Wednesday, June 21, 2017

Permen Karet di Pesawat


Jika tahu akan bepergian menggunakan alat transportasi pesawat, biasanya anak-anak saya agak ogah-ogahan untuk ngikut. Mereka selalu khawatir akan merasa sakit di telinga ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu. Untuk mengantisipasinya saya selalu menyediakan permen untuk mereka hisap ketika telinga mereka terasa sakit.

Berbeda dengan Kang Kabayan. Biasanya perjalanan Bandung - Jakarta ditempuhnya dengan menggunakan mobil melalui jalur tol Cileunyi. Tapi karena Kang Kabayan mendengar sedang ada perbaikan jalan tol yang menyebabkan kemacetan parah, maka ia memutuskan untuk naik pesawat saja.

Awalnya Kang Kabayan menikmati perjalanan dengan pesawat tersebut. Apalagi dari ketinggian, dia bisa menikmati indahnya Bumi Parahiyangan. Namun tiba-tiba Kang Kabayan merasakan telinganya tersumbat dan merasa sangat kesakitan. Ia pun memanggil Pramugari.
"Teh, Teteh, gimana atuh, telinga saya sakit banget ini?"
"Bapak sedang pilek?"
"Hah?" Kang Kabayan kurang bisa mendengar perkataan Teteh Pramugari.
Pramugaripun memaklumi. Lalu diulurkan dua buah permen karet kepada Kang Kabayan.
"Ini untuk Bapak. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini."
Kang Kabayan pun menerima permen karet itu.

Ketika pesawat sudah tiba di Bandara Halim, kembali Kang Kabayan tampak kalang kabut. Hingga penumpang terakhir ia belum turun juga dari pesawat. Pramugari pun kembali mendekati Kang Kabayan.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?"
"Aduh, Teteh. Punten. Kumaha atuh caranya ngeluarkeun permen karet dari telinga saya? Mani lengket pisan ieyeu."

0 komentar:

Post a Comment

 
;