Omong Kosong Dengan Pusat Pelangsingan

by - Saturday, March 30, 2013




Gencarnya iklan di media massa yang menggambarkan perempuan cantik itu harus langsing, berkulit mulus dan tampil kinclong menjadikan bisnis kecantikan kulit dan perawatan tubuh merupakan bisnis yang “tidak ada matinya”. Berbagai macam program paket pelangsingan atau paket perawatan tubuh di tawarkan dan seringkali harganyapun tidak murah. 

Sebagai Ibu Rumah Tangga yang lebih banyak berdiam di rumah, dengan dibantu 2 orang asisten, kegiatan saya tidak lagi padat dan melelahkan ketika anak-anak mulai masuk usia sekolah. Untuk mengisi waktu luang saya membaca buku, mencoba resep masakan atau menonton film bareng suami, jika ia sedang punya waktu luang. Selain itu,tanpa disadari ternyata ada satu kegiatan selalu saya lakukan saat waktu luang tersebut. Ngemil.
Kalori yang masuk berlebih sedangkan aktifitas yang irit energi menyebabkan lama kelamaan tubuh saya makin melebar kesamping dan kedepan. Perut buncit mirip sedang hamil, pinggangpun cenderung membulat keluar.
”Kamu makin gendut sekarang. Masa tiap bulan mesti beli baju baru karena yang lama tidak lagi muat” Suami mulai protes.
”Ah, baru nambah 7 kilo. Maklum aja udah emak-emak” saya coba ‘ngeles

Tapi ketika semakin lama saya merasa makin cepat lelah, jalan kaki sedikit jauh napas langsung ngos-ngosan, mudah berkeringat, dan sedihnya sebagai Ibu-ibu narsis saya makin susah tampil oke saat foto-foto dengan teman-teman. sadarlah saya bahwa ternyata timbangan sudah menunjukkan angka jauh diatas berat badan ideal.
”Diet.” Kata seorang teman.
“Minum obat herbal merek X, cepet turun deh. “Saran teman lain.
”Makanya olahraga. Lari pagi. “ omel Ibu saya yang kebetulan berkunjung dan kaget saat melihat anaknya sebesar beruang madu. 

Saran yang diberikan mereka tidak ada yang cocok buat saya. Seumur-umur saya belum pernah diet. Olahraga hanya sampai jaman SMA dulu. Minum herbal takut berpengaruh ke ginjal.   
Suatu hari saat membaca sebuah majalah wanita, saya tertarik dengan iklan pusat pelangsingan yang dibintangi Krisdayanti (saat itu ia baru melahirkan anak keduanya). “Pa, Mama coba tanya kesini ya?” Rayu saya ke suami sambil menunjukkan iklan tersebut. Suami saya mengangguk setuju.
“Tapi Pa, harga paketnya segini “ Saya tunjukkan brosur yang diberikan petugas Pusat Pelangsingan tersebut.
“Wih, ini sih bisa buat beli motor baru.” Suami saya tampak kaget. “ Tapi asal bisa langsing kayak ini, boleh juga.” Lanjutnya sambil menunjuk sang bintang iklan.
Glek!

Dan dimulailah program pelangsingan tersebut. Paket terdiri dari 3 jenis perawatan salah satunya pembalutan dengan semacam plastic wrap yang super dingin, Sebulan setelah perawatan berat badan saya memang turun beberapa kilo.
"Hhhmmm…mulai ada bentuknya.” Puji suami saya.
Bulan kedua berat badan makin banyak yang turun. Bulan ketiga saya makin tampil percaya diri memakai baju-baju dengan ukuran “M”.

Tapi, koq sekarang saya jadi jadi sering pusing. Badanpun mudah lemas. Sakit maag yang bertahun-tahun tidak pernah muncul sekarang jadi kambuh.
“Periksa ke dokter yuk.” Ajak suami saya setelah melihat saya seminggu itu lebih banyak berbaring.
Sepulang dari memeriksakan diri ke dokter , dengan membawa surat keterangan darinya, saya mendatangi Pusat Pelangsingan tersebut dan menemui konsultan perawatannya.
“Mbak, saya stop deh dari program nya. “ Kata saya
“Kenapa Bu ? Ibu mengalami penurunan berat badan yang cukup bagus koq. Selain itu perawatan yang belum dilakukan masih ada beberapa ? “ Sang Konsultan menunjukkan kartu kontrol perawatan saya.
“Iya sih Mbak. Sekarang body saya kelihatan lumayan ada bentuknya. Tapi bagaimana lagi, terpaksa saya berhenti perawatan karena saya hamil. “
Kehamilan tersebut berarti kehamilan anak ketiga saya, lalu segera disusul kehamilan anak ke empat. 

Sekarang, hampir 4 tahun sejak saya memutuskan mengambil Paket Pelangsingan seharga sebuah sepeda motor itu, Alhamdulillah, saya masih dikaruniai tubuh yang sempurna, walau mungkin dengan berat tubuh mendekati bobot panda.
Masih mau ikut Program pelangsingan? Pikir-pikir lagi deh, buktinya saya bukannya langsing malah dapet tambahan 2 anak..

You May Also Like

5 komentar

  1. Wah... sampai segitunya. AKu belom pernah sih dateng ke pusat pelangsingan gitu. Sayang, duitnya mending buat beli motor baru... :D *emak2 pelit*

    ReplyDelete
  2. haha... mungkin karena langsing, lalu suami jadi penginnya ngajak terus yah? hehe...

    kalau aku sih memang banyak gerak dan sedikit makan. jadi malah terlalu langsing, susah banget mau bikin badan sedikit berisi..

    salam kenal ya mak. semoga kehamilannya sehat :)

    ReplyDelete
  3. hahahahaasli ngakak, jadi hasil dari tempat pelangsingan nambah baby 2 hihihihi so good mba

    ReplyDelete
  4. heheheh menurut saya ideal itu memang wajib, tapi cara mencapainya harus sehat. Jadi

    saya lebih suka olahraga atau diet

    ReplyDelete
  5. Kirain pusing-pusingnya itu karena sakit, efek diet segala macem. Hehe...

    ReplyDelete