Monday, July 30, 2012

Berguru Pada Imam Youtubi Al-Gugeli...

.
-----------------------------------


Hari Sabtu tanggal 28 Juli 2012 kemarin saya melakukan manasik . Diantara peserta manasik ada seorang Bapak yang terlihat “menonjol” karena ia sering sekali menyela pembicaraan dan penjelasan dari Ustadz Pembimbing.
” Saya baca di sebuah website ,Sunahnya jika pertama kali melihat Ka’bah membaca do’a begini…”  lalu iapun membaca do’a dengan fasihnya, menyela pembicaraa Ustadz ketika menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan ketika baru tiba di Mekkah. Atau,
“Cara memakai baju ihram begini, saya lihat contohnya di You Tube” Bapak tersebut lalu mencontohkan cara memakai baju Ihram dengan benar.

Apa yang dilakukan Bapak tersebut adalah contoh dari memanfaatkan kecanggihan teknologi  dan kemudahan mendapat dan mempelajari ilmu apapun, yang ingin kita ketahui, dari internet.  Jujur, saya pun sering melakukan hal yang sama. Mencari informasi dengan cara googling, atau bila membutuhkan peragaan visual saya akan mencari di You Tube.

Namun, jika menyangkut ilmu agama, mendapat pengetahuan hadist atau tata cara ibadah lewat hasil googling ada faktor risiko. Apabila website yang menyajikan informasi yang kita butuhkan adalah website yang “menghalalkan” bid’ah, kurofat bahkan tidak sedikit ada website-website yang berisi ilmu syirik yang dibalut informasi keagamaan. Contoh do’a-do’a memohon kekayaan dan  pengasih yang ditambahi permintaan terhadap khodam dsb.

Era Informasi tidak bisa kita bendung, malah sebaiknya kita ikut berenang didalamnya. Namun, agar selamat mengarungi lautan kehidupan ini, alangkah bijak jika kita memilih guru berenang yang mumpuni. Yang jelas memahami do and don’t -nya ilmu tersebut.

Sekalipun segala macam informasi keagamaan sudah tersedia di dunia maya. Tetaplah belajar pada guru-guru didunia nyata. Karena amalan yang kita lakukan harus jelas hukum, tata cara atau hadis harus jelas sanadnya,  agar tidak tertolak dan menjadi amalan yang sia-sia bahkan bisa jadi  malah mendatangkan dosa.

Yuk, tetap rajin datangi Taklim.

Salam,

Rinny

0 komentar:

Post a Comment

 
;