Stop Saling Membenci

by - Tuesday, May 02, 2017

Sejak Joko Widodo berkampanye untuk menjadi presiden, suhu di jagat social media terutama Facebook dan Twitter, memanas. Terjadi perang kata-kata yang bukan sekedar opini. Lontaran-lontaran Hoax hingga saling mendiskreditkan diantara para pendukung dan kontra Jokowi. Bahkan hingga dua tahun lebih beliau terpilih menjadi presiden, kondisi seperti itu masih terus berlangsung. Suhu pertentangan makin meningkat saat Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta. Gelombang-gelombang demontrasi terjadi.
Satu hal yang saya amati, para penolak Ahok adalah sekaligus para penolak Jokowi. Begitupun sebaliknya, para pembenci Jokowi biasanya sepaket membenci Ahok juga. Dan saya melihat melalui postingan – postingan mereka di social media, mereka konsisten dengan perasaan ketidaksukaannya.

Cukup membahas Jokowi dan Ahok. Saya akan fokus pada perasaan BENCI.

Dulu, karena beberapa alasan, saya merasa pantas membenci seseorang. Bertahun-tahun. Lalu, apa yang saya dapatkan selama bertahun-tahun itu?

Awalnya saya merasa superior karena mempertontonkan kebencian padanya. Tapi ternyata orang lain malah memiliki penilaian negatip terhadap saya.

Bagaimana tidak menjadikan perilaku negatip bagi saya, jika setiap mendengar ada seseorang menyebut namanya, saya akan memalingkan muka dan mencibir. Jika ada yang menyebut kebaikannya, saya langsung mementahkan sambil menjelek-jelekkannya. Jika tak sengaja bertemu dengannya, saya akan menghindar. Jika ia mencoba berbicara dengan saya maka saya merasa pantas menumpahkan caci-maki padanya.

Begitu dasyat akibat kebencian saya pada orang tersebut, karena menyebabkan kerusakan pada saya sendiri. Saya menumpuk tambahan dosa.
Dosa harian yang tidak sengaja saya perbuat karena kelalaian saja, sudah bertumpuk-tumpuk. Lalu saya tambahi dosa perbuatan buruk saya atas nama kebencian.

Please, jangan tiru keburukan saya dulu ini. Jangan saling membenci. Karena kalau kebencian personal efeknya ke diri sendiri. Tapi jika kebencian komunal, akibatnya perang yang akan terjadi. Perang antar suku. Perang antar kelompok. Perang antar agama.


Naudzubillah min dzalik. Karena dalam perang, kita semua yang rugi

You May Also Like

0 komentar