Friday, May 27, 2016

Marketing Mix

Ilmu Marketing terus berkembang. Yang tadinya saya cuma tahu Marketing Mix 4P, Lalu Marketing Mix 5P, kemudian menjadi Marketing Mix 7P.
4P Marketing Mix sendiri merupakan dasar dari menentukan target pasar. Bagaimana saat kita memasuki bisnis, kita harus tahu:
1. APA  yang dibutuhkan (atau kita buat supaya dibutuhkan)--> Product, 
2. BAGAIMANA cara menyampaikan informasi tentang produk,---> Promotion 
3. BERAPA harga yang paling pas di pasar tersebut---> Price
4. serta DIMANA kita berbisnis. ---> Place
4P Marketing Mix ini adalah teori Marketing yang fokus terhadap PRODUK.

Lalu setelah fokus terhadap PRODUK, mungkin baru disadari oleh para pembuat teori tersebut, bahwa dalam berbisnis dibutuhkan tambahan 1P (sehingga menjadi 5P) yaitu PEOPLE. Yaitu orang yang terlibat dengan alur dan proses sebuah produk. Dan juga orang yang bersedia membayar harga produk tersebut.

Ketika sudah melibatkan PEOPLE atau Masyarakat dalam sebuah bisnis, maka yang harus dipertimbangkan dalam strategi pemasaran berikutnya adalah SERVICE. Karena jika sebuah bisnis ingin membangun"Brand Image" ataupun "Corporate Image" tentu tidak bisa "jualan lalu lupakan". Tetapi harus ada proses berkesinambungan. Maka kemudian dalam Marketing Mix ditambahkan 2P lainnya (sehingga menjadi 7P) yaitu PROCESS dan Physical Environment (atau Physical Evidence).
Di teori 7P Marketing Mix lain, yang ditujukan bagi bisnis yang terfokus pada Produk, maka tambahan 2P tersebut adalah PACKAGING dan POSITIONING
Pertama kali belajar Marketing saya diajarin tentang Marketing Mix 4P, yaitu Product, Place, Price dan Promotion.
*1) Product / Produk
Adalah Sesuatu yang dijual kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk bisa saja benda yang 'Tangible' atau yang 'Intangible' seperti Sevice/Jasa/Pelayanan.
Setiap produk memiliki masa "life cycle". Dari mulai masa persiapan produk, masa tumbuh, menjadi produk unggulan hingga suatu saat produk tersebut mulai ditinggalkan. Entah karena pasar sudah bosan atau sudah ada produk baru yang lebih bermanfaat atau up-to-date. 
Misalkan ASPIRIN. Setelah melalui serangkaian test dan pengenalan ke publik, Aspirin pernah menjadi "obat Dewa". Tapi sekarang pengguna Aspirin sudah sangat sedikit. 
Nah, seorang 'Marketer' (Karena ini sedang bahasan Marketing) harus mempertimbangkan kira-kira "umur" produk tersebut bisa diterima pasar berapa lama, akan bertahan berapa lama. Dan strategi apa yang harus dilakukan terhadap Produk tersebut.
*2) Price
Alias Harga. Adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli Produk.
Seorang Marketing harus memikirkan dengan hati-hati, produknya akan dijual dengan harga berapa? Tentu untuk memutuskan berapa harga produk tersebut harus juga dengan memperhitungkan detil segala biaya yang dikeluarkan, value produk dan siapa pangsa pasarnya. 
Yang pasti sih, kudu SURVEY ya, agar harga produk kita bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan optimal.
*3) Place
Adalah tempat dimana produk tersebut mau dijual.
Di kota, di desa. Di Jawa, di Kalimantan. Di warung kaki lima, di Mall. Toko Online , toko Offline
Karena tiap tipe "tempat " akan memiliki stategi pemasaran yang berbeda-beda. Penentuan "tempat berjualan" juga bisa ditetapkan berdasarkan Jenis produk, fungsi produk, pelayanan, kekuatan financial yg dimiliki pemilik produk atau sosial budaya masyarakat tempat lokasi pasar berada.
Misalkan berjualan MARNING (Hayoo tau "marning" ngga?) di kantin Panti Jompo ya ngga cocok.
*4) Promotion
adalah segala macam metode komunikasi untuk menyampaikan berbagai macam informasi tentang produk. Yang termasuk kedalam "Promotion" ini adalah segala hal tentang informasi produk/ iklan, promosi penjualan (diskon, pemberian sample, produk gratis, dsb) serta informasi HUMAS.
Jadi "Promotion" bukan melulu tentang HARD SELLING ya, tetapi juga penyampaian informasi yang bisa menjadi "Image" produk.
Nah, cara berpromosi sangat menentukan apakah Marketer bisa mempengaruhi pikiran konsumen sehingga mau membeli produknya

Marketing Mix 5P
Tambahan 1P dari 4P pada tulisan sebelumnya:
*5) People.
Yaitu Orang, kalau bisa 1 milyar orang, yang mau mengeluarkan uang untuk membeli produk yang kita jual.
Tentu bukan sembarang orang. Karena kalau orang-orangan sawah ngga punya duit. Tapi orang yang tepat. 
Untuk mengetahui siapakah orang yang tepat bagi produk kita tentu kita harus melakukan survei.
Kenapa harus "orang yang tepat"? Karena agar strategi komunikasi kita bisa diterima dengan baik oleh mereka. Karena agar harga jual kita bisa "masuk akal" bagi mereka. Karena setiap value dari produk yang kita punya memiliki nilai yang dibutuhkan mereka.
Survei kuncinya : Siapa 'People' bagi produk kita?
Lelaki atau Perempuan?
Dewasa, Remaja atau anak-anak?
Single atau Menikah?
Tinggal di kota atau di desa?
Tinggal di Jawa atau Papua?
Berapa penghasilan mereka?
Berapa kemampuan nominal uang yg bisa mereka keluarkan untuk membeli produk kita?
Dst...
Setelah 5P Marketing Mix, terjadi lagi perkembangan dalam Teori Metode Pemasaran, Kali ini menjadi 7P Marketing Mix.
Bagi bisnis yang mengedepankan Metode Pemasaran terpusat pada "Produk" maka tambahan 2 P adalah Positioning dan Packaging. Sedangkan pada perusahaan yang melihat Service terhadap konsumen merupakan hal yang penting bagi stategi Pemasarannya maka mereka bisa menambahkan Process dan Physical Evidence/ Physical Environment bagi Strategi Pemasarannya.
Tapi tentu saja, dengan dinamisnya kondisi bisnis , maka para Marketer harus bisa menyesuaikan strategi pemasarannya dengan kondisi pasar terkini.
PRODUCT, PLACE, PEOPLE, POSITIONING : merupakan bagian "Stategis" dalam metode pemasaran. Karena keempat "P" tersebut tidak mudah diubah-ubah.
Sedangkan PRICE, PROMOTION, PROCESS, PACKAGING, dan Physical Evidence bisa saja mudah diubah-ubah tergantung kondisi terbaru. Sehingga "P" ini bersifat taktis dalam metode pemasaran.

*6 a) Packaging 
Alias Kemasan. Kemasan adalah tampilan terluar sebelum Konsumen memanfaatkan fungsi produk. Ingatlah, Impresi visual 15 detik pertama sangat berperan dalam keputusan awal apakah (calon) konsumen akan membeli produk atau tidak. Pemilihan kemasan harus dengan mempertimbangkan faktor 5P yang saya tulis di status sebelumnya. Jangan sampai anda "memasangkan" kemasan yang salah pada produk anda. Sekali lagi, lakukanlah survey untuk tampilan kemasan produk agar sesuai dengan target market anda.
Oya, perhatikan deh kemasannya "Coca cola". Poduk yang menjadi andalan utama mereka adalah Coca Cola "rasa original", Namun untuk tetap menjaga keberlangsungan pasar mereka melakukan strategi gonta-ganti tema kemasan.
b) Process
Sistem dan proses berjalannya suatu bisnis memberikan efek terhadap keputusan apa dan bagaimana pelayanan yg dapat diberikan kepada konsumen. Sehingga dibutuhkan suatu proses pemasaran yang tepat -dari mulai hulu hingga hilir hingga produk sampai ke tangan konsumen- sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

*7 a) Physical Evidence
A.K.A Bukti fisik. Apapun bentuk 'produk' yang dijual, harus ada bukti fisik dari proses jual beli. Begitupun jika anda menjual "jasa/ service/pelayanan.
Bisnis salon kecantikan: konsumen harus setuju dan "melihat" hasil dari pelayanan yang anda lakukan. Bisnis asuransi: konsumen memiliki dasar bahwa mereka telah membeli "produk" anda melalui polis atau kartu asuransi yang dikeluarkan.
Bukti fisik tersebut bisa menjadi "penanda" eksistensi bisnis anda. Bila target pasar anda puas dengan jasa layanan anda maka 'bukti fisik' bisa menjadi 'Produk Image' anda. Misalkan sebuah provider asuransi yang memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya, maka seseorang yang memiliki kartu asuransi provider tersebut akan merasa aman karena ia telah terlindungi jika terjadi kecelakaan

b) Positioning
Positioning adalah Bagaimana konsumen berpikir dan berbicara tentang produk (bisnis) anda. Untuk itu strategi dalam membentuk Positioning produk anda harus dilakukan terus menerus.
Strategi Pemasaran dalam menentukan "Positioning" tidak bisa dipisahkan dari "P" yang lain.



3 komentar:

Post a Comment

 
;