Menulis Unek-unek

by - Monday, May 09, 2016

Sebagai manusia yang berperasaan, saya juga sering merasa kesal, marah, dan perasaan negatif lainnya. Dan karena saya juga manusia yang ekspresif maka setiap apa yang saya rasakan akan saya ungkapkan. 

Dulu, saya sering meletup-letup. Sering marah-marah jika merasa ada hal yang tidak sesuai ekspetasi. Namun seiring bertambahnya pengalaman hidup, saya berusaha lebih sabar. Apalagi ketika saya menyadari ternyata perilaku doyan marah-marah memberi efek yang tidak baik bagi anak-anak.  

Namun kemarahan yang disimpan juga punya efek yang sama tidak baiknya. Hati saya jadi gosong karena terbakar emosi terpendam.



Lalu saya memakai cara lain untuk  mengungkap segala perasaan negatip, yaitu dengan menulisnya lalu dihapus. Setelah semua tulisan unek-unek tersebut dihapus, ya kemudian buat saya "that's it". 

Sampai situ doang.

Saya ngga mau memampangkan kekesalan, kemarahan dan seterusnya, berlama-lama. Nanti saya jadi cemberut terus. Kalau saya cemberut terus, nanti kecantikan saya akan berkurang. Itu yang paling saya khawatirkan.

You May Also Like

0 komentar