Wednesday, December 31, 2014 0 komentar

Telat Mandi

Setiap hari Saya selalu mandi pagi. Sudah pasti, bahkan jika pun Saya tengah sakit. Saya tidak betah jika tidak mandi. 
Terkadang Saya mandi pagi masih di tengah malam, terutama jika Saya mengejar jadwal penerbangan sangat pagi. Terkadang di jam-jam normal, antara sebelum adzan Subuh hingga sebelum matahari bersinar terik. Tapi sesekali, eh, duduakali, eh, titigakali, ah, banyak kali ternyata, Saya mandi pagi bukan di waktu pagi hari.

Seperti halnya hari ini.
Hari ini Saya ingin berambisi menulis 20 artikel dalam satu hari. Keinginan ini semata-mata untuk sedikit melebihi“prestasi” menulis sebanyak 334 artikel di tahun 2013 pada tiga buah blog yang berbeda. Pada saat menulis artikel ini, Saya masih memiliki hutang 13 artikel lagi, karena Saya telah menulis 7 artikel sebelumnya. Ambisi ini membuat Saya terpaku di depan komputer sejak ba’da shalat Dhuha, shalat Dzuhur Saya hanya berwudhu, karena sudah kegerahan, saat azan Ashar bergema Saya baru mandi pagi.
 “Ih, jorok!” protes  si Sulung

Loh, Saya jelas tersinggung.
Karena meskipun belum mandi, dalam arti menyabuni seluruh tubuh dan berkeramas, lalu menyiram dengan bergalon air, tapi  Saya telah mencuci muka, sikat gigi, berkali-kali berwudhu karena batal telah berkali-kali pula. Saya juga telah mengganti seragam baju tidur sekseh (karena lebih banyak ventilasi) dengan gamis batik andalan (Dulu Ibu saya menyebutnya dengan daster). Dan yang terpenting adalah Saya tidak bau kasur lepek. Dibuktikan bolak-balik Suami rela duduk mepet  dan si Bungsu nempel lagi-nempel lagi.

Sungguh, telat mandi pagi itu tak ada hubungannya dengan kejorokan, melainkan gambaran  yang sedang menegaskan kemerdekaan Saya sebagai pribadi yang sedang tidak ditekan keadaan yang mengharuskan segera mandi pagi. 

Harap dicatat, telat mandi pagi itu bukannya TIDAK mandi, melainkan hanya sekedar jadwal mandi yang tertunda.

0 komentar

Pelabuhan Sunda Kelapa

Setelah dari Museum Bahari kami melanjutkan perjalanan wisata sejarah ini ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah sebuah pelabuhan tua yang terletak di Penjaringan Jakarta Utara. Sunda Kelapa berasal dari Sunda dan Kalapa. Sunda merujuk kepada Kerajaan Sunda Galuh di Jawa Barat yang beribukota Pakuan Pajajaran, dan Kalapa adalah nama pepohonan Kelapa yang kala itu banyak terdapat di sepanjang pantai pelabuhan tersebut.

Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-12 dan kala itu merupakan salah satu pelabuhan terpenting kerajaan Sunda Galuh. Pelabuhan ini dianggap penting karena saat itu dapat ditempuh dalam waktu hanya dua hari dari ibu kota Pakuan  Pajajaran (Sekarang disebut kota Bogor). Dari catatan perjalanan Tomé_Pires, pelabuhan lain yang dimiliki oleh kerajaan Sunda Galuh (atau lebih terkenal sebagai kerajaan Pajajaran) adalah Sunda (Banten), Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk.
Pada abad ke 12, Kapal-kapal dari Tiongkok, India Selatan, Jepang dan Timur Tengah sudah berlabuh di Sunda Kelapa dengan membawa barang-barang seperti porselen, kopi, minyak wangi-wangian, kuda, anggur dan  zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Dan pada akhir abad ke 15 pedagang dari Eropa mulai berdatangan untuk melakukan perdagangan lada, kopi, teh, dan rempah-rempah lainnya.
Pelabuhan yang awalnya dibangun dengan panjang kanal 810 meter, pada tahun 1817 oleh Pemerintahan Penjajahan Belanda diperbesar menjadi 1.825 meter. Setelah kemerdekaan Indoneisia , pelabuhan ini dibangun kembali sehingga memiliki kanal sepanjang 3.250 meter yang dapat menampung 70 perahu layar dengan sistem susun sirih.
Karena nilai sejarahnya yang tinggi, Pelabuhan Sunda Kelapa ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata sejarah. Saat ini pelabuhan yang terdiri dari dua pelabuhan utama dan Pelabuhan Kalibaru ini memiliki luas daratan 760 hektare serta luas kolam perairan 16.470 hektar.

Siang di musim penghujan itu kebetulan langit sedang cerah sehingga Kami bisa mendapatkan beberapa foto dengan latar perpaduan langit biru dan awan putih yang cantik sekali. Selain memotret kapal-kapal phinisi, kami juga berkesempatan memotret beberapa aktifitas buruh bongkar muat di pelabuhan tersebut.
0 komentar

Museum Bahari

Kemarin, 30 Desember 2014, setelah mengunjungi Masjid Luar Batang, kami bergerak menuju ke Museum BahariMuseum Bahari yang terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1 Penjaringan, Jakarta Utara ini,  berada di dalam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Museum Bahari pada tahun 1652 sampai 1759, awalnya adalah merupakan sebuah bangunan yang dipergunakan oleh Kongsi Dagang Belanda (VOC) untuk menyimpan rempah-rempah dan hasil bumi, seperti kopi, teh juga tembaga, timah dan tekstil. Kemudian pada akhir abad ke-17 dibangun beberapa gudang tambahan dikarenakan semakin bertambahnya aktifitas perdagangan mereka.
Pada masa penjajahan Jepang, bangunan ini dipakai  sebagai tempat penyimpanan barang logistik bagi tentara. Kemudian pada masa Kemerdekaan Indonesia  Gedung ini sempat digunakan sebagai gudang untuk PLN dan PTT. Lalu pada tahun 1976, kompleks bangunan Gudang Barat (Westzijdsch Pakhueizen) yang terdiri dari 4 unit bangunan ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah dipugar, 3 unit diantaranya difungsikankan sebagai Museum. Kemudian bangunan ini pada tanggal 7 Juli 1977 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang menampilkan perjalanan panjang sejarah maritim Indonesia.
Berikut ini adalah foto-foto yang Saya ambil di Museum Bahari,


Bangunan Museum Bahari dilihat dari atas. Di Kejauhan tampak dua buah menara Mesjid Luar Batang

Bangunan Museum Bahari yang semula adalah Gudang menyimpan Bahan Perdagangan seperti Kopi, Teh dll

Selasar Museum Bahari

Menara Pengawas Syahbandar

Dulu adalah Rumah Dinas Syahbandar

Salah Satu Kanal Pelabuhan Sunda Kelapa dilihat dari Menara Syahbandar
Museum ini adalah salah satu favorit Saya untuk destinasi wisata sejarah, karena petugas-petugasnya ramah dan mereka sadar Tourist. Sayangnya lokasi museum ini berada di daerah rawan banjir dan juga  koleksi benda-benda yang dipamerkan nampaknya jarang dilap-lap sehingga berdebu. 

*Seluruh Foto adalah Koleksi Pribadi.


Artikel Wisata Lain:
Pelabuhan Sunda Kelapa

Tidak Nyamannya Ziarah Ke Masjid Luar Batang
Penyewaan Mukenah di Masjid Istiqlal
Goa Lalay
Gunung Galunggung
Situ Gunung Cisaat 
Museum Bahari
2 komentar

Tidak Nyamannya Ziarah Ke Masjid Luar Batang

Kunjungan Kami ke Mesjid Luar Batang kemarin (30 Desember 2014) sebenarnya tidak direncanakan. Saat itu dari arah Muara Karang kami bermaksud menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa, namun karena situasi lalu lintas yang macet maka kami membelokkan mobil menuju ke Masjid ini.
Gerbang Masjid Luar Batang
Untuk menuju Masjid Luar Batang kita harus melewati sebuah jalan sempit (gang) sejauh kurang lebih 100 meter. Hari itu kondisi sebagian jalan tersebut sedang dicor, sehingga jalan berbatu-batu. Kira-kira 50 meter masuk gang, di depan kantor RW, setiap mobil yang bukan milik warga setempat akan ditarik retribusi sebesar Rp. 3000,-

Jalan sempit menuju Mesjid Luar Batang. 
Karcis bukti retribusi jalan yang ditarik oleh RW setempat.
Dari "pos retribusi" tersebut, kami harus berbelok ke kiri lalu berbelok ke kanan. Hanya berdasarkan feeling. Sama sekali tidak ada tanda petunjuk arah menuju masjid di dalam gang ini, selain Plang besar di depan Jalan Penjaringan. 
Begitu turun dari mobil di halaman parkir masjid, kami disambut oleh segerombolan ibu penjual bunga tabur kubur dan anak-anak pengemis. ‘Serbuan’ mereka terasa sangat menganggu karena mereka menjual bunga dengan cara memaksa –bahkan cenderung licik, karena bungkusan bunga tersebut dijejalkan ke tangan anak-anak balita, yang tentu terbengong-bengong saja menerima bunga tersebut. Saat anak memegang bungkusan bunga tersebut, maka sang penjual ‘menodong’ ke orang tua anak untuk membayar seharga Rp. 5000,- jika anda ngotot menolak membayar, maka siap-siap anda dikeroyok gerombolan penjual bunga tersebut dengan kata-kata kasar. Bahkan Saya mereka soraki karena kekeuh memulangkan bunga tabur tersebut.(Sebenarnya bukan masalah uang 5000 nya, tapi Saya ngga suka dengan cara mereka)  
Saat Kami melangkah masuk ke dalam lingkungan Masjid, Kami langsung dikerumuni oleh segerombolan pengemis anak. Mereka bukan hanya mengulurkan tangan meminta-minta, tapi juga memegangi dan mengguncang-guncang lengan Saya. "Buuu, sedekah, Bu". Kakak yang tidak tega melihat tampang memelas anak-anak itu, mengeluarkan uang Rp.5000 dari sakunya dan menyerahkan kepada salah seorang anak. Selesai memberi anak itu uang, dalam hitungan detik Kakak langsung dikelilingi anak-anak dan Ibu-ibu pengemis lain hingga Ia ketakutan.

Melihat Kakak dikerumuni orang, Suami segera mengajak kami keluar dari kawasan Masjid padahal kami belum sempat masuk ke dalam masjid. Maka foto-foto yang bisa Saya bagikan kali ini hanya gambar Masjid Luar Batang dari sisi luar masjid.
Teras Dalam Masjid yang Cukup Luas
Tempat Wudhu
Mesjid Luar Batang Pada Tahun 1920
Foto Koleksi Troppenmuseum
0 komentar

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....? (Bagian III)

Bagian III : HERPES ZOSTER atau SHINGLES

Pada saat menginfeksi, sebagian VZV akan menyusup ke bagian saraf sensoris (ganglion sensoris) dan berada dalam keadaan laten seumur hidup orang yang terinfelksi tersebut. Pada saat daya tahan tubuhnya melemah, maka VZV akan reaktivasi dan menyerang kembali dalam bentuk penyakit Herpes Zoster atau shingles.
Herpes Zoster atau shingles adalah suatu kondisi kulit yang bererupsi kulit membentuk gelembung berisi air yang menjalar pada satu sisi tubuh. Timbulnya erupsi ini diikuti rasa nyeri yang hebat. Gejala lain dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, menggigil, gangguan lambung
Setiap pasien yang pernah menderita cacar air memiliki kemungkinan akan menderita Herpes Zoster juga. terutama pada pasien yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita kanker, HIV atau pasien yang sedang mendapat pengobatan yang menekan sistem pertahanan tubuh seperti obat steroid. Namun Herpes Zoster hanya kurang dari 10% terjadi pada usia 20 tahun dan kurang dari 5% pada pasien  dibawah 10 tahun. Umumnya pasien hanya akan menderita Herpes Zoster satu kali seumur hidupnya, dan sangat jarang penyakit ini berulang.
Herpes Zoster atau Shingles dimulai dengan ruam kulit kemerahan (rash) yang nyeri pada salah satu sisi tubuh atau muka. Pasien akan merasakan perih, gatal dan sakit seperti ditusuk-tusuk pada daerah ruam tersebut. Ruam ini kemudian akan membentuk gelembung berisi air yang berlangsung selama 7 – 10 hari, dan akan menghilang setelah 2 – 4 minggu kemudian. Rash akan tumbuh melingkar pada satu sisi tubuh, sehingga cacar jenis ini disebut juga sebagai cacar ular. Cacar yang menjalar hingga ke mata dapat menyebabkan kebutaan.
Herpes Zoster umumnya tidak menular. Namun jika VZV, virus penyebab penyakit ini memapari orang belum terkena cacar air maka orang tersebut akan menderita cacar air, bukan Herpes Zoster. VPV pada Herpes Zoster menulari dari cairan yang keluar dari gelembung di kulit. Bukan dari air liur akibat bersin atau batuk. Selain itu virus pada gelembung Herpes Zoster yang ditutup tidak menular, sehingga pasien dianjurkan untuk menutup gelembung tersebut, tidak menggaruk, cuci tangan sesering mungkin untuk mencegahpenyebaran VPV. Hindari pasien Herpes Zoster kontak dengan Ibu Hamil yang belum pernah menderita cacar, bayi  dan orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Pengobatan Herpes Zoster biasanya dengan pemberian obat anti virus, seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovi. Obat in membantu mempersingkat lamanya penyakit dan meringankan derajat keparahan penyakit. Agar pengobatan efektif, obat sebaiknya diberikan saat timbulnya tanda ruam sebelum terbentuknya gelembungan di kulit.
Jika timbul rasa nyeri pasien dapat diberikan analgetik. Untuk mengurangi rasa gatal kulit pasien bisa dioleskan lotion calamin atau krem penghilang rasa gatal.
Herpes Zoster
Herpes Zoster
Sumber  gambar: Google














Bersambung,...

Silakan baca juga:


Sumber: 
0 komentar

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....? (Bagian II)

Bagian II : CACAR AIR.

Virus Varicella Zoster Virus (VZV) adalah DNA virus yang menyebabkan penyakit Varicella (Cacar Air atau Chickenpox) dan Herpes Zoster (HZ atau shingles). Jenis virus yang sama ini dapat menyebabkan 2 penyakit yang berbeda tergantung dari paparannya. Penyakit Varicella diakibat paparan virus yang berasal dari luar tubuh, sedangkan herpes zoster disebabkan reaktifasi virus varicella zozter yang pernah menginfeksi tubuh dimana virus tersebut berada dalam bentuk latent tetap masih hidup dalam tubuh kita.
Virus Varicella sangat menular. Penularan terjadi secara  epidemi dan umumnya menyerang anak-anak.

Berikut ini adalah paparan singkat mengenai kedua penyakit tersebut.

A. Cacar Air / Varicella / Chickenpox.  

Sebenarnya virus Varicella Zoster ini tidak menyebabkan cacar pada ayam, sehingga penamaan Chickenpox adalah salah kaprah. Namun, begitulah istilah yang terlanjur berkembang di masyarakat.
Penyakit ini lebih berkembang di daerah dengan tropis dibandingkan pada daerah yang memiliki empat musim.
Penyakit ini memiliki angka kejadian 91% pada manusia berusia 1-14% , 60% pada manusia berusia 5-9%, namun jarang ditemukan pada bayi maupun dewasa diatas usia 20 tahun.

Berdasarkan hasil penelitian Dr. Heberden pada tahun 1767, penyakit cacar (sering disebut cacar api) atau smallpox dapat dibedakan secara klinis dari cacar air.
Pada tahun 1974 Dr. Takahasi dari Universitas Osaka berhasil berhasil mengembang biakkan virus liar varicellla hidup yang telah dilemahkan (live attenuated virus) dengan mengembang biakkan dalam kultur jaringan sel diploid manusia, dan strain Oka inilah yang dipakai sebagai antigen untuk membuat vaksin varicella yang banyak digunakan hingga saat ini.

Penularan Virus Varicella melalui udara dengan percikan air liur penderita atau cairan yang keluar dari gelembung kulit yang pecah. Selain itu,VZV juga bisa ditularkan dari penderita herpes zoster.
VZV memiliki masa inkubasi 10-21 hari. Pasien yang terpapar virus ini akan mengalami demam diikuti timbulnya gelembung berisi air di kulit sekitar perut dan dana yang kemudian menyebar ke anggota gerak tubuh. Erupsi kulit ini menyebabkan rasa gatal yang justru jika digaruk dapat menyebabkan infeksi sekunder, serta meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Komplikasi jarang terjadi namun pada anak yang memiliki sistem pertahanan tubuh yang lemah komplikasi yang timbul justru lebih fatal, seperti Pneumonia, Encephalitis, Kelainan ginjal :glomerulonephritis, infeksi jantung pericarditis, radang testis orchitis, apendiksitis, radang sendi arthritis dan hepatitis.
Wanita Hamil yang terserang VZV dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi janin dalam kandungan. Yaitu Congenital Varicella Syndrome, yaitu kumpulan kelainan fisik dan mental yang ditemukan pada bayi yang lahir dari ibu yang mendapat infeksi VZV sewaktu kehamilan berlangsung. Kelainan tersebut diantaranya adalah kerusakan Sistim Saraf Pusat SSP janin, kerusakan pada jaringan kulit dan selaput lendir mukosa, kerusakan saraf mata, juga katarak dan kebutaan, kecacatan anggota gerak tubuh, mental retardasi bahkan hingga kematian janin dalam kandungan.
Pengobatan Cacar Air:
Umumnya Varicella dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi serangan berulang mungkin terjadi saat pasien mengalami panurunan daya tahan tubuh. Pemberian "Asiklovir" tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Pasien juga dianjurkan untuk mandi menggunakan Larutan Permanganat Kalium 1% 

Bersambung,...


Silakan baca juga:


Sumber : http://goo.gl/xNjFL6

Tuesday, December 30, 2014 1 komentar

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....?

Bagian I : CAMPAK

Salah seorang teman Facebook bercerita "Tadi Saya membawa anak Saya berusia 9 bulan ke warung, saat di warung ada seorang nenek yang membawa cucnya dengan usia kira-kira sama dengan usia anak Saya. Dalam jarak dekat, Saya baru tahu ternyata cucu nenek tersebut sedang sakit KERUMUT maka perlahan-lahan Saya menjauh. Teman-teman, kira-kira apakah kerumut menular lewat udara?"
Saya asing dengan istilah Kerumut ini, maka Saya bertanya ciri-ciri sakit kerumut tersebut. Lalu teman Saya yang berasal dari Medan ini menjelaskan bahwa penderita Kerumut akan mengalami bintik-bintik merah, yang bisa menjalar keseluruh tubuh. Bintik merah tersebuat walau tidak bernanah namun terasa gatal. Dan pasien biasanya akan demam.
"Oh, mungkin itu yang disebut dengan GABAKEN?" Respon teman saya lainnya yang berasal dari Jawa.

Waduh, ternyata menurut teman kami lainnya -yang seorang dokter- bahwa ciri-ciri penyakit dengan gejala timbulnya bintik merah dan gatal di kulit ada banyak jenis dan penyebabnya.
Gabaken itu istilah awam untuk segala kondisi kulit yg berupa bintik bintik merah. Pokoknya kelihatan ada bintik- bintik merah, dibilangnya gabaken. Padahal penyakitnya bisa macam-macam. Mungkin bisa karena alergi, campak, varicella, rubeolla, roseolla, herpes dll.

Campak adalah istilah medis untuk penyakit yg disebabkan oleh virus campak, morbillivirus, dari keluarga Paramyxoviridae. Istilah lain campak adalah morbilli, measles atau rubeola.

Fase klinis pada campak adalah : Fase Inkubasi, fase prodormal dan fase akhir.

Fase inkubasi yaitu fase sejak dari saat terpapar virus (dengan masa inkubasi antara 6-12 hari).  Hingga muncul gejala pertama. Yang perlu diwaspadai adalah hari ke 9-10 setelah terinfeksi, dimana saat ini adalah saat penularan penyakit tertinggi.
Fase Prodormal biasanya berlangsung 3-5 hari. Pada fase ini pasien akan mengalami demam ringan, batuk, pilek, konjungtivitis yang ditandai dengan mata merah dan berair serta photophobia. Biasanya jiga akan timbul bercak koplik (koplik spots), yaitu bercak yang terdapat pada langit-langit mulut berupa titik-titik putih keabu-abuan, berukuran sekecil butiran pasir dengan bagian tengah kemerahan yang kemudian dapat menyebar ke seluruh mukosa mulut dan bibir. Bercak tersebut biasanya akan menghilang dalam 12-18 hari.
Fase Akhir. Pada fase ini pasien akan mengalami demam tinggi mendadak bahkan hingga mencapai 40ºC.Biasanya akan diikuti timbulnya yang bermula dari belakang telinga, leher, di sepanjang garis rambut, yang kemudian menyebarke seluruh muka, leher, lengan dan dada dalam 24 jam pertama. Lalu bercak menjadi semakin jelas dan terus menyebar ke perut, punggung, dan kaki dalam 2-3 hari. Pada fase ini mungkin penderita akan terlihat sangat menderita tetapi setelah bercak keluar dan demam turun, maka dalam 24-36 jam kemudian pasien akan membaik dengan sendirinya..
Tingkat keparahan penyakit campak ini dari tergantung dari usia penderita dan tingkat imunitasnya. Semakin kecil usia saat terkena maka akan semakin hebat gejalanya. Juga semakin rendah daya tahan tubuhnya (misalnya penderita HIV) maka semakin hebat gejalanya.

Campak adalah penyakit yang disebabkan virus, maka umumnya dapat self-limiting disease (dapat sembuh sendiri). Pengobatan hanya bersifat suportif seperti pasien cukup beristirahat, ruangan tempat perawatan bersuhu hangat dan lembab, serta hindari paparan sinar yang kuat. Biasanya anak anda akan dirawat dalam ruang isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit hingga empat hari setelah bercak muncul.
Adapun obat-obatan yang dibutuhkan adalah obat penurun panas.. Vitamin A (100.000IU untuk usia 6 bulan- 1 tahun, dan 200.000IU untuk usia > 1 tahun). Serta tentu, asupan cairan yang cukup.

Kita tidak boleh meremehkan penyakit campak . Karena komplikasi dapat muncul pada 5-15% dari keseluruhan kasus campak, seperti otitis media (radang telinga), pneumonia (radang paru), laryngitis, dan eksaserbasi (munculnya infeksi dari kuman yang dorman) Tuberkulosis. Tapi yang paling ditakutkan adalah komplikasi pada system saraf anak berupa ensefalitis/radang otak, sindroma Guillain-Barre kelumpuhan, neuritis retrobulbar/radang saraf mata (jarang terjadi).
Cara mencegah campak adalah dengan Vaksin saat anak berusia 9 bulan. Vaksin campak cukup sekali saja diberikan. Vaksin campak juga dapat diberikan secara gabungan, yaitu campak, gondongan, dan campak jerman (MMR) saat usia 12-15 bulan yang diikuti vaksin kedua pada usia 4-6 tahun.
Campak
Sumber gambar : Google

Bersambung,....

Silakan baca juga:


Sumber :
1. Richard E., Md. Behrman, dkk. 2003. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition.
2. W B Saunders. Anne Gershon dkk. 2003. Krugman’s Infectious Diseases of Children 11th edition. Mosby
3. Artikel kesehatan di : http://goo.gl/XZOc6m 


1 komentar

Anti Kerut Yang Alami, Murah dan Aman

Bu-IBu, Mak-Emak, hobi Saya dalam membeli suatu produk adalah berusaha mencari produk yang memiliki kualitas terbaik namun –kalau bisa- harganya yang terekonomis.  (Hehehe, kayaknya bukan cuma Saya deh, semua Emak-emak juga begitu). Termasuk dalam mencari produk anti wrinkle. Maklum, usia Saya sudah 40 tahun sekian (“sekian”nya adalah angka berapa, ngga usah disebut yah, Hehe).

Dalam mengatasi kerut yang mulai bermunculan, Saya pernah mencoba “seterika wajah” dengan menggunakan produk dan alat dari sebuah MLM produk Kecantikan. Pernah juga memakai produk yang mengandung ragi Jepang. Dan sudah pasti, pernah memakai produk “sejuta umat” yang bisa dibeli di minimarket.

Hasilnya?

Untuk perawatan dengan “seterika wajah” memang hasilnya langsung cling ketika prosesi berakhir. Pada produk yang mengandung ragi, hasilnya terlihat nyata dalam hitungan sekitar 2 pekan. Hasil  yang cukup cepat, sepadan dengan harganya yang cukup mahal. Kira-kira separuh UMK Kota Tangerang. (Hiks!)  Sedangkan untuk produk “sejuta umat”, Saya pernah memakai hingga 2 tahun,. Tapi karena harganya ramah dompet, jadi Saya cukup legowo dengan perubahan yang laaaammmbaaattt sekali.

Hingga suatu hari Saya iseng browsing tentang buah-buahan untuk infused water. Lalu Saya menemukan kalimat-kalimat yang menjelaskan bahwa buah TOMAT dan LEMON memiliki manfaat luar biasa pada bagi kulit wajah.

TOMAT  mengandung serat, Vitamin B, Kalsium, Kalium, Natrium, Fosfor dan Zat besi, TOMAT juga mengandung Vitamin A, Vitamin E ,Vitamin C hingga 35mg perbuah dan Lycopene.  Keempat zat gizi ini berfungsi sebagai anti oksidan.

Sedangkan LEMON mengandung Vitamin B Komplek seperti thiamin, vitamin B6, riboflavin, dan asam pantotenat, LEMON juga mengandung Magnesium, Kalsium dan Fosfor, selain Vitamin C dan Asam Sitrat yang berfungdi sebagai anti oksidan dan exfoliasi, sehingga dapat meluruhkan sel-sel kulit mati.

Tertarik dengan kandungan kedua buah tersebut maka Saya mencoba memanfaatkannya sebagai salah satu “bahan oles-oles wajah” .Caranya sangat sederhana,  TOMAT dan LEMON hanya diiris tipis lalu diusap ke wajah. Namun tentu tidak sekaligus kedua buah tersebut dipakai bersamaan.

Pada malam hari menjelang tidur, Saya mengoleskan LEMON. Tidak Saya basuh lagi hingga keesok harinya. Diawal penggunaan kulit wajah akan terasa cekit-cekit, dan apabila ada luka (bekas garukan atau bekas luka jerawat) akan terasa perih. Tahan semampu anda. Namun jika kulit wajah menjadi kemerahan dan merasa seperti terbakar, segera dicuci wajah anda. Karena mungkin kulit anda sensitif terhadap asam.
Sedangkan irisan TOMAT Saya pakai di pagi hari. Biarkan hingga mengering tanpa dibasuh lagi. Jika akan bepergian, setelah air tomat kering langsung saja Saya timpa  dengan pelembab dan bedak.
Setelah beberapa pekan memakai ramuan ini, hasilnya garis-garis di ujung alis (diatas batang hidung) yang sebelumnya terlihat sangat jelas dan dalam (maklum Saya kan pemikir, xixixi) kini jauh menipis. Kerutan di kelopak mata juga berkurang. Pori-pori wajah mengecil, minyak wajah yang semula bisa dibor buat BBM, produksinya menurun drastis, kulit muka pun makin cerah dan tidak kusam. Selain itu flek-flek yang ada di pipi pun memudar.

Berikut ini foto-foto yang Saya ambil kemarin setelah memakai ramuan tersebut selama 2 bulan. Foto-foto ini asli, loh, tanpa sotosop (eh, maksudnya photoshop) maupun soto ayam. Juga tidak memakai kamera 360, kamera seribu tiga, apalagi kamera rusak. 

Garis-garis di ujung alis memudar
Garis-garis di atas batang hidung memudar


Garis kerut diujung mata memudar
Kerut-kerut dibawah kelopak mata memudar





Monday, December 29, 2014 6 komentar

Terapi Kaki dan Tangan Dengan Air Es

Kemarin 28 Desember 2014, Saya melakukan sebuah terapi yang sama sekali baru buat Saya. Yaitu terapi merendam telapak kaki dan telapak tangan ke dalam air es yang dibubuhi herbal. Herbal tersebut Saya beli dari sebuah klinik bekam .
Cara melakukan teri tersebut adalah: Sebuah baskom Saya isi air kurang lebih sebanyak 5 liter, lalu ditambahkan 5 buah pecahan es batu (masing-masing es batu dibuat dari air yg ditampung dalam plastik ukuran 1 kg). Kemudian masukkan bubuk herbal ke dalam baskom tersebut.

Apa yang Saya rasakan?

Begitu telapak kaki masuk (sampai sedikit diatas mata kaki) tentu merasa kedinginan, Lalu rasa dingin dengan cepat berubah menjadi saaakiittt!!! Ujung-ujung jari seperti kesetrum. Pembuluh darah di kaki dan tangan seperti ditarik-tarik.
Rasa sakit Saya kira akibat timbulnya spasme dari otot-otot dan syaraf.

Dengan mengikhlaskan, Alhamdulillah, Saya tahan merendam telapak kaki dan telapak tangan di dalam air es ini selama 30 menit. 
Koq kuat? Bagi Emak yang pernah melahirkan, percayalah masih lebih sakit mules mau melahirkan, koq. Hehe

Fungsi terapi ini –menurut seorang pakar herbal- adalah untuk membuang racun tubuh dan menstimulasi saraf. Sehingga dapat mengurangi stress, mengoptimalkan fungsi organ, melemaskan otot-otot yang tegang, melancarkan peredaran darah, mengeluarkan toksin dari dalam tubuh dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.

Terapi berendam di dalam air es ini juga sering dilakukan oleh anggota TIMNAS U-19 dengan tujuan untuk mencegah cedera otot bagi skuad tim tersebut. Menurut Dr. Alfan Nur Ashar, dokter tim , cara ini cukup efektif mencegah terjadinya cedera otot dan kram pada anggota TIMNAS U-19.

Saya pun yang biasanya merasakan sakit di tulang (Sakit Rematik?) saat memegang es batu, (rasa sakit ke tulang itu biasanya baru akan sembuh jika tangan direndam dalam air hangat) sampai pagi Saya menuliskan artikel ini tidak merasakan sakit seperti biasanya..

---------
Cerita Fiksi:

Thursday, December 18, 2014 4 komentar

Mantan Pacarmu Adalah Voldemort

Suatu siang, salah seorang supplier usaha kue kering Saya mengajak bertemu di sebuah coffe-shop. Karena seringnya kami saling mengunjungi, sehingga kemudian kami berteman baik. Diantara obrolan siang itu, temanku ini bercerita bahwa Ia sedang dalam proses perceraian dengan suaminya.
Berita ini tentu mengagetkan bagi Saya. Karena baru beberapa bulan lalu Saya masih sering bertemu dengan mereka berdua, bersama-sama. Seolah tidak terjadi masalah diantara mereka.

"Dia jatuh cinta lagi pada mantan pacarnya, Jeng" Kata temanku. "Mereka ketemu lagi di Facebook. Reunian. Dan berlanjut sampai begini keadaannya"

Memang dengan maraknya pengguna Facebook dan media sosial lainnya, orang-orang yang lama terpisah bisa bertemu kembali di dunia maya. Maka tidak heran, salah satu efek media sosial yaitu membangkitkan kembali kenangan-kenangan masa lalu, sehingga pelakunya merasa perlu bertemu kembali dalam acara reuni. 

Pertemuan kembali secara offline dengan teman lama tentu menyenangkan. Karena dalam pertemuan tersebut kita bisa bernostalgia. Namun reuni diantara dua orang yang dulu memiliki hubungan spesial, tentu patut diwaspadai. 
Bukan  sekali- dua kali Saya mendapat cerita mengenai kejadian CLBK - cinta lama bersemi kembali- yang berakibat fatal terhadap pernikahan pelakunya. 

Lalu, bagaimana, dong, jika diantara teman media sosial kita terdapat juga mantan pacar di Friend List? Apakah harus diremove? Atau ditolak saja permintaan pertemanannya?

Menurut pendapat Saya, jika  belum berteman di media sosial sebaiknya tidak usah menjalin pertemanan dengannya. Terutama jika hubungan dengan mantan pacar  adalah jenis hubungan yang 'belum selesai'. Hubungan yang masih meninggalkan ganjalan. Karena jenis hubungan masa lalu yang seperti ini yang paling berpotensi untuk menjadi CLBK.
Tapi, jika sudah terlanjur berteman, sebaiknya diunfollow saja. Supaya foto dan obrolan si Dia ngga terus menerus berkeliaran di timeline kita. (ssttt, kalau sewaktu-waktu kangen, distalking saja..Haha).

Yang terpenting, kita jujur dengan pasangan, bahwa si Dia adalah mantan pacar. Ceritakan secara singkat saja, tidak perlu berpanjang-panjang. Apalagi cerita lengkap berikut kisah pernah memadu kasih dimana saja, makanan kesukaan, lagu kenangan dan seterusnya. Saya yakin, cerita yang mirip biografi begitu, bukannya membuat pasangan mengerti bahwa mantan pacar hanya sekedar bagian masa lalu, malah mungkin  memicu pertengkaran dengan topik baru.

Cukup sekali saja  bercerita tentang mantan pacar kepada Isteri atau Suami. Selanjutnya simpan jauh-jauh nama dan bayangannya di sudut terjauh memori anda. 


Ingat baik-baik pameo : Mantan Kekasihmu adalah Voldemort alias Dia Yang Namanya Tidak Boleh Disebut (lagi)





*Voldemort adalah salah satu tokoh dalam novel dan film "Harry Potter"



-----
Mungkin tertarik mau membaca cerita fiksi



Wednesday, December 17, 2014 0 komentar

Pameran Alutsista TNI 2014

Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Ke-69, mulai tanggal 12 sampai 17 Desember, TNI Angkatan Darat mengadakan Pameran Alat Utama Sistem Persenjataan  (Alutsista) di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat,

Pameran yang dibuka oleh Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad) Letnan Jenderal TNI M Munir, di silang Monas, Jakarta, ini terbuka untuk umum sehingga siapapun bisa masuk tanpa dikenai biaya alias gratis.
Berikut ini adalah sebagian foto yang Saya ambil pada hari Senin 15 Desember 2014

Salah satu peralatan tempur yang di pamerkan

Rakyat pun diizinkan untuk merasakan menaiki Tank Leopard


Siap Menjaga Ibu Kota

Selain handal menjaga kedaulatan wilayah RI, Para tentara ini pun rupanya handal berjoged.

Istirahat sejenak, 
Suami dan Anak Saya mengintip ke dalam salah satu tank


Penjual Kerak Telor yang diam-diam menyusup ke dalam area pameran.

Koleksi kaca mata cengdem salah satu yang ikutan heboh "berpameran" di area tersebut 


0 komentar

Penyewaan Mukenah di Masjid Istighlal

Tanggal 13 Desember 2014, kami shalat Isya di Istighlal, Saya bawa 1 mukenah yang dipakai bergantian dengan 3 gadis kecilku. Mendengar kami memakai mukenah bergantian, seorang Ibu yang duduk kira-kira 3 langkah di samping kanan Saya berujar  
"Bu, pakai mukenah Saya aja. Bersih koq" 
Saya menggeleng.

Saat menunggu giliran shalat, Saya mendengar Ibu ini meminta uang "seikhlas"nya ke pengguna mukenahnya, tadi. Tapi ketika disodori 2000 rupiah dia menjawab "Biasanya Saya dikasih minimal 5000, Mbak."
Melihat Saya masih mengantri -karena Saya sengaja memilih antrian belakangan- Ibu tadi kembali menawarkan, "Pake mukenah ini aja, Bu."
"Gratis, Bu?" Sebenarnya Saya hanya ngetes, haha
"Iya, gratis, koq"
"Tadi Saya dengar minta 5000"
"Seikhlasnya aja. Asalkan jangan dikasih 2000 aja kayak Mbak itu , tadi. Ngga cukup buat beli teh botol" katanya sambil meringis.
"Padahal pahalanya besar loh, kalau mukenahnya ngga disewakan. Hidup Ibu jadi berkah"
"Oalaahhh berkah, ngarep berkah thok yo ngga iso dianggo beli sabun, Bue" Kata si Ibu sembari ngeloyor pergi. 

Tampaknya Ia kesal.

Pihak Masjid Istighlal sebenarnya telah menyediakan banyak mukena gratis, tapi tempat penyimpanannya yang  jauh di belakang, di dalam ruangan ganti mukenah, sehingga bagi jamaah yg jarang-jarang shalat di sana tidak tahu lokasi mukenah yang disediakan tersebut. (Saya pun tahunya belakangan setelah selesai shalat), Sedangkan ibu-ibu penyewaan mukenah ini aktif mendekati dan menawarkan ke setiap jamaah yang baru datang. 

Hal ini jika dibiarkan terus, tentu akan memberikan citra buruk bagi pengurus Masjid Istighlal, karena bagi yang tidak tahu ada mukenah yang bisa dipakai secara gratis, pengurus masjid akan dianggap lalai menyediakan peralatan ibadah yang vital tersebut. Saran saya, mukenah sebaiknya ditempatkan di dalam lemari-lemari kecil di dekat tempat shalat jamaah perempuan.
8 komentar

Meredakan Demam Anak Dengan Terapi Pelukan

Sebagai ibu yang memiliki latar belakang pernah sekolah di jurusan Teknik Kimia dan pernah juga bekerja di Industri Farmasi, membuat  Saya berusaha seminimal mungkin memasukkan obat atau bahan kimia sintetis ke dalam tubuh anak-anak. Multivitamin dan sejenisnya adalah bukan jenis benda yang berada dalam daftar belanja bulanan Saya. Kalaupun sesekali membeli tablet vitamin, biasanya karena berada dalam kondisi khusus, misalnya sedang dalam perjalanan yang perlu booster seketika.

Saat salah seorang anak Saya demam panas tinggi, Saya lebih memilih memberikan "terapi pelukan" sebagai pengobatan awal.  Saat suhu tubuh anak meninggi, selain memberinya banyak minum air putih, Saya akan menempelkan seluas mungkin permukaan kulit anak yang sedang demam ke kulit Saya. 

Disamping itu, untuk mempercepat proses penyembuhan, Saya juga menaruh uap air rebusan daun sirih di dalam kamar. 
Caranya: air direbus bersama beberapa lembar daun sirih, direbus sampai matang, setelah mendidih, sekalian dengan pancinya Saya taruh di samping tempat tidur, dekat bantal Saya.

Alasan Saya memberikan terapi pelukan saat anak yang demam dikarenakan pada dasarnya tubuh kita sendiri sudah dikaruniai oleh ALLAH suatu mekanisme pertahanan tubuh yang luar biasa.

Suhu tubuh diatur oleh otak kita pada bagian hipotalamus. Hipotalamus memiliki thermoreseptor yang akan mengatur bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya, maka ia akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan panas berlebih ke lingkungan luar tubuh, salah satunya dengan mekanisme berkeringat. Namun sebaliknya jika panas yang diterima lebih sedikit atau kedinginan maka hipotalamus akan memerintahkan otot-otot rangka untuk berkontraksi (bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Otot yang bergerak ini kita kenal sebagai reaksi menggigil.

Saat tubuh kemasukan ‘benda asing’ seperti kuman atau virus, tubuh akan berusaha melawan dengan mekanisme fagositosit oleh leukosit, makrofag, dan limfosit. Dengan adanya proses fagositosit ini, tubuh akan mengeluarkan zat pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) – yang dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2- memproduksi asam arakhidonat. Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan memacu pembentukan prostaglandin (PGE2).

Terbentuknya Prostaglandin menyebabkan terjadinya respon dingin atau menggigil yang bertujuan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal inilah yang disebut dengan demam atau febris.

Ketika  ibu dan anak yang sedang demam berpelukan maka akan terjadi proses transfer panas dari anak ke ibu. Otak Ibu yang kulitnya merasakan panas, akan memerintahkan otot dan syaraf perifer agar segera mengeluarkan panas yang dirasakan melalui vasodilatasi atau melebarnya pori-pori tubuh. Selain itu , saat Ibu dan anak berpelukan, hormon oksitoksin akan dilepaskan, sehingga anak akan merasakan nyaman dan rileks, dengan demikian proses kesembuhannya dapat berlangsung lebih cepat.

Lalu, dengan meletakkan uap dari rebusan air daun sirih di dalam kamar anak yang sakit, Saya memanfaatkan kehebatan  zat-zat yang terkandung daun sirih, seperti minyak atsiri betlephenol, seskuiterpen dan kavikol yang bersifat antiseptik, antioksidasi dan fungisida.

Dengan kombinasi ‘terapi pelukan’ dan uap daun sirih ini, Alhamdulillah, panas demam yang biasanya disebabkan virus influensa pada anak-anak Saya, Insya Allah, bisa lebih cepat disembuhkan.  

Biayanya pun minimal. 


Catatan Penting : Bila demam berlanjut lebih dari 3 hari harus segera berkonsultasi dokter.



Saturday, December 13, 2014 0 komentar

Jenis-jenis Survei Pasar

Di dalam menjalankan sebuah bisnis, survei pasar sangat diperlukan dari mulai rencana bisnis dibuat hingga selama bisnis berlangsung. Survei sangat dibutuhkan bukan saja untuk mengetahui apakah produk atau jasa yang kita jual dapat diterima oleh pasar yang kita tuju, melalui survei pasar juga bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor serta menentukan strategi pemasaran yang tepat.

Ada beberapa jenis survei yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan sebuah produk, jasa atau bisnis, yaitu:

1.      Advertising Surveys
2.      Brand Management Surveys
3.      Concept Testing
4.      Conjoint Analysis Surveys
5.      CRM Integration
6.      Customer Needs Analysis
7.      Customer Retention
8.      Customer Satisfaction Measurement
9.      Customer Satisfaction Survey Overview
10.  Customer Satisfaction Surveys
11.  Customer Satisfaction Theory
12.  Market Segmentation
13.  Market Survey Types
14.  Online Advertising Surveys and Research
15.  Online Customer Attitudes Surveys
16.  Pricing Surveys
17.  Product Management Toolkit
18.  Service Quality Survey.


Masing-masing jenis survei ini akan kami bahas di artikel lain.

 
Berfoya-foya Dengan Budget Promosi
 
;