Alasan Talak Sang Adipati

by - Saturday, March 30, 2013

*Diposting di Kompasiana 4-12-2012

Seorang Adipati (A) memerintahkan kepada Baturnya. (B) “Carikan aku seorang selir ! Ingat ya “Spek”nya harus yang kinyis-kinyis dan perawan.”
Sang Batur pun kemudian keliling wilayah untuk mencari info keberadaan gadis yang sesuai “Spek” yang diminta, sampai akhirnya ia mendengar ada seorang Rara yang semlohei di sebuah Padepokan di negeri Domba
Beberapa hari kemudian Batur mengatur pertemuan antara Adipati, Rara dan keluarganya di  Pondok Dahar untuk membicarakan peminangan Rara sebagai selir Adipati ,yang mana akan dilaksanakan dalam tempo selambat-lambatnya 4 x 24 jam.
Setelah keluarga Sang Rara mengadakan musyawarah dan mengkalkulasikan secara makro untung ruginya persyarikatan ini, mereka pun oke atas tawaran tersebut.

Pada waktu yang disepakati,  diresmikanlah perseliran antara Adipati dan Rara, yang terpaksa dilakukan secara sembunyi-sembunyi dikarenakan  Garwa Adipati belum menandatangi SK persetujuan dipoligami.
Namun, sayang seribu sayang, perseliran ini diakhiri mendadak oleh Sang Adipati . Alasannya “Rara, ternyata engkau tidak perawan lagi” Tulis Adipati singkat yang ditorehkan diatas lembaran kulit kayu Kersen Hitam..

Tidak hanya mutung kepada Rara, Adipatipun murka kepada Baturnya.
“Gila lo ya! Guwa’kan udah bilang. Cariin selir yang kinyis-kinyis dan perawan” Lagak preman Adipati kumat saat sedang murka
“Lah, bukannya si Rara juga udah sesuai spek, Tuan?” Si Batur menyanggah.
“Apaan. Out of Spek. Memang sih dia cakep tapi sudah tidak perawan, tahu!” Sang Adipati semakin murka mengingat malam pertamanya yang tidak seindah impiannya. Padahal ia sudah bayar mahar dan upeti hampir 250 keping emas.
Swear deh, Adipati. Den Rara masih perawan koq. Saya yakin sekali. Karena sebelum mengajukannya sebagai kandidat terkuat, saya sudah trial dia dulu. Dan terbukti dia masih perawan.” Batur keukeuh dengan argumennya.
“Apa kau bilang!!!! Jadi dia sudah kau cicipin dulu?! Mak diamput! “
Dan Baturpun pingsan dengan sukses akibat dikamplengi oleh Adipati.

*Diisnpirasikan dari kisah Bupati Garut*

You May Also Like

0 komentar