Mirah

by - Wednesday, February 22, 2017


Kabut turun perlahan
mencumbui pucuk-pucuk bunga jagung
tonggeret pun berjerit cemburu
dari sela rumput yang dibasahi hujan
seolah tak rela gelap segera menjelang
Aku yang sedang berdiri mendengarkan suara alam,
tetiba merasa kaku menegang
ketika dari pintu belakang warung
sebuah teriakan bergema,
"Miraaaahhhh, pacarmu datang!"
Pacar?
Mungkin aku akan berlari gembira jika yang datang adalah Sang Pujaan Hati.
Tapi 'pacar' yang diteriakkan oleh Yu Anah sesungguhnya adalah lelaki yang sedang lelah.
Ups, bukan lelaki. Tetapi lelaki-lelaki.
Mereka lelaki-lelaki yang butuh dipeluk dan dipuji. Walau mereka tahu pelukan dan pujianku palsu.
Mereka lelaki yang ingin menumpahkan hasrat. Walau mereka tahu aku tak sepenuhnya sudi menampung sisa berahi mereka.
Aku perempuan yang memetik rupiah dari erangan lelaki.
Mungkin kau menilaiku hina.
terserah.
Ini pekerjaanku sementara, sampai bunga-bunga jagung gugur
dan melahirkan bonggol jagung ranum.
Asalkan tonggeret mau berbaik hati tidak menggigit habis bakal jagungku
Asalkan harga jagung tidak anjlok saat panen nanti
Sementara itu, biarlah kuisi perutku dengan nasi yang kubeli dari uang para lelaki pacarku itu.
terserah apa pikirmu
kau tidak pernah tahu perjuangan hidupku.

You May Also Like

0 komentar