Wednesday, April 10, 2013

Memulai Bisnis Dari Nol (Bagian 5)

5.       Sumber Daya Manusia

Ada 3 aset terpenting perusahaan yaitu
1) SDM,
2) SDM, dan
3) SDM

SDM yang dibahas dalam artikel ini hanya terbatas pada anda sebagai pemilik usaha sekaligus pemimpin kegiatan usaha, dan karyawan.
Karyawan bagi sebuah perusahaan adalah  modal atau aset yang bernilai yang dapat dilipatgandakan, dikembangkan dan sebaiknya tidak dianggap sebagai liability (beban,cost).
Karyawan yang bekerja dengan baik, jujur dan  loyal membuat anda tenang mendelegasikan sebagian kegiatan usaha anda kepadanya.  Dengan memiliki karyawan yang cakap dan terpercaya maka usaha anda akan lebih cepat berkembang dibandingkan anda mengelola usaha anda seorang diri.

Saat sarapan pagi di depan komplek tempat tinggal saya, di Islamic Village-Karawaci, saya berkesempatan berbincang dengan seorang penjual mie ayam. Saya tahu persis, biasanya pada siang  hari seluruh mie yang dijual akan habis terjual.
“Bang, sehari bisa menjual berapa porsi?” tanya saya.
“Kalau hari biasa saya persiapkan untuk 100 porsi. Kalau Sabtu dan Minggu 150 porsi” Katanya. Harga perporsi 7000 rupiah.
“Selalu habis, Bang?”
“Alhamdulillah, hampir selalu habis, Bu.” Jawabnya dengan wajah berseri-seri.
“Ini dagangan punya Abang sendiri?” Tanya saya lebih lanjut.
“ Ya Bu, punya sendiri.” 
“Selain disini, jualan dimana lagi?” Wah, kalau Abang ini punya 2 gerobak mie ayam saja, omsetnya sehari bisa lebih dari 1 juta rupiah.
“Disini saja Bu. Repot. Susah cari orang yang bisa dipercaya.” Si Abang menggeleng kepala. Karena saya lihat ia makin sibuk melayani maka wawancara tersebut saya akhiri. Lagipula mangkok mie ayam saya sudah kosong. Saatnya saya  bayar  makanan tersebut dan pulang.
Saya seringkali  mengadakan wawancara singkat seperti ini kepada pedagang-pedagang kakilima yang saya lihat ramai pembelinya.
Sebagian dari mereka sudah menjalani usahanya selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Hasil penjualan mereka bagus namun tidak berkembang. Sekalipun ada kenaikan pemasukan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, lebih karena disebabkan naiknya harga jual mereka –misalnya tahun lalu harga semangkok mie ayam 6000 rupiah, tahun ini menjadi 7000 rupiah-. Sedangkan kapasitas produksi mereka sudah sulit ditambah karena keterbatasan SDM. 

Para pelaku usaha seperti pedagang mie ayam dalam ilustrasi diatas, bisa jadi memiliki karyawan. Namun karyawan mereka bertugas hanya sebagai pembantu saja sedangkan pekerja utama adalah dirinya sendiri.
Hakekatnya wirausaha atau entrepreneur adalah pemilik bisnis, dimana usaha yang dijalankan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi dirinya, keluarga dan masyarakat. Bukan sekedar seseorang yang membuka kesempatan bekerja untuk dirinya sendiri.
Jika ingin usaha anda berkembang saran saya rekrutlah karyawan. Lalu didiklah  mereka sehingga semakin lama struktur usaha anda akan makin berkembang seiring meningkatnya tanggung jawab karyawan anda.
“Usaha saya baru mulai, bagaimana mungkin merekrut karyawan?”  
Anda yang paling tahu kapasitas diri dan usaha anda.             
Saat memulai bisnis kami, saya dan suami melakukan seluruh pekerjaan. Dari mulai memilih  dan membeli bahan baku, memproduksi hingga mengantar barang ke pelanggan sampai menagih pembayaran. Namun, semakin besarnya kapasitas usaha maka kami mulai merekrut karyawan.

Sebelum merekrut karyawan, terlebih dahulu Anda perlu menentukan kriteria karyawan yang akan di rekrut. Ada 7 C yang perlu anda pertimbangkan.
1. Capability,  kemampuan nalar, kecerdasan, cara berpikir sistematis.
2. Capacity, kemampuan menangani dan menyelesaikan masalah, menghadapi beban kerja yang tinggi dan kemampuan menentukan prioritas.
3. Character, atau watak. Sikap, tingkah laku, sopan santun dan cara mengendalikan emosi
4. Credibility, kriteria ini memperlihatkan sikap dapat dipercaya, dan kemampuan mengemban tugas.
5. Comitment,  kesungguhan menyelesaikan tugas, dan keinginan untuk memajukan perusahaan
6. Creativity, kreatifitas. Karyawan yang kreatif akan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih efisien dan efektif.
7. Compatibility, kemampuan bekerjasama dengan orang lain.

Jika kriteria 1 dapat dilihat dari nilai ijazahnya. Namun kriteria 2 sampai 7 dapat diketahui melalui sesi wawancara dalam suasana yang santai, agar calon karyawan dapat secara lancar dan tidak tegang  menceritakan nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya. Sehingga pemilik usaha bisa menentukan diantara para pelamar kerja, yang manakah yang paling cocok untuk di rekrut sebagai karyawan.

Yang harus anda lakukan setelah merekrut karyawan yang tepat adalah anda harus   mampu mengelola  karyawan anda.
Seorang pemilik usaha harus memiliki leadership agar karyawan terpacu untuk maju bersama perusahaan..
Jika anda mampu mengelola karyawan dengan baik maka kemungkinan berikut tidak terjadi,
1. Anda merasa khawatir karyawan tidak bekerja dengan baik tanpa pengawasan anda selain itu anda tidak perlu mendominasi seluruh keputusan-keputusan “kecil” dalam usaha anda.
2. Sistem dan prosedur tidak berjalan karena segala hal tergantung pada anda
3. Karyawan tidak diberdayakan untuk bertanggung jawab. Karena karyawan hanya bekerja tanpa didik untuk meningkatkan produktivitas dan bertanggung jawab terhadap petugas.
4. Karyawan sangat bergantung pada keberadaan anda. Ketika anda tidak berada dilokasi usaha maka kegiatan usaha akan terganggu.
Kepemimpinan yang efektif  akan memberi pengaruh ke orang lain dalam hal ini karyawan anda. Anda bisa berpengaruh jika anda sanggup memberikan pengaruh baik bagi diri anda sendiri. Pimpinlah dulu diri anda  Jadikan anda teladan bagi karyawan anda.  Jadikan diri anda sebagai orang yang pertama dan paling mematuihi sistem yang anda buat. Jika karyawan sudah memahami manfaat sebuah sistem maka mereka akan mematuhinya sekalipun tanpa kehadiran anda. 

Kepemimpian termasuk juga kemampuan mendelegasikan tugas. Anda tidak perlu khawatir, karyawan yang telah mendapat pendelegasian dan kepercayaan dari anda suatu saat akan pindah ke perusahaan lain atau mendirikan usaha sejenis. Karena bagaimanapun kompetitor akan selalu ada.

Delegasikan ke karyawan anda beberapa pekerjaan seperti pekerjaan yang bersifat  teknis, rutin, administrasi dan pekerjaan yang memberikan kesempatan pengembangan bagi SDM perusahaan anda.
Sebaliknya ada pula pekerjaan yang tidak bisa anda delegasikan seperti pembuatan peraturan dan kebijakan, penentuan sistem perusahaan, pekerjaan yang menuntut kualifikasi tinggi sementara tidak ada sorangpun karyawan anda yang memiliki kualifikasi tersebut, atau kegiatan menjembatani konflik antar karyawan.
Berikut ini beberapa tips agar anda sukses mendelegasikan tugas ke karyawan anda ,
1. Anda harus percaya bahwa pendelegasian tersebut merupakan langkah menuju sukses bagi usaha anda.
2. Anda harus sungguh-sungguh percaya kepada karyawan bahwa ia sanggup melaksanakan tugas tersebut.
3. Anda harus cukup sabar mendidik karyawan anda.. Sangat sulit menemukan karyawan yang langsung paham dan mengerjakan tugas persis seperti harapan anda.
4. Jelaskan hasil akhir yang anda harapkan. Namun biarkan karyawan berkreasi tentang bagaimana mengerjakan tugas tersebut. Agar mereka menjadi kreatif.  Namun, jika pekerjaan tersebut bersifat teknis maka anda harus memberikan detail prosedur pengerjaannya.
5. Buatlah sistem kontrol yang memungkinkan karyawan berkembang dengan baik. Sistem yang terkontrol bertujuan mengevaluasi kinerka karyawan dan kemajuan usaha anda.
6. Hindari mengambil alih pekerjaan yang sudah di delegasikan. Hal ini akan mengecewakan karyawan karena ia merasa dirinya dianggap tidak mampu bekerja dengan baik.



Bersambung....


0 komentar:

Post a Comment

 
;