Wednesday, April 24, 2013

Fitnah Bagi Jinny


Mungkin anda pernah mengalami kejadian seperti yang saya alami ini: beberapa hari lalu sebelum memandikan si Bungsu, saya memindahkan botol minyak kayu putih dari kotak obat ke atas meja tivi, bersebelahan dengan kacamata. Saya sangat yakin kedua benda tersebut saya letakkan berdampingan karena saya bermaksud membalurkan minyak kayu putih tersebut saat si Bungsu selesai mandi nanti, dan saya mencopot kacamata sebelum masuk kamar mandi. Keluar dari kamar mandi  kami langsung menghampiri meja tivi, ternyata botol tersebut telah raib . Hanya ada kacamata.  Saya mencari keliling kamar hingga ke bawah kolong meja dan kolong tempat tidur . Bantal, guling, selimut di angkat, mungkin terselip dibawahnya. Suami serta ketiga anak  lainnya diinterogasi berulang-ulang, barangkali mereka memindahkan botol minyak kayu putih tersebut. Hasilnya nihil. Namun anehnya, sang botol ditemukan pada siang harinya. Ditempat yang sama persis ketika saya meletakkannya pada pagi tadi. Praduga saya adalah : ini pasti ulah si Jinny.
Kejadian lainnya, suatu siang anak ketiga kami, Jasmine, mendapat oleh-oleh es krim dari tantenya. Setelah membuka bungkus es krim , ia masuk ke kamar bermaksud mengambil mainan, sambil tetap menggenggam es krim. Saya dan si Tante mengobrol di ruang tamu. Tiba-tiba, Jasmine keluar kamar dengan menangis sambil  memandangi batang kayu es krimnya.
” Yaahh…es krim habis…es krim habis..”
Mendengar tangisan Jasmine kami bergegas mendatanginya. Dalam pikiran kami es krim tersebut terjatuh. Bermaksud membersihkan, kami masuk ke kamarnya dan mencari-cari ceceran es krim dilantai. Tapi tak tertinggal sebercak pun. Rasanya mustahil es krim tersebut habis tak bersisa dalam waktu 1-2 menit oleh anak berusia 3.5 tahun.
“Sudah jangan menangis lagi , Jinny lagi pengen es krim Dek. Nanti Tante belikan lagi, yah” Bujuk sang Tante.
Siapa Jinny itu? Ia adalah makhluk gaib yang saya percayai bercokol di rumah saya. Karena tidak melihatnya, maka sebutan Jinny itulah yang saya gunakan, merujuk kepada film komedi tentang jin wanita yang berteman dengan tuannya, sekedar agar saya tidak merasa ‘serem-serem amat’ hidup bersisian dengannya.
Saya merasa bahwa kehadiran si Jinny sebetulnya tidak bisa saya anggap keganjilan, karena selain masalah barang yang kadang kala raib mendadak (yaiyalah, mana ada barang raib ‘pakai acara’ berpamitan dulu) atau sesekali terdengar suara halus, diluar itu ia tidak menimbulkan gangguan berarti. Saya tidak merasa rumah saya angker jika ukurannya adalah didiami makhluk halus seperti si Jinny ini.
Makhluk halus memiliki fleksibilitas tinggi, jumlah mereka jauh lebih banyak dengan umur yang jauh lebih panjang. Mereka bisa berada dimana-mana. Sehingga  kehadiran mereka tidak perlu dibesar-besarkan walaupun juga tidak dapat diremehkan.
Kehilangan kunci, dompet, jam tangan, dasi Kakak atau barang remeh-temeh lainnya seringkali membuat kami terpaksa harus sekalian bebersih, karena ketika mencari ke belakang meja tivi , misalnya, ternyata tumpukan debu sudah beberapa inchi.  Namun, bila sudah mencari ke segala sudut rumah tapi tidak di ketemukan maka Jinnylah lagi-lagi menjadi tertuduh. Anehnya, saat kami sudah nyaris hilang harapan untuk menemukan benda yang dicari, tiba-tiba benda tersebut seperti muncul sendiri, di tempat tadi kami mencari.  Sehingga kami menganggap barang-barang yang lenyap secara mendadak kemungkinan bisa jadi akibat keisengan si Jinny.  
Namun, benarkah botol minyak kayu putih tersebut menghilang sejenak? Saya mencoba mengingat dengan keras urutan kejadian sebelum saya mendeklarasi kehilangan sang botol. Ternyata,  setelah keluar dari kamar mandi, saat akan membalurkan minyak kayu putih saya meletakkan handuk di meja tivi tersebut. Rupanya handuk menghalangi posisi botol sehingga tidak terlihat oleh saya. Ketika handuk itu saya angkat untuk dijemur, mestinya botol tersebut terlihat namun karena otak saya menyakini bahwa  botol  itu menghilang, maka saya melihat apa yang ingin saya lihat. Hal ini terbukti saat saya berseru :”Wah, ini minyak kayu putihnya ketemu” 
“Loh, memang dari tadi juga  saya lihat ada disitu koq .”  Suami saya langsung memadamkan gegap  gempita saya  atas penemuan tak terduga tersebut.
“Kenapa dari tadi ngga kasih tahu, sih, kalau botol minyak kayu putihnya di sini.” Tuntut saya.
”Kan, tadi Mama bertanya :apa saya memindahkan?. Saya memang  tidak memindahkan. Tidak bertanya botolnya dimana.”
Ah, sudahlah. Toh, sudah ketemu.
Tapi bagaimana menjelaskan kejadian yang  ini : Disuatu malam, tengah malam, ketika saya terbangun dan merasa haus, saya menuju dapur. Saat membuka kran dispenser air, dari arah pintu  belakang rumah terdengar seperti suara segerombolan orang ngobrol, lalu tiba-tiba,
.”Assalamu’alaikum, Bu” logat dan alunan suaranya persis sama dengan penjual telur langganan kami. Tapi apa iya penjual telur keliling di tengah malam?
“Wa’alaikumsalam” Saya menjawab sambil lari terbirit-birit masuk kamar.
--------
-We"ll Keep On Fighting 'Till The The End-

0 komentar:

Post a Comment

 
;