalis. Selamat berjuang kembali di putaran kedua. Saya yakin kalian akan menang, Insyaa Allah. 

Note: Pilkada Jakarta 11 Juni 2012 
0 komentar

Masyarakat Pemaksa


Masyarakat mayoritas Indonesia  sekarang ternyata kurang menghargai kemajemukan. Padahal sejak Gajah Mada dan Hayam Wuruk menyatukan Nusantara, sudah disadari banyaknya perbedaan baik dalam beragama, suku,adat istiadat, ras, kebiasaan hidup dsb.

Kenapa semakin maju, masyarakat kita semakin memaksakan keseragaman?
Kenapa yang mayoritas semakin merasa bahwa kelompoknyalah yang paling benar?
Tidak sedikit yang merasa punya ilmu mumpuni membodoh-bodohkan orang yang berbeda pendapat dengannya. Bahkan mempertanyakaan tingkat keimanan seseorang yang mencoba bertoleransi terhadap perbedaan.
    *Membayangkan diri seandainya menjadi minoritas. Dan Sungguh menjadi minoritas di Indonesia sangat tidak menyenangkan.*
    Monday, July 9, 2012 0 komentar

    Wortel, Telur dan Biji Kopi

    Ada seorang anak datang ke ayahnya mengeluhkan segala kesulitan hidup yang dihadapinya. Sang ayah lalu mengajak anaknya ke dapur.
    Kemudian ia memasukkan air kedalam 3 buah panci lalu menjerang panci tersebut. Setelah air didalam panci mendidih, maka Ayah memasukkan wortel kedalam panci pertama, telur kedalam panci kedua dan biji kopi kedalam panci ketiga.
    Setelah 10 menit kemudian Ayah mengeluarkan wortel, telur dan segelas air dari hasil memasak biji kopi.
    Si anak yang sejak tadi diam memperhatikan apa yang dilakukan Ayahnya ,lalu bertanya. "Untuk apa semua ini , Ayah?"
    Ayahnya menjawab. "Makanlah wortel dan telur ini. Lalu minumlah air rebusan biji kopi dari gelas ini."
    Si Anak mematuhi perintah Ayahnya.
    Lalu si Ayah bertanya " Apa yang kau rasakan?"
    Sang anak menjawab " Wortel ini terasa lunak. Telur rebus ini keras seperti telur rebus umumnya. Lalu air ini terasa pahit karena mengandung kopi. Apa maksud Ayah?"
    "Ketiga jenis benda tersebut mengalami perlakuan yang sama. Direbus dalam air mendidih selama 10 menit. Namun, Wortel yang tadinya keras, kaku dan susah dibentuk kemudian menjadi lunak, bahkan kau bisa menjadikannya bubur. Sedangkan Telur yang isinya berupa cairan dan diliputi kulit yang tipis setelah direbus berubah menjadi keras dan padat.  Namun berbeda dengan biji-biji kopi ini. Ketika ia direbus, maka ia akan mempengaruhi air sekitarnya sehingga ia menjadi hidangan kopi yang siap engkau nikmati.
    Lalu Anakku,Apakah yang akan kau pilih, menjadi seperti Wortel, Telur atau Biji kopi ketika kau menghadapi cobaan dan tantangan dalam hidupmu?"
    Sunday, July 8, 2012 0 komentar

    Jangan Jadi Pengusaha



    Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

    Saran saya jangan jadi Pengusaha , kalau anda...
    1. Tidak ingin bermental baja
    2. Tidak ingin lebih dekat kepada Allah 
    3. Tidak ingin menjadi lebih sabar
    4. Tidak rajin belajar
    5. Tidak berani mencoba hal baru
    6. Tidak ingin kaya 
    7. Tidak siap miskin ketika bangkrut 
    8. Tidak ingin memiliki banyak teman dan saudara
    9. Tidak suka bersilaturahim
    10. Tidak suka berbagi alias pelit
    Karena dengan menjadi Pengusaha maka anda akan...
    1. Selalu menghadapi tantangan dan banyak menghadapi kondisi dan keadaan yang diluar rencana
    2. Hanya Allah yang Maha Berkehendak, maka perbanyaklah ibadah dan do'a agar regala rencana dan harapan dalam berjalan dan menjadi baraqah
    3. Harapan dan Rencana yang tidak sesuai seringkali terjadi diluar kendali kita. Dan Tidak ada yang bisa kita perbuat selain bersabar dan terus berusaha
    4. Ilmu pengetahuan dan Teknologi terus berkembang dengan pesat. Tentu sebagai Pengusaha kita tidak ingin kehilangan peluang akibat tidak meng-update kapabilitas.
    5. Selalu ada hal-hal baru akibat kemajuan jaman. Metode yang kita kerjakan hari ini akan menjadi metode jadul  pada 2-3 tahun kedepan.
    6. Memiliki Penghasilan yang tidak berbatas. Sepanjang ia mau terus bekerja dan berkarya.
    7. Mengharapkan profit yang sebesar-besarnya, namun High return - High risk. Itulah yang biasa terjadi pada bisnis. Dan sebagai pemilik usaha, anda tidak bisa melimpahkan tanggung jawab kerugian kepada pihak lain, dimana tanggung jawab tersebut kadang kala harus kehilangan seluruh aset harta anda.. (Pada beberapa orang mungkin lari dari tanggung jawab. Tapi pada saat ia lari, itulah saat ia memutuskan akhir dunianya akibat tidak lagi memiliki harga diri dan kepercayaan dari orang lain)
    8. Selalu mencari  peluang untuk berkembang. Ketika kita sadari  ilmu pengetahuan dan sumber daya tidak mungkin kita kuasai sendiri, maka seorang Pengusaha harus menjalin relasi yang bagus dengan mitra, karyawan, supplier, pemilik modal, dll
    9. Tak kenal maka tak sayang. Pepatah ini berlaku dalam silaturahim. Bahkan seorang selebritispun hanya kita kenal namanya, tapi tidak kepribadiannya, jika belum pernah bersilaturahim secara personal dengan kita. Sedangkan kepercayaan dibangun dengan adanya pengenalan secara personal
    10. Menyadari dalam keuntungan proyek yang kita kerjakan,  terdapat haknya karyawan, keluarga, tetangga, fakir miskin dan lain-lain -yang dititipkan Allah Subhana wata'ala kepada kita. Maka sepantasnyalah kita menyalurkan sebagian keuntungan yang didapat kepada pihak-pihak yang berhak tersebut. 


    Just my 2 cents.




    Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh..


    Rinny Ermiyanti
    0 komentar

    Agar Dimengerti, Komunikasikan Tujuan Anda (Bag.2)

    Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

    Seperti judul dan ilustrasi cerita yang saya tuliskan pada posting saya sebelumnya, bahwa sebagai pemilik usaha adalah sangat penting menyampaikan tujuan dari suatu perencanaan.

    Kadangkala kita menyimpan sendiri tujuan kita karena takut dicap Ambisius. Padahal dengan berterus terang apa Goal  yang ingin dicapai berarti kita -sebagai pemimpin- mengajak bawahan untuk mewujudkan mimpi bersama-sama. 
    Dengan mengkomunikasikan tujuan kita, kita bisa mengajak bawahan untuk bersama-sama memikirkan strategi dan membagi tanggung jawab dalam pelaksanaannya. Karena tidak mungkin kita melaksanakan segala hal sendirian.  

    Jadi, jika Ramadhan ini anda bermimpi meningkatkan penjualan 300%, misalnya, sampaikan kepada bawahan sehingga mereka tidak kaget jika harus bekerja keras 3x lipat.


    Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
    Rinny Ermiyanti
    Saturday, July 7, 2012 0 komentar

    Agar dimengerti, Komunikasikan tujuan Anda...


    Setelah Shalat Dhuha, Engkong Rijal udah rapi jali siap-siap bersilaturahim menengok anak dan cucunya di kampung sebelah. Lagi jalan santai tiba-tiba Encing Rahma ,yang sedang menyapu halaman ,menegur "Assalamu'alaikum. Keren amat, mau kemane 'Kong?"
    "Wa'alaikumsalam .Gue mau ke rume Sofi. Mau jenguk cucu gue. Kabarnya sakit step semalem."
    "Lagian udeh tau kite Betawi, si Sofi 'ngasih name anaknye Stephani..yah step mulu dah tuh anak "
    " Yaelah Rahma, sekarang udah jaman moderen, nama juga kudu  moderen. Udah deh lu 'nyapu aja yang bersih ye. Gue mau jalan dulu. Salam ama Babe lu ye. Assalamu'alaikum"
    "Wa'alaikumsalam"
    Sampai diujung gang ,Engkong Rijal memanggil salah satu tukang ojek yang lagi ngadem dipangkalan.
    "Jek! Jek!"
    Maka segera datanglah salah satu ojeker kehadapan Engkong Rijal.
    "Eh, lu Syid. Ayo antar gue cepetan" Engkong Rijal segera nangkring di boncengan motor Bang Mursyid.
    "Anter kemane Kong?" Mursyid pun menyalakan motornya dan mulai melaju pelan-pelan.
    "Yaelah Syid, ini motor apa keong? Pelan amat jalannye. Udah lu jalan aje kedepan, nanti di lampu merah sono lu belok kanan yak" Engkong Rijal mulai kasih instruksi.

    Tak berapa lama..
    "Ini udeh belok kanan, terus kemana 'Kong?"
    "Lurus aje, abis perempatan kedue lu ke kanan lagi"

    Tapi sebelum perempatan kedua dilalui terjadi kemacetan akibat sebuah truk terbalik.
    "Kong, sabar ye, kite kena macet nih" Mursyid  berusaha menghibur penumpangnya meski dia sendiri gelisah kepanasan.
    "Ya gimane lagi Syid, nih macet kan bukan maunya kite. Cuman pinggang gue suka ngga kompak kalo lama-lama duduk gini, linu"

    Menghadapi kemacetan ini Mursyid sebagai Ojeker berpengalamanpun ternyata tidak berdaya. Tidak bisa 'nyalip kiri-kanan akibat saking padatnya lalu lintas.
    Engkong Rijalpun cuma bisa pasrah nangkring di jok motor , sambil kipas-kipas menghalau panas,.

    Setelah 1 jam lebih bermacet-macet ria, truk yang terbalik bisa diderek ke bengkel, lalu lintaspun mulai bergerak lancar.

    "Kita udah sampe ke perempatan kedua 'Kong, terus kemane?"
    "Belok kiri, ade pohon asem paling gede samping  Toko Subur lu ke kiri.Abis itu terus aje, nanti kalo ade warung gado-gado berenti dah lu disitu. Gue mau ke rume si Sofi" Engkong Rijal menjelaskan panjang lebar.
    "Yaelah Kong...'Kong....Jadi Engkong mau ke rume Mpok Sofi?"
    "Iye, anak perempuan gw atu-atunya 'pan Si Sofi. Lu kire sofi yang mane?"
    "Ampun deh 'Kong. Bilang  dari tadi. Kalo tibang mau kesitu mah, kite bise cari jalan alternatip laen. Yang kagak pake macet. Lewat Gang Haji Pi'i."

    "Yaudahlah, emang nasib kite kudu macet-macetan. Udeh gue turun disini. Nih duit ongkosnye."
    "Kong, masa cuman 'ngasih tiga rebu.,tambahin 'napa" Mursyid protes
    "Nih, gue tambahin gopek. Gue pensiunan Syid. Kagak gablek duit. Kalo kurang nanti gue ganti ame nasi lauk ikan mujaer dari kolam gue ya." Engkong Rijal mencoba merayu Mursyid.
    "Yaudahlah Kong, ane terime. Tapi laen kali ngomong tujuan 'nyang jelas ye..Kali aja kalo mentok kayak tadi, ane bisa bantu cari alternatip laen, nyang lebih lancar jalannye." 
    "Iye..iye Syid. Maapin gue. Tapi lu ikhlas 'pan gue bayar segitu?
    "Iye ikhlas. Ane terima. Ane jalan dulu ye 'Kong. Assalamu'alaikum" Mursyidpun pamit.
    "Wa'alaikumsalam"


    Regards,
    Rinny Ermiyanti

    Wednesday, July 4, 2012 0 komentar

    'Ngerasani : Adalah Cara Tercepat Menghilangkan Pelanggan


    Dalam berinteraksi dengan  masyarakat sekitar  seringkali ada hal-hal yang menjadi ganjalan hati namun sulit diungkapkan secara terang-terangan. Entah karena kita merasa sungkan, malu atau  karena terlalu sebal sehingga enggan untuk berurusan lebih jauh. Namun, sebagai makhluk yang  memiliki kebutuhan untuk selalu berkomunikasi dan bersosialisasi maka tak jarang ketidak sukaan tersebut akan kita ungkapkan kepada objek yang tidak berhubungan dengan pelaku penyebab kesebalan kita. (Kalau istilah saya adalah “orang yang kena getahnya” .). Atau bisa juga ketidaksukaan tersebut kita ungkapkan dibelakang punggung pelaku. Dalam bahasa Jawa  disebut “Ngerasani”

    Saya yakin hampir semua manusia pernah ‘ngerasani, termasuk saya sendiri. Berdasarkan pengalaman  saya (hehehe...jadi malu..)  ada perasaan “puas” ketika selesai mengungkapan hal jadi yang ganjalan dihati. “Kepuasan” tersebut timbul karena kita sudah menyalurkan emosi dan perasaan negatip lainnya.  Namun, anehnya  akibat ‘ngerasani  akan timbul ‘ganjelan hati’ lainnya.  Karena jauh dilubuk hati, kita tahu bahwa dalam pandangan sosial dan agama perbuatan ‘Ngerasani’ adalah tidak baik. 

    Complicated yah.  Susahnya jadi manusia.

    Meskipun kadang saya me-rasani , tak jarang juga saya menjadi korban yang di-rasani. Percayalah, sangat tidak enak. Saya menjadi merasa berada jauh diseberang pelaku rasan-rasan, meskipun bisa jadi semenit sebelumnya saya merasa sangat dekat dengan mereka (karena pasti percakapannya diantara 2 orang atau lebih), saya merasa jadi korban , dan seterusnya dan seterusnya. Akibatnya, setelah tahu pernah dirasani saya akan menjauh dari orang tersebut.  

    Contoh kejadiannya begini, saya pernah diundang oleh salah satu supplier untuk menghadiri seminar tentang perkembangan teknologi terkini dibidang proses kimia. Karena memang materi yang akan disajikan sangat berhubungan dengan bidang usaha , maka dengan semangat 45 saya menghadiri acara tersebut. Selesai acara seminar sesi I, karena masih sangat penasaran dengan materi yang disampaikan, maka saya mengajak pemateri untuk berdiskusi lebih lanjut ,apalagi pemateri adalah orang yang cukup mumpuni dibidangnya. Ditengah diskusi, salah satu panitia memotong percakapan kami dan mempersilahkan kami masuk ke ruang lain dikarena acara akan dilanjutkan presentasi produk. Ketika saya akan masuk ke ruangan acara tiba-tiba saya mendengar percakapan bisik-bisik yang intinya meragukan kemampuan perusahaan kami menghandle kecanggihan produk tersebut.

    Meskipun saya tetap mengikuti seminar sampai akhir (alasannya karena saya merasa sayang, sudah datang jauh-jauh tidak dapat tambahan ilmu dan apalagi kelihatannya menu makan  siangnya enak dan gratis) namun ada tekad didalam hati kami tidak akan memakai produk perusahaan tersebut, termasuk untuk produk lain yang sudah kami order rutin sebelumnya. Toh, kompetitor mereka pasti ada.

    Saya marah?

    Ya, karena meskipun mungkin benar penilaian si pelaku rasan-rasan bahwa teknologi tersebut adalah mahal buat kami, tapi yang membuat saya marah adalah ia menyampaikannya dibelakang punggung kami. Yang terluka adalah harga diri . Seandainya ia secara terbuka menyatakan harga sekian juta rupiah, maka mungkin yang akan meyatakan bahwa harga tersebut mahal dan kami tidak sanggup dengan level harga tersebut adalah kami sendiri. Selesai. Tidak ada sakit hati. Dan bisnis diantara kami akan berjalan seperti biasa.
    Friday, June 8, 2012 0 komentar

    MLM, Halal atau Haram???


    Multi Level Marketing
    Oleh : Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf
    Ditengah kelesuan dan keterpurukan ekonomi nasional, datanglah sebuah sistem bisnis yang banyak menjanjikan dan keberhasilan serta menawarkan kekayaan dalam waktu singkat.
    Sistem ini kemudian dikenal dengan istilah Multi Level Marketing (MLM) atau Networking Marketing. Banyak orang yang bergabung kedalamnya, baik dari kalangan orang-orang awam ataupun dari kalangan penuntut ilmu, bahkan dari berita yang sampai kepada kami ada sebagian pondok pesantren yang mengembangkan sistem ini untuk pengembangan usaha pesantren.
    Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah bisnis dengan model semacam ini diperbolehkan secara syar’i ataukah tidak ? Sebuah permasalahan yang tidak mudah untuk menjawabnya, karena ini adalah masalah aktual yang belum pernah disebutkan secara langsung dalam litelatur para ulama’ kita.
    Namun alhadulillah Allah telah menyempurnakan syari’at islam ini untuk bisa menjawab semua permasalahan yang akan terjadi sampai besok hari kiamat dengan berbagai nash dan kaedah-kaedah umum tentang masalah bisnis dan ekonomi.
    Oleh karena itu dengan memohon petunjuk pada Allah, semoga tatkala tangan ini menulis dan akal berfikir, semoga Allah mencurahkan cahaya kebenaran-Nya dan menjauhkan dari segala tipu daya syaithan.
    Wallahul Muwaffiq

    Kaedah Penting Bagi Pelaku Bisnis

    Ada dua kaedah yang sangat penting untuk bisa memahami hampir seluruh permasalahan yang berhubungan dengan hukum islam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim Rahimahullah “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya, sedangkan asal dari hukum transaksi dan mu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”. (Lihat I’lamul Muwaqi’in 1/344).
    Dalil ibadah adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam :

    “Dari ‘Aisyah radhiallahu anha berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu yang tidak ada contohnya dari kami, maka akan tertolak “(HR. Muslim)

    Adapun dalil masalam mu’amalah adalah firman Allah Ta’ala:
    Dia-lah Allah yang telah menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu” (QS. Al-Baqarah: 29)
    (Lihat Ilmu Suhul Al-Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Al-Qawa’id al-Fiqhiyah oleh Syaikh As-Sa’di hal:58)
    Oleh karena itu apaun nama dan model bisnis tersebut pada dasarnya dihukumi halal selagi dilakukan atas dasar sukarela dan tidak mengandung salah satu unsur keharaman, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
    “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275)
    Juga firman-Nya:
    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu”. (QS. An-Nisaa: 29)
    Adapun hal-hal yang bisa membuat sebuah transaksi bisnis menjadi haram adalah :
    1. Riba
    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)
    1. Ghoror
    (Adanya Spekulasi yang tinggi) dan jahalah (adanya sesuatu yang tidak jelas).
    “Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli ghoror”. (HR. Muslim 1513)
    1. Penipuan
    Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu. Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. (HR. Muslim 1/99/102, Abu Dawud 3435, Ibnu Majah 2224)
    1. Perjudian atau adu nasib
    Firman Allah Ta’ala:
    “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (QS. Al-Maaidah: 90)
    1. Kedhaliman
    Sebagaimana firman Allah:
    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (QS. An-Nisaa:29)
    6. Yang dijual adalah barang haram
    Dari Ibnu ‘Abbas radhiallhu anhuma berkata :”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti mengharamkan harganya”. (HR. Abu dawud 3477, Baihaqi 6/12 dengan sanad shahih)
    (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim 5/746, Taudlihul Ahkam Syaikh Abdullah Al-Bassam 2/233, Ar-Roudloh An-Nadiyah 2/345, Al-Wajiz Syaikh Abdul Adlim al-Badawi hal:332).
    Sekilas Tentang MLM
    Pengertian MLM
    Secara umum Multi Level Marketing adalah suatu metode bisnis alternatif yang berhubungan dengan pemasaran dan distribusi yang dilakukan melalui banyak level (tingkatan), yang biasa dikenal dengan istilah Upline (tingkat atas) dan Downline (tingakt bawah), orang akan disebut Upline jika mempunyai Downline. Inti dari bisnis MLM ini digerakkan dengan jaringan ini, baik yang bersifat vertikal atas bawah maupun horizontal kiri kanan ataupun gabungan antara keduanya. (Lihat All About MLM oleh Benny Santoso hal: 28, Hukum Syara MLM oleh hafidl Abdur Rohman, MA)

    Kilas Balik Sejarah MLM

    Akar dari MLM tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Amway Corporation dan produknya nutrilite yang berupa makanan suplemen bagi diet agar tetap sehat. Konsep ini dimulai pada tahun 1930 oleh Carl Rehnborg, seorang pengusaha Amerika yang tinggal di Cina pada tahun 1917-1927.
    Setelah 7 tahun melakukan eksperimen akhirnya dia berhasil menemukan makanan suplemen tersebut dan memberikan hasil temuannya kepda teman-temannya. Tatkala mereka ingin agar dia menjualnya pada mereka, Rehnborg berkata “Kamu yang menjualnya kepada teman-teman kamu dan saya akan memberikan komisi padamu”.
    Inilah praktek awal MLM yang singkat cerita selanjutnya perusahaan Rehnborg ini yang sudah bisa merekrut 15.000 tenaga penjualan dari rumah kerumah dilaramg beroperasi oleh pengadilan pada tahun 1951, karena mereka melebih-lebihkan peran dari makanan tersebut. Yang mana hal ini membuat Rich DeVos dan Jay Van Andel Distributor utama produk nutrilite tersebut yang sudah mengorganisasi lebih dari 2000 distributor mendirikan American Way Association yang akhirnya berganti nama menjadi Amway. (Lihat All About MLM hal:23)

    Sistem Kerja MLM

    Secara global sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota) dari perusahaan yang melakukan praktek MLM. Adapun secara terperinci bisnis MLM dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    1. Mula-mula pihak perusahaan berusaha menjaring konsumen untuk menjadi member, dengan cara mengharuskan calon konsumen membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu.
    2. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan (member) dari perusahaan.
    3. Sesudah menjadi member maka tugas berikutnya adalah mencari member-member baru dengan cara seperti diatas, yakni membeli produk perusahaan dan mengisi folmulir keanggotaan.
    4. Para member baru juga bertugas mencari calon member-member baru lagi dengan cara seperti diatas yakni membeli produk perusahaan dan mengisi folmulir keanggotaan.
    5. Jika member mampu menjaring member-member yang banyak, maka ia akan mendapat bonus dari perusahaan. Semakin banyak member yang dapat dijaring, maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya member yang sekaligus mennjadi konsumen paket produk perusahaan.
    6. Dengan adanya para member baru yang sekaligus menjadi konsumen paker produk perusahaan, maka member yang berada pada level pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan, karena perusahaan merasa diuntungkan dengan adanya member-member baru tersebut.
    Diantara perusahaan MLM, ada yang melakukan kegiatan menjaring dana masyarakat untuk menanamkan modal diperusahaan tersebut, dengan janji akan memberikan keuntungan sebesar hampir 100% dalam setiap bulannya. (Lihat Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta hal: 285-287)
    Ada beberapa perusahaan MLM lainnya yang mana seseorang bisa menjadi membernya tidak harus dengan menjual produk perusahaan, namun cukup dengan mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran, selanjutnya dia bertugas mencari anggota lainnya dengan cara yang sama, semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonus yang diperoleh dari perusahaan tersebut.
    Kesimpulannya, memang ada sedikit perbedaan pada sistem setiap perusahaan MLM, namun semuanya berinti pada mencari anggota lainnya, semakin banyak anggotanya semakin banyak bonus yang diperolehnya.

    Hukum Syar’i Bisnis MLM

    Beragamnya bentuk bisnis MLM membuat sulit untuk menghukumi secara umum, namun ada beberapa sistem MLM yang jelas keharamannya, yaitu menggunakan sistem sebagai berikut :
    1. Menjual barang-barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar, maka hukumnya haram karena secara tidak langsung pihak perusahaan teah menambahkan harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat keuntungan estafet. Dengan demikian praktek perdagangan MLM mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan antara akad jual beli, syirkah dan mudlarabah, karena pihak pembeli sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang akan memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member baru. (Lihat Fiqh Indonesia hal: 288)
    2. Calon anggota mendaftar keperusahaan MLM dengan membayar uang tertentu, dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk bisa mendapatkan point atau bonus. Dan apabila tidak bis a mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan uangnya pun hangus. Ini diharamkan karena unsur ghoror (spekulasi) nya sangat jelas dan ada unsur kedhaliman terhadap anggota.
    3. Calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu, tapi tidak ada keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti diatas, yakni membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota maka akan semakin banyak bonusnya. Ini adalah bentuk riba karena menaruh uang diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yan lebih banyak.
    4. Mirip dengan yang sebelumnya yaitu perusahaan MLM yang melakukan kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya. Ini adalah haram karena ada unsur riba.
    5. Perusahaan MLM yang melakukan manipulasi dalam memperdagangkan produknya, atau memaksa pembeli untuk mengkonsumsi produknya atau yang dijual adalah barang haram. Maka MLM tersebut jelas keharamannya. Namun ini tidak cuma ada pada sebagian MLM tapi bisa juga pada bisnis model lainnya.
    Kalau ada yang bertanya “Okelah , kita sepakat bahwa MLM dengan beberapa model diatas telah jelas keharamannya, namun bagaimana sebenarnya hukum MLM secara umum ?.
    Saya paparkan disini keterangan dari Syaikh Salim Al-Hilali Hafidzahullah1 . Beliau berkata : “ Banyak pertanyaan seputar bisnis yang banyak diminati oleh khalayak ramai. Yang secara umum gambarannya adalah mengikuti pola piramida dalam sistem pemasaran, dengan cara setiap anggota harus mencari anggota- anggota baru dan demikian seterus selanjutnya. Setiap anggota membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming-iming dapat bonus, semakin banyak anggota dan memasarkan produknya maka akan semakin banyak bonus yang dijanjikan. Sebenarnya kebanyakan anggota MLM ikut bergabung dalam perusahaan tersebut adalah karena adanya iming-iming bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dalam waktu yang sesingkat mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya. Bisnis model ini adalah perjudian murni, karena beberapa sebab berikut, yaitu:
    Ø Sebenarnya anggota MLM ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yang akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang.
    Ø Harga produk yang dibeli sebenarnya tidka sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan MLM.
    Ø Bahwa produk ini bisa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan MLM ini dijaringan internet.
    Ø Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan di iming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan pada mereka.
    Ø Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Upline) sedangkan level bawah (downline) selalu memberikan nilai point pada yang berada dilevel atas mereka 2
    Berdasarkan ini semua, maka sistem bisnis semacam ini tidak diragukan lagi keharamannya karena beberapa sebab yaitu :
    1. Ini adalah penipuan dan manipulasi terhadapa anggota.
    2. Produk MLM ini bukanlah tujuan yang sebenarnya. Produk in hanya bertujuan untuk mendapat izin dalam undang-undang dan hukum syar’i
    3. Banyak dari kalangan pakar ekonom dunia sampai pun orang-orang non muslim meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah sebuah permainan dan penipuan, oleh karena itu mereka melarangnya karena bisa membahayakan perekonomian nasional baik bagi kalangan individu maupun bagi masyarakat umum. Berdasarkan ini semua, tatkala kita mengetahui bahwa hukum syar’I didasarkan pada maksud dan hakekatnya serta bukan sekedar polesan luarnya, maka perubahan nama sesuatu yang haram akan semakin menambah bahayanya karena ini berarti terjadi penipuan terhadap Allah dan Rasul-Nya3 , oleh karena itu sistem bisnis semacam ini adalah haram dalam pandangan syar’I. Kalau ada yang bertanya : “Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi sebagian orang” Jawabannya : “Adanya manfaat pada sebagian orang tidak bisa menghilangkan keharamannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
    “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” (QS Al-Baqarah:219)
    Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu lebih banyakdaripada manfaatnya, maka keduanya dengan sangat tegas diharamkan. Kesimpulannya, bisnis ini adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil, juga merupakan bentuk spekulasi dan spekulasi adalah bentuk perjudian” (http://www.alhelaly.com , bagian soal jawab)

    Fatwa Tentang MLM

    Berikut ini adalah teks fatwa Markaz Imam Al-albani bertanggal 26 Sya’ban 1424H yang ditanda tangani oleh para masyaikh Yordania murid-murid Imam Al-Albani, yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr, Salim bin ‘Id Al-Hilali, Ali bin Hasan Al-Halabi, Masyhur bin Hasan Alu Salman. Berikut teks fatwa mereka.
    Banyak pertanyaan yang datang kepada kami dari berbagai penjuru tentang hukum bergabung dengan PT. Bisnis dan perusahaan modern semisalnya yang menggunakan sistem piramida. Yang mana bisnis ini secara umum dijalankan dengan cara menjual produk tertentu serta membayar uang dalam jumlah tertentu tiap tahun untuk bisa tetap menjadi anggotanya. Yang mana karena dia telah mempromosikan sistem bisnis ini maka kemudian pihak perusahaan akan memberikan uang dalam jumlah tertentu yang terus bertambah sesuai denga hasil penjualan produk dan perekrutan anggota baru.
    Jawab:
    Bergabung menjadi anggota PT. Semacam ini untuk mempromosikannya yang selalu terkait dengan pembayaran uang dengan menunggu bisa merekrut anggota baru serta masuk dalam sistem bisnis piramida ini hukumnya HARAM, karena seorang anggota jelas-jelas telah membayar uang tertentu demi memperoleh uang yang masih belum jelas dalam jumlah yang lebih besar. Dan ini tidak bisa diperoleh melainkan secara kebetulan ia sedang bernasib baik, yang mana sebenarnya tidak mampu diusahakan oleh sianggota tersebut. Ini adalah murni sebuah bentuk perjudian berdasarkan kaedah para ulama’. Wallahu Al-Muwaffiq
    Amman al-Balqo’ Yordania
    26 Sya’ban 1424H

    Penutup

    Inilah analisis fiqih tentang fenomena bisnis MLM. Namun tetap kami katakan bahwa jika ada salah satu perusahaan MLM yang selamat dari pelanggaran syar’I yang kami sebutkan diatas, maka hukumnya kembali pada kehalalannya karena memang pad dasarnya semua mu’amalah hukumnya halal kecuali kalau ada sisi yang mengharamkannya. Akan tetapi ada sebuah tanda tanya besar: “Adakah MLM yang seperti itu?” kami tunggu jawabannya dari para pelaku bisnis MLM. Akhirnya semoga Allah Ta’ala menjauhkan diri kita dan keluarga kita serta segenap ummat Islam dari melakukan sesuatu yang haram serta semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan rizqi yang halalan thayyiban. Wallahu A’alam Bishowab
    Fotenote:
    1. Jangan ada yang berkata bahwa bisa saja hukum ini adalah kesimpulan Syaikh Salim Al-Hilali dari MLM yang ada di Yordania yang berarti tidak mencakup MLM yang ada di Indonesia, karena dua hal :
    Ø Ini adalah jawaban beliau atas pertanyaan seputar bisnis MLM yang datang dari seantero penjuru dunia.
    Ø Bahwa MLM semuanya dan dimana saja berawal dari Amway yang pada intinya adalah pemasaran produk perusahaan dengan sistem berantai yang membentuk piramida. Dengan dalil bahwa gambaran syaikh tentang MLM sama dengan yan ada di Indonesia. Jika penduduk kota Surabaya berjumlah empat juta orang dan semua penduduk tergabung dalam satu saja perusahaan MLM, maka pada level sebelas seorang anggota tidak mungkin lagi mencari anggota baru di kota Surabaya. Dan ini sepertinya sesuatu yang jauh sekali , karena tidak semua orang ingin mengikuti program MLM, dan anggaplah semuanya tergabung dalam MLM pastilah dalam banyak PT. MLM dan bukan pad asalah satu saja. Yang ini semua mengharuskan orang pada level delapan atau sembilan tidak bisa lagi mencari anggota baru.
    1. Bukti bahwa yang diuntungkan dengan sistem MLM adalah Upline, sedangkan Downline akan selalu dirugikan adalah bahwa bentuk piramida ini akan berhenti pada level tertentu yang mana mereka tidak mungkin bisa mencari anggota baru lagi, ang dengannya semua bonus dan point yang dijanjikan adalah impian belaka. Dan perlu dicermati bahwa dimanapun Downline akan selalu lebih banyak daripada Upline. Sebagai sebuah gambaran, apabila ada suatu Perusahaan MLM yang mengharuskan setiap anggotanya untuk merekrut lima orang anggota lainnya, maka perhitungannya sebagai berikut:
    Level
    Jumlah Orang Perlevel
    Total Org Yang dibutuhkan
    1
    1
    1
    2
    5
    6
    3
    25
    31
    4
    125
    176
    5
    625
    801
    6
    3.125
    3.926
    7
    15.625
    19.551
    8
    78.125
    97.676
    9
    390.625
    488.301
    10
    1.953.125
    2.441.426
    11
    9.765.625
    12.207.051
    1. Beliau mengisyaratkan pada sebuah hadits :
    Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallhu anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Sesungguhnya sebagian dari ummatku akan minum khamr dan mereka menamakannya dengan nama yang lain serta dimainkan musik dan biduanita pada mereka, Sungguh Allah akan membuat mereka tertelan bumi serta menjadikan mereka sebagai kera dan babi” (HR. Abu Dawud 3688, Ibnu Majah 4020 dengan sanad Shahih, lihat As-Shahihah I/138)
     
    ;