Mbak Titi vs Mbok Sri

by - Monday, June 22, 2015



Mbok Sri adalah pedagang kue keliling. Dia menjaja dagangannya hingga ke pelosok gang di sebuah kampung. Cara unik Mbok Sri berjualan adalah menghutangkan kue-kue tersebut dan menerima pembayaran dari konsumennya secara mencicil. Biasanya sebungkus kue seharga 10.000 dicicil dalam waktu 5x bayar. Sehari 2.000 jika yang dihutang hanya 1 bungkus kue.

Mbok Sri si tukang kredit kue cukup terkenal di kampung tersebut, karena sering menjadi penyelamat di saat anak merengek minta jajanan sementara orang tuanya tidak punya duit. Atau jika tiba-tiba datang tamu dan tidak punya panganan untuk disuguhi.

Suatu hari Mbak Titi, salah satu penghuni baru di kontrakan Haji Zulham pusing karena sebentar sore mertua akan datang sowan, sementara ia sedang tidak punya uang untuk membeli penganan.
"Masa mertua datang jauh-jauh di 'anggurin', sih" Begitu pikir Mbak Titi.
Lalu dia teringat pada Mbok Sri yang tenar itu.

Kebetulan siang itu Mbok Sri muncul di deretan rumah-rumah kontrakan Haji Zulham.
"Mbok Sri, sini dong, bawa dagangan apa?" Panggil Mbak Titi.
"Wah, macem-macem, Mbak. Ada Nastar Safira yang terkenal enak itu, (teteup ya, promo), ada kue lupis, banyak nih Mbak. Semuanya 10.000 perbungkus." Mbok Siti dengan semangat menghampiri calon customernya.
"Nastarnya beneran enak nih Mbok? Ngga keras kan?" Tanya Mbak Titi
"Aduh, Mbak. Ini sih udah paten banget deh. Cobain aja, nih" Mbok Sri menawarkan nastar untuk dicicipi.
"Maaf, Mbok. Aku sedang puasa. Aku percaya aja deh ama Mbok Sri kalau Mbok bilang enak. Aku ambil 5 bungkus ya. Tapi, ssttt, aku ngutang dulu ya, Mbok" Kata Mbak Titi.
"Oh, puasa apa tho, ini kan bukan hari Senin atau Kamis. Ramadhan juga masih bulan depan?" Tanya Mbok Sri.
"Justru itu Mbok. Puasa Ramadhan kan bulan depan. Nah, saya masih ada hutang puasa tahun lalu nih. Seminggu." Kata Mbak Titi sambil memilih-milih nastar yang akan dihutanginya.
"Waduh..waduh...Maaf Mbak Titi, ma'aaaaffffff banget. Saya ngga bisa 'ngutangi Mbak Titi." Mbok Sri buru-buru berkemas.
"Loh kenapa? Nanti kalau suamiku gajian dari pabrik hari Sabtu saya bayar lunas kue-kuenya, Mbok"
"Maaf, Mbak Titi. Saya ngga percaya. Lah wong hutang puasa yang wajib dan 'ngutangnya ama Gusti Allah saja sampai 11 bulan baru mau dibayar. Itu juga karena sudah deadline. Lah, bagaimana kalau 'ngutang sama saya? Kapan bisa bayarnya? Nanti tiap saya tagih malah tar-sok-tar-sok melulu. Sudahlah, saya pamit ya Mbak Titi. Permisi. Assalamu'alaikum." Mbok Sri pun buru-buru pergi meninggalkan kontrakan Haji Zulham.
Meninggalkan Mbak Titi yang terbengong-bengong.

*nama dan kejadiaan hanya rekaan semata*
Disadur dari status FB

You May Also Like

1 komentar