Sunday, August 18, 2013

Sate Padang, oh, Sate Padang


Tahu sate padang’kan? Itu loh irisan daging  , lidah dan jeroan sapi yang direbus dengan bumbu, setelah masak di potong-potong dan ditusuk dengan batangan lidi, kemudian dibakar lagi. Sekedar untuk menghangatkan . Lalu sate tersebut dihidangkan dengan lumuran saus kacang, taburan bawang goreng dan di temani sebungkus kerupuk kulit.  Biar makin jelas nih saya kasih gambarnya.

Melihat penampilan sate padang seperti itu, saya tidak memasukkannya ke dalam daftar makanan favorit saya. Malah bisa dikatakan saya anti sate padang.  Dalam pandangan mata saya bumbu sate padang itu terlihat aneh. Kenthel, kuning, lengket.  Seperti pup bayi.
Yeakh.!
Saya langsung bergidik.
Saya memilih menahan lapar jika satu-satunya menu yang tersedia adalah sate padang. Dibanding harus menyuapkan sesendok demi sesendok “pup bayi” itu ke dalam perut saya.
Yeakh!
Tapi, itu pendapat lama saya,  sebelum saya mengenal sate Mak Syukur . (Uppss, menyebutkan merk. Tapi gak apa-apa deh, Toh, Sate Mak Syukur sudah melegenda)

Kegandrungan  pada sate padang dimulai saat saya baru saja melewati fase morning sickness pada kehamilan kedua. Setelah lepas dari “bulan-bulan mual-muntah”, nafsu makan saya jadi gila-gilaan. Sehari saya bisa makan 6 kali makanan berat ditambah beberapa kali ‘ngemil.  Saat-saat itu sepertinya saya tidak berhenti mengunyah. Gembul sekali.

Suatu hari,  saya kembali mengunjungi mall dekat rumah (kunjungan yang kedua-juta sekian, saking seringnya kami kesana) dan kebetulan sedang ada pembukaan cabang Sate Mak Syukur.  Pertama yang menggoda saya adalah diskon Grand Launching-nya yang  50 %.
“Pa, tuh, Mak Syukur diskon 50%” Saya menjawil suami. “Kesana yuk.”
“Yakin?” Suami paham betul kalau saya anti sate padang. Sebelumnya ia telah beberapa kali gagal memprovokatori saya mencicipi sate padang.
“Papa aja yang makan. Saya temani saja”
Wah, suami menyambut tawaran saya dengan suka cita. Karena ia termasuk penikmat makanan satu ini. Hanya karena istrinya tidak suka, maka dengan berbesar hati ia mengesampingkan menu tersebut saat makan bersama saya .  

Melihat suami menyantap potongan-potongan daging sate dengan lahap, saya jadi tergoda juga. Lalu saya mencicipi sepotong kerupuk kulit yang berbumbu.
Wah, enak ya ternyata. 
Kemudian sekerat daging.
Tidak terasa saya menghabiskan satu porsi sate. Sendirian.
Dan sejak saat itu, yang tadinya antipati menjadi cinta.
Kebelakangan, saya sering ngangeni sate padang. Akibatnya saya tidak segan-segan menyediakan waktu khusus untuk berburu kuliner yang satu ini. Namun, setelah mencoba sate padang ke beberapa tempat. Sate padang Mak Syukur masih yang paling terenak buat saya

Namun, sejak dua hari lalu saya mesti menggeser status sate padang dari yang “Disukai” menjadi “Diwaspadai”. Ceritanya, hari itu seharian saya berkutat dengan kesibukan urusan rumah tangga dan pekerjaan, tidak terasa jam menunjukkan pukul 3 sore. Saya merasa lapar karena belum sarapan sejak pagi dan makan siang. Kebetulan sore itu saya berjanji mengajak anak-anak menonton film Smurf 3 di bioskop. “Makan sate padang di mal aja sekalian deh sebelum nonton. “ Begitu pikir saya.

Kamipun berangkat ke mal (lagi-lagi-dan lagi. hehe), setelah memesan tiket bioskop kami segera ke gerai sate Mak Syukur. 1 porsi sate plus 2 gelas es teh manispun lenyap ke dalam perut saya. Dengan perasaan puas karena telah kenyang sayapun menemani anak-anak menonton.Tetapi, ditengah film ditayangkan, perut saya bergejolak. Sayapun segera terbang ke toilet. Astaga. 
“Mama’kan dari dulu sudah tahu. Kalau sudah telat makan begitu jangan makan bersantan, berbumbu kacang dan pedas. Akibatnya sekarang diare.” Tegur suami melihat saya  sepulang dari bioskop hingga pukul 3 dini hari bolak-balik ke kamar mandi.
“Mulai sekarang, kalau sudah telat makan jangan makan sate padang. Diingat-ingat,Ma”
“Oke deh, Kakak” Saya manggut-manggut. Geli dengan gaya galaknya suami
“Jangan meledek. Saya serius nih. Atau mau di blacklist aja tuh sate padang? Dulu juga ngga suka’kan?”
Noooo !!!!
Baiklah. Baiklah. 
Daripada sate padang di blacklist saya akan mengikuti komando Bos Gede aja deh.
Toh, buat kebaikan saya juga. 


Gambar dari 1.bp.blogspot

1 komentar:

kisenosky said...

Saya suka banget sate padang! Sausnya yang rasa rempah-rempah itu lho... Hmmm...

Post a Comment

 
;