Wednesday, December 31, 2014

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....? (Bagian II)

Bagian II : CACAR AIR.

Virus Varicella Zoster Virus (VZV) adalah DNA virus yang menyebabkan penyakit Varicella (Cacar Air atau Chickenpox) dan Herpes Zoster (HZ atau shingles). Jenis virus yang sama ini dapat menyebabkan 2 penyakit yang berbeda tergantung dari paparannya. Penyakit Varicella diakibat paparan virus yang berasal dari luar tubuh, sedangkan herpes zoster disebabkan reaktifasi virus varicella zozter yang pernah menginfeksi tubuh dimana virus tersebut berada dalam bentuk latent tetap masih hidup dalam tubuh kita.
Virus Varicella sangat menular. Penularan terjadi secara  epidemi dan umumnya menyerang anak-anak.

Berikut ini adalah paparan singkat mengenai kedua penyakit tersebut.

A. Cacar Air / Varicella / Chickenpox.  

Sebenarnya virus Varicella Zoster ini tidak menyebabkan cacar pada ayam, sehingga penamaan Chickenpox adalah salah kaprah. Namun, begitulah istilah yang terlanjur berkembang di masyarakat.
Penyakit ini lebih berkembang di daerah dengan tropis dibandingkan pada daerah yang memiliki empat musim.
Penyakit ini memiliki angka kejadian 91% pada manusia berusia 1-14% , 60% pada manusia berusia 5-9%, namun jarang ditemukan pada bayi maupun dewasa diatas usia 20 tahun.

Berdasarkan hasil penelitian Dr. Heberden pada tahun 1767, penyakit cacar (sering disebut cacar api) atau smallpox dapat dibedakan secara klinis dari cacar air.
Pada tahun 1974 Dr. Takahasi dari Universitas Osaka berhasil berhasil mengembang biakkan virus liar varicellla hidup yang telah dilemahkan (live attenuated virus) dengan mengembang biakkan dalam kultur jaringan sel diploid manusia, dan strain Oka inilah yang dipakai sebagai antigen untuk membuat vaksin varicella yang banyak digunakan hingga saat ini.

Penularan Virus Varicella melalui udara dengan percikan air liur penderita atau cairan yang keluar dari gelembung kulit yang pecah. Selain itu,VZV juga bisa ditularkan dari penderita herpes zoster.
VZV memiliki masa inkubasi 10-21 hari. Pasien yang terpapar virus ini akan mengalami demam diikuti timbulnya gelembung berisi air di kulit sekitar perut dan dana yang kemudian menyebar ke anggota gerak tubuh. Erupsi kulit ini menyebabkan rasa gatal yang justru jika digaruk dapat menyebabkan infeksi sekunder, serta meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Komplikasi jarang terjadi namun pada anak yang memiliki sistem pertahanan tubuh yang lemah komplikasi yang timbul justru lebih fatal, seperti Pneumonia, Encephalitis, Kelainan ginjal :glomerulonephritis, infeksi jantung pericarditis, radang testis orchitis, apendiksitis, radang sendi arthritis dan hepatitis.
Wanita Hamil yang terserang VZV dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi janin dalam kandungan. Yaitu Congenital Varicella Syndrome, yaitu kumpulan kelainan fisik dan mental yang ditemukan pada bayi yang lahir dari ibu yang mendapat infeksi VZV sewaktu kehamilan berlangsung. Kelainan tersebut diantaranya adalah kerusakan Sistim Saraf Pusat SSP janin, kerusakan pada jaringan kulit dan selaput lendir mukosa, kerusakan saraf mata, juga katarak dan kebutaan, kecacatan anggota gerak tubuh, mental retardasi bahkan hingga kematian janin dalam kandungan.
Pengobatan Cacar Air:
Umumnya Varicella dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi serangan berulang mungkin terjadi saat pasien mengalami panurunan daya tahan tubuh. Pemberian "Asiklovir" tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Pasien juga dianjurkan untuk mandi menggunakan Larutan Permanganat Kalium 1% 

Bersambung,...


Silakan baca juga:


Sumber : http://goo.gl/xNjFL6

0 komentar:

Post a Comment

 
;