Thursday, December 4, 2014

Ketika Rakyat Miskin Sakit

Salah satu status Facebook Saya di tahun 2013 , menceritakan bahwa saat kami lewat di sekitar Kayu Putih -Jakarta Timur, kami menemukan seorang Bapak tua ( usia lebih dari 60 thn) yang didampingi istrinya, tersengal-sengal duduk di trotoar. Tubuhnya menyender bertumpu pada tubuh istrinya yang jg ringkih. Nyaris rebah ke tanah.
Saat didekati, Bapak itu mengaku sesak nafas.
Bibirnya membiru.
Ia memegangi dadanya yang  sakit.

Istrinya hanya bisa memanggil-manggil agar suaminya tetap sadar.
Kami memaksanya membawa ke rumah sakit. Namun bahkan ditengah kesakitannya, Ia terus menggeleng bahkan meronta,  saat disebut akan dibawa ke rumah sakit.

Karena tidak berhasil membujuk si Bapak, kami menelpon ke Radio Elshinta agar segera mengontak Polisi terdekat ( ah, andai ada 911). Kira-kira sejam kemudian polisi datang, lalui ikut membujuk agar Bapak itu mau diajak ke RS. Tapi si Bapak tetap menolak. Hingga akhirnya Pak Polisi pura-pura mengancam akan memeriksanya di kantor polisi jika Ia tidak mau ke RS, akhirnya Ia  pun mengalah.
Dengan ditemani polisi, kami  ke RS Islam Cempaka Putih.

Namun, saat baru beberapa menit menjalani perawatan di UGD,  Bapak tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.
Kematian yang menyedihkan. 
Tapi Saya lebih miris pada  tangisan istrinya.
"Saya hanya punya uang 240 ribu, Bu. Ini juga sebetulnya buat ongkos pulang kampung. Apa cukup buat bayar Rumah sakit?"

Dari cerita istrinya, ternyata mereka berniat pulang kampung tapi pas di mikrolet jurusan P. Gadung si Bapak sesak nafas dan muntah-muntah. Karena mengira mabok kendaraan makanya mereka turun dan kemudian kami melihat mereka.

Lalu, mengenai mereka bertahan ngga mau ke RS karena khawatir dengan biaya RS.
"Lebih baik mati daripada ninggalin hutang. Mau bayar pake apa, Bu?"
----
Saat menulis status tentang kejadian diatas, Saya berharap ada program pemerintah bagi kesehatan orang miskin.
Alhamdulillah, sejak beberapa bulan lalu harapan Saya ( dan jutaan rakyat miskin lain) terkabul lewat program BPJS.
Program ini menimbulkan pro-kontra. Bahkan tidak sedikit yg menghujatnya.
Memang bagi anda yang sehat wal afiat , punya penghasilan juga punya asuransi dari perusahaan atau sanggup bayar premi asuransi sendiri, program BPJS ini tidak terasa ada gunanya.
Tapi bagi orang yang nyawanya sudah "di ujung tanduk" sementara tidak punya uang sama sekali, program ini melegakan.

Walaupun kabarnya mereka harus berjuang lagi untuk menikmati fasilitas ini.

BPJS belum ada setahun sejak diluncurkan oleh SBY, , meskipun masih banyak kekurangannya tapi sudah ribuan orang yang memanfaatkannya. Semoga dengan terus adanya masukan dari masyarakat, semakin hari program ini semakin baik.
Dan, Insya Allah, kita berdoa saja program ini dikelola oleh orang yang amanah, yang punya semangat untuk mensejahterakan rakyat.

*Penulis memiliki aktifitas Program SedekahNasi, sehingga kerap  menemukan rakyat marjinal bermasalah saat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

7 komentar:

wiwin karlina said...

sampe nangis baca nya... Ya Allah...

puuss fina said...

Subhanallah

Anonymous said...

smoga ga ada lg masalah yg sama...!!miris bgt ngeliatnya..

Zitna Ilmha said...

Sungguh aq baca sambil menitikan aer mata :'(.
Seorg kakek menolak di ajak ke RS karna nga mau meninggalakn hutang.melihat keadaan biaya yg tak menjamin.. AllaHu Akbar
Semoga dengan berjalannya waktu RAKYAT MISKIN smakain di pedulikan oleh PEMERINTAH.. Indonesia BERSATU ... [ ^ __ ^ ]

Syamsun Muhammad said...

Menyentuh. Semoga Arwah Kakek berada di antara kekasih kekasihNYA AAAMIIN..

Anonymous said...

Para pejabat pemerintah qt ini lbh byk yg egois (mengutamakan kenyamanan/kesejahteraan diri/kelompok mereka sendiri) drpd yg Amanah (bnr2 perduli & lbh mengutamakan masyarakat/rakyatnya). Mereka penuh dg ide,inisiatif,semangat,gigih & cpt ddlm usaha memperoleh kenyamanan/kesejahteraan utk pribadi/kelompok mereka dibandingkan utk masyarakat/rakyatnya.

Anonymous said...

Banyak pelajaran yg bisa diambil dr kisah ini, seorang bapak yg lebih mulia dg menahan rasa sakit drpd menanggung hutang drpd pejabat yg banyak hutang akhirnya menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsunya....Astaghfirullah

Post a Comment

 
;