Pelabuhan Sunda Kelapa

by - Wednesday, December 31, 2014

Setelah dari Museum Bahari kami melanjutkan perjalanan wisata sejarah ini ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah sebuah pelabuhan tua yang terletak di Penjaringan Jakarta Utara. Sunda Kelapa berasal dari Sunda dan Kalapa. Sunda merujuk kepada Kerajaan Sunda Galuh di Jawa Barat yang beribukota Pakuan Pajajaran, dan Kalapa adalah nama pepohonan Kelapa yang kala itu banyak terdapat di sepanjang pantai pelabuhan tersebut.

Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-12 dan kala itu merupakan salah satu pelabuhan terpenting kerajaan Sunda Galuh. Pelabuhan ini dianggap penting karena saat itu dapat ditempuh dalam waktu hanya dua hari dari ibu kota Pakuan  Pajajaran (Sekarang disebut kota Bogor). Dari catatan perjalanan Tomé_Pires, pelabuhan lain yang dimiliki oleh kerajaan Sunda Galuh (atau lebih terkenal sebagai kerajaan Pajajaran) adalah Sunda (Banten), Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk.
Pada abad ke 12, Kapal-kapal dari Tiongkok, India Selatan, Jepang dan Timur Tengah sudah berlabuh di Sunda Kelapa dengan membawa barang-barang seperti porselen, kopi, minyak wangi-wangian, kuda, anggur dan  zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Dan pada akhir abad ke 15 pedagang dari Eropa mulai berdatangan untuk melakukan perdagangan lada, kopi, teh, dan rempah-rempah lainnya.
Pelabuhan yang awalnya dibangun dengan panjang kanal 810 meter, pada tahun 1817 oleh Pemerintahan Penjajahan Belanda diperbesar menjadi 1.825 meter. Setelah kemerdekaan Indoneisia , pelabuhan ini dibangun kembali sehingga memiliki kanal sepanjang 3.250 meter yang dapat menampung 70 perahu layar dengan sistem susun sirih.
Karena nilai sejarahnya yang tinggi, Pelabuhan Sunda Kelapa ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata sejarah. Saat ini pelabuhan yang terdiri dari dua pelabuhan utama dan Pelabuhan Kalibaru ini memiliki luas daratan 760 hektare serta luas kolam perairan 16.470 hektar.

Siang di musim penghujan itu kebetulan langit sedang cerah sehingga Kami bisa mendapatkan beberapa foto dengan latar perpaduan langit biru dan awan putih yang cantik sekali. Selain memotret kapal-kapal phinisi, kami juga berkesempatan memotret beberapa aktifitas buruh bongkar muat di pelabuhan tersebut.

You May Also Like

0 komentar