Tuesday, May 14, 2013

Bekerja Keras itu Apa?



Tak ada keberhasilan tanpa kerja keras, Ini falsafah yang berlaku bagi siapa saja. Perkaranya seberapa keras apa yang dimaksud kerja keras itu?
Syair sebuah lagu yang menjadi theme song Gangland Boss anatara lain berbunyi: “30 % hidup adalah takdir, 70 % lainnya harus diperjuangkan habis-habisan. Harus berjuang baru menang!”

Ciri-ciri kerja keras antara lain :
1.      Bekerja Lebih Lama
Jika orang lain bekerja 8 jam, seorang pekerja keras akan bekerja 10 jam. Saya memiliki langganan toko beras di pasar dekat rumah, awal toko tersebut dibuka  hanya memajang beberapa karung beras, kini -10 tahun kemudian- mereka sudah menambah 2 buah toko disebelahnya, penuh dengan karung-karung beras hingga ke langit-langit toko.  Yang saya lihat, toko tersebut sudah buka sejak subuh dan baru tutup setelah isya. Dibandingkan dengan kompetitor mereka yang baru buka toko pada pukul 06 pagi dan tutup pukul 17 sore.
2.      Bekerja Lebih Maksimal
Chairul Tanjung  memulai berdagang sejak ia masih sekolah. Ia pandai melihat peluang. Saat sekolahnya berencana mengadakan darmawisata, CT  mengajukan diri untuk mengkoordinir pengadaan bis, sehingga ia memperoleh komisi , yang ia pergunakan untuk membeli keperluan sekolah.. Demikian pula Delon Idol meskipun telah bekerja namun ia masih mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai wedding singer  sebelum ia terkenal sebagai penyanyi profesional seperti sekarang. 
Orang-orang yang kini sukses,  bersedia menambah jam kerja melebihi jam kerja   standar.  Mereka tidak takut lelah,. Karena mereka tahu, lelah itu adalah pembayar untuk kesenangan kemudian hari.
3.      Bekerja Lebih Baik.
Lebih baik bisa bermakna lebih efisien, lebih rapi dan lebih teliti. Elemen-elemen yang mendukung kerja lebih baik saling dukung sehingga pada akhirnya lebih menguntungkan.
Contohnya; membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, bekerja lebih rapih sehingga tidak ada bahan yang terbuang  dan menghitung lebih teliti sehingga tidak mengalami kerugian.
4.      Bekerja Untuk esok
Mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk aktifitas esok mencegah terjadinya kehebohan jika ternyata pada esok hari terjadi hal-hal yang tidak terduga. Karena siapa yang bisa memprediksi apa yang terjadi pada esok hari? Jika pekerjaan untuk esok hari sudah dipersiapkan segala sesuatunya pada hari ini, maka kegagalan bisa diminimalisir.
Contoh: Esok anda akan memproduksi 100 pasang sepatu, maka lebih baik jika hari ini anda sudah mempersiapkan bahan baku dan peralatan pendukung. Jika ternyata  ada satu bagian yang tidak tersedia dapat diketahui sebelum proses produksi dimulai, sehingga  proses produksi tidak terhalang.
5.      Bekerja Tanpa Henti
Bekerja keras juga berarti bekerja berkelanjutan, jika tak dapat disebut bekerja tanpa henti. Ini sekaligus berarti memanfaatkan waktu untuk bekerja dengan lebih maksimal. Untuk itu, memiliki perencanaan kerja sangat penting,  contoh  plan “A” ---> kegiatan “A” --> check --> Plan “B” -->kegiatan “B” --> check --> plan “C” --> kegiatan “C “ -->  check  --> plan D, dan seterusnya.
6.      Bekerja Apa Saja
Saat belum ditemukan mesin cuci, ethnis Tionghoa sudah banyak yang menjadi buruh cuci . Padahal profesi tersebut dianggap rendah karena mencucikan pakaian –bahkan pakaian dalam- orang lain. Namun, dengan “otak dagang” mereka kemudian mereka malah membuka  bisnis  binatu atau laundry.  Sekarang, di Yogyakarta saja bisnis ini berjumlah ratusan outlet. Kita tidak pernah menyangka, bahwa kadang-kadang pekerjaan yang tampak sepele  justru bisa menjadi sebuah bisnis yang besar jika di tekuni.

0 komentar:

Post a Comment

 
;