Monday, April 1, 2013

Agar Tetap Bertahan di Pasar Retail


Apakah dengan masuk ke perusahaan retailer yang tepat, maka produk kita akan otomatis laku keras dan mampu bertahan? Tentu saja tidak. Dibutuhkan strategi lain yang mendukung majunya penjualan. Salah satunya, kemampuan untuk menata produk dengan menarik. Display yang bagus mampu menarik perhatian pengunjung department store untuk melirik produk kita yang berada di antara produk-produk sejenis. Dan jangan segan mewujudkan display yang sejalan dengan tema toko. 

Dalam menyambut perayaan tertentu (Occasional)biasanya, buyer akan memberitahukan temanya, lalu usahakanlah mewujudkannya. Misalnya pada produk Bedding, Buyer menginginkan dibuatkan sebuah kamar mungil. Berarti, mulai dari tempat tidur anak hingga drawer dipersiapkan. Lalu dihias dengan bedding dan lampu meja yang serasi sehingga tercipta suasana kamar yang cantik.. Namun untuk hari biasa, cukup letakkan keranjang kecil berisi produk mungil, seperti handuk kecil yang harganya relatif murah, di bagian depan counter-nya untuk menarik minat konsumen. 

Selain itu, pengusaha juga harus mengerti keinginan pasar yang terus berubah. Tak ada salahnya membuat kreasi lain di luar produksi kita yang utama. Misalnya, ketika  diminta membuat produk baru menyambut Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk eksklusivitas, yang umumnya diminta oleh pihak perusahaan retail besar, buatlah model yang berbeda dan hanya bisa didapatkan di department store yang bersangkutan. Jangan ragu untuk sering melakukan survey terhadap trend terbaru , hal ini tentunya memberikan nilai tambah karena kita menjadi lebih paham tentang produk apa yang layak kita keluarkan untuk musim berikutnya.  
  
Meletakkan produknya di sebuah retailer besar bukan berarti  akan langsung mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Produk itu hanya dipajang. Kita butuh orang untuk menawarkannya. Itulah mengapa SPG (sales promotion girl) menjadi ujung tombak  dalam berjualan.
Karena tak semua retailer besar menyediakan SPG, tak jarang para pemilik produk harus mencarinya sendiri.  Tentu SPG yang dipilih harus  sesuai dengan kriteria dari retailer tempatnya bekerja sama. SPG juga harus menginformasi tentang stok barang yang habis. Dan mereka juga harus dibekali pengetahuan tentang produk..

Bagaimana dengan produk di department store yang belum terjual? Ada berbaga cara yang berbeda-beda untuk mengatasinya.Salah satunya tarik kembali produk tersebut, lalu jual lewat online dengan potongan harga. Atau dengan menggelar big sale di showroom masing-masing.

0 komentar:

Post a Comment

 
;