Baab Seven

by - Monday, July 30, 2012




Ini cerita di bulan Maret lalu ketika saya mengunjungi Kairo sebagai utusan dari Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)  untuk mengikuti ajang pameran di  "Cairo International Fair" . Saya berangkat bersama suami (yang mewakili perusahaan kami sendiri) dan Safira, anak bungsu kami yang masih berusia 1 tahun.

Alhamdulillah, sebelum dan selama acara berlangsung kami mendapat banyak bantuan dari para staf KBRI di Kairo dan dari rekan-rekan pengurus dan anggota KPMI cabang Mesir.

Hari ketujuh pameran kondisi anak saya agak drop, sejak malam badannya mulai panas,  sehingga hari itu saya memutuskan tidak ikut menjaga stand pameran.  Namun sayangnya dihari yang sama suami dan Mas Amran (Ketua "panitia" kami) juga harus ke Sabuga untuk mengunjungi salah satu calon buyer , teman petugas pameran lainnya pun nampaknya masih tepar kelelahan, dikarenakan sejak hari pertama, setelah tutup pameran kami masih melanjutkan diskusi tentang berbagai hal hingga lewat tengah malam.
Melihat stand kami masih tutup, petugas KBRI-pun menelpon. Protes. Mendapat teguran tersebut maka saya segera siap-siap berangkat ke lokasi pameran. Dengan membungkus rapat anak saya yang sedang demam, di tengah dinginnya udara awal musim semi Kairo, saya keluar apartemen mencari-cari taxks.  Dan...kecemasan sayapun terbukti.

Saat menutup telepon dari petugas KBRI , saya sudah cemas. Bagaimana cara saya mencapai lokasi pameran? Nama jalannya pun saya tidak tahu. Ditambah cerita teman-teman peserta pameran lain, bahwa sopir taksi di Kairo sangat jarang yang menguasai bahasa Inggris. Meskipun saya coba berkomunikasi dengan bahasa Inggris paling sederhana sekalipun.
"Do you know Cairo International Fair ?  I will go there."  atau,
"I will go to  exhibition hall, do you know the place?” seluruh sopir dari 8 taxi yang saya berhentikan menggelengkan kepala, lantas langsung cabut dengan cueknya. Meninggalkan saya yang terbengong-bengong dipinggir jalan. Deg-degan dan suhu udara yang 10 derajat celcius membuatsaya kian gemetaran. 

Saya berpikir keras mencoba mengingat-ingat apa yang Mas Amran katakan kepada sopir taxi ketika menunjukkan lokasi pameran. Namun sayangnya tidak ada kalimat yang saya ingat. Hanya ada dua kata yang saya ingat " Ma'rod" dan "Ala-tuul". Maklum, bahasa Arab saya minus.
Ok , saya coba menggunakan kata tersebut.

Sayapun memberhentikan taxi berikutnya.”Assalamu’alaikum, Do you know Ma’rod? “ Tanya saya harap-harap cemas. Si Sopirpun mengangguk. Alhamdulillah. Saya buru-buru masuk ke dalam taxi.
Ketika, sudah sampai di sekitar lokasi pameran (Kurang lebih seluar Gelora Bung Karno – Jakarta) si sopir mengatakan sesuatu yang saya tafsirkan menanyakan saya akan turun dimana.
Ala tuul.” Saya bilang. Tapi si Sopir menggeleng keras.
”La!! La!! La ala tuul!!” katanya sambil menunjuk ke depan. Ada tank-tank tentara didepan. Disepanjang pagar area pameran . Waktu itu sedang persiapan pemilihan presiden Mesir.
Sayapun gak yakin jadinya dengan kata Ala tuul ini.  “ Left. Left.” Sayapun menunjuk ke arah kiri. Si sopir ‘ngomel-ngomel . Lalu, Syuuuttt…ia tiba-tiba membelokkan setirnya kekiri. Ketika saya tanya Mas Amran arti kata‘ala tuul ini adalah jalan lurus.  Hehehe…yah iyalah gak mungkin jalan lurus, emangnya mau nabrak tank-tank tentara itu. Pantas saja Pak Sopir ngomel-ngomel.

Lalu Pak Sopir kembali mengatakan sesuatu, sambil menunjuk deretan pintu masuk ke arena pameran. Saya ingat Mas Amran pernah bilang pintu masuk terdekat dari stand kami adalah Pintu Tujuh.  Nah loh ,bagaimana cara menjelaskan Pintu Tujuh dalam bahasa Arab ke Pak Sopir, karena saya berkali-kali mengatakan “Gate Number Seven” dia ngga mengerti juga.
Saya ingat Pintu dalam bahasa Arab itu Baab. Lah, Kalau Tujuh itu apa yah? Saya pun mengulang lagi hapalan lagu belajar angka dalam bahasa Arab yang diajarkan di TK anak saya.
Wahidun Satu
Isnaini dua
Salasatun tiga
Arba’atun empat
Tapi Pak Sopir sudah tidak sabar, karena mobil terus melaju hamper sampai keujung arena.
Baab Seven, stop. Ok?” Mudah-mudahan dia mengerti.
“Seven? Ok!” Katanya.
Dan sampailah saya di arena pameran dengan selamat . Alhamdulillah

Wasalam,

Rinny

You May Also Like

0 komentar