Wednesday, April 3, 2013

Emak-emak Rempong



What a hectic morning. Acara di luar kota (Jakarta sudah beda Propinsi loh dari Tangerang :D ) yang dilaksanakan mulai pagi hari selalu membuat aku terpontang-panting. Menyiapkan sarapan, cemilan buat 3 orang anak saat jam istirahat di sekolah, tidak boleh lupa menelpon katering untuk makan siang “orang rumah” , instruksi (harus detail)  untuk asisten, and so on.

Jika acara dilaksanakan mulai pukul 08.00 berarti -tidak bisa ditawar - saya harus berangkat pada pukul 06.00. Macetnya jalanan menuju dan di Jakarta rasanya seluruh orang sudah tahu.  

Alhamdulillah, pagi ini segala persiapan untuk anak-anak sekolah dan  keperluan rumah berlangsung lancar, karena saya sudah mewanti-wanti seluruh penghuni rumah sejak malam sebelumnya bahwa besok pagi saya ada acara di Jakarta. Maka tepat pukul 06 saya sudah bisa berangkat dengan tenang.

Mungkin sudah “dari sononya”, sebagai emaknya anak-anak seolah ada alarm yang akan berbunyi pada jam-jam tertentu . Sekalipun saat itu saya  sedang menyimak dengan serius materi acara . Kringggg. Melirik jam tangan, pukul 10 . Diam-diam saya akan menelpon ke tukang ojek langganan, 'ngecek apakah A-Ming (nama sebenarnya Jasmine, anak no.3) sudah dijemput dari Playgroup-nya.

"Halo Iyan, sudah jemput A-Ming? Sekarang sudah sampai mana? Titip pesan ke Mbak supaya A-Ming dan A-Pin dibuatkan susu, dikasih kuenya,yah." Biasanya saya bertelepon dengan si Iyan secara berbisik-bisik. Mesra banget deh. Maklum takut mengganggu peserta lain.

Lalu saat istirahat makan siang, saya akan menelpon lagi. Kali ini ke Suami "Pa, sudah makan? Ada kabar apa?" Pembicaraan kami bisa panjang atau pendek tergantung kesibukan dan mood suami. Kalau dia sedang ada pekerjaan di luar kantor biasanya jawabannya kalimat-kalimat pendek. Durasi telepon kurang dari 5 menit. Tapi kalau dia sedang seharian dirumah, maka telepon dari saya ini  akan jadi ajang curhat ke-bete-annya menghandle dua batita.
"Ma, si A-Pin anakmu, masa ngacak-ngacak lemari pakaian. Mau cari baju Princess, katanya". Atau,
"Ma, si A-Ming tuh 'manjat pager tetangga melulu. Hampir jatuh tadi. Ampun deh anakmu satu itu."
Anakku? Anakmu juga kaleee...

Nanti sekitar jam 2 siang saya menelepon ke rumah lagi. Tanya kondisi rumah, apakah anak-anak sudah minum susu, apakah sedang tidur siang, terima telepon dari siapa saja dan apakah ada tamu yang datang .Baru bisa tenang setelah dapat jawaban oke-oke saja. 

Kemudian saya akan kembali menelepon pada jam 4 sore untuk mengecek apakah si Kembar sudah pulang sekolah atau belum.

Diantara telepon-telepon dari dan ke rumah, masih ditambah terima telepon dari customer (biasanya'ngejar-ngejar kiriman barang) atau  supplier (biasanya menagih, hiks), menjawab  email dan SMS , bikin status Fesbuk dan 'Ngetwit . Tentu saja berkenalan dengan sesama peserta acara diikuti foto-foto bersama. Nah, kalau materi pembicara mulai membosankan aku akan mengisinya dengan membuat mini artikel agar seolah-olah tampak sibuk mengetik (masa mau dibilang mencatat, lah wong pakai laptop) materi yang sedang di presentasikan.

Akhirnya, tanpa disadari tibalah diujung acara. Pembagian doorprize. Dapat atau tidak, hadiahnya menggiurkan atau biasa saja, inilah bagian yang selalu mendebarkan sebagai peserta acara.

Hari ini saya dapet Buku Agenda Exclusive -meskipun saya setengah mati berharap dapet kamera Sony- ,maka tidak heran bukan, jika saya selalu semangat menghadiri acara-acara seperti ini.






2 komentar:

Anonymous said...

jadi... dapet doorprize apa bu?

biasanya pulang dari acara mampir ke tukang kue, beli oleh oleh buat anak2

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Hehehe...dapet buku agenda. padahal ngincer kamera pocket sony.
Pulangnya selalu always gak pernah never mampir ke mini market beli susu dan diapers

Post a Comment

 
;