Wednesday, December 17, 2014

Meredakan Demam Anak Dengan Terapi Pelukan

Sebagai ibu yang memiliki latar belakang pernah sekolah di jurusan Teknik Kimia dan pernah juga bekerja di Industri Farmasi, membuat  Saya berusaha seminimal mungkin memasukkan obat atau bahan kimia sintetis ke dalam tubuh anak-anak. Multivitamin dan sejenisnya adalah bukan jenis benda yang berada dalam daftar belanja bulanan Saya. Kalaupun sesekali membeli tablet vitamin, biasanya karena berada dalam kondisi khusus, misalnya sedang dalam perjalanan yang perlu booster seketika.

Saat salah seorang anak Saya demam panas tinggi, Saya lebih memilih memberikan "terapi pelukan" sebagai pengobatan awal.  Saat suhu tubuh anak meninggi, selain memberinya banyak minum air putih, Saya akan menempelkan seluas mungkin permukaan kulit anak yang sedang demam ke kulit Saya. 

Disamping itu, untuk mempercepat proses penyembuhan, Saya juga menaruh uap air rebusan daun sirih di dalam kamar. 
Caranya: air direbus bersama beberapa lembar daun sirih, direbus sampai matang, setelah mendidih, sekalian dengan pancinya Saya taruh di samping tempat tidur, dekat bantal Saya.

Alasan Saya memberikan terapi pelukan saat anak yang demam dikarenakan pada dasarnya tubuh kita sendiri sudah dikaruniai oleh ALLAH suatu mekanisme pertahanan tubuh yang luar biasa.

Suhu tubuh diatur oleh otak kita pada bagian hipotalamus. Hipotalamus memiliki thermoreseptor yang akan mengatur bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya, maka ia akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan panas berlebih ke lingkungan luar tubuh, salah satunya dengan mekanisme berkeringat. Namun sebaliknya jika panas yang diterima lebih sedikit atau kedinginan maka hipotalamus akan memerintahkan otot-otot rangka untuk berkontraksi (bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Otot yang bergerak ini kita kenal sebagai reaksi menggigil.

Saat tubuh kemasukan ‘benda asing’ seperti kuman atau virus, tubuh akan berusaha melawan dengan mekanisme fagositosit oleh leukosit, makrofag, dan limfosit. Dengan adanya proses fagositosit ini, tubuh akan mengeluarkan zat pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) – yang dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2- memproduksi asam arakhidonat. Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan memacu pembentukan prostaglandin (PGE2).

Terbentuknya Prostaglandin menyebabkan terjadinya respon dingin atau menggigil yang bertujuan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal inilah yang disebut dengan demam atau febris.

Ketika  ibu dan anak yang sedang demam berpelukan maka akan terjadi proses transfer panas dari anak ke ibu. Otak Ibu yang kulitnya merasakan panas, akan memerintahkan otot dan syaraf perifer agar segera mengeluarkan panas yang dirasakan melalui vasodilatasi atau melebarnya pori-pori tubuh. Selain itu , saat Ibu dan anak berpelukan, hormon oksitoksin akan dilepaskan, sehingga anak akan merasakan nyaman dan rileks, dengan demikian proses kesembuhannya dapat berlangsung lebih cepat.

Lalu, dengan meletakkan uap dari rebusan air daun sirih di dalam kamar anak yang sakit, Saya memanfaatkan kehebatan  zat-zat yang terkandung daun sirih, seperti minyak atsiri betlephenol, seskuiterpen dan kavikol yang bersifat antiseptik, antioksidasi dan fungisida.

Dengan kombinasi ‘terapi pelukan’ dan uap daun sirih ini, Alhamdulillah, panas demam yang biasanya disebabkan virus influensa pada anak-anak Saya, Insya Allah, bisa lebih cepat disembuhkan.  

Biayanya pun minimal. 


Catatan Penting : Bila demam berlanjut lebih dari 3 hari harus segera berkonsultasi dokter.



8 komentar:

suria riza said...

Sama mak aku juga peluk barengan sama anak...buka baju atas malah hehehe

Semoga anak2 kita sehat selalu

pi23tz said...

Pembahasannya detail sekali, Mak..
TFS ya mak, bermanfaat banget dan baru tahu manfaat lain dari daun sirih.

Oci YM said...

Makasih infonya Mbak, saya juga berusaha untuk seminimal mungkin memberikan obat or bahan kimia sintetis ke anak

dewi www.penyukajalanjalan.com said...

sama mak...kalo anak saya demam saya juga suka pelukan sambil bilang berulang-ulang 'jangan sakit ya nak'. menurut saya ampuh juga alhamdulillah anak2 saya gak pernah sampai kerumah sakit.. selama ini saya anggap sugesti ternyata bisa juga dibahasakan secara klinis.

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Iya, Mak Dewi, terutama kasih sayang dari emak yang bikin anak jadi lebih tenang ngga rewel saat demam

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Mbak Oci, semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Mbak pi23tz salam kenal, semoga artikel ini bermanfaat. Cerita sepatu buat Bapak di blog mbak menyentuh sekali

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Mak Suria Riza : Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih ya Mak, sudah berkunjung

Post a Comment

 
;