Monday, February 2, 2015

Membangun Bisnis Dengan Modal Terbatas.

Bagian I


Sungguh, Saya tidak percaya jika ada bisnis yang benar-benar tanpa modal.
Semua bisnis pasti membutuhkan modal. Entah itu modal uang, modal waktu, modal tenaga bahkan modal akal pikiran. Semua modal tersebut ada nilainya.

Orang yang memiliki uang bisa bekerja sama dengan orang yang memiliki ide bisnis. Dan si 'penyumbang' ide bisnis ini semestinya dihargai dengan sebuah nilai share dalam kepemilikan perusahaan. Begitupun, sudah ada pemilik modal, pemberi ide bisnis, tapi mereka butuh seseorang yang mempunyai waktu dan tenaga bagi bisnis tersebut agar dapat berjalan dan menghasilkan keuntungan. Orang inipun seharusnya diberi apresiasi sejumlah nilai tertentu, entah dalam bentuk gaji atau share kepemilikan bisnis.
Ok, sudah sepaham kan?

Sebuah bisnis bisa berjalan,  selain membutuhkan orang yang menjalankan, perlu juga alat-alat pendukukg bisnis. Bahkan bisnis 'percaloan' minimal perlu alat komunikasi.
Nah, saat membangun sebuah bisnis, buatlah dengan detil daftar segala barang pendukung bisnismu.
Lalu dari daftar tersebut dipilih mana yang bisa diadakan nanti, sewa, pinjam, pakai barang bekas atau memang harus benar benar beli baru.

Seperti saat memulai membuat bisnis Nastar Safira, Saya memakai oven dan mixer yg sudah ada di rumah, meminjam loyang-loyang kakak ipar, tapi baskom dan beberapa peralatan kecil lainnya Saya beli baru. 

Lalu setelah terjadi penjualan, sedikit demi sedikit beli Saya membeli peralatan baru untuk menggantikan fungsi peralatan lama atau pinjaman tadi.

Opsi untuk pengadaan peralatan pendukung bisnis : 
1. Jika sebuah ( atau beberapa) barang terasa berat untuk membelinya (harganya mahal, mungkin), pilihan pertama ditiadakan barang tersebut atau diganti yang tidak mahal. 
2. Sewa. 
3. Pinjam. 

Opsi pinjam berada diurutan terakhir karena ada konsekwensi moral hutang budi.
Tapi kadang kala opsi ini harus diambil, anggap saja sebagai pengingat kita saat sukses nanti: bahwa bisnis kita tersebut tidak bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. ( tapi, tetap usahakan hutang budi seminim mungkin, karena tidak akan terbayar seumur hidup)


Silakan baca artikel Entrepreneurship lainnya: 




0 komentar:

Post a Comment

 
;