Monday, April 15, 2013

5 Langkah Menutup Kartu Kredit




Sudah banyak pakar keuangan yang memberikan nasehat agar anda bijak dalam penggunaan kartu kredit. Karena pada dasarnya kartu kredit adalah penyediaan dana pinjaman, yang jika dana tersebut anda pergunakan maka anda harus membayar sejumlah biaya tertentu. 

Batasilah penggunaan dana kartu kredit maximal sebesar 30% dari total pendapatan anda. Karena jika lebih besar dari itu maka anda sering kali mengalami kesulitan dalam pelunasannya. Sehingga semakin lama hutang kartu kredit anda dilunasi maka semakin besar jumlah hutang anda. 

Jika anda bermaksud menutup kartu kredit maka inilah langkah-langkah yang harus anda lakukan;

1. Lunasi seluruh tagihan. 

Kartu kredit tidak akan bisa ditutup jika anda belum melunasi seluruh tagihan. Bayarlah seluruh denda dan biaya administrasi yang timbul. Termasuk biaya materai. Bayarlah tagiham anda hingga sen terakhir yang tercantum. Jangan menyisakan serupiahpun karena dikemudian hari bisa menjadi kendala. Tidak sedikit kasus  annual fee yang tidak dibayar bisa tiba-tiba membengkak jumlahnya setelah 10 tahun kemudian. Karena dianggap hutang plus bunga lalu berbunga kembali.





2. Batalkan seluruh pembayaran otomatis (autodebet).

Salah satu manfaat penggunaan kartu kredit anda bisa melakukan autodebet pada beberapa tagihan rutin anda, seperti tagihan telepon, listrik, pusat kebugaran atau asuransi. Jika anda bermaksud menghentikan pemakaian kartu kredit anada maka selain menghubungi penerbit kartu kredit, anda juga harus menghubungi pihak dimana anda meminta pembayaran otomatis.
Catatlah nama petugas dengan siapa anda berbicara, tanggal dan waktu saat anda meminta penghentian otodebet ini, Agar sekiranya bulan depan tagihan masih dibebankan kepada kartu kredit anda anda bisa mengajukan komplain.

3. Proses Penutupan Kartu Kredit

Beberapa provider kartu kredit dapat memproses penutupan kartu kredit cukup melalui telepon. Tapi ada juga sebagian yang mengharuskan anda datang ke kantor mereka, terutama pada proses penutupan yang diakibatkan sengketa. Misalnya Anda menolak membayar tagihan yang dibebankan kepada anda padahal anda tidak merasa memanfaat fasilitas tersebut. Atau keterlambatan pembayaran yang berlarut-larut.

Sekalipun provider memiliki layanan 24 jam , namun sebaiknya lakukan penutupan kartu kredit di jam dan hari kerja agar proses penutupan bisa segera dilaksanakan.

Saat penutupan  anda harus memastikan dan mencatat hal sebagai berikut :
a. Tanggal efektif penutupan kartu kredit
b. Nama administrator yang menerima telepon anda
c. Tanggal dan waktu proses penutupan
d. Apakah masih ada tagihan yang tertunggak
e. Biaya-biaya lain yang mungkin timbul hingga tanggal efektif penutupan kartu kredit
f. Minta agar kartu kredit anda dilakukan pemblokiran, sehingga tidak bisa lagi digunakan.

4. Konfirmasi Tertulis

Mintalah konfirmasi tertulis dari pihak bank yang menyatakan anda meminta penutupan kartu kredit. Pastikan nama dan nomor kartu kredit yang tertulis disurat tersebut adalah benar. Simpanlah surat ini dengan baik setidaknya selama 6 bulan setelah kartu kredit efektif ditutup.

5. Periksa sekali lagi dibulan berikutnya.

Walaupun kita yakin bahwa semua kewajiban, administrasi dan pembayaran yang harus kita lakukan sudah dibayar lunas, tidak ada salahnya anda melakukan konfirmasi kembali via telepon kepada pihak bank. Pastikan seluruh tagihan anda dalam posisi NIHIL.
Dengan memastikan hal ini jika masih ada masalah yang belum terselesaikan maka anda bisa segera menuntaskannya. Agar tidak tiba-tiba menjadi masalah serius dibeberapa tahun kemudian. Tidak sedikit kasus tagihan materai yang 6000 rupiah belum dibayarkan tiba-tiba 5 tahun kemudian menjadi jumlah yang cukup besar. Sehingga mempengaruhi catatan BI Checking anda.

*Dari berbagai sumber*





0 komentar:

Post a Comment

 
;