Sunday, November 26, 2017 0 komentar

Berbisnis Dengan Modal Minim dan Tanpa Produk Sendiri

Ngga punya produk tapi pingin bisa jualan? Dan mestinya yang menguntungkan .
Caranya udah buanyak yang tau dong ya...
Hu uh, tulll....
Anda bisa jadi Reseller, Dropshipper, Atau Affiliate.

Ngga punya banyak modal, tapi pingin jualan? Ya bisa dooong.
Di Zaman milenial sekarang, banyak banget fasilitas gratisan yang bisa dimanfaatkan. Anda bisa memakai cara sebagai berikut:

1. Manfaatkan wifi gratisanSstt..kadang saya melipir di sekitaran warung kopi cuma buat connect ke internet (kalau cuma buat 1-2 menit online). Kalau ngga masuk ke dalamnya, ngga mesti membeli kopi juga kan? 

2. Laman Facebook, Instagram dll Bisa jadi etalase gratisan anda
Whatsapps, messenger, Telegram Bisa jadi saluran komunikasi anda ke pelanggan, Lewat ketiga aplikasi ini telepon sudah bisa gratis kan?

3. Perbanyak database. Manfaatkan teman-teman maya dan teman yang bukan maya (maksudnya tetangga, teman sekolah, teman arisan, dll) untuk mendapatkan Calon Pelanggan Potensial anda.

4. Belajar Copy writing dan membuat visualisasi produk. Zaman online, ketertarikan Calon Pembeli terhadap produk bisa diprovokasi melalu emosi yang tertangkap secara visualmelalui foto atau video.Dan dari hasil olahan imajinasi karena membaca uraian anda tentang produk.

5. Dan sudah pasti, untuk berjualan anda butuh produk. Namun produk tersebut tidak harus punya anda. Maka carilah VENDOR (produsen). Dengan syarat produk tersebut harus memiliki kualitas terbaik, harga terbaik, komisi terbaik serta fitur yang diminati oleh pasar.

Selamat Berjualan.
0 komentar

Hadiah Ulang Tahun Buat Istri

Jono adalah seorang multi-trilyuner yang sangat sayang pada istrinya, sehingga segala barang yang dijual di dunia ini pernah dihadiahkan Jono kepada Si Istri.
Bulan November adalah bulan kelahiran Nyonya Jono, dan biasanya Jono memberikan hadiah ulang tahun kepadanya. Tahun lalu Jono pun menghadiahi istrinya sebuah lahan tanah di San Diego Hills.

Tentu saja istri Jono mencak-mencak mendapat hadiah tersebut, "Mengapa kali ini kau berikan aku hadiah ulang tahun berupa tanah itu?"
"Segala benda yang bisa dibeli di dunia ini sudah pernah kuhadiahkan padamu. Aku sudah kehabisan ide. Untung saja Sekretarisku adalah seorang yang cerdas, dia memberi usul tentang tanah itu. Selain itu, saat kusurvey, wilayah itu adalah daerah yang sangat indah, Sayang.
Si Istripun terdiam.

Bulan November tahun berikutnya, hari ulang tahun Nyonya Jono terlewati tanpa ia mendapat hadiah apapun dari Jono.


Saat istrinya menanyakan hal tersebut, Jono menjawab, "Bagaimana mungkin aku memberi hadiah padamu lagi? Sedangkan hadiah ulang tahunmu tahun lalu saja, sama sekali belum kau pakai."
Friday, November 24, 2017 0 komentar

Trotoar Milik PKL atau Pejalan Kaki?

Asal kata "Kaki Lima" itu adalah berdasarkan peraturan pada jaman Penjajahan Belanda mewajibkan setiap jalan besar harus menyediakan lahan selebar 5 kaki untuk trotoar (1 kaki = 30.48 cm. Jadi 5 kaki kurleb sekitar 1.5 meter).

Trotoar zaman dulu itu dikhususkan sebagai sarana berlalu lintas bagi rakyat jelata yang ngga punya kereta kuda. Makanya tempatnya di tepi. Tempat dimana manusia-manusia dipinggirkan. Sedangkan badan jalan digunakan untuk dilalui kereta kuda. Dengan demikian, untuk bisa merasakan lewat di badan jalan, ya mesti punya kereta kuda. Dan biasanya yang punya kereta kuda adalah para meneer yang kaya atau para priyayi.

Kemudian seiring dengan kenaikan jumlah penduduk dan pertumbuhan urbanisasi yg membutuhkan peningkatan lapangan kerja, maka para pedagang melihat peluang berjualan di area tempat orang berlalu lalang. Yaitu trotoar. Mereka disebut Pedagang Kaki Lima, untuk menandai bahwa tempat mereka berdagang, ya, di area selebar 5 kaki itu.

Jadi, kalau sekarang ada yang merelokasi para PKL ke pasar, jelas salah besar lah. Tempat mereka harus di area trotoar, agar sesuai dengan namanya. Kalau PKL dipindah ke pasar, ya harus diganti dong namanya menjadi Pedagang Pasar.

Lalu mengenai Pejalan Kaki. Sesuai istilahnya, Pejalan Kaki adalah orang yang berjalan dengan menggunakan kaki. Kalau jalan dengan naik motor, itu namanya Ngojek.
Jadi, kalau namanya PeJALAN Kaki, seharusnyalah tempatnya melangkahkan kaki itu di JALAN. Mosok Pejalan Kaki berada di trotoar? Ya jadi Petrotoar. Ngga ada itu. Wagu.

Sekarang kan udah zaman milenial. Di zaman now, kereta kuda yang dulu melintas di badan jalan, udah diganti mobil. Bagaimana dengan trotoar?
Ya tetap lah difungsikan buat rakyat jelata yang selain naik mobil. Kalau jaman dulu naik sepeda onthel, karena sudah dimesinkan, maka sekarang jadi sepeda motor.

Untuk pejalan kaki dimana?
Hadeugh, masa sih masih mau berjalan kaki? Ngga capek? Lagian sekarang segalanya udah pakai mesin, mosok Situ masih pakai cara tradisional? Udah ngga ada tempatnya.


Plis, jangan jadi manusia jadul, deh.


sumber Facebook


0 komentar

Ketika Artis Itu Buka Jilbab, Saya Melakukan Hal Ini

Saya ingat saat itu 1 Ramadhan ketika saya memutuskan mengenakan jilbab. Tahun 1995. Saya dipanggil oleh Supervisor, lalu Sales Manajer bahkan Marketing Director yang dari Jepang, untuk menanyakan alasan saya memutuskan berjilbab.

Saat itu sayalah karyawan "Kantor Pusat" yang pertama memakai jilbab. Perusahaan mengkhawatirkan performa saya akan menurun jika berjilbab
Saya katakan, "Pak, andai karena memakai jilbab lalu penjualan saya menurun dalam tiga bulan, saya akan mengundurkan diri."

Nyatanya, memang sih saya mengundurkan diri setahun kemudian, tetapi karena saya mendapat 'posisi' dan gaji yang lebih baik di perusahaan lain.

Sejak kecil saya tinggal di lingkungan para santri, memakai "tutup kepala" bagi perempuan, adalah budaya keluarga kami. Lalu ketika saat SMP, SLTA dan (awal) bekerja saya melepas jilbab, setiap hari bathin saya mengganjal. Jujur saja saya sering malu sendiri dengan 'ketelanjangan' saya. Terutama jika tanpa sengaja bertemu dengan tetangga lama yang para santri itu. Dan ketika akhirnya saya memberanikan diri berhijab lagi, saya lega.
--
Ketika membaca berita Seseartis melepas hijabnya, buat saya bukan hal yang perlu dirumpiin. Hal ini bukan kejadian pertama, bukan? Beberapa tahun lalu ada Marshanda, misalnya.

Begitulah, keimanan dalam hati Seseartis tersebut mungkin saat ini sedang turun rendah. (Ups, bukan berarti iman saya tinggi. Iman saya juga kayak roller coaster, koq). Dan urusan iman itu hak prerogative nya Allah.  Adapun alasan yang dia kemukakan inilah-itulah, hanyalah kata-kata yang dia gunakan untuk menutupi kegundahan hatinya sendiri. Lalu, ada orang gundah, koq malah dihujat sana-sini. Ya akibatnya dia makin merasa resah.

Bukankah orang yang sedang galau to the max ini sebaiknya digandeng tangannya? Mengapa tidak kita sediakan telinga untuk mendengar curhatnya? Atau kita sediakan bahu untuk tempatnya menangis mengeluarkan unek-uneknya?

Kalau orang yang sedang gelap pikir malah dicaci, yaaah, maka makin masuklah ia ke dalam "goa" pengasingannya. Ia akan makin menjauh. Dan bukan tak mungkin, saya yakin 99,9%, kemudian Syaiton pun datang meniupkan hasutan di telinganya,
"Tuuuuh lihat, orang-orang yang dulu kamu pingin menirunya, ternyata kelakuan mereka begitu. Super nyinyir. Mereka mana mau tahu kegelisahan hatimu dalam mencari identitas kemuslimanmu. Yakin mau mengikuti ustadz itu? Lah, buktinya kamu sekarang jadi bahan ceramahnya, disindir-sindir sana-sini."
Yang paling ngeri adalah jika Syaiton berhasil menghasutnya untuk menjadi murtad. Audzubillah min dzalik.

Cukuplah apa yang dilakukan Seseartis itu menjadi muhasabah buat diri kita. Eh, diri aku deh, yang utama.
"Rin, tuh lihat. Kamu jangan begitu ya. Tetap istiqomah. Malah sebaiknya, usahakan tingkatkan ketakwaanmu."
-
Kadang-kadang, dalam upaya untuk menjadi manusia yang lebih baik, kita perlu mendapat contoh NYATA dari perbuatan buruk orang lain. Agar kita bisa mengambil pelajaran. Misalkan, anak-anak gadis saya perlu mendapat contoh kisah nyata dari gadis yang "MBA" di usia sangat muda. Sehingga mereka menjadikannya sebagai acuan untuk tidak melakukan hal yang sama.

Jadi kamu, eh saya ding, beruntung, bahwa yang memutuskan membuka jilbab akibat tekanan apapun itu, adalah dirinya, bukan terjadi pada saya. Sehingga saya bisa belajar darinya.




0 komentar

Jika Seluruh Dunia Abai Padamu

Tips lama ini masih relevan hingga sekarang. Trust me it works
---
Kurangi level bahagia dan perbanyak "ngersulo" maka kamu akan segera merasa mellow.
Kalau kau merasa dunia ini begitu kejam padamu. Tak ada seorangpun yang peduli. Rasanya semuaaaaa orang di dunia ini begitu abai. Telepon darimu tak dijawab. SMS tak berbalas. Pesan WA tak dibaca. Pokoknya mereka benar-benar acuh padamu.

Kau ada tapi tak terlihat.

Kau dianggap angin lalu?
Lebih parah dari itu. Angin itu ada dan terasa walau ia tak terlihat. Malah banyak orang yang berharap datangnya angin. Terutama setelah tercium ada orang yang buang angin.

Kalau kamu mengalami tragedi diabaikan seperti ini, jangan dulu putus asa lalu bergabung dengan teroris agar dijadikan jihadis pembawa bom. Itu bukan jihad yang dijanjikan surga. Malah mungkin malaikatpun tak sudi menyempatkan untuk menimbang amalmu. Bisa-bisa kau langsung ditendangnya ke neraka.

Tapi, kalau kau memakai caraku ini, percayalah, dalam waktu singkat teleponmu akan berdering terus tiada putus. Suara tang-ting-tung terdengar setiap setengah menit dari ponselmu, tanda ada pesan masuk. Beberapa hari kemudian orang-orang akan berbondong mendatangimu. Yang tadinya abai akan sontak peduli banget. Kau akan menjadi pusat perhatian mereka.

Mau tau caranya?
Sebenarnya cuma satu saja tips dariku.
Yaitu,
"Jangan bayar segala tagihanmu!"
Sederhana kan?
Nah. Selamat mencoba!


0 komentar

Kita Butuh Orang Brengsek

Iya, kita butuh mereka.
Butuh banget malah.
Kita butuh kelakuan mereka yang brengsek agar kita bisa memilih bertingkah sopan.
Kita butuh mulut-mulut brengsek yang selalu yang mencaci, agar kita bisa memilih bertutur  ucap secara santun.
Kita butuh mendengar kalimat-kalimat brengsek, agar bisa memilih memperdengarkan perkataan menyejukkan.
Kita butuh otak-otak yang berpikir ala brengsek agar kita bisa memilih bernalar secara waras.
Kita butuh orang-orang brengsek agar kita tidak menjadi Brengsek.
Dan apakah akan menjadi manusia yang brengsek atau tidak, kita yang memilih sendiri.


0 komentar

Pengalaman Dua Sisi Rel

Saat ini sedang diputar Film Naura and The Gank yang kabarnya adalah film bergenre film untuk anak-anak. Sempat terbit harapan di hati saya untuk membawa Safira dan Jasmine menonton film tersebut sebagai hiburan, mengingat sudah sangat jarang sekali ada film sejenis itu saat ini. Bahkan sekalipun film yang diimport dari Hollywood sana, sepanjang tahun 2017 ini rasanya belum ada lagi film baru buat anak-anak. Apalagi pada saat pemutaran film Perdana, saya membaca apresiasi dari salah satu penonton yang diundang, bahwa film tersebut mengandung unsur Pendidikan, sehingga layak untuk ditonton anak-anak.

Namun, belum lagi niat tersebut terlaksana, tiba-tiba saya membaca status Facebook salah satu teman saya yang memberikan penilaian negative terhadap film tersebut. Bahkan menghimbau agar film itu tidak ditonton, dengan alasan mendiskreditkan Islam, karena para tokoh antagonisnya berjenggot dan mengatakan beberapa kalimat talbiyah saat melakukan kejahatan. Dan himbauan dari status ini menjadi viral .

Disisi lain, pagi ini saya membaca lagi sebuah status Facebook juga yang justru memberikan pendapat berbeda. Menurutnya film ini layak ditonton. Dengan berbagai alasannya. Dan status ini pun kembali menjadi viral.

Akibatnya kedua kubu dari status pertama dan kedua pun saling bersitegang. Kasus seperti ini sudah biasa banget terjadi di media social. Pendapat A vs Pendapat B.
Yang disayangkan adalah kedua pihak lupa, bahwa tiap orang punya pendapat dan persepsi masing-masing berdasarkan pengalaman hidup, pembelajaran hidup serta keyakinan masing-masing.
Saya sebetulnya jenis orang yang tidak mudah setuju dengan pendapat orang lain. (Itu semacam 'kutukan' dari hasil didikan belasan tahun di bangku sekolah). Tetapi, walaupun saya MEMBANTAHnya, belum tentu saya MENYALAHKANnya. Saya  memahami, bahwa bisa saja pendapat tersebut menurutnya benar, karena pengalaman, pengetahuan serta pengetahuan yang didapatnya seperti itu. Saya membantah karena pengalaman yang saya alami, pengetahuan yang saya miliki, serta hal yang saya yakini bisa saja berbeda.
Seperti halnya dua orang -misalkan saya dan Mbak A- yang berjalan bersisian di dua sisi rel yang berbeda. Walaupun tujuan akhir sepasang rel tersebut sama, tapi pengalaman yang saya dapatkan tentu berbeda dgn pengalaman Mbak A yang berjalan di sisi yg berbeda. Kerikil yang kami injak berbeda. Mungkin saat berjalan di sisi saya, ada kotoran kambing di titik tertentu, sementara di sisinya tak ada. Bisa juga di titik lain ia harus melompati kubangan air, sementara di sisi saya lajurnya berpasir.
Teman yang mendengarkan cerita berdasarkan pengalaman saya, bisa mengatakan, "Kata  Rinny, jalur kereta itu banyak kotoran kambingnya, selain itu tracknya berpasir."
Sementara, teman lain yang mendengarkan cerita versi Mbak A, akan membantah dan mengatakan, "Ah mosok, Mbak A bilang jalur kereta itu banyak kubangannya loh. Berbatu-batu lagi. Saya sih percaya kalau Mbak A benar, wong itu pengalamannya koq."
Maka dua orang itu saling berbantahan berdasarkan dalil 'Cerita Mbak Rinny vs Cerita Mbak A'.
Apakah Mbak Rinny dan Mbak A salah? 
Lah, itu kan pengalaman 'kami' sendiri.

Apakah kedua mbak-mbak yang bertengkar salah?
Kan mereka mengutip pernyataan dari orang yang sama-sama mereka percayai koq.

Lalu siapa yang salah?
Yang salah adalah perilaku malas yang tidak mau check dan recheck.

Begitulah.
Buat saya, berita yang benar-benar absolut saya percayai adalah 'berita' yang dibawa Jibril kepada Rasulullah, yang tertulis dalam Al Qur'an, dan cerita yang dikisahkan oleh para Perawi Hadist shahih. Dua itu thok.
Sisanya -walau itu tertulis dalam Wikipedia, Majalah Times, Majalah Intisari, apalagi blog dan status orang yang tidak dikenal-, saya biasanya akan melakukan (dan saya menyarankan) check dan recheck.
Bila diperlukan, buatlah pengalamanmu sendiri. Agar pendapatmu shahih bagi dirimu sendiri.
(Saya jadi pingin menonton film tersebut, untuk memiliki pengalaman dari sisi rel saya.)


Tuesday, October 31, 2017 0 komentar

20 Random Facts About Me

Menulis ini sih cuma buat iseng-iseng aja, mencatat keanehan diri sendiri.Kali nanti cucu,cicit, canggah mau tau gimana sih nenek mereka yang mempesonah ini, ya beginilah aku adanya...(tsaah)

1. Suka bubur ayam yang tanpa bubur dan tanpa suwiran daging ayam (sudah ditulis di status sebelumnya).

2. Kalau sedang di rawat di RS, saya ngga suka dijenguk. Kan jadi awkward moment kalau yang menjenguk berusaha menghibur padahal saya sedang tidak ingin dihibur. Nanti kalau saya menganggapnya sebagai Emak-emak Penghibur, gimana?

3. Sangat jarang copas kalimat ucapan. Setiap ucapan selamat ultah, turut berduka cita atau apapun, biasanya saya ketikkan hurup demi hurup. Karena saya ingin mendoakan dengan sepenuh hati.

4. Duluuuuu saya 'terbang' dengan tentram bahkan bisa tidur sejak take off hingga landing. Namun semenjak pernah mengalami beberapa turbulensi, setiap naik pesawat adalah saat-saat menegangkan. Saya akan terus menerus melihat ke luar jendela. Padahal pemandangan cuma awan. Ngga mungkin juga ngelihat pas Superman lewat. Paling bahagia saat sudah melihat daratan. Dan makin cemas saat tahu jika sedang terbang di atas lautan.
Sayangnya saya harus 'terbang' sedikitnya seminggu sekali (pp).

5. Satu-satunya film Korsel yang ditonton adalah Jewel in Palace alias Dae Jang Geum. Sekitar tahun 2004 iyeeehhh...

6. Artis Korea Selatan yang saya dengar 2-3 lagunya adalah SNSD, selebihnya ngga tahu. Aktor Korea cuma tahu Lee Min Ho. Jadi kalau cerita tentang film atau artis Korsel, harap maklum kalau saya bengong aja. Lagian tampang mereka bukannya sama aja?

7. Saya beneran ngga punya makanan dan minuman favorit. Belum ada makanan atau minuman yang membuat saya pingin balik lagi-balik lagi karena saking sukanya.
Jika sedang di luar kota, lalu saya balik lagi ke tempat makan itu, ya karena cuma saya taunya tempat itu doang.
Misalnya, saya sudah puluhan kali ke Cilacap tapi rumah makan yang saya tahu ngga sampai 5 tempat. Ke Balikpapan juga sudah puluhan kali, saya tahunya cuma Kepiting Dandito dan Coto Klandasan. Sisanya asal masuk warung makan.

8. Kemana-mana saya bawa air minum dalam botol.
Walau saya tahu di tempat yang saya tuju akan disediakan minuman, tapi biasanya saya kekeuh bawa air minum sendiri.

9. Saya paling ngga bisa tidur dalam kamar gelap. Bisa sesak napas dan panik.

10. Salah satu hal yang saya sesali adalah kenekatan masuk ke Cu Chi Tunnel. Saya nyaris pingsan. Dan akibatnya menjadi 'trauma' selama berbulan-bulan.

11. Setiap hamil saya jadi doyan ngemil beras, karena susah makan nasi walau kelaparan. Dan teman begadang saya bukanlah ngopi, tetapi mengunyah biji kopi.

12. Sudah beberapa tahun saya tidak bisa makan daging ayam atau daging sapi, kecuali dalam bentuk suwiran. Saya selalu ngebayangin ayam lagi jalan-jalan kalau ngelihat paha ayam goreng.

13. Tidak suka pada kucing dan anjing, selucu apapun tampilannya seperti anjing Chihuahua. Kemarin ada kucing yang nempel-nempel ke kaki saya, wuaaa saya heboh teriak-teriak. Tapi tidak tega jika tidak memberi makan kucing yang bertamu.

14. Saya tidak suka makanan western selain burger.
Sebenarnya karena burger ya pilihan yang paling masuk akal daripada kelaparan.

15. Sejak jaman abege, saya ngga gampang jatuh cinta. Beberapa kali pacaran karena saya ngga tega nolak. Takut cowok itu jadi malu. Tapi sekalinya jatuh cinta, saya termehek-mehek.

16. "Ngga enakan" adalah salah satu kelemahan saya.
Misalnya, udah feeling kalau orang yg mau ngutang itu adalah orang yg susah nyaur, tapi tetap aja saya ngutangin. Dan kemudian terbukti.
Untung sekarang ada Sedekah Oksigen, jadi ngga ada lagi deh uang nganggur yang bisa dipinjemin. Yang ada Kami minus terus.

17. Sedekah Oksigen mengubah hidup saya. Saya jadi jarang ngomel dan jadi lebih sabar, karena saya banyak melihat orang yang sedang diberi cobaan dan mereka tabah. Saya jadi malu kalau banyak komplain.

18. Di Karawaci banyak banget orang Negro. Dan entah mengapa, saya selalu berasumsi bahwa jika bukan pemain bola, mereka adalah drug dealer. (Maafkaaan..., maafkaaan)

19. Saya suka humor. Sering melihat hal yang tidak menyenangkan dari sisi lain. Saya juga ngga keberatan menertawakan diri sendiri. Sepanjang masih bullyan yang sopan, saya ngga baper walau diledek.

20. Saya hobi banget nonton bioskop, nyaris semua film action saya tonton. Tapi jangan tanya jalan ceritanya. Karena selewat dari pintu bioskop, biasanya saya sudah lupa.


0 komentar

Mantan Pacar = Voldemort (Bag. I)

Pernah diteror telepon oleh debt collector? 
Alhamdulillah sudah beberapa tahun kami ngga pernah lagi ditelepon debt collector.
Kalau mengingat-ingat rasanya syerem ya. Deg-degan, gagap, sebel, kesel, mau murka tapi sekaligus berusaha tetap tenang. Stay cool, stay calm.
Nah persis begitu perasaanku selama dan setelah dapat telepon dari Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut. Dari Manusia Jaman Pra Renaisance. Jaman sebelum saya mendapat pencerahan.
Sebagai manusia dewasa, saat menjawab si Penelpon, saya berusaha tetap bersopan santun, dong. Walau kepingin sih teriak, "Ngapain sih lu nelpon-nelpon? Did you think I crumble? Did you think I lay down and die? Oh not I. I wil survive..."
"Ngga, tadi saya lewat tempat kamu sekolah dulu. Terus ingat aja, jadi mau tau kabar kamu. Kita kan dulu blablablabla…"
What!!!
Pak, umur kita sekarang sudah hampir setengah abad. Itu kisah waktu saya ngelap ingus aja masih keleleran.
Akhirnya kami selesaikan juga pembicaraan kaku itu.
Suami: "Telepon dari siapa?"
Saya: "Voldemort jilid 1."
Suami tak berkomentar, tapi wajahnya menggelap.
Buatku, ini lebih menakutkan dari pada Mantra Cruciatus.
Serius!
 
Voldemort, Bahkan Senyummu tak lagi meluluhkan hatiku..
0 komentar

Tips Memilih Warna Jilbab Agar Makin Cantik

Pernah kan pakai jilbab tertentu koq jadi kelihatan cakep banget, lalu pas pakai jilbab lain malah bikin muka tampak kusam tak berseri?
Selain masalah cutting jilbab, ternyata pemilihan WARNA dan Motif jilbab juga berpengaruh pada tampilan kita.
Nah, gimana caranya kita mengetahui bahwa jilbab itu akan memberikan efek pemakainya jadi tambah cakep atau malah jadi bladus? (Opo iku bladus?)
Caranya adalah dengan mengenali tipe rona kulit (wajah) kita.
Ada 3 jenis rona warna kulit manusia, yaitu rona kulit tipe hangat, rona kulit tipe dingin dan tipe netral.
Rona kulit bukanlah warna kulit yg terlihat di permukaan. Kulit putih belum tentu berarti rona kulit dingin, atau kulit cokelat tidak mesti berarti berona hangat.
Rona warna kulit ini disebut juga undertone, dipengaruhi oleh jumlah pigmen di dalam kulit. Rona kulit tidak akan berubah walau kita sering terpapar matahari sehingga kulit menggelap, atau ketika menjadi kemerahan saat terkena rash atau jerawatan, misalnya.
Ada beberapa cara menentukan warna rona kulit. Tapi bagi saya yg termudah adalah dengan cara sbb:
* Jika pembuluh darah tampak kebiruan atau keunguan, rona kulit Anda adalah dingin.
* Jika pembuluh darah tampak kehijauan, rona kulit Anda adalah hangat.
* Jika tidak tahu warna pembuluh darah Anda hijau atau biru, mungkin rona kulit Anda netral. Jika warna kulit Anda zaitun, kemungkinan besar Anda termasuk ke dalam kategori ini.
Kalau sudah tahu rona warna kulit kita, maka ini adalah saran warna-warna jilbab yang cocok :
* Orang dengan rona hangat sebaiknya mencoba warna-warna netral, seperti warna gading, krem, jingga-kemerahan, mustard, putih kelabu, kuning, jingga, cokelat, merah tua, dan kuning-hijau.
* Orang dengan rona dingin sebaiknya mencoba biru-merah, biru, ungu muda, merah jambu, hijau, plum, biru tua, magenta, dan biru-hijau.
*Orang dengan rona netral dapat menggunakan warna dari kedua kategori. Sebagian besar warna akan membuat kulit Anda tampak lebih bagus.
Jadi, sekarang jangan lagi salah memilih warna jilbab ya.

Monday, October 30, 2017 0 komentar

Kebiasaan Burukku: Memakan Beras Mentah dan Biji Kopi

Gara-gara status Facebook seorang teman, aku jadi inget pada kebiasaanku dulu, yang dimulai saat hamil. Karena ngga bisa makan tapi merasa lapar dan kekurangan zat gula, aku jadi tergerak untuk ngemilin beras. Awal-awalnya pakai beras mentah yang baru keluar dari karung.

Jorok banget ya.

Lalu beras mentah dicuci pakai air panas. Hehe, berasnya jadi lembek tapi tetap krenyes-krenyes. Rasa manis dari karbo ternyata jadi nyandu banget itu.
Kebiasaan ini masih terus kulakukan walau anak telah lahir dan makan sudah normal. Hingga suatu saat aku ngegigit batu dari beras, krak! Patahlah salah satu gigi taringku. Dan sakitnya ampuuunnn..

Kapok?
Ngga tuh.

Kebiasaan makan beras berhenti gara-gara suatu hari aku mengunjungi seorang teman lama, lalu aku dibullynya,
"Gede ya lu sekarang."
Memang dia termasuk salah satu teman yang merasa bisa cuek mengkritikku.

Kalimatnya ampuh.
Dalem banget menusuk ke sanubariku.

Hari itu juga aku langsung menghentikan kebiasaan tersebut. Dan sebagai kompesasi atas kelebihan berat badan, aku olahraga jogging 'mati-matian'. Sehari aku bisa lari 5 km demi membakar lemak.

Sadis ya.

Rasanya si Teman patut kusematkan tanda "Motivator of The Year" di jidatnya.

Lalu tibalah aku di saat-saat harus melalui malam-malam panjang untuk belajar demi menggapai cita-cita (tsahhh..). Saya begadangan nyaris setiap malam
Kan berdasarkan sugesti turun temurun, biar kuat melek ya mesti ngopi. Sayangnya lambung saya ngga tahan dengan kopi. Maksudnya bubuk kopi yang diseduh. Maka yang saya lakukan adalah mengunyah biji kopi. Saya pikir, yang bikin melek itu karena kafein yang ada di kopi. Bukan karena air panasnya. Kecuali kalau karena kelolodan air panas, ya pasti melek semalaman walau tanpa kopi.
Iya kan?
Wah, saya emang cerdas koq. Plok.. plok.. plok...

Nah, aktifitas mengunyah dan efek kerja dari kafein di biji kopi, lumayan membantu saya bertahan melewati malam demi malam.

Dan kemudian ternyata walau sedang tidak bergadang, saya pun kecanduan mengunyah biji kopi. Terutama kalau sedang suntuk.

Lalu bagaimana cara saya berhenti?
Yaitu ketika saya menyadari kulit saya menjadi lebih kering setiap saya selesai memakan biji kopi. Ya memang kan sifatnya kopi itu hidroskopis alias menarik air. Maka akibatnya kelembaban kulit saya menjadi berkurang.



Dan meskipun sesungguhnya ada efek lain dari kebiasaan yang buruk tersebut, yaitu masalah pencernaan. Tetapi dasar ya, saya memang perempuan. Terhadap gangguan pencernaan saya masih bisa cuek. Walau merasakan sembelit itu sangat ngga enak. Namun begitu kulit terasa mengering, whoaaa langsung deh hal itu menjadi konsen utama. Segala hal diperjuangkan demi mengembalikan kondisi kulit. Jangankan cuma melawan sakaw ketagihan karbo dan kafein, ngebobol tabunganpun rela dilakukan untuk membeli segala macam krim agar kulit halus, sampai nyamukpun ngga berani nempel karena takut kepleset.


Monday, August 28, 2017 1 komentar

Benarkah Nasi yang Bisa Dibulatkan Dari Beras Plastik?



Ada lagi orang pandir yang membuat video lalu mengunggah ke medsos tentang nasi yang berasal dari sebuah rumah makan yang bisa dibulatkan seperti bola dan dilempar-lempar menjadi membal. Lalu dua karyawati ini menarik kesimpulan sendiri bahwa beras yang digunakan untuk memasak nasi di rumah makan tersebut, adalah beras plastik.
Orang bodoh kalau dia diam, ngga ngaruh ke masyarakat. Tapi orang bodoh yang haus publisitas, justru akan meresahkan masyarakat. Kalau rumah makan itu punya saya, akan saya tuntut ia untuk menguji kebenaran apa yang dia katakan, bahwa beras itu mengandung plastik. Dan uji tersebut harus ilmiah.
Ya begitulah orang pandir. Orang pintar, tentu saja awalnya dia " tidak tahu" lalu karena penasaran maka ia mencari tahu dengan belajar. Tapi orang pandir adalah orang bodoh yang keblinger.
OK, soal nasi yang bisa dikepal-kepal dan tidak lengket, hal itu disebabkan beras yang digunakan adalah beras yang memiliki kadar amilopektin tinggi, yang biasa ditemui pada "Bareh Solok" dengan beberapa variannya.
Amilopektin adalah sebuah struktur kimia yang merupakan hasil polimerisasi glukosa anhidrat. Karena derajat polimerisasi amilopektin yg besar yaitu sekitar 50.000 ikatan glukosa maka berat molekulnya juga besar. Struktur rantai amilopektin juga memiliki banyak percabangan. Dari rantai glukosa yang panjang dan bercabang inilah amilopektin memiliki kecenderungan untuk membentuk gel sehingga lengket, ketika dipanaskan dengan air.
Beras ketan nyaris seluruhnya mengandung amilopektin. Sedangkan "Bareh Solok" dan variannya memiliki kandungan amilopektin sekitar >80% dan < 20% amilosa.
Pada jenis beras yang mengandung amilosa rendah ini, bila beras dimasak menyebabkan keadaan yang lekat dan lunak. Sebaliknya pada beras yang mengandung amilosa tinggi, (Contoh beras pera') nasi yang dihasilkan lebih keras karena adanya penyerapan air yang banyak, sehingga membentuk ikatan hidrogen yang lebih besar.
Nah sekarang paham kan sayang mengapa beras dari rumah makan padang tertentu mudah dikepal-kepal?
"Uda, tambuoh ciek!"


0 komentar

Selaksa dan Seketi

Membahas bilangan, saya jadi ingat dulu zaman sandiwara radio Brama Kumbara (udah gak usah dibahas umur, ssstt....) sering diucapkan sisipan kata yang jarang saya dengar. Akibat penyakit kepo kronis, saya jadi tahu istilah lama yang justru merupakan kata padat arti.

"Kalimatmu mengandung SELAKSA makna."
Dulu saya mengira kata 'selaksa makna' itu berarti ' makna yang sangat dalam'. Eh ternyata, 'selaksa' itu artinya 10.000.
Jadi kalau kata-katamu dikomentari kalimat di atas, ya paham lah ya, berarti sesungguhnya pendengarmu itu ngga enak aja mau ngomong : "Jadi maksud looooo?"
Menurut kisah pewayangan, bahwa Arjuna memiliki istri SEKETI kurang satu. Seketi itu artinya 100.000. Dengan begitu, berarti istri Arjuna adalah 99.999 orang. Ini sebetulnya kalimat metaphora, saking si Arjuna ini hobi kawin.
Nah, kalau ada cowok merayumu dengan kalimat, "Dinda sayang, jadikanlah aku arjuna di hatimu."
Udah, ngga usah mikir lama-lama, tolak aja cinta cowok kayak begitu!

Huh!


0 komentar

Hukum Newton Pada Manusia

Sebuah benda fisik memiliki sifat mempertahankan keadaan. Jika benda tersebut diam maka ia akan tetap diam. Jika benda itu bergerak maka ia akan bergerak beraturan. Tidak akan terjadi perubahan pergerakan benda kecuali benda tersebut mendapat GAYA dari luar benda.
Hukum diatas disebut sebagai Hukum Inersia, atau Hukum Kelembaman. Nama lainnya adalah Hukum I Newton.

Begitupun dengan manusia, yang juga termasuk benda fisik. Manusia lebih cenderung untuk mempertahankan berada dalam kondisinya saat ini. Terutama yang sudah pewe. Manusia baru mau melakukan perubahan jika ia mendapatkan GAYA DORONG DARI LUAR. Bentuk gaya dorong itu bisa apa saja. Bisa karena SPP anak yang makin mahal. Mungkin karena mendengar ceramah dari ustadz yang cetar. Atau karena terus menerus mendengar omelan istri yg kekurangan uang belanja.


Memang, sebuah benda fisik yang diam, lalu saat MULAI bergerak, ia membutuhkan energi yang besar. Tapi agar benda tersebut terus bergerak konstan, energi kinetik yang diperlukan tidak sebesar energi awal.
Tidak bedanya dengan pergerakan kehidupan manusia. Saat dia merasa 'pewe' lalu berniat melakukan perubahan hidup, tentu rasanya beraaaat sekali memulainya. Ada aja alasannya untuk tidak berubah. Tetapi ketika langkah-langkah awal sudah dimulai dan kemudian untuk terus melangkah secara konstan, ya mudah saja.

Hingga suatu saat ia diharuskan berjalan cepat, atau bahkan berlari, agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Untuk itu, ia tentu membutuhkan percepatan. Seberapa jauh dan seberapa besar percepatan yang ingin dihasilkan akan berbanding lurus dengan effort yang ditambahkan .Bagian ini yang disebut dengan Hukum II Newton.

Demikianlah.

Monday, August 21, 2017 1 komentar

Pengaruh Rhoma Irama Pada Hobi saya Menonton Film di Bioskop

Kali ini saya mau cerita ah tentang pengalamanku bersama Bang Rhoma Irama. Ee.. cie... macam betul aja.
Manusia Indonesia yang tumbuh besar di tahun 1973-1990an pasti deh tahu kiprah Rhoma Irama dan Soneta Grupnya. (Aduuuuh ketahuan umur guweee). Menurut pendapat saya, Bang Oma adalah salah satu artis Indonesia yang fenomenal. Ia bukan hanya cerdas dalam bermusik, tetapi juga pandai akting dan mengelola bisnis musik hingga Soneta Grup pernah menjadi grup band yang paling moncer di zamannya.

Sampai sekarang, belum ada pemusik dalam genre apapun, yang sefenomenal Sang Raja Dangdut Rhoma Irama ini. Selama 40 tahun bermusik, diskografinya panjaaaaang sekali. Albumnya bersama Soneta Grup saja berjumlah 16 album. Belum lagi album-album lain sebelum ia membentuk band ini. Ia juga membuat lagu-lagu untuk soundtrack film serta  album solo.
Sebagai anak yang tumbuh di Tanjung Priok yang terkenal sebagai daerah kelas pinggiran (memang di pinggir laut, sih), nyaris semua tetangga saya adalah penggemar Rhoma Irama. Sehingga saya yang saat itu masih imut-imut, mau tidak mau mendapat limpahan "polusii suara" dari lagu-lagu RI. Akhirnya ya saya sampai hapal, pal, pal beberapa lirik lagunya.
Bukan cuma dalam hal musik, Rhoma Iramapun bermain film. Dimana nyaris seluruh filmnya selalu membludak oleh penonton. Bukan cuma satu atau dua film, melainkan Rhoma Irama bermain dalam 29 film layar lebar, yang dimulai dari Film "Krisis X" di tahun 1975, hingga "Sajadah Ka'bah 2" di tahun 2014. Serta 3 serial televisi.  Kutipan dialog-dialog serta adegan-adegan film RI sampai sekarang masih dikenang loh. Dijadikan meme. Nah, biasanya kan kejadian, kata-kata atau orang yang dijadikan meme adalah  yang meninggalkan 'rasa khusus' di khalayak. Film 'Satria Bergitar' yang cetar itu, adalah film pertama yang saya tonton di bioskop. Nama bioskopnya adalah Bioskop Permai. Lalu ada satu lagi Film yg dibintangi Rhoma yang juga saya tonton, Judulnya 'Gitar Tua' kalau tidak salah. Film ini saya tonton di Bioskop Lido. Kedua bioskop tersebut sudah ambruk dan diganti menjadi bangunan ruko.
Saya inget banget, nonton film 'Satria Bergitar' ketika Lebaran. Hasil panen 'salam tempel lebaran' saya belikan tiket bioskop. Mungkin umur saya saat itu sekitar 8 atau 9 tahun. Nonton beramai-ramai teman seumur sekitar 6-7-8 anak. Selain adik saya Yanti dan Yuli, saya lupa siapa lagi yang berangkat nobar tersebut.
Bisa dibayangkan jika sebagian anak-anak yang biasa wira-wiri, lari-lari di sepanjang gang, tiba-tiba menghilang bareng, tentu membuat panik para orang tua. Dan kemudian dari hasil investigasi terhadap para tukang becak yang merupakan sarana transportasi paling masuk akal buat mengantarkan kami, maka para ayah berhasil menemukan anak-anaknya di dalam bioskop.
Kejadian menghebohkan terjadi ketika film tiba-tiba dimatikan kemudian lampu dinyalakan hingga bioskop terang benderang. Lalu kami melihat Bapak berdiri di depan layar lebar, sementara terdengar pengumuman dari loud speaker biokop, "Kepada anak-anak bernama Rini, Yanti dan Yuli, diharap segera keluar bioskop karena sudah dijemput orang tuanya."
Serentak terdengar koor merdu dari penonton lain: "Huuuuuuu... Anak kecil, hayo pulang!"

Nah, kalau saya kemudian menjadi hobi nonton film di bioskop, bisa disebabkan "pengalaman traumatis" tersebut.


Saturday, August 19, 2017 0 komentar

Keliru Bag.1

Kisah Deswita:

Ya, aku mencintainya. Konyolnya, sejak menit pertama aku menerima cintanya, aku sudah tahu bahwa aku tak akan bisa memilikinya utuh. Aku tahu suatu saat ia akan pergi dan melupakanku. Maka aku menikmati saat-saat ia bersamaku.

Aku mencintai lelaki itu. Jika kau bertanya kenapa aku jatuh cinta padanya, yah, aku tak tahu bagaimana harus menjawabannya. Mungkin aku bodoh karena membiarkan diriku terlena pada perasaan yang memabukkan. Perasaan bahagia karena diperhatikan, disayangi dan dicintai oleh lawan jenis yang juga kucintai. Perasaan yang di usiaku 28 tahun ini, nyaris tak kukenali.

Saat awal mengenalnya, perasaanku padanya sama seperti perasaanku pada ratusan teman lelaki lain. Dengan semakin intens kebersamaan kami, rasa menyayangipun mulai tumbuh perlahan. Lalu cinta mulai berakar dan menyemak di hatiku

Ia tampan, tentu saja. Karena sebagai wanita, akupun menyukai wajah pria  yang menarik untuk dilihat.  Apakah ia kaya, sungguh aku tak tahu. Lebih tepatnya, aku tak peduli. Aku jujur jika aku mengatakan bahwa aku hanya menginginkan cinta dan kasih sayangnya. Aku hanya menginginkan dirinya. Maka aku memasabodohkan uangnya. Toh, aku punya penghasilan yang lebih dari cukup untuk membiayai diriku. Bahkan tak jarang aku yang membayari kencan-kencan kami. Agar gajinya untuk menafkahi keluarganya tidak berkurang dan menyebabkan keributan diantara kekasihku dan istrinya.

Memang disayangkan, kekasihku telah beristri.

Aku Pelakor, Perampas lelaki orang?
Sembarangan! 
Aku tidak suka dituduh begitu. Aku tidak merampas apapun dari tangan siapapun. Cinta itu datang sendiri. Lelaki itulah yang mendatangiku. Ia lebih dahulu menyatakan cinta padaku. Walau aku hanya mendapatkan sebagian, entah seberapa besar potongannya, hati lelaki itu. 

Sebelum kisah kasih kami berjalan sekian lama, aku pernah menolak cintanya. Bukan cuma sekali, tetapi berkali-kali. Tetapi rasa pedih yang menyengat hati setiap kali aku mengatakan penolakan-penolakan itu, membuat aku menyerah. Akhirnya kuterima cinta lelaki beristri itu. 

Dan kemudian hari-hariku memang lebih indah. Karena ada seseorang yang padanya aku bisa bermanja. Darinya aku mendapat limpahan perhatian dan kasih sayang. Dan padanya aku berbagi cerita hidup. Bersamanya, aku berbagi tawa, berbagi berahi, juga berbagi keresahan.

Adalah bodoh kalau kamu pikir aku tak resah dengan menjadi orang ketiga. Tentu saja aku pun ingin menjadi perempuan utama dalam hidupnya.  Aku juga berharap padakulah ia pulang setiap malam melepas lelahnya. Aku juga  ingin  namakulah yang disebut sebagai Nyonya Kekasih.  Aku juga mau kami bisa berjalan bersisian bergandeng tangan tanpa perlu sembunyi-sembunyi.

Banyak hal yang tidak mungkin kudapati dari hubungan dengan lelaki yang kucintai ini. Tapi aku juga tak ingin menuntutnya untuk memenuhi semua keinginanku. Karena seperti yang kukatakan di awal, aku menyadari posisiku sebagai Perempuan Kedua. 

Bersambung.....


 
;