Monday, May 7, 2012

Saya Seorang Sales

Saya, lahir sebagai anak ke 2 dari 7 orang bersaudara. Pada saat saya kelas 3 SMP, bulan Februari 1989, ayah saya Bpk. H. Abdul Muin meninggal dunia. Dengan meninggalnya ayah menyebabkan Ibu saya yang tadinya tidak pernah bekerja terpaksa harus banting tulang menghidupkan ketujuh anaknya untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi demikian, saya memutuskan setamat SMP akan melanjutkan ke sekolah kejuruan dengan harapan  bisa langsung mendapatkan pekerjaan. Selulus SMP saya mendaftar ke  Sekolah Menengah Teknologi Kimia, karena nilai nilai pelajaran ilmu eksakta saya cukup bagus.
Alhamdulillah, begitu selesai ujian akhir di SMT. Kimia, bahkan sebelum ijazah saya terima dari Kepala Sekolah,  saya langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan jamu dan kosmetika terkenal  yaitu PT. Mustika Ratu. Namun, begitu menerima gaji pertama, saya merasa sedih, karena berdasarkan hasil perhitungan, gaji saya hanya akan habis untuk uang transport dan makan siang. Dengan gaji tersebut akan sulit bagi saya membantu Ibu membiayai adik-adik.
Saya hanya bertahan sekitar 1 tahun di perusahaan tersebut, kemudian saya melamar pekerjaan ke PT. Takeda Indonesia sebagai Medical Representative , dengan  pertimbangan selain gaji yang lebih baik , fasilitas lain yang akan didapat adalah kendaraan operasional, insentive, maupun reward lain jika target penjualan tercapai.
Dengan dorongan  ingin membantu Ibu, saya berusaha keras untuk selalu mencapai target penjualan. Sehingga nyaris setiap tahun saya selalu menjadi “The Best Achievement” dimana reward yang diberikan selain insentive yang bisa lebih besar berkali lipat dari gaji, juga mendapat trip perjalanan keluar negeri, Tidak jarang saya juga mendapat  beberapa barang elektronik sebagai hadiah jika sedang ada program  Product Challenge.
3 tahun bekerja di Takeda, lalu pada 1996 saya  mendapat tawaran untuk bergabung dengan  PT. Bayer Indonesia sebagai Senior Medical Representative dan pada tahun 1999 saya pindah kerja lagi ke Degussa-Huls sebagai Area Manager.
Menjadi sales yang tidak harus ‘ngantor dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore membuat saya memiliki kesempatan  bekerja sambil kuliah. Sehingga saya bisa kuliah Teknik Perminyakan dan dilanjut Manajemen Bisnis.
Tahun 2001 saya menikah dan pada Agustus 2002 melahirkan anak kembar.  Karena ingin mengasuh dan mengurus kedua anak  saya tersebut, maka pada 2003 saya  memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan saya saat itu. Namun, karena terbiasa memiliki sumber pemasukan sendiri, saya menjadi gelisah, kemampuan saya untuk berbagi kepada keluarga dan saudara menjadi terbatas, karena income hanya dari gaji suami.
Tahun 2004, kami memutuskan membuat dan membangun perusahaan sendiri. Yaitu PT. Harvest Chemical Solution ,  (  http://www.harvestchemical.co.id ) yang merupakan perusahaan perdagangan Bahan Kimia untuk Industri. Suami saya yang sejak awal berkarir bekerja dibagian Riset dan Pengembangan, maka suami fokus dalam pengembangan produk dan masalah teknis lainnya. Sedangkan saya yang berkarir di bagian Sales, mendapat tugas mengurus Penjualan dan Pemasaran.

Alhamdulillah, dengan ijin Allah, restu dari orang tua dan kerja keras kami, sejak Tahun 2007 perusahaan kami sudah mengeksport ke Sudan , Malaysia , Vietnam , dan Mesir.

Dengan menjadi SALES saya menjadi mendapat banyak ilmu dan manfaat. Tidak hanya pengetahuan seputar produk –produk yang pernah saya pasarkan , namun juga bertambah luasnya jejaring dan persaudaraan yang bisa dibina selain dengan pelanggan juga dengan masyarakat disekitar saya.

1 komentar:

reny kartika sari said...

wah. hebat.. sya sngt slut sma mbk. ulet.. dan rajin. tekun.. n pkerja keras..

Post a Comment

 
;