Sunday, April 28, 2013

IKLAN HARUS BERORIENTASI PADA HASIL


Orang marketing seringkali mengalami konflik dengan orang keuangan jika ingin beriklan. Maklum, orang marketing selalu minta uang untuk membuat iklan, yang biasanya tidak dalam jumlah kecil. Alasannya, sederhana, untuk brand building. Sedangkan orang keuangan biasanya lalu mempertanyakan hasil dari beriklan tersebut. 
Seperti anda tahu, di mata orang keuangan, setiap investasi harus ada return. Padahal orang marketing biasanya kelabakan mempertanguung-jawabkan advertising expenditure-nya apalagi kalau yang dilihat pengaruhnya kepenjualan.
Sejatinya, beriklan memang harus ada hasilnya. Hasilnya mungkin short-tem atau long-term. Yang penting jangan mengeluarkan uang kalau tidak sambil jualan.

Iklan merupakan sarana pemilik produk berkomunikasi dengan pembeli. Komunikasi yang baik selalu mempunyai tiga efek bagi orang yang dituju : 
1. efek cognitive, 
2. affective, dan   
3. behaviour
Bagi saya, kalau membuat iklan – yang merupakan brand visualization- harus bisa membuat orang ingat dengan produk kita (cognitive), harus bisa membuat orang senang dengan produk kita (affective), dan harus membuat orang membeli produk kita (behaviour).
Iklan yang result oriented adalah iklan yang berfokus pada peningkatan penjualan. Namun tetap harus diingat, iklan anda harus berbeda dengan iklan kompetitor agar mudah diingat target anda. Karena BERBEDA adalah segalanya dalam marketing.

0 komentar:

Post a Comment

 
;