Sekarang, Pembeli Lebih Pemalas

by - Saturday, June 29, 2013






Coba kita perhatikan toko- toko diberbagai mall, betapa sering kita lihat toko-toko tersebut hanya berisi SPG/SPB, nyaris tanpa pembeli. Keramaian di mall biasanya berpusat di foodcourt, bioskop atau tempat hiburan lainnya. Kini, mall sudah mulai bergeser fungsi dominannya, yaitu sebagai sarana rekreasi keluarga.

Dengan alasan kepraktisan dan waktu yang  dihabiskan dijalan bisa berjam-jam saat ingin mencapai pusat pertokoan, maka pembeli mulai melirik ke toko  online . Pembeli dapat  mencari barang yang dibutuhkan dari ponsel, tablet atau komputer mereka. Lalu, dengan beberapa kali “klik” barang yang diinginkan akan diantar ke rumah. Dimana saja-kapan saja.
Kecenderungan ini disambut baik oleh pebisnis dengan bermunculan usaha yang dipasarkan secara online. Baik dalam bentuk iklan baris online, katalog online  maupun toko online.

Cara penjual online  melayani calon pembeli tentu berbeda dengan penjual “offline”. Ditoko, calon pembeli bisa menyentuh, merasakan dan bahkan mencoba produk yang diinginkan. Sedangkan di toko online pembeli mengetahui ciri-ciri produk hanya berdasarkan foto dan detail yang diberikan (jika ada). Padahal, saat mereka tertarik terhadap suatu produk, mereka ingin mendapatkan informasi sedetail-detailnya. Maka pembeli akan merasa senang jika mereka berkesempatan bertanya sebanyak-banyaknya kepada penjual agar kian yakin produk yang akan dibeli sesuai harapan.

Berikut ini contoh percakapan via Whatsapp antara calon pembeli dan penjual toko online:
C (Customer): "Hallo Sis, aku tertarik ama dres model A1234, itu bahannya apa ya?
S (Seller): "Itu semi sutra, sis"
C : Warnanya apa aja sis yang ready stock?
S :  Ada merah, ungu, biru.
C : Ukuran L ada ngga? Ukuran L tuh panjang bajunya berapa?
S : L ada, panjang bajunya 130 cm.
C : Oh. Ok. Kalau model B5678, itu bahannya apa sis?
S :  (mulai kesal) Sis, detailnya lihat aja di website..
C : oh, web nya apa ya? Soalnya Aku ngeliat  fotonya t di Wall FB temenku.
S : webnya www..jualbajumacem_macem.com lihat aja detailnya disitu.
C : Oh Ok.

Lalu, percakapan berhenti disitu. Dan penjualan pun tidak closing order. 'C" malas me-klik alamat website yg diberikan, karena saat itu ia online dengan ponsel sehingga merasa kurang nyaman membuka tampilan sebuah website.
Sedangkan "S" juga keberatan meladeni pertanyaan bertubi-tubi dari "C" dengan alasan: “Ah, nanya panjang-panjang, iya kalau jadi ‘ngorder. padahal sudah chatting setengah jam. Semua data lengkap mengenai produk sudah ada di website,koq.”
“Lagian, kerjaanku banyak, belum foto produk, upload fotonya ke website, optimasi. Ditambah lagi kerjaan mengurus rumah dan anak” sambung Penjual.

Apakah Pembeli mau tahu alasan keengganan Penjual menjawab pertanyaan-pertanyaanya? Tentu tidak. Mereka hanya mau  pertanyaannya harus dijawab segera. Apalagi jika 'diminta' mengeluarkan energi tambahan untuk browsing ke website kita, jawabannya pasti : ih, males banget. Udah deh cari penjual lain yang mau aku 'cerewetin' Lalu, apakah jika pertanyaannya sudah terjawab tuntas juga ia pasti closing order? Yah, belum tentu juga. Tapi setidaknya ia sudah punya image baik tentang penjual ini.
Bagaimana jika ia sebenarnya kompetitor yang hanya ingin ‘cek harga’? Biar saja. Yang jelas kewajiban anda adalah menjawab  dan membuat penanya puas dengan jawaban anda. Kalau ia benar kompetitor anda, setidaknya ia merasa punya saingan yang bagus. Dan kompetitor tersebut akan memperhitungkan kehadiran toko anda dalam strategi bisnisnya.

Sediakanlah saluran komunikasi sebanyak-banyaknya bagi (Calon)Pembeli anda. Terutama saluran komunikasi yang gratisan : YM, BBM, FB Messanger, Twitter, Whatsapp, Line, CacaoTalk. Dsb..dll. Dengan demikian anda bisa menjaring sebanyak mungkin “buying signal” yang dilepas mereka.



====
Sudah pernah mencoba NASTAR Unik dengan karakter animasi? Dijamin rasanya enak, renyah dan halal
Yuk, beli di NastarSafira
YM : Status YM
Whatsapp : 08170044530 
=========

 *Sumber gambar :customerconnect

You May Also Like

2 komentar

  1. Blognya keren lho. Btw bunda baru 1 kali melakukan belanja OL ini, dan apa yang dikirim sesuai. Lumayan menghemat biaya transportasi, apalagi kalo source dari luar kota.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Bunda, iya sebenarnya belanja online ada beberapa keuntungan terutama menghemat waktu dan tenaga di perjalanan.

    ReplyDelete