(Kisah Klien) Tim Kecil Namun Solid

by - Wednesday, May 11, 2016

(Sub Label Kisah Klien adalah kesan-kesan yang saya tangkap dari para Klien -dan juga Supplier- kami. Terutama kisah yang unik atau inspiratif.)


Balikpapan 11 Mei,

Customer yang barusan saya kunjungi sudah berumur nyaris 70 tahun. Dia sendiri yang mengaku. Masih energik, walau khas orang tua banget: royal memberikan wejangan.

Dalam pertemuan sebelumnya beliau cerita bahwa sudah berbisnis sekitar 30 tahun. Sebelumnya  beliau bersekolah dan bekerja di Australia. 15 tahun pertama berbisnis ia punya banyak customer, karyawannya pun puluhan orang. Lalu saat 1998, dia termasuk salah satu korban penjarahan. Hartanya habis dijarah. Dan mereka sekeluarga menyelematkan diri ke Singapura.

2 tahun di Singapura mereka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan bisnisnya. Tapi kali ini customernya yang tersisa cuma 1. Customer yang  lain ada yang sudah tutup perusahaannya. Ada banyak yang udah tidak merepon tawarannya. Ya, ia menemui berbagai rintangan dengan berbagai alasan deh.

Nah, customer yang 1 ini dia rawat baik-baik. Katanya, ibaratnya setiap inchi tanah di lingkungan perusahaan  tersebut dia kenal. Termasuk nyaris seluruh karyawan perusahaan customernya. Dia pasang "CCTV" dan "Penyadap". Sehingga setiap berita atau aktifitas pengadaan barang nyaris selalu beliau tahu.

Disitu beliau "bermain". Jadi kontaktor “Palugada".

Dia buat beberapa perusahaan agar fungsi dan spesifikasi kontraktor dipenuhinya. Padahal pekerjanya hanya berlima. Si Bapak, kedua anaknya, Istrinya dan seorang petugas administrasi. Mereka semua super cekatan. Berada bersama mereka seperti berada ditengah-tengah angin puting beliung mini. Muter dan selalu bergerak.

“Untuk hal-hal yang kurang kami kuasai, kami memilih memakai jasa outsourching, Mbak” Katanya “Yang ada disini hanya tenaga inti”
Jadi jika mereka menang sebuah tender pekerjaan yang mensyaratkan termasuk service purna jual, maka ia akan menggandeng perusahaan lain sebagai co-contractor.
Tapi diatas semua kecekatan mereka, saya salut dengan kerendah-hatian mereka. Si Bapak, istri, anak-anak dan si Mbak, sangat ramah.  Keramahan yang sama sekali bukan pura-pura. Karena pasti bisa dirasakan.

Saya tidak bertanya atau mencari tahu berapa omset perusahaan mereka. Tapi dari apa yang mereka miliki bersama, menurut pendapat saya, mereka adalah orang-orang yang "berhasil" dalam hidup. Sekilas dalam beberapa kali pertemuan, mereka saling support satu dengan lainnya, kompak dan saling menyayangi. Itu lah kunci kesolidan bisnis mereka.

You May Also Like

1 komentar