Saturday, March 30, 2013 0 komentar

Maafkan, Aku Telat Menjemputmu



Kekasih,

Maafkan aku,
yang pernah mencampakkan mimpi kita.
Aku tak kuasa
mempertahan Kuncup Bungaku
dipetik tangan perkasa.

Kubiarkan kau
dijadikan hidangan madu penukar derita.
Kupahami saat itu jiwamu
diserahkan sebagai pengganti
pertaruhan nyawa Bunda.

Maafkan aku
yang pernah membuang jarum cintamu
kedalam tumpukan jerami kehidupan.
Kuabai tajamnya sakit merindumu.
Kuenyah  kilau gelora mendambamu.

Maafkan aku,
Yang menyambut jarum cinta lain
menisik hariku,
mengikutinya menenun
kisah hidup tanpa noktahmu

Aduhai,
Kusesali itu,
bertahun  kuhabiskan waktu
untuk menemukanmu.

Hari ini,
kubersyukur kehendak nasib
mempertemukan kita disini.

wahai,
kau bukan lagi Kuncup Bungaku.
Kehidupan telah mentransformasimu
menjadi kembang yang merekah penuh.

Keindahanmu kian mempesona .
Harummu makin memabukkan.
Ah, maafkan aku
yang telah terlambat menjemput
selama 3 windu.

*Foto Koleksi Pribadi*
0 komentar

Alasan Talak Sang Adipati

*Diposting di Kompasiana 4-12-2012

Seorang Adipati (A) memerintahkan kepada Baturnya. (B) “Carikan aku seorang selir ! Ingat ya “Spek”nya harus yang kinyis-kinyis dan perawan.”
Sang Batur pun kemudian keliling wilayah untuk mencari info keberadaan gadis yang sesuai “Spek” yang diminta, sampai akhirnya ia mendengar ada seorang Rara yang semlohei di sebuah Padepokan di negeri Domba
Beberapa hari kemudian Batur mengatur pertemuan antara Adipati, Rara dan keluarganya di  Pondok Dahar untuk membicarakan peminangan Rara sebagai selir Adipati ,yang mana akan dilaksanakan dalam tempo selambat-lambatnya 4 x 24 jam.
Setelah keluarga Sang Rara mengadakan musyawarah dan mengkalkulasikan secara makro untung ruginya persyarikatan ini, mereka pun oke atas tawaran tersebut.

Pada waktu yang disepakati,  diresmikanlah perseliran antara Adipati dan Rara, yang terpaksa dilakukan secara sembunyi-sembunyi dikarenakan  Garwa Adipati belum menandatangi SK persetujuan dipoligami.
Namun, sayang seribu sayang, perseliran ini diakhiri mendadak oleh Sang Adipati . Alasannya “Rara, ternyata engkau tidak perawan lagi” Tulis Adipati singkat yang ditorehkan diatas lembaran kulit kayu Kersen Hitam..

Tidak hanya mutung kepada Rara, Adipatipun murka kepada Baturnya.
“Gila lo ya! Guwa’kan udah bilang. Cariin selir yang kinyis-kinyis dan perawan” Lagak preman Adipati kumat saat sedang murka
“Lah, bukannya si Rara juga udah sesuai spek, Tuan?” Si Batur menyanggah.
“Apaan. Out of Spek. Memang sih dia cakep tapi sudah tidak perawan, tahu!” Sang Adipati semakin murka mengingat malam pertamanya yang tidak seindah impiannya. Padahal ia sudah bayar mahar dan upeti hampir 250 keping emas.
Swear deh, Adipati. Den Rara masih perawan koq. Saya yakin sekali. Karena sebelum mengajukannya sebagai kandidat terkuat, saya sudah trial dia dulu. Dan terbukti dia masih perawan.” Batur keukeuh dengan argumennya.
“Apa kau bilang!!!! Jadi dia sudah kau cicipin dulu?! Mak diamput! “
Dan Baturpun pingsan dengan sukses akibat dikamplengi oleh Adipati.

*Diisnpirasikan dari kisah Bupati Garut*
0 komentar

TERPERANGKAP

Pesonamu bagai jaring laba-laba
Menyebar ke sudut sudut otak dan jiwaku
Aku mati rasa
Aku mati akal

Wahai penawan hati
Hidangkanlah racun cintamu
Agar aku terbebas
Dari gigil demam merindu
#peluklah rinduku
1 komentar

Kalimat Talbiyah Mengantarkanku Ke UGD




Sebagai seorang muslimah siapa sih yang tidak ingin menjalankan rukun Islam yang ke lima, yaitu pergi haji ke Baitullah? “Sayapun iingiiiiiiin sekali” begitu jawab saya setiap ditanya oleh ustadz. Namun, keinginan –yang iingiiiiiiin sekali itu- tidak benar-benar saya jadikan sebagai salah satu kebutuhan ruhaniah yang harus segera dipenuhi.
”Ah, belum ada panggilan. Nanti saja kalau sudah ada rezeki lebih” Begitu saya selalu beralasan.
Betapa sesungguhnya saya pernah dianugerahi oleh Allah rezeki yang berlebih, Buktinya bisa membeli rumah, mobil, motor, menyekolahkan anak di sekolah yang lumayan mahal SPP perbulannya. Namun, menabung beberapa ratus ribu setiap bulan untuk ONH rasanya berat sekali. Saya punya tabungan haji, namun saldonya masih sama dengan saldo saat awal buka rekening tabungan tersebut, tidak tambah-tambah.
Sebagai seorang wirausaha kecil-kecilan, kadang-kadang order yang kami terima banyak, kadang-kadang sepi order sehingga penghasilan berkurang. Seperti halnya yang terjadi pada tahun lalu dimana pemasukan sangat sedikit, maka semakin jauhlah keinginan ke Baitullah ,malah kami sibuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Disuatu siang yang lumayan terik, saya menghadiri pengajian, karena sedang bulan haji maka tema yang diangkat oleh Ustadz adalah tentang Ibadah Umrah dan Haji . Entah mengapa sepanjang penyampaian ceramah saya merasakan hati saya sedih sekali –mengingat betapa saya lalai dalam melaksanakan ibadah yang satu ini. Padahal Allah sudah pernah memberikan kami rezeki yang lebih dari cukup untuk membayar biaya umrah atau haji. Namun, godaan materi membuat kami lebih memprioritaskan membeli benda ini – itu demi gengsi. 

Puncak kesedihan saya adalah ketika sebelum menutup ceramah, Pak Ustadz mengajak para jamaah melantunkan kalimat talbiyah bersama-sama. Saat itu, kesedihan saya memuncak. Jantung serasa dicabik-cabik. Lubuk hati merasakan betapa keimanan saya demikian rendah dan lemah. Sedangkan keagungan ALLAH tiada duanya. Saya lah yang memerlukan Allah, tapi mengapa saya tidak mau memenuhi kewajiban saya? Saya takut. Teramat takut.

Ketakutan yang terasa demikian dasyat membuat saya menggigil. Jantung saya tidak kuat menanggungnya. Nafas saya sesak. Dan sayapun jatuh pingsan.
Terbangun saya sudah berada di UGD sebuah rumah sakit dengan diantar oleh beberapa jemaah pengajian. Sejak itu saya bertekad, saya harus segera menginjak kaki di Masjidil Haram. Jika berhaji harus menunggu bertahun-tahun,saya akan berumroh. Meskipun saat itu kondisi bisnis sedang sepi, uang ditabungan sangat minim, saya sangat yakin Allah akan memudahkan niat saya ini.
Sayapun tidak hentinya berdzikir, beristighfar dan bershalawat disetiap waktu (kecuali di toilet tentunya). Saat memasak,sambil mengasuh anak, sambil berkendara. Tentu juga Qiyamul lail dan Dhuha.

Alhamdulillah, Qadar Allah, 3 bulan kemudian saya dan suami bisa bersujud di depan ka’bah selama nyaris 1 bulan , ditambah shalat arba’in di Mesjid Nabawi. Dan kamipun bertekad -Insha Allah,Semoga Allah menghendaki dan memudahkan- kami akan kembali kesana minimal setahun sekali. Untuk mereguk kenikmatan beribadah di Baitullah, yang tidak bisa ditandingi dengan perasaan kebanggaan membeli sebuah rumah baru. 

Tidak percaya? Silakan Bapak dan Ibu buktikan sendiri.
Saya do’akan semoga terkabul dan terlaksana secepatnya . Aamiinn ya Rabbal ‘alamiiinn
*foto Koleksi Pribadi*
0 komentar

Ayam yang Menjadi Hadiah Import Sapi




Meskipun bukan kisah baru, namun tak urung kembali ku tersentak pilu membaca berita keterlibatanmu
Diusia 19 tahun, ranummu telah kau jajakan,  bahkan dijadikan hadiah untuk memuluskan korupsi.
Rani,apa yang ada di pikirmu?
‘Bekerja’ untuk bayaran 10juta demi sesuatu yang absurd bernama gengsi
upaya inikah yang kamu lakukan untuk membeli gadget baru, sepatu baru, tas baru,atau untuk biaya kongkow di restoran mewah?
Rani, apa yang kamu rasakan?
“Ayam kampus” itulah titelmu , yang kini telah disebar seluruh media.
Ketika berita ini terbaca oleh orang tua, saudara, keluarga dan (mungkin) pacarmu. Malu’kah?
Atau mereka justru merestui ‘pekerjaan sambilanmu‘ ini karena merekapun ikut menikmati hasil kerja kerasmu?.
Owh!!
Rani,siapakah dirimu?
apakah kau PSK yang berkedok mahasiswi?
Oya, kudengar honor 10 jutamu ikut disita KPK. Maaf, aku tidak bisa ikut prihatin mengenai hal itu.
Ya, aku tahu, kau tidak mendapatkan melalui korupsi namun dengan ‘bekerja’. Bagaimanapun uang itu merupakan bagian dari hasil korupsi ‘pelangganmu”.
Sayangnya, bibit penyakit kelamin dan -yang lebih mengerikan lagi- dosa-dosa zinamu tidak bisa ikut di”sita” .Harus kau rasa dan pertanggung jawabkan kelak
===========================================
Lyric “Perhatikan Rani “
Sheila On7

Beranjak dewasa kakakku Rani tercinta
Sudah saatnya belajar berpijar
Tinggalkan Jakarta demi masa depan cipta
Sudah waktunya kau mulai terjaga
Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik
Jadikan masa depanmu menari
Ingat s’lalu pesan kedua orang tuamu
Jalani dengan hatimu yang tulus
Reff:
Dan jangan takut, jangan layu
Pada semua cobaan yang menerpamu, jangan layu
Kami selalu bersamamu dalam derap
Dalam lelap mimpi indah bersamamu
Padamkan sekejap warna-warni duniamu
Saat kau mulai kehilangan arah
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu
Saat berjalanmu kembali tegap
Mungkin semua ini ‘kan cepat berakhir
Semoga semua ini adalah
Persinggahan sementara mimpimu
0 komentar

Hatta Rajasa Mendidik Anak Menjadi Pengecut

Posting di Kompasiana 5 Feb 2013

Siang ini saya menonton sebuah acara berita di salah satu stasiun TV yang menayangkan berita yang intinya : “Rasyid Rajasa hanya dikenai wajib lapor dan terpaksa harus menjalani pengobatan ke luar negeri “.
Sebegitu parahkah sakit kejiwaan Rasyid Rajasa sehingga seluruh dokter kejiwaan di Indonesia tidak ada yang sanggup mengobatinya???

Kita flashback sebentar ke kejadian beberapa waktu lalu ketika Syaiful Jamil mengalami kecelakaan tunggal sehingga istrinya meninggal dan ia dinyatakan sebagai tersangka lalu dijatuhi hukuman kurungan 5 bulan dan 10 bulan masa percobaan.

Begitupun Ninik Setyowati,  mengalami kecelakaan pada Agustus lalu dan kini menjadi lumpuh karena kakinya terlindas truk yang menyerempet sepeda motor yang ia kendarai. Sedangkan anaknya yg ia bonceng meninggal seketika ditempat kejadian. 3 Bulan kemudian ia dinyatakan BERSALAH dan menjadi TERSANGKA dengan pasal kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal.
Lalu ada Kasus Afriyani dan Novi Amalia (meskipun tanpa korban jiwa) yang langsung masuk tahanan selama proses penyidikan dan penyelidikan.

Untuk kasus Rasyid Rajasa ini sejak awal masyarakat sudah melihat adanya perlakuan yang beda. Dihari-hari pertama kecelakaan bahkan wartawanpun susah mencari informasi identitas pelaku penabrak,lalu Rasyid “menghilang” dalam perawatan Super VVIP sebuah Rumah Sakit. Rasyid tidak langsung ditahan dengan alasan mengalami trauma psikis dan Post Traumatic Stress Disorder. Padahal penyakit tersebut bisa menjangkiti siapa saja yang pernah mengalami kejadian traumatik, termasuk juga Afriyani dan Novi terlebih Ibu Ninik.

Tetapi mengapa hanya Rasyid yang bisa  bebas melenggang “berobat keluar negeri”?
Dengan banyaknya kasus heboh belakangan ini,apakah Bapak Hatta Rajasa sebagai orang tua Rasyid -dengan kekuasaan dan pengaruh yang dimilikinya - berharap suatu saat masyarakat Indonesia melupakan kasus ini
Lalu anak bungsu kesayangannya bisa tetap terbebaskan dari tanggung jawab hukum?
Sadarkah Bapak Hatta Rajasa yang terhormat, anda sedang mendidik ANAK LELAKI anda menjadi seorang pengecut?
2 komentar

Pengalaman Mengandung Janin Kembar






Mengandung janin kembar berjenis kelamin perempuan ternyata memang lebih berat dibanding ketika mengandung janin tunggal  perempuan. Masih teringat dengan jelas suatu sore di bis dalam perjalanan pulang kerja saya merasa mual dan pusing. Semakin lama rasa pusing dan mual semakin tidak tertahankan, maka saya memutuskan turun dari bus , dan muntah-muntah di trotoar. Setelah muntah bukannya merasa lebih nyaman, pandangan mulai berkunang-kunang, tubuh makin lemas.

Sayapun panik. Sopir bis menurunkan saya di sekitar Jalan Sudirman  sedangkan rumah di Rawamangun. Masih sangat jauh. Kalau sampai jatuh pingsan siapa yang akan mengantar pulang?. Saya menghentikan taksi dan meminta supirnya mengantar  kerumah sakit. Rumah sakit mana saja yang tercepat dicapai.
Sopir taksi mengantarkan saya ke UGD RS. PELNI Petamburan. Entah siapa yang mengabari tidak sampai satu jam suami sudah tiba di rumah sakit tersebut .
Dari hasil pemeriksaan darah, urin dan USG dokter mengabarkan “Selamat. Ibu hamil 6 minggu dan janinnya kembar”
WHAT!!!
Sepanjang pengetahuan saya dan suami tidak ada keluarga kami yang memiliki anak kembar. Kamipun memaksa dokter untuk USG ulang. Dan –apa boleh buat , hehe- kembali terlihat ada 2 kantung bayi yang masing-masing diisi sebuah titik. Alhamdulillah. Kami hanya menanti 4 bulan sejak tanggal pernikahan dan langsung dianugerahi karunia yang luar biasa ini.

Seperti yang saya tulis diawal, mengandung janin kembar adalah tidak mudah. Benar-benar menguras tenaga dan kesabaran. Betapa morning sickness tidak hanya dirasakan pada trimester awal , melainkan sepanjang kehamilan. Mual-muntah bukan hanya dipagi hari, saya sering terbangun mendadak di malam hari untuk menguras isi perut. Berkali-kali. Tidak ada makanan yang bisa bertahan didalam perut lebih dari satu jam. Tubuhpun menjadi kurus sementara perut semakin membesar. Karena tidak mempunyai cadangan energi yang cukup saya kesulitan melakukan aktifitas yang biasa saya kerjakan sebelum hamil. Bahkan saya tidak kuat berdiri lebih dari 10 menit tanpa jatuh pingsan. Akibatnya selama hamil saya beberapa kali dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi dan cairan.

Kondisi tersebut membaik pada bulan ke lima. Makanan didalam perut mulai bisa bertahan beberapa jam. Sayapun “balas dendam”. Memakan segala jenis makanan, bahkan beberapa jenis sayur dan ikan yang tadinya tidak saya sukai. Ketika makanan tersebut dimuntahkan , saya segera makan lagi. Sehari bisa 5-6x makan belum lagi ngemil es krim minimal 1 liter sehari. Berat badan sayapun melambung. Menjadi 65 kg dari semula 45 kg.

Karena badan menjadi gendut, saya mudah kegerahan. Tidur malam susah nyenyak. Sayapun memilih tidur dilantai tanpa alas dibanding tidur diatas kasur. Selain itu indera penciuman menjadi luar biasa sensitif. Segala macam bebauan tidak ada yang pas dengan penciuman saya. Aroma parfum bikin pusing, Asap nasi bikin mual. Keset basah bikin pening. Bahkan parfum suami saya buang ke tempat sampah, padahal saya yang membelikannya sebelum hamil.

Selain sensitif terhadap bebauan, saya juga sensitif terhadap kehadiran makhluk lain. Sensitifitas ini yang bikin saya senewen. Misalnya saat sedang menunggu bis di halte saya mendengar anak kecil menangis keras, padahal tak ada seorang bocahpun di halte tersebut. Atau saat sedang berjalan di trotoar dekat rumah untuk membeli panganan ke warung, tiba-tiba jilbab saya di tarik sesuatu hingga saya nyaris terjatuh, padahal jilbab saya tidak tersangkut benda apapun. Dan masih ada beberapa kejadian sejenis.

Sebelum kehamilan memasuki bulan ke delapan, hari Senin 12 Agustus 2002, ketika bersiap berangkat ke kantor, ketuban saya pecah. Dan hari Selasa 13 Agustus 2002 kedua bayi kembar kami di lahirkan melalui operasi caesar. Beratnya masing-masing 1700 gram untuk si Kakak dan 2000gram untuk si Adik. Alhamdulillah, seluruh fungsi vital mereka normal meskipun berat badan lahir rendah sehingga kedua bayi mungil tersebut harus di rawat di inkubator 2 minggu lebih lama dibanding  pemulihan pasca operasi saya yang hanya memerlukan perawatan satu minggu ,hingga dokter merasa berat badan mereka cukup ideal untuk mulai mengarungi kehidupan di dunia luar dalam bimbingan dan kasih sayang kami.

0 komentar

Halo! Saya Mau ke Tanah Suci,Nih...


Bagi umat Islam yang mampu secara finansial dan sehat lahir bathin, beribadah haji merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan sebagai syarat lengkapnya Rukun Islam yang kelima. Sehingga tidak heran berangkat ke tanah suci Makkah untuk berhaji (dan/atau umrah) sudah pasti menjadi impian setiap muslim dan muslimah. Sayangnya, bagi kita yang bermukim sangat jauh dari Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah ini memerlukan perjuangan (saya tidak mau mengatakan sebagai pengorbanan) yang tidak sedikit baik dari segi biaya , waktu dan ketahanan fisik.

Disamping itu, di beberapa daerah menyandang gelar Haji atau Hajjah menjadi sebuah gengsi tersendiri. Sehingga tidak heran maka di depan nama mereka akan diimbuhi tambahan “H.” atau “Hj” sepulang mereka dari berhaji. Kebanggaan tersebut juga dirasakan teman seperjalanan saya, Hajjah X. “Saya sudah pernah haji tahun 2000 lalu, umroh juga sudah 2 kali. Alhamdulillah hari ini diberi kesempatan mengulang” Katanya dengan mata berbinar-binar .  “Wah,Dik.  Waktu acara walimatul safar dirumah saya rame yang datang. Pak Bupati juga datang” Katanya melanjutkan. Saya hanya mengangguk-angguk.

Tiba-tiba ponsel Bu Hajjah berbunyi. ” Iya… Iya..saya sudah di bandara. Lagi nunggu naik pesawat. Loh, saya’kan mau ke Tanah Suci. Kemarin diundang gak dateng sih, jadinya ngga tau..”
Tidak sampai 5 menit pembicaraan tersebut ia sudahi, ponselnya berbunyi lagi “Eh, Ibu, Iya tadi saya telepon tapi tidak diangkat. Ini, saya mau kabari, saya mau ke Tanah Suci.  Iya,Alhamdulillah. bisa berangkat lagi. bla..bla..bla..”  Sepanjang menunggu panggilan boarding nyaris ia tidak berhenti menerima telepon atau menelpon. Saya yang duduk dihadapannya jelas bisa mendengarkan dengan jelas apa yang ia katakan kepada lawan bicaranya. Intinya, ia berpamitan karena akan berangkat ke Tanah suci.
Sampailah saat panggilan masuk ke pesawat. Sebelumnya petugas penerbangan melalui pengeras suara berpesan agar seluruh perangkat elektronik termasuk ponsel dimatikan. Ditambah  personel yang mendekati kami satu persatu secara acak meminta kami mematikan ponsel.

Ketika sebagian penumpang masih sibuk mencari kursi dan mengatur bagasi “hand-carry”nya, tiba-tiba dari kursi dibelakang saya terdengar suara seseorang menelpon,cukup keras . “Haloo..haloo..adik…saya sudah di pesawat. Do’akan sampai di Tanah Suci dengan selamat ya”
Lalu, “Haloo..Ibu Min, saya pamit ya. Mau ke Tanah Suci. Iya..iya..bla..bla..bla..”
kemudian, “Assalamu’alaikum, Tante, ini saya sudah di pesawat. Iya mau ke Tanah Suci. Do’akan ya..”. 
Sampai akhirnya seorang pramugari datang memintanya mematikan ponsel karena pesawat sudah siap-siap berangkat.
0 komentar

Nama Anda 'Ngetop di Masjidil Haram?


Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ada beberapa nama yang hampir setiap saat disebut-sebut.
Untuk Lelaki adalah : Ahmad, Muhammad, Abdullah dan Thoriq
Sedangkan untuk Perempuan adalah : Siti Rahmah.Semua jama’ah Haji dan Umrah yang perempuan di panggil dengan Siti Rahmah.
“Ya Hajjah..Siti Rahmah ..Kum..kum..” Kata para askari jika meminta jamaah perempuan bangun dari tempat duduk saat akan di bersihkan

Untuk jamaah Haji/Umrah lelaki masih punya variasi panggilan yaitu :Ahmad, Muhammad atau Abdullah.
“Ya Ahmad, moya zamzam….moya zamzam..” kata seorang jamaah perempuan ketika meminta bantuan seorang jamaah lelaki mengambilkan air zamzam.
Sedangkan panggilan “Ya Hajji..Thoriq..Thoriq..diucapkan ketika para Askar minta “numpang lewat” sambil mendorong-dorong trolley berisi tong-tong air zamzam.

Jadi bagi yang punya nama Siti Rahmah, Ahmad, Muhammad dan Thariq anda boleh berbangga. Karena anda Ngetop sekali disana.
5 komentar

Omong Kosong Dengan Pusat Pelangsingan




Gencarnya iklan di media massa yang menggambarkan perempuan cantik itu harus langsing, berkulit mulus dan tampil kinclong menjadikan bisnis kecantikan kulit dan perawatan tubuh merupakan bisnis yang “tidak ada matinya”. Berbagai macam program paket pelangsingan atau paket perawatan tubuh di tawarkan dan seringkali harganyapun tidak murah. 

Sebagai Ibu Rumah Tangga yang lebih banyak berdiam di rumah, dengan dibantu 2 orang asisten, kegiatan saya tidak lagi padat dan melelahkan ketika anak-anak mulai masuk usia sekolah. Untuk mengisi waktu luang saya membaca buku, mencoba resep masakan atau menonton film bareng suami, jika ia sedang punya waktu luang. Selain itu,tanpa disadari ternyata ada satu kegiatan selalu saya lakukan saat waktu luang tersebut. Ngemil.
Kalori yang masuk berlebih sedangkan aktifitas yang irit energi menyebabkan lama kelamaan tubuh saya makin melebar kesamping dan kedepan. Perut buncit mirip sedang hamil, pinggangpun cenderung membulat keluar.
”Kamu makin gendut sekarang. Masa tiap bulan mesti beli baju baru karena yang lama tidak lagi muat” Suami mulai protes.
”Ah, baru nambah 7 kilo. Maklum aja udah emak-emak” saya coba ‘ngeles

Tapi ketika semakin lama saya merasa makin cepat lelah, jalan kaki sedikit jauh napas langsung ngos-ngosan, mudah berkeringat, dan sedihnya sebagai Ibu-ibu narsis saya makin susah tampil oke saat foto-foto dengan teman-teman. sadarlah saya bahwa ternyata timbangan sudah menunjukkan angka jauh diatas berat badan ideal.
”Diet.” Kata seorang teman.
“Minum obat herbal merek X, cepet turun deh. “Saran teman lain.
”Makanya olahraga. Lari pagi. “ omel Ibu saya yang kebetulan berkunjung dan kaget saat melihat anaknya sebesar beruang madu. 

Saran yang diberikan mereka tidak ada yang cocok buat saya. Seumur-umur saya belum pernah diet. Olahraga hanya sampai jaman SMA dulu. Minum herbal takut berpengaruh ke ginjal.   
Suatu hari saat membaca sebuah majalah wanita, saya tertarik dengan iklan pusat pelangsingan yang dibintangi Krisdayanti (saat itu ia baru melahirkan anak keduanya). “Pa, Mama coba tanya kesini ya?” Rayu saya ke suami sambil menunjukkan iklan tersebut. Suami saya mengangguk setuju.
“Tapi Pa, harga paketnya segini “ Saya tunjukkan brosur yang diberikan petugas Pusat Pelangsingan tersebut.
“Wih, ini sih bisa buat beli motor baru.” Suami saya tampak kaget. “ Tapi asal bisa langsing kayak ini, boleh juga.” Lanjutnya sambil menunjuk sang bintang iklan.
Glek!

Dan dimulailah program pelangsingan tersebut. Paket terdiri dari 3 jenis perawatan salah satunya pembalutan dengan semacam plastic wrap yang super dingin, Sebulan setelah perawatan berat badan saya memang turun beberapa kilo.
"Hhhmmm…mulai ada bentuknya.” Puji suami saya.
Bulan kedua berat badan makin banyak yang turun. Bulan ketiga saya makin tampil percaya diri memakai baju-baju dengan ukuran “M”.

Tapi, koq sekarang saya jadi jadi sering pusing. Badanpun mudah lemas. Sakit maag yang bertahun-tahun tidak pernah muncul sekarang jadi kambuh.
“Periksa ke dokter yuk.” Ajak suami saya setelah melihat saya seminggu itu lebih banyak berbaring.
Sepulang dari memeriksakan diri ke dokter , dengan membawa surat keterangan darinya, saya mendatangi Pusat Pelangsingan tersebut dan menemui konsultan perawatannya.
“Mbak, saya stop deh dari program nya. “ Kata saya
“Kenapa Bu ? Ibu mengalami penurunan berat badan yang cukup bagus koq. Selain itu perawatan yang belum dilakukan masih ada beberapa ? “ Sang Konsultan menunjukkan kartu kontrol perawatan saya.
“Iya sih Mbak. Sekarang body saya kelihatan lumayan ada bentuknya. Tapi bagaimana lagi, terpaksa saya berhenti perawatan karena saya hamil. “
Kehamilan tersebut berarti kehamilan anak ketiga saya, lalu segera disusul kehamilan anak ke empat. 

Sekarang, hampir 4 tahun sejak saya memutuskan mengambil Paket Pelangsingan seharga sebuah sepeda motor itu, Alhamdulillah, saya masih dikaruniai tubuh yang sempurna, walau mungkin dengan berat tubuh mendekati bobot panda.
Masih mau ikut Program pelangsingan? Pikir-pikir lagi deh, buktinya saya bukannya langsing malah dapet tambahan 2 anak..

 
;