Review Beberapa Hotel di Cilacap

by - Tuesday, May 02, 2017

Sejak tahun 2008 saya mulai menyambangi kota Cilacap untuk mengurusi pekerjaan di salah satu BUMN di kota tersebut. Dan frekwensinya makin sering sejak 5 tahun belakangan ini.  Karena rata-rata pekerjaan di kota tersebut membutuhkan waktu beberapa hari, maka saya mau tidak mau harus menginap di kota tersebut.
Berikut review subyektif saya terhadap beberapa hotel di kota tersebut;

1.   Wisma Patra Jasa

Hotel yang merupakan anak perusahaan Pertamina ini usianya cukup tua. Seingat saya jaman saya kanak-kanak dulu (Bapak saya karyawan Pertamina dan pernah mengajak saya ke kota Cilacap ini juga), hotel ini sudah berdiri.
Hotel yang berdiri di tanah yang luas ini, mengadopsi sistem bungalow untuk ruang-ruang kamar yang disewakan.  Yakk arena hotel tua, perabotan dalam kamar juga tampaknya sudah tua. Bahkan TV dalam kamar masih menggunakan TV tabung. Untuk sarapan pilihannya sangat-sangat terbatas. Nasi goreng atau roti bakar. Dengan minuman teh atau kopi. Setiap saya menginap di hotel ini, sebagai anak pensiunan karyawan, saya mendapat diskon 25% dari harga kamar. Lumayan, sih.

Terakhir kali saya menginap di hotel ini sekitar empat setengah tahun lalu. Semoga sekian lama itu ada perbaikan fasilitas di hotel ini. Walau dari penampakan luar sih, kayaknya ya belum banyak perubahan.

2.   Hotel HOM Premier.

Ketika mendengar bahwa di Cilacap ada hotel baru berdiri, maka saya mulai pindah ke lain hati dari Wisma Patra. Ke Hotel Hom Premier.
Hotel yang di manajemeni oleh grup Hotel Horison ini berbintang dua. Hotel yang mengambil theme song  “HOME”nya Michael Buble ini mempunyai fasilitas standar hotel berbintang dua. Untuk pelayanan saya hanya bisa memberi rate Bintang Tiga saja. Alias rata-rata.
Di awal-awal saya masih sering menginap di hotel ini, saya mempunyai keluhan kesulitan menghubungi petugas customer service/front officenya. Nampaknya keterbatasan jumlah pegawai menyebabkan petugas FO juga merangkap pekerjaan lain. Selain itu handuk yang disediakan udah lumayan kusam. Jadi kadang saya ngga sanggup memakainya.

Untuk hidangan sarapan, ya standarlah. Tapi dari pilihan menu restoran, saya sangat menyukai Tom Yam Gung-nya. Buat selera saya, rasanya pas.  Satu lagi yang saya suka dari hotel ini adalah adanya Live Music tiap malam. Dan kadang-kadang -saat sepi pengunjung- saya ikutan manggung juga. Haha, lumaya daripada bete diam aja di dalam kamar.
Untuk penjemputan dan pengantaran dari dank e stasiun Cilacap, gratis. Tapi, dari 10 kali menginap, mungkin saya sukses diantar dan dijemput ngga sampai separuhnya. Karena kurangnya tenaga driver yang tersedia.

3.   FaveHotel Cilacap

     Hotel yang baru buka setahun belakangan ini, dimanajemeni oleh jaringan hotel Aston. Rate hotel ini sedikit di atas Hotel Hom Premier. Selain itu kelebihan hotel ini disbanding Hotel Hom adalah adanya kolam renang dan Fitness Centre ukuran mini. Jadi walau sedang berpergian, saya tetap bisa berolahraga. Adanya fasilitas olahraga ini penting buat saya. Karena saya biasanya terserang insomnia akut jika tidur sendiri. Maka salah satu jalan keluar untuk saya adalah berolahraga sampai capek, lalu mandi air hangat. Biasanya setelah itu saya akan sukses tidur.

      Untuk menu makanan di saat sarapan, menurut pendapat saya tastenya masih lebih enak makanan di Hotel Hom Premier. Ngga merasa pas aja di lidah saya. (Rasa di lidahmu, ya urusanmu lah).      

      Keramahan petugas cukup ramah. Terpenting, saya belum pernah tidak diantar dan dijemput dari stasiun kereta api Cilacap. 

4.   Hotel Dafam

Hotel ini telah berdiri di kota Cilacap cukup lama sehingga cukup terkenal. Meskipun begitu, saya hanya baru sekali menginap di hotel ini. Untuk standar harga tidak beda jauh dari Hotel Hom maupun FaveHotel.  Untuk makanan yang tersedia saat sarapan lebih variative disbanding ketiga hotel yang sudah saya sebut di atas.
Namun, saya merasa kurang nyaman saat menginap di hotel ini. Karena begitu jendela tirainya di singkap, eladalah, koq yang terlihat adalah tembok. Hiks. Sehingga kesan saya terhadap hotel ini tak ubahnya seperti rumah kos-kosan saya dulu. 
Itulah sebabnya saya tidak berminat lagi untuk menginap di hotel ini.

5.   Hotel Atrium Premier

Adalah hotel baru di kota Cilacap. Hotel bintang tiga (eh, tapi kata Traveloka, koq bintang empat ya.) ruangannya lumayan nyaman dan terkesan clean. Mungkin juga karena masih baru.
Yang saya sukai dari hotel ini adalah tersedianya kolam renang dan sarana fitness. Juga menu sarapan yang disediakan cukup beragam.
Tapi saya malah punya pengalaman buruk pada malam pertama menginap di hotel ini. Suara music ajep-ajep dari café di rooftop sangat mengganggu. Sampai jam SATU malam!!! Rupanya setiap Minggu malam mereka mengadakan hiburan music dengan DJ. Sedangkan malam-malam lain Live Music dengan Organ. Walau suara music masih juga merembes ke lantai kamar saya (berjarak dua lantai) tapi ngga seheboh ketika music ajep-ajep itu.

6.   Whiz Hotel Sudirman Cilacap

Hotel yang terletak di jalan Sudirman ini adalah hotel terbaru. Hotel ini baru saja diresmikan pada pertengahan April 2017.
Hotel ini terletak di seberang alun-alun. Nah, di alun-alun itu banyak banget berderet-deret pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan. Saya suka…, saya suka…
Kamar dan fasilitas di hotel ini terkesan clean  dan  fresh. Mungkin karena efek dari warna hijau lemon- putih yang mendominasi warna kamar. Mungkin juga karena masih hotel baru.

Adapun menu yang disediakan untuk sarapan, hhmm, membuat saya tepok jidat. Di meja hanya tersedia 6 potong roti. Semangkuk besar es buah, nasi, bihun dan ayam goreng. Itu thok.

Ok, hanya karena kenyamanan kamar, sementara saya masih memafkan deh, dan bersedia kapan-kapan menginap lagi di hotel tersebut.

7.    Hotel Mutiara dan Hotel Teluk Penyu.

Saya belum pernah menginap di kedua hotel ini.  Alasannya karena ya ngga kepingin aja. Usia hotel ini mungkin ngga beda jauh dengan Wisma Patra Jasa.

Demikianlah review subyektif saya terhadap beberapa hotel yang berada di Cilacap, semoga berguna buat menjadi bahan pertimbangan anda dalam memilih akomodasi di kota ini.

You May Also Like

1 komentar

  1. Setahun lalu sempat nginap di Dafam; dan bulan ini ada acara lagi di Cilacap selama 2 hari paling kamis tengah malam menginap di Stasiun Cilacap aja, dan malam sabtunya di Whiz. Dari dulu kalau jalan sendiri jarang menginap di hotel dan include sarapan. Enakan jalan keluar cari sarapan ahhahahahah. Lebih murah dan enak :-D

    ReplyDelete