Wednesday, May 22, 2013 0 komentar

Never Say No!!!

Pagi itu ponsel saya berdendang, “Bang, SMS siapa ini Bang…” meskipun bukan abang-abang tapi kalau iseng saya sedang kumat, saya memasang lagu ini sebagai nada dering SMS masuk.
“Sibuk gak Rin? Kapan gw bisa nelpon lu?” isi SMS itu. Saya bingung menjawabnya karena nomor ponsel pengirim tidak tercatat dalam memori ponsel saya. Untuk customer yang mau membayar tagihan, saya selalu punya waktu untuk menerima teleponnya. Tapi sebaliknya, jika yang penelpon mau menagih hutang, kayaknya saya ngga punya waktu deh. Hehehe..
“Sori bos, ini siapa? Nomor ponsel tidak dikenal.” balas saya.
Pengirim SMS sudah ber “lu-gw” maka saya yakin ia sudah cukup mengenal saya dengan baik, karena, setelah menjadi emak-emak  sudah sedikit kenalan yang ber “lu-gw” dengan saya.
Ponsel saya berdendang lagi “ I believe I can fly…I believe I can touch the sky..” tanda ada panggilan masuk.  Di layar tertera  nomor pengirim SMS tadi.
“Halo.. Assalamu’alaikum, Bos. Koq ‘nelpon? ‘Kan belum tentu sekarang waktu yang tepat. “  Tegur saya. 
Ah, banyak ngomong lu. Udah, kapan kita bisa ketemuan?” Whooaa, galakan dia.
Lalu kami mengobrol. Ternyata kami berteman di SD. Selama ini kami berkomunikasi melalui bahasa tulisan di facebook atau twitter. Baru kali ini ngobrol secara lisan.
Lu, jualan chemical’kan?  Ada proyek nih.” Kalimatnya membuat saya semangat menemuinya hari itu juga.

Dari pertemuan hari itu, saya tahu teman saya berprofesi sebagai makelar (Jika aktifitas sebagai penghubung  ini bisa di kategorikan sebagai profesi).
Gue  makelarin apa aja. Dari mulai properti sampai kambing akikah, asal dapet margin (keuntungan) pasti gue cari-in” katanya.
“Rahasianya, kudu banyak teman. Jangan cari musuh”  lanjutnya.
“Informasi bisa didapat darimana aja, tapi biasanya dari teman-teman. Produknya bisa dicari ke teman-teman juga. Gue  lebih prefer  kerjasama dengan teman,Rin, dibanding mencari di  iklan-iklan.” Baik hati bener, kata hati saya.
“Karena kalau kerjasama dengan teman, lebih enak megangnya. Meskipun ada juga sih 1-2 orang yang coba-coba by-pass.” .
Ooooo…itu tho alasannya

Jujur, saya salut dengannya.
Saya selalu gak pe-de berbisnis produk atau jasa yang tidak saya kuasai. Sehingga saya sering menolak peluang yang datang.
“Itu namanya lu nolak rejeki.”
Gue takut gagal. Kan bisa malu ama customer yang udah percaya kepada kita.” Saya mengutarakan alasan.
“Memangnya selama jualan chemical lu ‘gak pernah gagal?” Tanyanya.
“Yah, pernah. Namanya juga bisnis. Tapi jarang gagal karena  produknya, karena gue kan paham kegunaan produk yang  gue jual  selain itu  sebelumnya sudah uji coba dulu.”
”Nah, makanya untuk memperkecil kegagalan, gue kerjasama sama orang yang mengerti di bidangnya. Kayak sama lu sekarang ini.”
“Dan tujuan pertemuan kita ini selain gue  mengajak lu kerjasama, gue  juga  mau membicarakan masalah komisi buat gue.” Wajahnya langsung berseri-seri.

Sebenarnya saya juga beberapa kali menjadi makelar, tapi produknya masih chemical  juga, sehingga saya paham benar dengan produk tersebut. Berbeda dengan teman saya yang cakupan produk dan jasa yang di makelarinya luas sekali.
“Gue jualan palugada. Apa lu mau, di-gue ada” Katanya.
Bagi saya kalimat tersebut mengandung sebuah kenekatan dalam menerima tantangan. Tidak masalah, sepanjang diiringi dengan perhitungan yang matang disamping harus mampu berpikir dan memutuskan dalam waktu cepat,-sangat cepat. Untuk itu , seperti kata teman saya, ia harus mempunyai jaringan pertemanan yang luas dan nama baik yang terjaga. Sehingga teman saya bisa dengan bangga mengatakan “never say no” setiap mengendus sebuah peluang yang menghasilkan uang baginya.
Tuesday, May 14, 2013 0 komentar

Bekerja Keras itu Apa?



Tak ada keberhasilan tanpa kerja keras, Ini falsafah yang berlaku bagi siapa saja. Perkaranya seberapa keras apa yang dimaksud kerja keras itu?
Syair sebuah lagu yang menjadi theme song Gangland Boss anatara lain berbunyi: “30 % hidup adalah takdir, 70 % lainnya harus diperjuangkan habis-habisan. Harus berjuang baru menang!”

Ciri-ciri kerja keras antara lain :
1.      Bekerja Lebih Lama
Jika orang lain bekerja 8 jam, seorang pekerja keras akan bekerja 10 jam. Saya memiliki langganan toko beras di pasar dekat rumah, awal toko tersebut dibuka  hanya memajang beberapa karung beras, kini -10 tahun kemudian- mereka sudah menambah 2 buah toko disebelahnya, penuh dengan karung-karung beras hingga ke langit-langit toko.  Yang saya lihat, toko tersebut sudah buka sejak subuh dan baru tutup setelah isya. Dibandingkan dengan kompetitor mereka yang baru buka toko pada pukul 06 pagi dan tutup pukul 17 sore.
2.      Bekerja Lebih Maksimal
Chairul Tanjung  memulai berdagang sejak ia masih sekolah. Ia pandai melihat peluang. Saat sekolahnya berencana mengadakan darmawisata, CT  mengajukan diri untuk mengkoordinir pengadaan bis, sehingga ia memperoleh komisi , yang ia pergunakan untuk membeli keperluan sekolah.. Demikian pula Delon Idol meskipun telah bekerja namun ia masih mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai wedding singer  sebelum ia terkenal sebagai penyanyi profesional seperti sekarang. 
Orang-orang yang kini sukses,  bersedia menambah jam kerja melebihi jam kerja   standar.  Mereka tidak takut lelah,. Karena mereka tahu, lelah itu adalah pembayar untuk kesenangan kemudian hari.
3.      Bekerja Lebih Baik.
Lebih baik bisa bermakna lebih efisien, lebih rapi dan lebih teliti. Elemen-elemen yang mendukung kerja lebih baik saling dukung sehingga pada akhirnya lebih menguntungkan.
Contohnya; membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, bekerja lebih rapih sehingga tidak ada bahan yang terbuang  dan menghitung lebih teliti sehingga tidak mengalami kerugian.
4.      Bekerja Untuk esok
Mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk aktifitas esok mencegah terjadinya kehebohan jika ternyata pada esok hari terjadi hal-hal yang tidak terduga. Karena siapa yang bisa memprediksi apa yang terjadi pada esok hari? Jika pekerjaan untuk esok hari sudah dipersiapkan segala sesuatunya pada hari ini, maka kegagalan bisa diminimalisir.
Contoh: Esok anda akan memproduksi 100 pasang sepatu, maka lebih baik jika hari ini anda sudah mempersiapkan bahan baku dan peralatan pendukung. Jika ternyata  ada satu bagian yang tidak tersedia dapat diketahui sebelum proses produksi dimulai, sehingga  proses produksi tidak terhalang.
5.      Bekerja Tanpa Henti
Bekerja keras juga berarti bekerja berkelanjutan, jika tak dapat disebut bekerja tanpa henti. Ini sekaligus berarti memanfaatkan waktu untuk bekerja dengan lebih maksimal. Untuk itu, memiliki perencanaan kerja sangat penting,  contoh  plan “A” ---> kegiatan “A” --> check --> Plan “B” -->kegiatan “B” --> check --> plan “C” --> kegiatan “C “ -->  check  --> plan D, dan seterusnya.
6.      Bekerja Apa Saja
Saat belum ditemukan mesin cuci, ethnis Tionghoa sudah banyak yang menjadi buruh cuci . Padahal profesi tersebut dianggap rendah karena mencucikan pakaian –bahkan pakaian dalam- orang lain. Namun, dengan “otak dagang” mereka kemudian mereka malah membuka  bisnis  binatu atau laundry.  Sekarang, di Yogyakarta saja bisnis ini berjumlah ratusan outlet. Kita tidak pernah menyangka, bahwa kadang-kadang pekerjaan yang tampak sepele  justru bisa menjadi sebuah bisnis yang besar jika di tekuni.
Wednesday, May 8, 2013 0 komentar

Mahfud MD : Kalau Ditangkap KPK 'Ngaku Sajalah!


Tangkap Koruptor

Sebagai masyarakat, jelas saya geram dengan kelakuan para koruptor. Terutama korupsi yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatakan dirinya WAKIL RAKYAT. Orang-orang yang saat mereka mencalonkan diri berjubah malaikat dengan blusukan ke pasar-pasar, numpang tidur di rumah orang kampung. dengan alasan agar memahami kehidupan mereka, membagi-bagikan sembako dan uang seolah-olah memperhatikan kesejahteraan dan lain-lain, dan sebagainya. Namun, saat mereka terpilih dan duduk dengan nyaman di kursi DPR atau DPRD atau Menteri, mereka berubah menjadi vampire penghisap dana APBD dan APBN yang seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
Akibatnya? Lihatlah betapa rendahnya kualitas jalan-jalan, jembatan, bangunan-bangunan sarana umum dan lapangan olahraga. Harga kebutuhan pokok pun selangit. Sehingga apapun terasa mahal di Indonesia ini.
Lalu, saat mereka tertangkap karena dicurigai "mencuri" uang rakyat. Dengan uang rakyat yang sudah mereka kuasai mereka menyewa pengacara hebat untuk membela perbuatan kotor mereka. Atau mengerahkan laskar-laskar untuk menghalangi eksekusi penyitaan harta hasil korupsinya. Dengan berbagai dalih.
Padahal, walau bukan berisi para malaikat, KPK tidak pernahh sembarangan dalam bekerja. Seperti yang di tulis oleh Mahfud MD dibawah ini. Saya yakin tulisan beliau merupakan ungkapan kegundahan seperti yang saya rasakan.
Kita bisa saja tidak peduli dan memasa-bodohkan dengan segala tingkahlaku para koruptor. Namun jika kita sadar bahwa yang mereka korupsi adalah hak kita, sepantasnyalah kita pun harus marah.
****************
Kerap kita dibuat keki oleh bantahan atau alibi orang-orang yang ditangkap
tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi.
Banyak di antara mereka yang berusaha mengelak dari jeratan hukum, misalnya
dengan dalih tidak tahu bahwa di mobilnya ada uang. Mereka mengatakan dengan bahasa yang sama bahwa mereka dijebak, entah oleh siapa. Ada juga yang mengatakan bahwa uang yang diterimanya bukan suap, melainkan dana untuk kerja sama bisnis atau sumbangan untuk kampanye.
Haruslah diingat bahwa berdasarkan pengalaman, sampai kini tak seorang pun
yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK bisa lolos dari hukuman, semuanya dijebloskan ke dalam penjara. Mengapa? Karena sebelum menangkap seseorang, KPK pasti telah memiliki bukti-bukti yang takkan terbantahkan yang dihimpun jauh-jauh hari sebelum penangkapan dilakukan.
Tak mungkinlah kita memercayai alasan klise yang sering diumumkan oleh KPK bahwa penangkapan dilakukan secara tiba-tiba karena ada laporan masyarakat tentang akan terjadinya transaksi suap-menyuap.
Yakinlah, KPK sudah punya bukti-bukti yang dihimpun sendiri secara cermat dalam waktu lama melalui pengintaian, pembuntutan, penyadapan, & perekaman aktivitas yang terkait dengan indikasi korupsi yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, jika seseorang sudah dijadikan tersangka, apalagi penangkapannya sampai dipublikasikan oleh KPK, sebaiknya segera mengaku & tak usah mencari-cari dalih. Hampir mustahil dalih atau alibi itu bisa menyelamatkannya.
Semakin banyak berdalih bisa semakin banyak aib keluar dan memalukan keluarga yang sebenarnya tak terlibat. Pelebaran aib itu bisa terjadi karena pembuktian oleh KPK di Pengadilan Tipikor adakalanya bukan hanya menyangkut korupsinya itu sendiri, tetapi menyangkut juga hal-hal lain yang dapat sangat memalukannya.

Ingatlah kasus Al Amin Nasution. Saat ditangkap dan diajukan ke PengadilanTipikor, dia membantah habis-habisan telah melakukan transaksi suap-menyuap. Namun di persidangan, KPK memutar banyak rekaman percakapan telepon yang sudah berkali-kali dilakukannya yang berisi proses transaksi penyuapan itu.
Sialnya bagi Al Amin, dalam pembicaraan hasil sadapan KPK itu terungkap pula bahwa transaksi korupsi itu bukan hanya menyangkut suap uang, tetapi juga melibatkan seorang wanita kinclong berbaju putih yang juga "disuapkan".
ngat jugalah ketika Urip Tri Gunawan dan Arthalyta Suryani kompak dalam skenario bahwa uang yang diserah-terimakannya saat penangkapan oleh KPK adalah pinjaman untuk bisnis permata yang kemudian diubah menjadi bisnis bengkel dengan proposal yang coba untuk diatur melalui telepon dari dalam sel tahanan yang juga disadap KPK.
Di persidangan, semua rekaman pembicaraan Urip-Arthalyta yang dilakukan jauh-jauh sebelum penangkapan diputar oleh KPK dan yang bersangkutan tak bisa mengelak sehingga hakim pun tak bisa berkesimpulan lain kecuali bahwa keduanya telah melakukan korupsi bejat yang merusak negara sehingga dihukum sesuai dengan ancaman maksimal.
Ringkasnya, semakin banyak mengelak atau membantah akan semakin banyak pula
rekaman hasil sadapan "transaksi korupsi" diperdengarkan di persidangan oleh KPK yang bisa-bisa membongkar aib-aib lain.
Makanya, kalau sudah tertangkap atau dijadikan tersangka oleh KPK, sebaiknya mengaku sajalah, tak usah menuruti skenario pengacara jika sang pengacara menyuruh mencari-cari dalih untuk tidak mengaku. Mengikuti skenario bohong hanya menunda penderitaan & deraan opini publik serta tak menolong untuk meringankan hukuman.
Apa yang dilakukan oleh Azirwan dan M Iqbal dalam menyikapi penangkapan
oleh KPK mungkin perlu dicontoh. Azirwan, pasangan korupsi Al Amin, lebih pandai membaca situasi. Meskipun saat baru tertangkap dia menolak keras telah melakukan penyuapan, di Pengadilan Tipikor dia mengaku secara gamblang tentang suap-suap yang terpaksa dilakukannya karena "diperas" oleh orang-orang DPR.
Ketika KPK memutar rekaman perbincangan teleponnya dengan Al Amin, Azirwan langsung meminta hakim menghentikan pemutaran rekaman itu dan langsung mengakui semua isi perbuatan korupsi (penyuapan) dan tahapan-tahapannya yang dilakukan bersama Al Amin dan DPR.
Azirwan tahu membaca situasi dan paham atas kecermatan KPK. Kalau rekaman itu terus diputar di persidangan bisa-bisa muncul aib lain seperti yang terjadi pada Al Amin, yakni munculnya fakta bahwa bukan hanya uang yang disuapkan, melainkan juga ada embel-embel wanitanya. Al Amin tetap membantah, tapi Azirwan mengakui bahwa yang berbicara di telepon itu adalah dirinya dengan Al Amin.
M Iqbal, terdakwa kasus suap di KPPU, juga termasuk yang menyadari bahwa KPK tak dapat dibohongi. Ketika ditangkap, dia tak memberikan bantahan apapun, kecuali menyatakan siap mengikuti proses hukum dan akan mengajukan pembelaan di pengadilan.
Iqbal yang memang intelek kelihatannya tahu bahwa tak mungkinlah dia mencari-cari alibi bohong karena KPK pasti sudah mempunyai bukti-bukti kuat yang telah dihimpun "secara legal" dan cermat jauh-jauh hari sebelum dirinya ditangkap tangan. Harus juga diingat bahwa kewenangan KPK untuk menyadap pembicaraan telepon dan merekam dengan video secara diam-diam terhadap orang-orang yang terindikasi atau berpotensi melakukan korupsi tidaklah melanggar HAM.
Kewenangan KPK untuk melakukan itu didasarkan pada ketentuan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 (UU-KPK) yang memang membolehkan KPK untuk menyadap & merekam secara audio visual dengan diam-diam terhadap mereka yang terindikasi atau berpotensi besar melakukan korupsi.
Ini perlu ditegaskan karena dengan alasan pelanggaran HAM, ketentuan UU-KPK yang memberi kewenangan kepada KPK untuk menyadap dan merekam secara diam-diam itu sudah pernah diujimaterikan (dimintakan judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi MK memutus dengan tegas bahwa kewenangan yang diberikan kepada KPK oleh UU-KPK itu adalah konstitusional dan tepat sebagai instrumen hukum untuk memberantas korupsi yang di Indonesia sudah dikategorikan sebagai extra-ordinary crime.
Kita pun harus terus mendukung pemberian kewenangan atau konstitusionalisasi penyadapan dan perekaman itu kepada KPK. Sebab jika tidak ada pemberian kewenangan ekstra yang seperti itu akan tidak mudah bagi KPK untuk memburu para koruptor.
Kalau tidak dibegitukan, kalau tidak disadap atau direkam secara diam-diam, akan ada saja akal para koruptor itu, apalagi mereka yang pejabat negara, untuk meloloskan diri dari hukuman dan mereka akan terus dan terus merusak negara dengan serial-serial korupsinya.


Moh. Mahfud MD, Akademisi
Sumber : mahfudmd.com

0 komentar

Life is Beautiful


Saya mereferensikan film ini karena film ini menceritakan tentang kasih sayang yang demikian besar dari seorang ayah terhadap anaknya. Ayah yang cerdas ini tidak ingin penderitaan yang dialami dalam hidup menyebabkan sang anak mengalami trauma secara mental maupun fisik. Dan, saat menonton film ini, saya masih bisa tersenyum diantara linangan airmata.
---- 

Life Is Beautiful (bahasa Italia: La vita รจ bella) adalah sebuah film Italia yang dirilis pada tahun 1997, Di kisahkan, pada tahun 1939, di Italia,  seorang pemilik toko buku berkebangsaan Yahudi  Guido Orefice (diperankan oleh Roberto Benigni, yang juga menyutradari dan menulis cerita) jatuh cinta pada seorang guru bernama Dora ( diperankan oleh istri beneran  Begnini, Nicoletta Braschi) , yang telah bertunangan dengan seorang PNS. Guido merancang pertemuan-pertemuan mereka berikutnya seolah-olah adalah pertemuan yang tidak disengaja. Dora pun merasa tertarik dan jatuh cinta kepada Guido. Dengan mengendarai seekor kuda, Guido menculik Dora pada hari pesta pertunangannya.  Kemudian mereka menikah dan memiliki anak, Giosue (Giorgio Cantarini).
Hingga suatu saat, situasi politik di Italia berubah. Pada Perang Dunia II gelombang Fasis meningkat akibat kebencian Hitler terhadap keturunan Yahudi . Maka Guido, dan anaknya Giosue , serta pamannya Elisio pun ditangkap. Mereka dipaksa masuk ke dalam kereta dan dibawa ke sebuah kamp konsentrasi. Sekalipun Dora bukanlah seorang Yahudi, namun ia memaksa ikut masuk ke dalam kereta bergabung dengan keluarganya.  Ternyata di dalam kamp, tahanan lelaki dan perempuan di pisah, sehingga Dora terpisah dari keluarganya. Tak lama berada di dalam kamp, paman Elisio di eksekusi dalam sebuah kamar gas beserta ratusan tahanan lainnya. Menghadapi kondisi kamp yang demikian mengerikan Guido bertekat melindungi anaknya , bukan hanya jiwa tetapi juga mentalnya.
Di dalam kamp Guido menyembunyikan kondisi mereka sesungguhnya dari anaknya .  Guido mengatakan kepada anaknya bahwa mereka sedang berada dalam sebuah permainan. Giosue harus melaksanakan tugas-tugas yang di berikan  agar ia mendapatkan poin. Tim yang pertama memperoleh 1000 poin akan memenangkan sebuah tank.  Guido mengatakan,  jika Giusue menangis atau mengeluh ingin bertemu ibunya, atau mengatakan bahwa ia lapar, maka ia akan kehilangan poin. Sementara jika ia bisa bersembunyi dari penjaga kamp akan mendapat poin tambahan.
Guido  melakukan permainan ini agar anaknya tidak merasa takut selama berada di kamp konsentrasi.  Ia mengatakan kepada anaknya : para penjaga berlaku kejam hanya karena mereka juga  menginginkan tank-tank tersebut.; dan anak-anak kecil yang menghilang satu demi satu (karena dibunuh para penjaga) sedang bersembunyi karena mereka ingin mendapatkan tambahan poin lebih banyak dari Giosue karena  mereka juga ingin memenangkan permainan tersebut.  Ia menolak permintaan Giosue untuk mengakhiri permainan karena Giosue ingin pulang, dengan mengatakan bahwa mereka telah memimpin perolehan angka tertinggi dan sebentar lagi permainan akan mereka menangkan. Meskipun mereka didera penderitaan dan penyakit serta kematian di sekitar mereka, Giosue sangat meyakini cerita yang disampaikan oleh ayahnya.
Guido  terus menerus tanpa lelah mengajak anaknya memainkan permainan mereka hingga suatu saat kedatangan pasukan Amerika  ke  kamp konsentrasi tersebut menyebabkan terjadinya baku tembak. Dalam kondisi chaos tersebut  Guido memerintahkan anaknya bersembunyi di dalam sebuah kotak kayu sampai semua orang pergi agar ia akan menjadi pemenang dan memperoleh tank sebagai hadiahnya. Lalu Guido pefrgi mencari Dora, tetapi sayangnya ia tertangkap karena dianggap akan melarikan diri, dan kemudia dieksekusi.
Keesokan harinya, tentara Amerika berhasil menguasai kamp tersebut, Giosuepun keluar dari persembunyiannya.  Ia berpikir ia memenangkan permainan tersebut , maka dinaikinya sebuh tank. Dari atas tank ia melihat ibunya, Dora., diantara kerumunan para tahanan yang akan dipulangkan.
Life is Beautiful setelah dirilis pada 23 oktober 1998, menjadi film yang sukses secara komersial dengan memperoleh pendapatan kotor $57..24 juta di Amerika Utara  dan $171.60 juta untuk pemutaran film tersebut di seluruh dunia.  Dalam Film ini  Begnini  menang sebagai Best Actor pada Academy Award ke 71, Film ini juga mendapat piala  Best Original Dramatic Score dan the Best Foreign Language Film.
Tuesday, May 7, 2013 1 komentar

Dua Lelaki Dan Batu





Pada suatu ketika  ada dua lelaki yang menemui seorang arif bijaksana dalam waktu bersamaan. Lelaki pertama menganggap dirinya adalah seorang pendosa karena pernah melakukan sebuah dosa besar. Ia ingin bertobat atas kesalahannya namun tidak yakin apakah tobatnya akan di terima.
Sebaliknya, lelaki kedua adalah lelaki yang sepanjang hidupnya selalu berkelakuan baik, merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang tercela dan selalu patuh pada peraturan yang di tetapkan orang tua, negara maupun agama. Namun, dibalik kesalehannya ia merasa masih ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya  sehingga ia menemui orang bijaksana tersebut.
Lalu, orang arif bijaksana itu berkata kepada kepada lelaki pertama “ Pergilah ke arah padang itu. carilah sebuah batu terbesar, lalu bawalah ke sini”
“Dan untuk engkau “ kata orang arif bijaksana itu kepada lelaki kedua “ Kau juga pergilah ke padang  itu, carilah batu-batu kecil lalu masukkan ke karung ini, kemudian bawalah kemari.”
Kedua lelaki itupun pergi melaksanakan perintah-perintah tersebut. Beberapa waktu kemudian , lelaki pertama datang membawa sebuah batu yang sangat besar sedangkan lelaki  kedua membawa satu karung penuh batu-batu kecil. Keduanya segera menghadap sang arif bijaksana.
Orang bijaksana mulai memeriksa batu-batu tersebut dan berkata “Sekarang, kalian pergilah kembali ke padang tadi. Kembalikan-batu-batu ini ke tempat dimana kalian mengambilnya.” Perintahnya kepada keduanya.
Kedua lelaki pergi lagi. Lelaki yang pertama dengan mudah menemukan tempat dimana  ia  mengambil batu besar. Sedangkan lelaki yang kedua merasa kesulitan menemukan tempat-tempat dimana ia sebelumnya mengambil batu-batu yang sekarang berada di dalam karung yang di panggulnya. Mereka pun kembali ke orang bijaksana tersebut.
“Kalian lihat sendiri” Kata orang arif bijaksana itu. Ia mengarah kepada lelaki pertama “ Kamu benar-benar sadar dengan dosamu. Kamu membawa dalam hatimu, usaha untuk bertobat dari dosa  tersebut. Kamu telah belajar dari kesalahan itu dengan demikian beban berat akibat kesalahanmu bisa kau lepaskan dengan tobatmu.”
“Sementara kamu,” katanya kepada lelaki kedua. “Tanpa kau sadari kau sering melakukan dosa-dosa kecil sepanjang hidupmu. Tapi karena kau yakin bahwa kau  seorang yang shaleh, maka kau tidak menyadari kapan dan bagaimana kamu melakukan dosa-dosa tersebut. Sehingga sedikit demi sedikit dosa-dosa kecil itu menumpuk dalam catatan amalanmu.”
“Aku khawatir, Anakku.” lanjut orang arif bijaksana  kepada lelaki kedua” jika kau tidak segera membersihkan dosa-dosa kecilmu maka suatu saat sudah terlalu banyak dosamu dan telah terlambat untuk bertobat.”
(Di sadur dari kisah yang ditulis Tolstoy)
Saturday, May 4, 2013 1 komentar

Tentang Kegagalan

Pepsi Cola mengalami kebangkrutan pertama pada 2 Maret 1923. Perusahaan ini kemudian berusaha bangkit lagi, tapi dua tahun kemudian kembali mengumumkan kebangkrutannya. Pada 18 Mei 1931, Pepsi Cola lagi-lagi bangkrut untuk ketiga kalinya. Tapi lihat, Pepsi Cola yang sekarang kembali bersinar hingga beberapa tahun yang lalu penjualannya mencapai US$ 9.3 Milyar per tahun.

Edison membuat sketsa lampu pijar yang diciptakan pada tahun 1879. Berulang kali percobaannya gagal. Tetapi Edison tetap berpegang pada bayangan lampu pijar dalam jiwanya. Dan sekarang, dunia kita bisa terang benderang setiap malam berkat karyanya.

Tahun 1971, Muhammad Ali dikalahkan oleh Joe Frazier dalam pertarungan pertama setelah beberapa tahun izinnya bertinju dicabut atas hukuman karena ia enggan mengikuti wajib militer. Ali kembali menjuarai kelas berat pada 1974 dengan mengalahkan George Foreman.


Dia seorang yang gagal dalam bisnis pada tahun 1831. Dia juga gagal menjadi badan legislatif di tahun 1831. Sekali lagi ia gagal dalam bisnis di tahun 1833. Mengikuti kontes pidato dan gagal menjadi juara di 1831. Gagal menjadi dewan pemilih pada tahun 1840. Gagal menjadi anggota kongres pada tahun 1843. Lalu, ia dilantik menjadi anggota kongres pada tahun 1846,  tetapi dua tahun kemudian gagal dilantik lagi. Gagal menjadi senat pada tahun 1855, lalu gagal menjadi presiden setahun kemudian. Ia kembali  gagal menjadi anggota dewan senat pada tahun 1858. Akhirnya, pada 1860 ia menjadi presiden dan menjadi salah satu presiden paling sukses di Amerika hingga terpilih sebanyak 4 kali. Ia adalah Abraham Lincoln.


Walter Elias Disney pernah mendirikan perusahaan yang bernama Laugh –O- Gram , perusahaan tersebut sempat sukses. Sayangnya, perusahaan tersebut bangkrut dan Disney terlilit hutang sampai satu-satunya perabot yang ia punya adalah sebuah bangku kecil untuk makan dan minum. Bahkan untuk mandi ia menumpang di sebuah setasiun kereta api. Tapi lihatlah sekarang, betapa raksasanya perusahaan Walt Disney sekarang.

Kelima  contoh diatas adalah kisah nyata. Hampir semua orang di dunia ini pernah mengalami kegagalan. Sebut nama dan tanyalah pada mereka, pasti ada cerita  saat-saat mereka mengalami kegagalan,  entah bangkrut, gagal mencoba atau apapun.

Tergantung pada sikap kita dalam menerima kegagalan. Kita bisa menerimanya sebagai penyemangat, pelajaran berharga agar tidak terulang lalu berusaha lebih baik lagi atau kegagagalan malah mematahkan semangat dan tidak pernah mau mencobanya lagi.

Manusia Indonesia hidup rata-rata 60-70 tahun, kecuali Tuhan berkehendak lain. Tentu dalam keseluruhan tahun-tahun tersebut kita mengalami kebahagiaan dan kesedihan. Jika dalam satu tahun kita mengalami kesedihan masih ada 59-69 tahun kemungkinan kita mengalami kebahagiaan.

Gagal tidak berlaku selamanya, melainkan hanya sementara. Masih ada waktu untuk bangkit dan membayar dengan kesuksesan. Jika kita MAU  


*kisah diambil dari berbagai sumber*
Friday, May 3, 2013 0 komentar

OPRAH WINFREY


Ia adalah seorang  perempuan yang tidak cantik, berkulit hitam, tidak tinggi atau seksi. Ia pernah menjadi korban pemerkosaan. Ia adalah Oprah Winfrey.
Oprah menjadi wanita kulit hitam pembawa acara paling terkenal di dunia. Dia menantang pandangan dunia tentang keindahan wajah dan bentuk tubuh. Ia menjadi terkenal bukan karena kecantikan lahiriah namun karena keelokkan batiniah yang ditempa kepahitan masa lalunya. Kondisi masa lalunya ia jadikan sebagai sebuah dorongan untuk membantu dirinya sendiri dan orang lain.
Keadaan fisik dan masa lalunya bisa saja ia jadikan “excuses” agar orang mengasihaninya. Tetapi tidak, Oprah justru mengubah keadaan tersebut menjadi hasil yang positip bagi dirinya dan orang lain. Ia berani menatap masa depan dan meninggalkan semua beban penderitaan.
Pribadinya yang menyenangkan membuat banyak orang bahkan tokoh-tokoh dunia merasa nyaman -bahkan bangga- berbicara dan hadir di acara yang dipandunya. Dengan pengaruh dan dukungan tokoh-tokoh tersebut banyak sekali gerakan kemanusiaan yang lahir dari ide-ide cemerlang seorang Oprah Winfrey.
Dari kisah Oprah diatas, ternyata orang-orang tidak peduli dengan kekurangan seseorang jika yang ia perlihat terus menerus adalah sisi kebaikannya. Lagi pula, siapa di dunia ini yang sempurna tanpa kekurangan? Berapa juta orang yang memiliki masa lalu yang demikian buruk?
Jika kita tidak dapat bangkit dan melangkah ke depan, sampai kapan kita akan terkungkung hidup dalam bayang-bayang masa lalu?

*Foto dari Dreamthinsunlimited dan hdwallpaperspot
Thursday, May 2, 2013 0 komentar

Marah, Kurus, Sakit, Mati


Sebuah riset  mengatakan bahwa negara terkaya adalah China (riset lain menyebutkan Qatar). Sementara negara terbahagia adalah Finlandia. Jika riset ini benar, muncullah fakta berikut : yang terkaya bukanlah yang terbahagia. Definisi kekayaan pada riset itu berdasarkan seberapa besar pendapatan warna negara, sementara  kebahagiaan ditunjukkan dengan seberapa besar perasaan puas warna negara kepada negaranya. Didalam daftar negara terbahagia, China dan Qatar berada di luar sepuluh besar.


 Apa yang membuat warna  negara bisa demikian puas kepada negaranya? Ada beberapa indikasi, seperti tingginya harapan hidup, keadilan sosial, dan perhatian pemerintah. Dan yang paling menonjol dari semua itu adalah perasaan puas pada kedaulatan hukum mereka. Indikator lain adalah bersihnya kadar air mereka, polutan yang rendah dan keseimbangan antara konsumsi dan produksi. Dimana kedudukan Indonesia dalam daftar itu? Diperingkat ke 96 (semoga riset ini salah).

Jika sumber kebahagiaan warga itu jelas,  sumber ketidakbahagiaan warga juga jadi jelas. Jika kebahagiaan bisa datang dari rasa puas kepada kedaulatan hukum, pada kebersihan air dan udara, dan pada keseimbangan konsumsi dan produksi, ketidakbahagiaan bisa datang dari jurusan sebaliknya : hukum yang gagal berdaulat, air kotor, udara kotor dan konsumsi tinggi tetapi produksi rendah. Hasilnya harapan rata-rata manusia Indonesia juga dianggap masih rendah, berkisar antara 60 - 65 tahun (sekali lagi, semoga riset ini salah).
Saya menduga dari seluruh indikator itu pasti ada indikator baku. Dari setiap ujung selalu memiliki pangkal. Pilihan saya jatuh pada kedaulatan hukum sebagai pangkal dari semua persoalan. Hukum yang berdaulat itulah yang membuat air menjadi bersih, udara menjadi bersih, pekerja tenang, berekreasi menjadi mungkin, dan kehidupan menjadi panjang. Di sebuah negara dengan hukum yang tidak berdaulat inilah  yang terjadi : membaca koran marah, menonton televisi marah, bekerja marah, di jalanan marah dan di rumah marah. Setiap hari warga negara ini menabung kemarahan dan akhirnya sakit, kurus lalu mati.

Jika hidup tidak bahagia, dalam menjalani hidup pun menjadi tidak menarik lagi. Akhirnya, sudah miskin mencuri, mabuk pula. Hasil dari mabuk itu lalu melebar kemana-mana, membacok orang hanya untuk merampas haknya, baku bunuh hanya karena saling pandang di keramaian. 

Di dalam keadaan yang tidak bahagia, keramaian sebuah tontonan tak lagi menjadi perayaan, tetapi telah menjadi ajang keributan yang berbahaya. Orang-orang yang tidak bahagia cenderung menghargai rendah hidupnya sendiri dengan cara merendahkan hidup sesamanya. 

Jika benar bahwa kebahagiaan seseorang tak cuma ditentukan oleh kualitas pribadinya, tetapi juga oleh kualitas negaranya, betapa berat tanggung jawab seorang pemimpin yang gagal membahagiakan negaranya.  
 
;