Pelajaran Dari "The World's Most Authentic Brands"

by - Friday, June 19, 2015


Saya baru saja membaca sebuah artikel menarik, yang isinya menyatakan McDonald's, Samsung, dan Apple dinyatakan sebagai "The World's Most Authentic Brands".
Diikuti oleh Starbuck, Walmart dan Carrefour.

Setelah membaca dari artikel yang lumayan panjang itu saya mengintisarikan sebagai berikut :
Customer yang disurvey menyatakan bahwa
1. 91% konsumen puas akan 'kejujuran' tentang produk
2. Mengakui bahwa telah dilakukan inovasi yang terus menerus
3 Produk dirasa bermanfaat bagi konsumen
4. Produk lebih unggul dibanding kompetitor
5. Produk lebih populer dibanding kompetitor.

Yang bisa dipelajari dari "Brand-brand" tersebut adalah :
1. Be clear from the start about your business practices (terjemahin aja sendiri, yak).
Transparansi.
Dalam hal kebijakan perusahaan, administrasi dan keuangan terutama yang berhubungan dengan pajak,
Biar ngga puyeng nanti-nanti.

2. Stick to what you know.
Starbucks biarpun berjualan kopi, sampai saat ini belum membeli perkebunan kopi sendiri.
Apple dalam membuat dan merakit produknya masih 'makloon'. Padahal kalau mau beli pabrik sendiri , bisa banget.
Mereka terus dan makin mempertajam keahlian mereka sebelum expand ke bidang lain (Plak! tampar pipi sendiri)

3. Give customers a voice
Saat ada sebuah film dokumenter berjudul "Supersize Me" yang berpotensi memporakporandakan bisnisnya, cara McD "melawan" bukannya dengan mati-matian menyangkal film dokumenter tersebut, melainkan dengan membuat sebuah program "Our Food Your Questions" yang membebaskan konsumen bertanya apapun tentang 'jerohan' produk mereka, termasuk pertanyaan-pertanyaan ngaco pun mereka jawab dengan baik. Saya sudah buka website nya. Ada sebuah pertanyaan unik : "Benar ngga sih French Fries dibuat dari kentang asli?"

4. Learn to turn PR disasters into opportunities
saat Greenpeace menyerang McD dengan isu bahwa kemasan stirofoam akan merusak bumi, McD malah bergabung dengan Greenpeace untuk mendukung program mereka dan mengubah kemasan menjadi karton yang lebih mudah terurai. Lalu ikutan kampanye "Planet Champion Programme"

5. Be consistent
Yah, konsistenlah. Jangan berbisnis kalau pas lagi mood aja. Jatuh-bangun-jatuh-bangun, sudah biasa dalam mebesarkan bisnis.

You May Also Like

0 komentar