Galunggung, Bahkan Sisa Letusanmu Tetap Memukau

by - Saturday, May 26, 2012

Entah mengapa dibanding berwisata ke pantai saya lebih menyukai jalan-jalan ke (pe)gunung(an). Mungkin karena saya tinggal di Karawaci, yang berudara cukup panas. Atau mungkin karena saya secara naluriah adalah wong ‘ndeso sehingga rasanya selalu takjub dengan pemandangan yang hijau royo-royo. Setelah kami (saya, suami dan keempat anak kami) berunding akhirnya diputuskan vakansi kali ini menyusuri jalur selatan pulau Jawa. Karena Bandung sudah sering kami datangi maka kota tersebut kami coret dari daftar lokasi tujuan perjalanan. Melalui tol Cipularang – Padaleunyi kami bablas langsung ke Garut, menuju Sabda Alam Cipanas. Sayang, kami tiba disana sudah malam sehingga tidak bisa berlama-lama menikmati berendam di pemandian air panasnya. Keesokan paginya, perjalanan dilanjutkan ke arah Tasikmalaya. Tujuan kami kali ini adalah ke Gunung Galunggung. Saya masih ingat dengan jelas, letusan Gunung Galunggung pada1982, yang berlangsung selama 9 bulan, menyebabkan atap rumah kami di daerah Tanjung Priok – Jakarta Utara tertutup abu tebal, langit mendung berhari-hari dan sekolah diliburkan. Kali ini kami bermaksud melihat langsung Gunung yang perkasa tersebut. Pukul 11 siang kami tiba dikaki Galunggung. Untuk mencapai kesana dengan berkendara mobil tidak sulit, dari Jalan Raya Barat Singaparna kami belok kiri, ada papan penunjuk jalan. Lalu menyusuri jalan kampung yang terus menanjak sepanjang kurang lebih 5 KM. Setelah memarkir kendaraan, kami harus menaiki 620 anak tangga untuk mencapai bibir kawah. Buat saya yang jarang berolah raga sekarang saatnya menguji ketahanan napas dan kekuatan dengkul. Terutama karena saya menaikinya sambil menggendong anak




Setelah perjuangan berat, dimana saya nyaris menyerah karena napas serasa mau putus, ditambah kepala tiba-tiba menjadi pening, karena pengaruh tekanan udara, akhirnya sampailah saya dibibir danau.


Subhanallah, Maha Suci Tuhan Yang Maha Perkasa.



Sayang, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pemandangan ini karena tiba-tiba hujan deras , memaksa kami untuk segera turun.

You May Also Like

0 komentar