Friday, December 5, 2014

Pengalamanku 3 Kali Melahirkan Dengan Caesarean Sectio (SC) atau Operasi Sesar

Kali ini Saya berbagi pengalaman saat melahirkan secara Caesarean Sectio (SC) alias Operasi Sesar. 
---
Saya mendengar begitu banyak komentar yang mengatakan bahwa operasi sesar tuh lebih menyakitkan dibanding partus alami.
Karena belum pernah mengalami partus alami maka Saya tidak bisa membandingkan mana yang lebih menyakitkan. Yang jelas 3x melahirkan melalui operasi sesar rasa sakit yang Saya rasakan terasa "biasa" saja. Malah sepertinya, koq, lebih merasa sakit pasca operasi usus buntu.

Sebagai perbandingan, setelah operasi usus buntu, Saya menginap di RS selama seminggu, dan seminggu berikutnya Saya baru bisa berjalan tegak, karena nyeri di perut rasanya tidak 'cepat pergi'.

Sedangkan, saat  menjalani SC, hari ini Saya dioperasi, besok tidur-tiduran sambil berusaha miring kanan-kiri dan latihan duduk, hari ketiga Saya sudah bisa jalan-jalan. Memang ada rasa nyeri di perut tempat bekas pembedahan. Saya juga merasa sakit saat tertawa terbahak, batuk ataupun bersin. Rasa sakit itu hanya dirasakan pada 2 - 3 hari setelah operasi.

Alasan Saya melahirkan secara SC pada melahirkan pertama  karena Kelahiran Prematur. Pecah ketuban pada kehamilan minggu ke 28, tetapi hasil pemeriksaan USG diperkirakan BB bayi masih dibawah 2000 gram maka kehamilan diusahakan dipertahankan beberapa hari lagi agar paru-paru bayi siap saat dilahirkan. 

Pecah ketuban ditambah kontraksi membuat Saya harus menahan mulas selama 3 hari!. Rasa sakit saat mulas inilah membuat Saya sedikit trauma pada kehamilan berikutnya, sehingga memutuskan untuk SC saja pada kelahiran ke 2 dan ke 3.Saya kapok jika harus menunggu datangnya kontraksi dan pembukaan jalan lahir.

Lamanya waktu rawat di RS pasca SC bervariasi. Jika dirawat lebih dari 3 hari, bukan karena Saya membutuhkan perawatan lebih lama, tapi karena sebab lain.
Misalnya ketika melahirkan si Kembar, Saya bertahan di RS 2 minggu karena menunggu si Kembar -yang lahir dengan BB rendah- mencapai BB ideal. Alhamdulillah, sejak hari kedua setelah melahirkan, meski harus berjalan 'timik-timik' dari ruang perawatan ke NICU, Saya sanggup bolak-balik nyaris tiap 2 jam sekali (kecuali di malam hari) untuk memberikan ASI.
Saat melahirkan A-Ming, Saya sudah bisa berjalan di hari ke 3, namun dirawat selama 7 hari di RS. Karena Saya melahirkan dengan sistem paket. Harga yang Saya bayarkan adalah biaya operasi termasuk biaya perawatan selama 7 hari. Rugi dong jika Saya pulang cepat. Haha.
Melahirkan A-Pin yang paling sebentar dirawat di RS. Tanggal 11, pukul 8 Saya masuk RS. Pukul 11 dioperasi ( biar dapet tanggal dan jam "cantik" : 11-1-11, jam 11, xixixi), Tanggal 13 siang Saya pulang. Saat usia A-Pin 7 hari, Saya sudah cukup kuat kulakan ke Tanah Abang.

Perbedaan merasakan sakit pasca operasi usus buntu dibanding pasca SC -menurut pendapat Saya- karena berbeda cara alam bawah sadar Saya merespon rasa sakit serta kesiapan mental menghadapi operasi.

Saat akan dioperasi usus buntu, baru mendengar vonisnya saja Saya sudah ketakutan. Saya memeriksakan diri ke dokter dengan keluhan sakit perut. Setelah memeriksa, dokter mendiagnosa usus buntu Saya sudah meradang akut, sehingga harus segera dioperasi sebelum pecah. Aduh, ngeri!

Sedangkan ketika SC, Saya sudah siap mental dan telah berbulan-bulan berlatih hypnobirthing. Sehingga saking tenangnya, saat berada di atas meja operasi Saya bisa ngobrol dengan tim dokter dan perawatnya.

--
"Ini ceritaku menjadi ibu dalam kompetisi "A Mom's Story" yang disponsori oleh 
KUPU BEDDING (www.KupuBedding.com
ARILEXSHOP (www.ArilexShop.com
NIKMA BASYAR (www.NikmaBasyar.com
LADONA INDONESIA (www.Ladonaku.com)"


3 komentar:

Rabiyatul Adawiyah said...

MasyaAllah mbak. Sy pun sc tapi sudah seperti trauma utk melahirkan lagi :(. Apa karena ini kali pertama sy diinfus dan dioperasi ya -.-. Walaupun sudah mensugesti diri bahwa everything will be fine tetep aja gak cukup -.-. Oh ya mbak ada minum jamu2 gitu? Spt jamu2 yg diminum oleh ibu2 pasca melahirkan normal?

Rabiyatul Adawiyah said...

MasyaAllah mbak. Sy pun sc tapi sudah seperti trauma utk melahirkan lagi :(. Apa karena ini kali pertama sy diinfus dan dioperasi ya -.-. Walaupun sudah mensugesti diri bahwa everything will be fine tetep aja gak cukup -.-. Oh ya mbak ada minum jamu2 gitu? Spt jamu2 yg diminum oleh ibu2 pasca melahirkan normal?

Laili sabrina said...

Kalau aq udah 2x oprasi heeemmmmm ini rencananya mau hamil lg tp tunggu debaynya agak besar dikit..

Post a Comment

 
;