Tuesday, December 30, 2014

Apakah Kerumut, Gabaken Atau....?

Bagian I : CAMPAK

Salah seorang teman Facebook bercerita "Tadi Saya membawa anak Saya berusia 9 bulan ke warung, saat di warung ada seorang nenek yang membawa cucnya dengan usia kira-kira sama dengan usia anak Saya. Dalam jarak dekat, Saya baru tahu ternyata cucu nenek tersebut sedang sakit KERUMUT maka perlahan-lahan Saya menjauh. Teman-teman, kira-kira apakah kerumut menular lewat udara?"
Saya asing dengan istilah Kerumut ini, maka Saya bertanya ciri-ciri sakit kerumut tersebut. Lalu teman Saya yang berasal dari Medan ini menjelaskan bahwa penderita Kerumut akan mengalami bintik-bintik merah, yang bisa menjalar keseluruh tubuh. Bintik merah tersebuat walau tidak bernanah namun terasa gatal. Dan pasien biasanya akan demam.
"Oh, mungkin itu yang disebut dengan GABAKEN?" Respon teman saya lainnya yang berasal dari Jawa.

Waduh, ternyata menurut teman kami lainnya -yang seorang dokter- bahwa ciri-ciri penyakit dengan gejala timbulnya bintik merah dan gatal di kulit ada banyak jenis dan penyebabnya.
Gabaken itu istilah awam untuk segala kondisi kulit yg berupa bintik bintik merah. Pokoknya kelihatan ada bintik- bintik merah, dibilangnya gabaken. Padahal penyakitnya bisa macam-macam. Mungkin bisa karena alergi, campak, varicella, rubeolla, roseolla, herpes dll.

Campak adalah istilah medis untuk penyakit yg disebabkan oleh virus campak, morbillivirus, dari keluarga Paramyxoviridae. Istilah lain campak adalah morbilli, measles atau rubeola.

Fase klinis pada campak adalah : Fase Inkubasi, fase prodormal dan fase akhir.

Fase inkubasi yaitu fase sejak dari saat terpapar virus (dengan masa inkubasi antara 6-12 hari).  Hingga muncul gejala pertama. Yang perlu diwaspadai adalah hari ke 9-10 setelah terinfeksi, dimana saat ini adalah saat penularan penyakit tertinggi.
Fase Prodormal biasanya berlangsung 3-5 hari. Pada fase ini pasien akan mengalami demam ringan, batuk, pilek, konjungtivitis yang ditandai dengan mata merah dan berair serta photophobia. Biasanya jiga akan timbul bercak koplik (koplik spots), yaitu bercak yang terdapat pada langit-langit mulut berupa titik-titik putih keabu-abuan, berukuran sekecil butiran pasir dengan bagian tengah kemerahan yang kemudian dapat menyebar ke seluruh mukosa mulut dan bibir. Bercak tersebut biasanya akan menghilang dalam 12-18 hari.
Fase Akhir. Pada fase ini pasien akan mengalami demam tinggi mendadak bahkan hingga mencapai 40ÂșC.Biasanya akan diikuti timbulnya yang bermula dari belakang telinga, leher, di sepanjang garis rambut, yang kemudian menyebarke seluruh muka, leher, lengan dan dada dalam 24 jam pertama. Lalu bercak menjadi semakin jelas dan terus menyebar ke perut, punggung, dan kaki dalam 2-3 hari. Pada fase ini mungkin penderita akan terlihat sangat menderita tetapi setelah bercak keluar dan demam turun, maka dalam 24-36 jam kemudian pasien akan membaik dengan sendirinya..
Tingkat keparahan penyakit campak ini dari tergantung dari usia penderita dan tingkat imunitasnya. Semakin kecil usia saat terkena maka akan semakin hebat gejalanya. Juga semakin rendah daya tahan tubuhnya (misalnya penderita HIV) maka semakin hebat gejalanya.

Campak adalah penyakit yang disebabkan virus, maka umumnya dapat self-limiting disease (dapat sembuh sendiri). Pengobatan hanya bersifat suportif seperti pasien cukup beristirahat, ruangan tempat perawatan bersuhu hangat dan lembab, serta hindari paparan sinar yang kuat. Biasanya anak anda akan dirawat dalam ruang isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit hingga empat hari setelah bercak muncul.
Adapun obat-obatan yang dibutuhkan adalah obat penurun panas.. Vitamin A (100.000IU untuk usia 6 bulan- 1 tahun, dan 200.000IU untuk usia > 1 tahun). Serta tentu, asupan cairan yang cukup.

Kita tidak boleh meremehkan penyakit campak . Karena komplikasi dapat muncul pada 5-15% dari keseluruhan kasus campak, seperti otitis media (radang telinga), pneumonia (radang paru), laryngitis, dan eksaserbasi (munculnya infeksi dari kuman yang dorman) Tuberkulosis. Tapi yang paling ditakutkan adalah komplikasi pada system saraf anak berupa ensefalitis/radang otak, sindroma Guillain-Barre kelumpuhan, neuritis retrobulbar/radang saraf mata (jarang terjadi).
Cara mencegah campak adalah dengan Vaksin saat anak berusia 9 bulan. Vaksin campak cukup sekali saja diberikan. Vaksin campak juga dapat diberikan secara gabungan, yaitu campak, gondongan, dan campak jerman (MMR) saat usia 12-15 bulan yang diikuti vaksin kedua pada usia 4-6 tahun.
Campak
Sumber gambar : Google

Bersambung,....

Silakan baca juga:


Sumber :
1. Richard E., Md. Behrman, dkk. 2003. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition.
2. W B Saunders. Anne Gershon dkk. 2003. Krugman’s Infectious Diseases of Children 11th edition. Mosby
3. Artikel kesehatan di : http://goo.gl/XZOc6m 


1 komentar:

Herianto Husin said...

mkasi infonya sangat bermanfaat

Post a Comment

 
;