Thursday, December 4, 2014

The Most Wanted Girl in The World

Dua foto dibawah ini Saya dapat dari seorang teman lama saat  masih menjadi karyawan sebuah perusahaan PMA Jepang. Setelah sekian belas tahun berpisah, kami bertemu kembali dengan bantuan Facebook. 
Ia takjub dengan perubahan Saya yang "mengibu-ibu" alias rempong dengan segala macam aktifitas ala emak-emak, padahal dulu, katanya, Saya rada-rada tomboy

"Ah, itu hanya ilusi, mana ada gadis jilbaban semanis aku tampak tomboy?" bantah Saya. 
"Iya, emang berjilbab membuatmu berkurang penampilan tomboynya. Tapi tetap aja mainnya ama cowok-cowok
Duh nih teman, baru juga ketemu lagi secara 'maya, sudah mengajak berdebat. 
Ya sudahlah, Saya mengalah. 



Saat Saya flashback, apa yang teman  tulis di komen FB adalah nyaris benar. Saya katakan nyaris karena Saya sebenarnya punya koq, teman perempuan. Lah, teman sekolah Saya ada dong yang perempuan. Teman kerja juga , terutama para sekretaris dan bagian administrasi. Saya kan juga berteman dengan mereka. Namun terhadap teman-teman perempuan tersebut hanya sekedar saling kenal. Saya lebih nyaman bergaul akrab dengan cowok

Berkumpul dengan cowok bukan berarti tidak pernah bergosip. Mereka juga bergosip. Tapi bergosip dengan teman cowok terasa hanya sebagai bahan obrolan . Sedangkan diantara para teman cewek bergosip seringkali sebagai ungkapan perasaan. Entah karena iri atau sebal.

Berada diantara cowok membuat Saya tampil apa adanya. Ngga perlu bedakan, apalagi lipstikan. Karena kedua hal tersebut tidak lazim dilakukan oleh cowok masa abege Saya dulu. Jelas beda dengan cowok Metroseksual sekarang, aiihhh...perawatan tubuh dan perabotan lenongnya sama hebohnya dengan cewek.)


Saat kumpul-kumpul kami tidak perlu jaim. Kalau lagi bokek , Saya bisa terang-terangan jujur mengaku gara dae dokat alias tidak punya uang Karena mereka juga sering sama bokeknya. Jadi tempat tongkrongan favorit kami bukan di kafe atau warung bakso terkenal, melainkan di 'warung Indomie' di pinggir jalan. Bahkan saat kompak bokek, sepiring roti bakar 'disikat' beramai-ramai. 

Jaman Saya SLTA , sering terjadi saling serang antar sekolah. Sehingga jalan ramai-ramai dengan teman cowok juga membuat Saya merasa aman, bahkan jika harus melalui danger area. Tenang, banyak 'satpam'nya...Hehehe...

Lebih daripada itu, dikelilingi para cowok membuat tingkat kepercayaan diri Saya berada di level tertinggi. Jika cewek lain hanya didampingi 1 cowok, sebagai pacarnya, Saya bisa dikelilingi 10 cowok sekaligus. Saya jadi merasa sebagai The Most Wanted Girl in The World
Ahik!!




2 komentar:

Hilda Ikka said...

Ahaha, iya. Banyak cewek yang juga lebih nyaman temenan dan bergaul ama cowok. Alasannya, pergaulan cowowk gak sekejam cewek. Kalo cewek, apa-apa jadi bahan gosip. Kalo saat kita gak ada di antara mereka, bisa jadi kita lah bahan gosipnya. :3

Rinny Ermiyanti Yasin said...

Mbak Hilda Ika, kadang-kadang sering begitu.
Terima kasih sudah berkunjung

Post a Comment

 
;