Friday, May 27, 2016 3 komentar

Marketing Mix

Ilmu Marketing terus berkembang. Yang tadinya saya cuma tahu Marketing Mix 4P, Lalu Marketing Mix 5P, kemudian menjadi Marketing Mix 7P.
4P Marketing Mix sendiri merupakan dasar dari menentukan target pasar. Bagaimana saat kita memasuki bisnis, kita harus tahu:
1. APA  yang dibutuhkan (atau kita buat supaya dibutuhkan)--> Product, 
2. BAGAIMANA cara menyampaikan informasi tentang produk,---> Promotion 
3. BERAPA harga yang paling pas di pasar tersebut---> Price
4. serta DIMANA kita berbisnis. ---> Place
4P Marketing Mix ini adalah teori Marketing yang fokus terhadap PRODUK.

Lalu setelah fokus terhadap PRODUK, mungkin baru disadari oleh para pembuat teori tersebut, bahwa dalam berbisnis dibutuhkan tambahan 1P (sehingga menjadi 5P) yaitu PEOPLE. Yaitu orang yang terlibat dengan alur dan proses sebuah produk. Dan juga orang yang bersedia membayar harga produk tersebut.

Ketika sudah melibatkan PEOPLE atau Masyarakat dalam sebuah bisnis, maka yang harus dipertimbangkan dalam strategi pemasaran berikutnya adalah SERVICE. Karena jika sebuah bisnis ingin membangun"Brand Image" ataupun "Corporate Image" tentu tidak bisa "jualan lalu lupakan". Tetapi harus ada proses berkesinambungan. Maka kemudian dalam Marketing Mix ditambahkan 2P lainnya (sehingga menjadi 7P) yaitu PROCESS dan Physical Environment (atau Physical Evidence).
Di teori 7P Marketing Mix lain, yang ditujukan bagi bisnis yang terfokus pada Produk, maka tambahan 2P tersebut adalah PACKAGING dan POSITIONING
Pertama kali belajar Marketing saya diajarin tentang Marketing Mix 4P, yaitu Product, Place, Price dan Promotion.
*1) Product / Produk
Adalah Sesuatu yang dijual kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk bisa saja benda yang 'Tangible' atau yang 'Intangible' seperti Sevice/Jasa/Pelayanan.
Setiap produk memiliki masa "life cycle". Dari mulai masa persiapan produk, masa tumbuh, menjadi produk unggulan hingga suatu saat produk tersebut mulai ditinggalkan. Entah karena pasar sudah bosan atau sudah ada produk baru yang lebih bermanfaat atau up-to-date. 
Misalkan ASPIRIN. Setelah melalui serangkaian test dan pengenalan ke publik, Aspirin pernah menjadi "obat Dewa". Tapi sekarang pengguna Aspirin sudah sangat sedikit. 
Nah, seorang 'Marketer' (Karena ini sedang bahasan Marketing) harus mempertimbangkan kira-kira "umur" produk tersebut bisa diterima pasar berapa lama, akan bertahan berapa lama. Dan strategi apa yang harus dilakukan terhadap Produk tersebut.
*2) Price
Alias Harga. Adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli Produk.
Seorang Marketing harus memikirkan dengan hati-hati, produknya akan dijual dengan harga berapa? Tentu untuk memutuskan berapa harga produk tersebut harus juga dengan memperhitungkan detil segala biaya yang dikeluarkan, value produk dan siapa pangsa pasarnya. 
Yang pasti sih, kudu SURVEY ya, agar harga produk kita bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan optimal.
*3) Place
Adalah tempat dimana produk tersebut mau dijual.
Di kota, di desa. Di Jawa, di Kalimantan. Di warung kaki lima, di Mall. Toko Online , toko Offline
Karena tiap tipe "tempat " akan memiliki stategi pemasaran yang berbeda-beda. Penentuan "tempat berjualan" juga bisa ditetapkan berdasarkan Jenis produk, fungsi produk, pelayanan, kekuatan financial yg dimiliki pemilik produk atau sosial budaya masyarakat tempat lokasi pasar berada.
Misalkan berjualan MARNING (Hayoo tau "marning" ngga?) di kantin Panti Jompo ya ngga cocok.
*4) Promotion
adalah segala macam metode komunikasi untuk menyampaikan berbagai macam informasi tentang produk. Yang termasuk kedalam "Promotion" ini adalah segala hal tentang informasi produk/ iklan, promosi penjualan (diskon, pemberian sample, produk gratis, dsb) serta informasi HUMAS.
Jadi "Promotion" bukan melulu tentang HARD SELLING ya, tetapi juga penyampaian informasi yang bisa menjadi "Image" produk.
Nah, cara berpromosi sangat menentukan apakah Marketer bisa mempengaruhi pikiran konsumen sehingga mau membeli produknya

Marketing Mix 5P
Tambahan 1P dari 4P pada tulisan sebelumnya:
*5) People.
Yaitu Orang, kalau bisa 1 milyar orang, yang mau mengeluarkan uang untuk membeli produk yang kita jual.
Tentu bukan sembarang orang. Karena kalau orang-orangan sawah ngga punya duit. Tapi orang yang tepat. 
Untuk mengetahui siapakah orang yang tepat bagi produk kita tentu kita harus melakukan survei.
Kenapa harus "orang yang tepat"? Karena agar strategi komunikasi kita bisa diterima dengan baik oleh mereka. Karena agar harga jual kita bisa "masuk akal" bagi mereka. Karena setiap value dari produk yang kita punya memiliki nilai yang dibutuhkan mereka.
Survei kuncinya : Siapa 'People' bagi produk kita?
Lelaki atau Perempuan?
Dewasa, Remaja atau anak-anak?
Single atau Menikah?
Tinggal di kota atau di desa?
Tinggal di Jawa atau Papua?
Berapa penghasilan mereka?
Berapa kemampuan nominal uang yg bisa mereka keluarkan untuk membeli produk kita?
Dst...
Setelah 5P Marketing Mix, terjadi lagi perkembangan dalam Teori Metode Pemasaran, Kali ini menjadi 7P Marketing Mix.
Bagi bisnis yang mengedepankan Metode Pemasaran terpusat pada "Produk" maka tambahan 2 P adalah Positioning dan Packaging. Sedangkan pada perusahaan yang melihat Service terhadap konsumen merupakan hal yang penting bagi stategi Pemasarannya maka mereka bisa menambahkan Process dan Physical Evidence/ Physical Environment bagi Strategi Pemasarannya.
Tapi tentu saja, dengan dinamisnya kondisi bisnis , maka para Marketer harus bisa menyesuaikan strategi pemasarannya dengan kondisi pasar terkini.
PRODUCT, PLACE, PEOPLE, POSITIONING : merupakan bagian "Stategis" dalam metode pemasaran. Karena keempat "P" tersebut tidak mudah diubah-ubah.
Sedangkan PRICE, PROMOTION, PROCESS, PACKAGING, dan Physical Evidence bisa saja mudah diubah-ubah tergantung kondisi terbaru. Sehingga "P" ini bersifat taktis dalam metode pemasaran.

*6 a) Packaging 
Alias Kemasan. Kemasan adalah tampilan terluar sebelum Konsumen memanfaatkan fungsi produk. Ingatlah, Impresi visual 15 detik pertama sangat berperan dalam keputusan awal apakah (calon) konsumen akan membeli produk atau tidak. Pemilihan kemasan harus dengan mempertimbangkan faktor 5P yang saya tulis di status sebelumnya. Jangan sampai anda "memasangkan" kemasan yang salah pada produk anda. Sekali lagi, lakukanlah survey untuk tampilan kemasan produk agar sesuai dengan target market anda.
Oya, perhatikan deh kemasannya "Coca cola". Poduk yang menjadi andalan utama mereka adalah Coca Cola "rasa original", Namun untuk tetap menjaga keberlangsungan pasar mereka melakukan strategi gonta-ganti tema kemasan.
b) Process
Sistem dan proses berjalannya suatu bisnis memberikan efek terhadap keputusan apa dan bagaimana pelayanan yg dapat diberikan kepada konsumen. Sehingga dibutuhkan suatu proses pemasaran yang tepat -dari mulai hulu hingga hilir hingga produk sampai ke tangan konsumen- sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

*7 a) Physical Evidence
A.K.A Bukti fisik. Apapun bentuk 'produk' yang dijual, harus ada bukti fisik dari proses jual beli. Begitupun jika anda menjual "jasa/ service/pelayanan.
Bisnis salon kecantikan: konsumen harus setuju dan "melihat" hasil dari pelayanan yang anda lakukan. Bisnis asuransi: konsumen memiliki dasar bahwa mereka telah membeli "produk" anda melalui polis atau kartu asuransi yang dikeluarkan.
Bukti fisik tersebut bisa menjadi "penanda" eksistensi bisnis anda. Bila target pasar anda puas dengan jasa layanan anda maka 'bukti fisik' bisa menjadi 'Produk Image' anda. Misalkan sebuah provider asuransi yang memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya, maka seseorang yang memiliki kartu asuransi provider tersebut akan merasa aman karena ia telah terlindungi jika terjadi kecelakaan

b) Positioning
Positioning adalah Bagaimana konsumen berpikir dan berbicara tentang produk (bisnis) anda. Untuk itu strategi dalam membentuk Positioning produk anda harus dilakukan terus menerus.
Strategi Pemasaran dalam menentukan "Positioning" tidak bisa dipisahkan dari "P" yang lain.



Wednesday, May 11, 2016 1 komentar

(Kisah Klien) Tim Kecil Namun Solid

(Sub Label Kisah Klien adalah kesan-kesan yang saya tangkap dari para Klien -dan juga Supplier- kami. Terutama kisah yang unik atau inspiratif.)


Balikpapan 11 Mei,

Customer yang barusan saya kunjungi sudah berumur nyaris 70 tahun. Dia sendiri yang mengaku. Masih energik, walau khas orang tua banget: royal memberikan wejangan.

Dalam pertemuan sebelumnya beliau cerita bahwa sudah berbisnis sekitar 30 tahun. Sebelumnya  beliau bersekolah dan bekerja di Australia. 15 tahun pertama berbisnis ia punya banyak customer, karyawannya pun puluhan orang. Lalu saat 1998, dia termasuk salah satu korban penjarahan. Hartanya habis dijarah. Dan mereka sekeluarga menyelematkan diri ke Singapura.

2 tahun di Singapura mereka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan bisnisnya. Tapi kali ini customernya yang tersisa cuma 1. Customer yang  lain ada yang sudah tutup perusahaannya. Ada banyak yang udah tidak merepon tawarannya. Ya, ia menemui berbagai rintangan dengan berbagai alasan deh.

Nah, customer yang 1 ini dia rawat baik-baik. Katanya, ibaratnya setiap inchi tanah di lingkungan perusahaan  tersebut dia kenal. Termasuk nyaris seluruh karyawan perusahaan customernya. Dia pasang "CCTV" dan "Penyadap". Sehingga setiap berita atau aktifitas pengadaan barang nyaris selalu beliau tahu.

Disitu beliau "bermain". Jadi kontaktor “Palugada".

Dia buat beberapa perusahaan agar fungsi dan spesifikasi kontraktor dipenuhinya. Padahal pekerjanya hanya berlima. Si Bapak, kedua anaknya, Istrinya dan seorang petugas administrasi. Mereka semua super cekatan. Berada bersama mereka seperti berada ditengah-tengah angin puting beliung mini. Muter dan selalu bergerak.

“Untuk hal-hal yang kurang kami kuasai, kami memilih memakai jasa outsourching, Mbak” Katanya “Yang ada disini hanya tenaga inti”
Jadi jika mereka menang sebuah tender pekerjaan yang mensyaratkan termasuk service purna jual, maka ia akan menggandeng perusahaan lain sebagai co-contractor.
Tapi diatas semua kecekatan mereka, saya salut dengan kerendah-hatian mereka. Si Bapak, istri, anak-anak dan si Mbak, sangat ramah.  Keramahan yang sama sekali bukan pura-pura. Karena pasti bisa dirasakan.

Saya tidak bertanya atau mencari tahu berapa omset perusahaan mereka. Tapi dari apa yang mereka miliki bersama, menurut pendapat saya, mereka adalah orang-orang yang "berhasil" dalam hidup. Sekilas dalam beberapa kali pertemuan, mereka saling support satu dengan lainnya, kompak dan saling menyayangi. Itu lah kunci kesolidan bisnis mereka.
2 komentar

Kegalauan Atikah

Sebagian hari kemarin adalah hari galau bagi saya. Saya maju-mundur-maju -mundur syantik ragu-ragu menghubungi seseorang  untuk menjadi narasumber. Meskipun pada akhirnya saya telepon narasumber tersebut menjelang malam. Hadeugh, kegalauan saya karena person yang harus saya hubungi ini bukan orang biasa.
Lalu saya juga ditelepon salah seorang teman seperjalanan saat touring tahun lalu. Dia menelpon gara-gara (telat) membaca status saya tentang Ahmad Dhani di Facebook yang saya posting beberapa hari lalu.
“Mbak menulis Ahmad Dhani ngga waras pasti karena hubungannya dengan Mulan Jamila kan?”Katanya
“Mulan Jamila hanya salah satu faktor. Faktor terbesar karena dia kegedean Ego” Jawab saya.
“Tapi saya membaca banyak banget orang yang menghujat Mulan Jamila semenjak Ahmad Dhani pisah dengan Maia. Mulan dianggap sebagai penyebabnya. Padahal kan belum tentu begitu, Mbak." Katanya 

"Memang menjadi orang ketiga tuh ngga enak, Mbak. Orang-orang ngga mau tahu, pokoknya jadi perempuan lain dianggapnya nista, aja. Perusak kebahagian rumah tangga.” Atikah (saya sebut aja begitu, deh) mulai curhat. “Mbak kan dari tahun lalu janji mau menulis cerita saya. Sudah jadi?”
Saya tiba-tiba teringat tulisan cerber- cerber saya yang terbengkalai.
“Sudah mulai ditulis sih, Tik” Jawab saya. “Saya publish tuh di blog saya”
(Saya tulis disini dan disini)

Please, Tulis aja semua yang saya ceritakan ke Mbak.  Kadang-kadang saya pingin deh ‘nyulik Mbak lagi supaya saya bisa menumpahkan unek-unek.”
“Boleh. Kapan saya mau diculik? Kita ke Maroko lagi?” Tantang saya sambal tertawa.
“Waktu kita di Maroko, saya jadi orang yang egois ya, Mbak. Saya ngomong terus. Cerita terus. Mbak  Rinny cuma ngangguk-angguk. Hehe” Katanya.
“Ngga apa-apa. Kan saya mendengarkan Tika lagi curhat.” Jawab saya.
“Saya menyesal juga percuma, ya, Mbak. Sudah terjadi. Tapi beneran deh, menjadi perempuan kedua tuh ngga enak. Padahal saya punya penghasilan sendiri. Punya gaji sendiri. Tapi setiap saya beli barang baru pasti disangka meminta ke suami. Padahal mestinya saya ngga minta, kewajiban suami kan Mbak, untuk menafkahi saya?” Tika mulai curhat lagi.
“Iya” Jawab saya
“Tiap hari saya seperti menghadapi sekumpulan konspirasi musuh, Mbak” Lanjutnya.

“Ah. Tika ngga boleh berlebihan begitu dong.”
“Mungkin, Mbak. Tapi perasaan saya ya begitu itu” Jawabnya “Seperti yang saya ceritakan ke Mbak dulu, saya ngga mau harta suami saya. Saya cuma pingin diterima di keluarga besar suami. Saya kan sudah terlanjur jadi istri kedua. Suami juga kan butuh saya, koq.”
“Saran saya masih sama seperti tahun lalu, Tik. Kalau Tika mau mempertahankan perkawinan, ya, Tika harus bisa berdamai dengan keadaan. Tika yang harus legowo. Kita kan ngga bisa memaksa bagaimana orang bersikap terhadap kita”. Kata saya.
“Iya, Mbak. Tapi legowo itu melelahkan. Bathin saya sakit terus.”
“Jiaaah, kalau bathin kamu masih sakit, itu berarti belum sepenuhnya legowo.” Kata saya “Saat Mas Harso melamar, kan kamu tahu ia sudah beristri. Tapi kamu mau menerima.”
“Iya, Mbak. Tapi ngga nyangka akan sakit begini, hati saya. Setiap hari.”Keluhnya.
“Tika, Mbak kan juga udah pernah bilang, deh.  Membaca Al Qur’an itu menenangkan hati. Al Qur’an itu menyembuhkan penyakit hati.” Kata saya “Jadi saat hati gelisah, sakit, tidak nyaman, bacalah Al Qur’an. Dan lebih baik lagi sambil belajar memahami maknanya.”
“Iya, Mbak.”
“Ya sudah, sekarang Tika ambil wudhu, terus baca Al Qur’an. Besok insya Allah, Mbak lanjutin menulis cerita Tika di blog. Kalau ada hal-hal yang meragukan, boleh ya saya menelpon Tika?”
“Boleh, Mbak. Terima kasih ya sudah mendengarkan cerita saya. Assalamu’alaikum,Mbak”
“Wa’alaikumsalam, Tika”

Tahukah kau, Tika, setiap selesai mendengar curhatmu, sebagian kegalauanmu jadi berpindah ke aku. Mungkin berbeda dengan orang-orang profesional di bidang ini (apa?), saya selalu membayangkan 'jika saya adalah kamu' supaya saya bisa memahamimu.
Ah. Saya butuh membaca Al Qur'an saat ini.

Semoga Allah memberikan ketentuan dan takdir terbaik bagimu, sahabatku Atikah.


(Kisah Atikah ini akan saya tulis pada Postingan berbeda, dalam bentuk fiksi, tentunya. Biar kalau ada yang meng-sue saya bisa ngeles : Yeee itu kan cerita fiksi...hehehe)

Fiksi lainnya:


Tuesday, May 10, 2016 0 komentar

Ketika Hidup Seperti Benang Kusut

Pernah ngga sih mengalami satu fase kehidupan, dimana saat  itu koq ya rasanya dari pagi ke malam, dari Senin ke Senin, hati selalu rungsing. Kesal, marah, kecewa, sedih bercampur aduk?

Alhamdulillah, sampai tulisan ini dibuat,  selama 40 tahun sekian (sekiannya rahasia. Haha, padahal banyak juga yang sudah tahu) sudah saya hidup, saya pernah mengalami belum lebih dari 3 kali. Seingat saya. Mungkin lebih banyak. Tapi selain yang 3 kali itu, yang lainnya saya sudah lupa blassss.

3 kali dan tidak pernah berlarut-larut hingga berbulan-bulan. Karena saya tipe orang yang tidak tahan berlama-lama berada dalam suatu masalah. Saya selalu bergegas menyelesaikan masalah. Prinsip saya dalam mengatasi masalah selalu : Aku akan hadapi apapun resikonya. Resiko maksimal adalah mati. Toh suatu saat, cepat atau lambat, akan mati juga.

Tapi ada loh orang yang tahan berbulan-bulan, bahkan bertahan-tahun, berada dalam kondisi tidak nyaman secara psikologisnya karena mendiamkan sebuah masalah. 

Seperti halnya seorang teman yang beberapa hari lalu menemui saya untuk curhat panjang lebar. 
Padahal jauh sebelumnya, saya dan seorang sahabat lain telah mencoba mengingatkan. Namun setiap diingatkan untuk menyelesaikan masalahnya, jawabnya selalu; “Biarin ajalah. Nanti juga selesai sendiri”.
Sampai kapan?.
Dia pun tidak tahu akan sampai kapan masalah tersebut akan terus ada. 

Lalu, masalah tersebut kini telah berkerak.
Pembiaran yang begitu lama menyebabkan masalah terus membelit dan membelit dirinya. Ibarat seutas benang, maka benang itu semakin kusut.

Lalu ia pun menemui kami meminta bantuan untuk mengatasi masalahnya.
Masalah yang sudah demikian lama tentu perlu treatment tertentu. Seperti halnya upaya dalam meluruskan benang kusut, diperlukan kesabaran, ketabahan dan kesadaran melepaskan ego. Sehingga, jika di satu titik ternyata harus menggunting benang yang sudah benar-benar tidak lagi bisa terurai, usahakan benang yg akan digunting itu adalah di ujung terjauh. Karena mungkin memang pokok permasalahan itu ada di situ.
Ada di awal.

Komunikasi diantara pihak yang terlibat permasalahan tersebut juga perlu dibuka jalurnya. Karena tidak jarang masalah timbul karena miskomunikasi. Jika terjadi miskomunikasi, sekali lagi lepaskan EGO.  Miskomunikasi terjadi biasanya karena masing-masing pihak merasa dirinya benar. Tapi TITIK BENAR diantara keduanya tidak saling bertemu pada titik yang sama.

Satu hal lagi yang terpenting, jika merasa hidup selalu menghadapi masalah berat, masalah berat, masalah berat, maka segeralah bertaubat kepada Allah dan temui orangtua.  Termasuk mertua. (Karena mertua ya orang tua kita . Titik tanpa ’juga’) Bersimpuh mohon maaf dan minta ridhonya. Mungkin ada kesalahan -entah kapan dulu- yang menjengkelkan hatinya. Ridho Allah beserta ridho orang tua. Jika Allah Ridho atas hidup kita maka masalah apapun akan terasa ringan.


Monday, May 9, 2016 0 komentar

Bekal Buat Bunuh Diri

Kabayan : "Nyai...Nyai... Jangan berdiri di rel kereta, nanti kalau ada kereta lewat, Nyai bisa ketabrak".
Nyai Iteung: "Biarin aja, Kang Kabayan. Iteung sedih, tiap hari diomelin Ambu ama Abah. Iteung jadi hopeless".
Kabayan : "Yah, jangan desperate gitu dong, Nyai. Kalau sedih kan bisa cerita ama Akang. Kali aja Akang bisa bantu."
Nyai Iteung: "Udahlah, Kang. Jangan sok baik gitu. Padahal Iteung juga ngerasa , Akang baik karena ada maunya. Semua emang gak ada yang tulus sayang ama Iteung"
Kabayan: "Ah, tuduhan Nyai ngga bener. I do care about you, Nyai. Tapi beidewai baswei, Nyai Iteung bawa apaan tuh? Koq kayaknya berat banget. Mau bunuh diri, ngapain bawa barang banyak-banyak, Nyai?."
Nyai Iteung: "Sembarangan! Siapa juga yang bawa barang banyak-banyak. Ini bekel tau! Nih, lihat. Ada nasi, sambel goreng pete, tumis oncom, ayam goreng, kerupuk miskin. Yang ini termos isi es teh manis."
Kabayan: "Bekelnya banyak banget"
Nyai Iteung: "Iyalah. Ini namanya persiapan, tauk! Kalau kereta telat lewatnya, Iteung ogah sampai mati kelaparan karena kelamaan nungguinnya".

0 komentar

Ongkos Metromini


2 malam yang lalu saya naik metromini, karena kelupaan bawa uang untuk membayar ongkosnya akhirnya saya diturunin di pinggir jalan.
Bingunglah saya. 
Padahal saat itu ngga ada orang yang saya kenal yang bisa dimintai tolong.
Saat sedang kebingungan begitu, tiba-tiba anak saya memanggil-manggil minta diantar pipis.
Saya pun terbangun.
Ah, untung cuma mimpi.
Tapi sejak malam itu, sebelum berangkat tidur, saya memastikan membawa uang di saku daster saya. Barangkali saja saya bermimpi lagi naik metromini tersebut.  Sudah saya niatkan, mau saya bayar deh sekarang ongkosnya. 
Beneran!
0 komentar

Menulis Unek-unek

Sebagai manusia yang berperasaan, saya juga sering merasa kesal, marah, dan perasaan negatif lainnya. Dan karena saya juga manusia yang ekspresif maka setiap apa yang saya rasakan akan saya ungkapkan. 

Dulu, saya sering meletup-letup. Sering marah-marah jika merasa ada hal yang tidak sesuai ekspetasi. Namun seiring bertambahnya pengalaman hidup, saya berusaha lebih sabar. Apalagi ketika saya menyadari ternyata perilaku doyan marah-marah memberi efek yang tidak baik bagi anak-anak.  

Namun kemarahan yang disimpan juga punya efek yang sama tidak baiknya. Hati saya jadi gosong karena terbakar emosi terpendam.



Lalu saya memakai cara lain untuk  mengungkap segala perasaan negatip, yaitu dengan menulisnya lalu dihapus. Setelah semua tulisan unek-unek tersebut dihapus, ya kemudian buat saya "that's it". 

Sampai situ doang.

Saya ngga mau memampangkan kekesalan, kemarahan dan seterusnya, berlama-lama. Nanti saya jadi cemberut terus. Kalau saya cemberut terus, nanti kecantikan saya akan berkurang. Itu yang paling saya khawatirkan.
0 komentar

Pikiranmu Ibarat Sebuah Teko

Kenyataannya, apa yang dialirkan teko saat dituang isinya ke dalam gelas, adalah tergantung apa yang kau isikan ke dalamnya teko tersebut sebelumnya.
Jika diisi kopi, maka teko akan mengalirkan kopi. Begitupun jika disi susu maka akan mengalirkan susu.

Demikian pula dengan perkataan kita. Mulut berkata, namun perkataan yang dikeluarkan adalah hasil olahan dari pikiran. Perbuatan pun berasal dari hasil pikiran.
Karena segala yang terjadi pada tubuh berpusat di otak,

Pikiran adalah ibarat teko.
Jika isi pikiranmu baik, maka akan mengeluarkan hal-hal yang baik.
Teko mengeluarkan minuman manis jika isi di dalam teko ditambah gula.
Kelakuan kita akan terasa manis bagi orang lain jika kita berpikiran husnudzon.

Namun bisa saja teko mengeluarkan susu. Tetapi ternyata susu basi. Bikin yang minum susu murus-murus keluar masuk toilet tiada henti. Akibat kelakuan kita yang lain di mulut lain di hati.

0 komentar

Sedekah Nasi Bersama SedekahOksigen di Cilacap

*Pesan untuk anak-anakku generasi penerus bangsa*

Saya dapat kiriman beberapa foto dari Sebuah SDN di Cilacap lewat WA. Melihat foto ini, murid yang bersalaman dan hormat pada gurunya dengan takzim, membuat saya haru. Berbuatlah seperti itu seterusnya, Nak. Menghormati guru, orang tua dan bahkan orang yang lebih muda darimu.

Jangan ikuti perilaku nyeleneh sebagian teman-temanmu yang telah kehilangan akhlak baiknya. Dengan menentang guru, tawuran, membully teman dan perilaku negatip lainnya.
Perilaku seperti itu sama sekali tidak keren, Nak. Jika kemudian menjadi tabiatmu, akan menyusahkan hidupmu kelak.

Camkan, Nak,  kesantunan adalah "bahasa" pergaulan yang bisa diterima dimanapun di belahan bumi Allah ini. Apapun warna kulitmu, apapun suku bangsamu, apapun agamamu, jika engkau santun akan selalu diterima dengan tangan terbuka.

Para Donatur dan relawan #SedekahOksigen dan #SedekahNasi telah memberi tauladan yang baik dengan kepedulian mereka terhadap sesama. Contohlah mereka. Agar dunia tempatmu hidup bisa menjadi dunia yang bertabur Rahmat Illahi.

#SarapanJumatPagi

Monday, May 2, 2016 0 komentar

I Came To Love You

Lagu ini saya "ketemukan" dengan tidak sengaja di suatu malam,
-----
Silly me,
Sometimes I lose my mind
Like a child Has lost his way
Then so soon I'll see
What keeps guiding me
And the reasons and traces are clear

I came to love you
Might as well make up your mind
Darling you know I can't wait for your love
Playing no games with my time

You have helped me see so much more than myself
And my life is getting richer all the time
Now we'll see the best
Of all of the rest
Thru the eyes of lovers looking at all time

I came to love you
All I can give is myself
I will not try to be nobody else
Can I give more than my heart?

I came to love you
All I can give is myself
I will not try to be nobody else

Can I give more than my heart?


 
;