'Ngapain Ikut Kompetisi Bisnis?

by - Saturday, March 08, 2014

Sebagian Finalis IWPC II

"Ngapain sih, ngikut kompetisi segala?" kata Suami, saat melihat sekali lagi Saya disibukkan dengan presentasi, pelatihan dan ajang pameran.
Jika  beralasan ingin mengetahui ilmu tentang entrepreneurship, lah, Saya pernah kuliah Manajemen Bisnis selama dua tahun lebih,  belum lagi berbagai seminar dan workshop, ditambah juga ikutan bareng suami mengelola bisnis sebelumnya. Jadi ilmu dan pengalaman berbisnis sudah ada.

Lalu, buat apa dong ikutan kompetisi segala? 
Pertanyaan itu membuat saya merenung. Sebagai manusia tentu saya memiliki egoisme ingin menang dalam setiap kompetisi yang diikuti. Logikanya begitukan?
Tapi , sungguh, bukan itu alasan sebenarnya. Saya ikut kompetisi karena selama masa penjurian, bisnis saya akan dikuliti, dianalisis dan  dicoach hingga Saya bisa melihat jeroan terdalam bisnis tersebut dari mata orang ketiga . Saya dibuat melihat apa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman bisnis tersebut, tanpa saya membayar biaya konsultan.

Dengan melihat 'borok' bisnis saya, tentu Saya akan tercambuk untuk segera mengobatinya. Dikritik agar mau mengubah kebiasaan berbisnis yang buruk, dipaksa mengganti kemasan yang ngga menarik konsumen, dikejar untuk membuat materi promosi yang eye-catchy dan informatif. Dan tantangan-tantangan berkreasi lain dengan deadline yang harus dipatuhi. Keterpaksaan memenuhi permintaan para juri itulah yang membuat saya harus bergerak. Karena jika tidak ada 'pecut yang diacung-acungkan', maka kebiasaan saya  'entar-besok-entar-besok' yang akan berlaku. Akibatnya pada bisnis Saya , yah, akan begitu-begitu saja.
Selain itu, Saya butuh berkomunitas. Bukan saja untuk eksis. Tapi untuk sharing dan connecting. Alumni-alumni Wanita Wirausaha Femina,  Perempuan Inspiratif Nova, Wismilak Challenge dan Inspiratif Woman Preneur Community I adalah pribadi-pribadi yang dinamis, seru dan inspiratif. Mereka orang-orang muda yang terus bergerak maju meskipun dalam perjalanan bisnis mereka mengalami terantuk, jatuh dan terguling-guling. Keberanian bangkit setelah jatuh selalu menjadi cerita inspiratif bagi Saya. Karena Saya tahu, suatu saat, mungkin saja Saya akan mengalami pengalaman terantuk, terpeleset dan jatuh dalam berbisnis.

Jadi, sepanjang masih memenuhi persyaratan (biasanya terhalang batasan umur), Saya tidak akan malu untuk ikutan berkompetisi lagi dan lagi. Karena Saya butuh suntikan adrenalin selama berkompetisi, selain itu, kalau menang, hadiahnya juga lumayan'kan.

You May Also Like

2 komentar