Wednesday, December 31, 2014

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....? (Bagian III)

Bagian III : HERPES ZOSTER atau SHINGLES

Pada saat menginfeksi, sebagian VZV akan menyusup ke bagian saraf sensoris (ganglion sensoris) dan berada dalam keadaan laten seumur hidup orang yang terinfelksi tersebut. Pada saat daya tahan tubuhnya melemah, maka VZV akan reaktivasi dan menyerang kembali dalam bentuk penyakit Herpes Zoster atau shingles.
Herpes Zoster atau shingles adalah suatu kondisi kulit yang bererupsi kulit membentuk gelembung berisi air yang menjalar pada satu sisi tubuh. Timbulnya erupsi ini diikuti rasa nyeri yang hebat. Gejala lain dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, menggigil, gangguan lambung
Setiap pasien yang pernah menderita cacar air memiliki kemungkinan akan menderita Herpes Zoster juga. terutama pada pasien yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita kanker, HIV atau pasien yang sedang mendapat pengobatan yang menekan sistem pertahanan tubuh seperti obat steroid. Namun Herpes Zoster hanya kurang dari 10% terjadi pada usia 20 tahun dan kurang dari 5% pada pasien  dibawah 10 tahun. Umumnya pasien hanya akan menderita Herpes Zoster satu kali seumur hidupnya, dan sangat jarang penyakit ini berulang.
Herpes Zoster atau Shingles dimulai dengan ruam kulit kemerahan (rash) yang nyeri pada salah satu sisi tubuh atau muka. Pasien akan merasakan perih, gatal dan sakit seperti ditusuk-tusuk pada daerah ruam tersebut. Ruam ini kemudian akan membentuk gelembung berisi air yang berlangsung selama 7 – 10 hari, dan akan menghilang setelah 2 – 4 minggu kemudian. Rash akan tumbuh melingkar pada satu sisi tubuh, sehingga cacar jenis ini disebut juga sebagai cacar ular. Cacar yang menjalar hingga ke mata dapat menyebabkan kebutaan.
Herpes Zoster umumnya tidak menular. Namun jika VZV, virus penyebab penyakit ini memapari orang belum terkena cacar air maka orang tersebut akan menderita cacar air, bukan Herpes Zoster. VPV pada Herpes Zoster menulari dari cairan yang keluar dari gelembung di kulit. Bukan dari air liur akibat bersin atau batuk. Selain itu virus pada gelembung Herpes Zoster yang ditutup tidak menular, sehingga pasien dianjurkan untuk menutup gelembung tersebut, tidak menggaruk, cuci tangan sesering mungkin untuk mencegahpenyebaran VPV. Hindari pasien Herpes Zoster kontak dengan Ibu Hamil yang belum pernah menderita cacar, bayi  dan orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Pengobatan Herpes Zoster biasanya dengan pemberian obat anti virus, seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovi. Obat in membantu mempersingkat lamanya penyakit dan meringankan derajat keparahan penyakit. Agar pengobatan efektif, obat sebaiknya diberikan saat timbulnya tanda ruam sebelum terbentuknya gelembungan di kulit.
Jika timbul rasa nyeri pasien dapat diberikan analgetik. Untuk mengurangi rasa gatal kulit pasien bisa dioleskan lotion calamin atau krem penghilang rasa gatal.
Herpes Zoster
Herpes Zoster
Sumber  gambar: Google














Bersambung,...

Silakan baca juga:


Sumber: 

0 komentar:

Post a Comment

 
;