Cantengan dan Masalah Hidup

by - Saturday, July 09, 2016

Sudah beberapa hari ini saya merasa jempol kaki kiri saya ada sedikit rasa sakit. Saya bisa memastikan karena akibat ada bagian daging jempol yang tertusuk ujung kuku yang runcing. Maka pagi ini saya mengeksekusi ujung kuku tersebut.

Tapi rasa sakit saat mengeluarkan ujung kuku kecil ini, membuat saya mengaduh-aduh. Apalagi punggung bawah saya sedang kumat sakitnya, gara-gara princess kembali jadi upik abu. Sehingga saat membungkuk untuk menggunting kuku, jadi double sakitnya.

Melihat saya begitu, suami menawarkan bantuan untuk memotongkan kuku saya. Tapi saya tolak.  Memotong kuku yang menusuk kayak gini harus saya lakukan sendiri walau sakit. Karena untuk urusan kuku saya,  cuma saya sendiri yang paling tahu cara yang paling tepat buat mengeksekusinya.

Beberapa karyawan saya ada yang pernah 'mengabaikan' rasa sakit tertusuk kuku yang tajam, hingga kemudian kuku mereka menusuk ke daging jempolnya semakin dalam, lalu menimbulkan infeksi. Bukan cuma jempol kaki mereka yang bernanah, tapi badan juga jadi demam. Kena CANTENGAN, istilah awamnya

Kalau sudah cantengan, maka untuk mengeluarkan kuku tersebut harus dengan bantuan orang ketiga, dokter, dan dengan proses yang lebih rumit. Dibius lokal, operasi kecil, harus minum obat, dan lain-lain

Nah, kasus cantengan ini persis kan dengan beberapa permasalahan hidup?
Kadang kita mengabaikan saat masalah masih kecil. Kita ngga berani mengambil konsekwensi dari penyelesaian masalah karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Daripada merasa tidak nyaman, kita memilih mendiamkan masalah.

Padahal beberapa masalah ada yang tidak bisa diselesaikan dengan cara mendiamkan atau mengabaikannya. Masalah jenis ini, semakin didiamkan malah semakin memburuk. Hingga suatu saat 'amputasi' adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikannya.

Untuk urusan kuku, saya belum pernah mengalami cantengan sampai saat ini. Alhamdulillah. Karena saya berani menahan sakit saat harus mencokel kuku yg menancap di daging jempol saya. Tapi jujur, ada satu masalah yang belum saya selesaikan, walau telah bertahun-tahun, yang kadangkala masalah ini merusak kewarasan saya.
Karena saya..
Ah sudahlah. ...

(Haha, kepo kan kamyuh....)

You May Also Like

0 komentar