Mengalahkan Ketakutan

by - Wednesday, June 24, 2015



Sadar ngga sih, kalau sejak bayi 'baru lahir sampai detik ini, kita mengalahkan banyak sekali ketakutan-ketakutan?

Saat lahir kita menangis keras,selain sedang mengembangkan fungsi paru-paru, tentu seorang bayi merasa takut karena pertama kalinya kehilangan rasa nyaman dan aman berada di dalam kandungan ibu.
Lalu takut jatuh saat belajar merangkak dan belajar berdiri.
Takut teman asing saat masuk sekolah pertama kali .
Dan seterusnya.

Jutaan ketakutan telah kita kalahkan.
Hanya sedikit ketakutan yang tidak bisa kita taklukkan.
Namun yang sedikit itu begitu terasa mencekam, sehingga kadangkala mengurangi keindahan hidup kita.

Saya pernah menuliskan bahwa saya merasa demikian takut terhadap laut. Saat itu laut begitu menyeramkan buat saya. Penuh misteri. Dan saya berusahaan tidak mau berada lebih jauh dari garis pasir pantai. Air laut hanya "saya ijinkan" maksimal menyentuh sedalam lutut saya.
Berlayar?
Boro-boro!

Lalu saya memaksakan diri melaut.
Dan meskipun belum sampai taraf mencintai laut, tapi sekarang saya suka bermain di laut. Walau akibatnya kulit jadi kelam.
Saya tidak takut lagi terhadap laut melainkan menjadi sangat respek.
Laut itu ternyata....
ternyata...
Ah, main aja sendiri ke laut, biar bisa merasakan keagungan Pencipta laut.

Ketakutan lain yang baru beberapa pekan lalu saya kalahkan adalah ....
MOBIL MATIC!!!
Hahaha..
Iya. Mobil Matic.
Januari saya "dapat" mobil matic dari suami, karena katanya kasihan dengan betis saya yang makin "mbecak", gegara Jakarta kian macet.
Sejak sebelum mobil itu ada, saya selalu berkilah : "tough women use 3 pedals". Tapi sejatinya saya ngeri karena mendengar dan membaca berita mobil matic yang ajaib bisa meloncat dan terbang saat dinyalakan. Kalau meloncat dari lantai 3 gedung parkir kan jadi rempeyek hancur saat sampai dibawah.
Ditambah pengalaman pribadi saat menebeng teman. Ketika mobilnya berjalan mundur akan diparkir, mobil matic itu meluncur kencang. Untung masih diselamatkan Allah. Tidak menabrak orang yang kebetulan lewat di belakang mobil.
Maka saya cuek membiarkan tuh mobil ngejogrok di garasi. Saya tetap setia dengan "mobil sejuta umat" yang berkopling itu.
Lalu kebahagiann saya berdampingan dengan si Apanjah berakhir saat ada Sales baru. Dan daripada mengharap diantar kesana-kemari saya pun memberanikan diri menstater si Matt(ic).
Daaannn.. selamatlah saya pergi-pulang
Ke dan dari Indomaret.
Lalu, makin jauh,
makin jauh,
Alhamdulillah, akhir pekan lalu berhasil sampai Taman Mini pergi-pulang tanpa aksi si Matt "terbang dan melompat".

Pekan ini rencana ke Cirebon, kerja sekaligus njajal Cikapali.
Kuncinya adalah belajar.
Belajar supaya tahu
Belajar dari kesalahan.
Dan tentu berdoa
Biar selamat dunia akhirat.
Aamiin.

You May Also Like

0 komentar