Friday, January 31, 2014

Mengenalkan Alam Kepada Anak : Goa Lalay

Jalan-jalan kami kali ini adalah menuju Goa Lalay. Goa Lalay terletak di Kampung Cipanas di kaki Bukit Tangkil, Sawarna - Banten. Lalay adalah Bahasa Sunda yang berarti Kalelawar.  Dari jalan utama Desa Sawarna menuju Goa Lalay,  kami memilih naik ojek motor dibandingkan berjalan kaki . Karena  harus menunutun dua anak balita dan  jaraknya sekitar 1.5 KM  melewati perkampungan penduduk dengan banyak gang-gang sempit yang cukup membingungkan bagi yang kurang mengenali daerah tersebut.   Selain melewati perkampungan, kita juga akan melalui area persawahan yang permai.

Untuk masuk ke Goa ini , dikenakan retribusi RP. 5000./orang. Pengunjung bisa minta bantuan tukang ojek yang mengantar untuk menjadi guide didalam goa.

Pintu masuk Goa Lalay

Pintu masuk Goa Lalay tepat berada di pinggir pematang sawah. Tinggi pintu masuk tersebut tidak lebih dari 50cm. Sebelum masuk, kita harus turun ke sebuah kolam dengan ketinggian air sekitar 40 cm. Nampaknya pintu masuk goa telah mendapat sentuhan tangan manusia , lebih tepatnya warga sekitar, untuk memudahkan pengunjung masuk ke dalam goa.
Didalam goa gelap sekali, sehingga pengunjung harus membawa penerangan. Jika "lupa" membawa sendiri, pengunjung bisa  menyewa lampu senter TL seharga Rp.10.000, dan peralatan safety seharga Rp.10.000 di loket retribusi pengelola Goa. 


Teteup narsis meski didalam Goa yang gelap.
Ini yang namanya stalagtit, Nak...
Bebatuan di dalam Goa yang cukup licin karena mengandung lumpur

Goa Lalay diperkirakan memiliki panjang 1.5 -2 KM dan berakhir di Samudra Hindia. Karena kami bukan  Cave Diver profesional , maka kami cukup puas dengan rute sejauh lebih kurang 250 meter masuk ke dalam Goa. Itupun aroma kotoran kelelawar sudah mulai menyengat dan menyesakkan pernafasan.

Artikel Wisata lain :

0 komentar:

Post a Comment

 
;