Tuesday, May 7, 2013

Dua Lelaki Dan Batu





Pada suatu ketika  ada dua lelaki yang menemui seorang arif bijaksana dalam waktu bersamaan. Lelaki pertama menganggap dirinya adalah seorang pendosa karena pernah melakukan sebuah dosa besar. Ia ingin bertobat atas kesalahannya namun tidak yakin apakah tobatnya akan di terima.
Sebaliknya, lelaki kedua adalah lelaki yang sepanjang hidupnya selalu berkelakuan baik, merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang tercela dan selalu patuh pada peraturan yang di tetapkan orang tua, negara maupun agama. Namun, dibalik kesalehannya ia merasa masih ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya  sehingga ia menemui orang bijaksana tersebut.
Lalu, orang arif bijaksana itu berkata kepada kepada lelaki pertama “ Pergilah ke arah padang itu. carilah sebuah batu terbesar, lalu bawalah ke sini”
“Dan untuk engkau “ kata orang arif bijaksana itu kepada lelaki kedua “ Kau juga pergilah ke padang  itu, carilah batu-batu kecil lalu masukkan ke karung ini, kemudian bawalah kemari.”
Kedua lelaki itupun pergi melaksanakan perintah-perintah tersebut. Beberapa waktu kemudian , lelaki pertama datang membawa sebuah batu yang sangat besar sedangkan lelaki  kedua membawa satu karung penuh batu-batu kecil. Keduanya segera menghadap sang arif bijaksana.
Orang bijaksana mulai memeriksa batu-batu tersebut dan berkata “Sekarang, kalian pergilah kembali ke padang tadi. Kembalikan-batu-batu ini ke tempat dimana kalian mengambilnya.” Perintahnya kepada keduanya.
Kedua lelaki pergi lagi. Lelaki yang pertama dengan mudah menemukan tempat dimana  ia  mengambil batu besar. Sedangkan lelaki yang kedua merasa kesulitan menemukan tempat-tempat dimana ia sebelumnya mengambil batu-batu yang sekarang berada di dalam karung yang di panggulnya. Mereka pun kembali ke orang bijaksana tersebut.
“Kalian lihat sendiri” Kata orang arif bijaksana itu. Ia mengarah kepada lelaki pertama “ Kamu benar-benar sadar dengan dosamu. Kamu membawa dalam hatimu, usaha untuk bertobat dari dosa  tersebut. Kamu telah belajar dari kesalahan itu dengan demikian beban berat akibat kesalahanmu bisa kau lepaskan dengan tobatmu.”
“Sementara kamu,” katanya kepada lelaki kedua. “Tanpa kau sadari kau sering melakukan dosa-dosa kecil sepanjang hidupmu. Tapi karena kau yakin bahwa kau  seorang yang shaleh, maka kau tidak menyadari kapan dan bagaimana kamu melakukan dosa-dosa tersebut. Sehingga sedikit demi sedikit dosa-dosa kecil itu menumpuk dalam catatan amalanmu.”
“Aku khawatir, Anakku.” lanjut orang arif bijaksana  kepada lelaki kedua” jika kau tidak segera membersihkan dosa-dosa kecilmu maka suatu saat sudah terlalu banyak dosamu dan telah terlambat untuk bertobat.”
(Di sadur dari kisah yang ditulis Tolstoy)

1 komentar:

lisa ramayanti said...

cerita yang penuh arti ni hehe

Post a Comment

 
;